I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Beasiswa untuk Bagas


__ADS_3

Happy Reading guys


“Tapi ini?” ucap Aisyah.


“Tidak apa-apa Bu. Karena aku ingin Ayah, Bunda dan Bagas akan hadir di pernikahan ku sambil melaksanakan umroh bersama-sama.” Jawab Jack.


“Jadi maksud mu untuk melaksankan pernikahan di Mekkah dan setelah itu kita menunaikan ibadah Umroh bersama?” tanya Joko.


“Iya Ayah, tanpa Ayah dan keluarga bagaimana bisa aku akan menikahi putri kalian. Bukan kah Ayah akan menjadi wali Caca ketika nanti menikah?” tanya Jack.


“Ternyata kau mengerti tentang aturannya. Baiklah ini semua kami terima.” ucap Joko.


“Terimakasih Ayah. O ya untuk mu Bagas aku juga memiliki hadiah khusus.” Ucap Jack.


“Hadiah khusus?” tanya Bagas yang heran?


“Iya, ini adalah formulir yang sudah aku siapkan untuk kuliah mu di UI jurusan Bisnis marketing. Dan semua biaya itu akan kau bayar sendiri dengan mengelolah perusahaan yang sudah aku bangun di sini. Perusahaan cabang Sandreas yang sudah aku bangun saat ini atas namamu. Jadi tunjukkan padaku kemampuan mu dalam berbisnis.” Jawab Jack sambil menyerahkan berkas.


“Kenapa kau melakukan hal ini, apakah ini tidak terlalu berlebihan?” tanya  Bagas.


“Tentu tidak, bukan berarti kau akan menjadi adik ipar ku aku memberikan semua ini cuma-cuma. Semua ini aku lakukan hanyalah sebuah jembatan saja untuk mu, selebihnya adalah bagaimana kemampuan mu. Aku tau kau baru saja lulus dari SMK dan tertarik terhadap dunia bisnis. Bahkan kau memiliki beberapa gerobak bakso yang kau jalankan dengan teman-teman mu.” Ucap Jack.


“Bagaimana kau mengetahui semua hal itu?” tanya Bagas yang heran dengan semua informasi yang di dapat oleh Jack.


“Karena aku Jack Sandreas. Sudah jangan fikirkan hal itu yang harus kau fikirkan adalah bagaimana cara mu mengembangkan bisnis ini sambil kuliah. Aku memberikan mu waktu setahun. Jika kau memenuhi syaratnya maka perusahaan ini akan menjadi milik mu.” ucap Jack.


“Kau serius dengan apa yang kau katakan ini?” tanya Bagas.


“Tentu,” jawab Jack.


“Jadi maksud mu aku harus kuliah di UI sesuai dengan jurusan yang telah kau daftarkan. Dan semua biaya hingga tamat akan kau tanggung dengan aku bekerja di perusahaan mu?” tanya Bagas lagi tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Jack.


“Iya, perusahaan akan menggaji mu sebulan sekali. Dengan gaji itu kau akan membayar uang kuliah dan kehidupan mu.” Jawab Jack.


“Apa? aku tidak percaya kau mempercayai ku seperti ini bahkan kau belum menjadi Kak ipar ku?” jawab Bagas.


“Dalam bisnis tidak ada persaudaraan yang ada hanyalah kemampuan dan bakat. Jadi tunjukan bakat dan kemampuan mu pada ku dan kedua orangtua mu.” Jawab Jack dengan tersenyum.

__ADS_1


“Hahahhaa, oke-oke akan aku tunjukan hal ini pada kalian.” Jawab Bagas.


“Bagus jika seperti itu, aku tunggu perkembangan mu. O ya secepatnya kau sudah bisa untuk keperusahaan dan sebulan lagi kuliah mu akan di mulai.” Jawab Jack.


“Jadi maksud mu akau harus mempersiapkan segela sesuatunya untuk meninggalkan desa ini untuk kuliah dan bekerja?” tanya Bagas.


“Iya, soal rumah dan fasilitas lainnya kau tenang saja. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Kau tinggal bawa dirimu saja untuk berpindah. Kapan pun kau siap silahkan hubungi pengacara ku di sini, dia akan menunjukan semua yang kau perlukan dan apa yang harus kau lakukan.” Jawab Jack.


“Terimakasih,” ucap Bagas.


“Terimakasih telah memberikan jalan kepada anak ku Jack,” ucap Aisyah.


“Tidak Bun, dengan kemampuannya dia mampu kuliah di universitas manapun yang ia mau. Aku hanya melihat bakat yang dia miliki. Dan lagi kalian akan menjadi keluarga ku” ucap Jack.


“Jadi kapan kau akan kembali ke negera mu?” tanya Joko.


“Malam ini, karena semua urusan ku sudah selesai.” Jawab Jack.


“Jadi sekarang kau tinggal di?” tanya Joko.


“Saya dan Jimmy tinggal di hotel dekat desa ini.” Jawab Jack.


“O ya Ayah, Bunda dan Bagas ini semua hadiah atas kedatangan ku. Ku mohon di terima, anggap ini sebagai hadiah lamaran ku untuk keluarga Caca.” Jawab Jack.


“Bukan kah ini terlalu banyak ?” ucap Aisyah.


“Tidak Bunda,” jawab Jack.


“Tapi kau sudah memberikan banyak hal pada kami, bahkan kau belum menjadi menantu kami namun kau sudah memberikan banyak hal untuk keluarga ini.” Jawab Aisyah.


“Jangan terlalu sungkan padaku Bunda, bahkan aku bisa membeli satu pulau. Semua ini hanyalah barang-barang kecil sebagai perkenalan dan hadiah lamaran ku untuk anak kalian. Karena anak kalian tidak akan pernah cukup untuk di nilai dengan semua ini. Caca terlalu berharga jika hanya di nilai dengan hal-hal ini,” ucap Jack.


“Baiklah, terimakasih atas semua yang telah kau berikan pada kami.” Ucap Aisyah.


“Kami mendoakan mu untuk bisa membimbing dan menjaga anak kami. Semoga kau mendapatkan kepercayaan dan seluruh hidupnya.” Jawab Joko.


“Dan semoga kau mendapatkan hatinya yang keras seperti batu gunung.” Jawab Bagas.

__ADS_1


“Terimakasih atas doa dan restu kalian untuk ku,” jawab Jack.


“Tentu,” ucap Aisyah.


“Ayah, Bunda, Bagas sepertinya saya harus pamit pergi.” Ucap Jack.


“Apakah tidak sebaiknya kau makan dulu di sini karena dari tadi kami tidak menyediakan makanan maupun minuman. Bunda juga baru saja memasak.” Tawar Aisyah.


“Tapi,” ucap Jack.


“Ayolah calon Kak ipar,” ucap Bagas sambil menarik tangan Jack ke dapur mereka.


Mereka pun ke meja makan untuk makan bersama. Aisyah menghidangkan makanan yang ia masak kepada Jack dan Jimmy yang ada di meja makan. Kemudian Aisyah memotong beberapa brownies yang di bawak oleh Jack kepada anak buahnya di ruang tamu.


“Silahkan dinikmati Jack dan Jimmy,” ucap Aisyah.


“Terimakasih Bunda,” jawab Jack


“Bunda mau menggoreng singkong dulu untuk anggota mu. Kasian mereka berdiri saja di depan pintu.”


Aisyah menyuruh semua anggota Jack untuk masuk di rumah dan menikmati brownies bawaan Jack dan Singkong goreng buatan bu Aisyah.


“Kalian masuklah, jangan sungkan dan berdiri saja di situ.” Ucap Aisyah.


“Tapi Bu kami nanti di marah sama bos,” ucap salah satu bodyguard ya.


“Tidak apa-apa, silahkan masuk. Nasi kami cuman sedikit jadi ini saja yang bisa kami hidangkan.” Ucap Aisyah.


“Terimakasih Bu,” jawab mereka.


Mereka semua duduk di ruang tamu sambil mencicipin hidangan yang di sediakan oleh Aisyah. Lalu Aisyah bergabung dengan Jack dan yang lainnya di meja makan. Mereka pun menikmati masakkan Aisyah yaitu sayur tumis pedas kangkung, sambel ikan gembung dan gorengan singkong dan minumannya teh manis dingin.


“Bagaimana rasanya?” tanya Aisyah pada Jack.


“Enak Bun, jadi Caca pandai memasak belajar dari Bunda?” tanya Jack.


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah


membaca.


__ADS_2