I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Honeymoon Part 6


__ADS_3

Warna kuning dari bunga yang memberikan hamparan kebahagian bagi kedua sepasang kekasih ini. Jack dan Caca sangat puas bermain ladang bunga itu. Disana bukan hanya mereka saja, banyak wisatawan lainnya yang datang. Mereka lagi-lagi meminta tolong pasangan lainnya untuk mengambil photo mereka. Dan membalasnya dengan memphoto mereka juga.


“Wah cantik.” Ucap Caca yang sudah pergi dari wisatawan lainnya dan melihat isi ponsel Jack.


“Benarkah, coba lihat!” ucap Jack yang juga ingin melihat.


“Baguskan?” tanya Caca.


“Berikan ponselmu!” Ucap Jack yang meminta ponsel Caca.


Caca memberikan ponselnya tanpa bertanya untuk apa. Ternyata Jack mengirim photo mereka berdua yang terlihat romantic untuk jadikan wallpaper kembar. Sebuah photo dengan posisi Jack yang mencium pipi Caca untuk wallpaper Caca dan Caca yang mencium Jack dengan wallpaper ponsel Jack.


“Selesai.” Jawab Jack yang memberikan ponselnya.


“Hmm.” Jawab Caca yang memeriksa ponselnya dan melihat wallpaper mode terkunci dan terbuka.


“Kita sama.” Jawab Jack yang tersenyum.


“Oh jadi ini.” Jawab Caca tertawa.


“Sudah puas?” tanya Jack yang melihat cuaca sudah hampir mulai siang.


“Ingin berlama disini, tapi … emang kita akan ke mana setelah ini?” tanya Caca yang memeluk tangan Jack.


“Belanja oleh-oleh. Karena malam ini kita akan berangkat ke Jepang.” Jawab Jack.


“O iya liburan kita di Korea Selatan sudah akan berakhir.” Jawab Caca.


“Ya sudah ayo kita kembali bersiap,” jawab Jack.


“Hubby, boleh tidak kita pergi ke perpustakaan Seoul yang terkenal itu.” Jawab Caca.


“Tentu saja. Nanti kita ke sana setelah belanja.” Jawab Jack.


Mereka pergi meninggalkan ladang bunga yang berada di Jeju itu untuk bersiap-siap kembali ke kota dan berbelanja oleh-oleh. Kemudian pergi menuju Perpustakaan Seoul. Hasil belanja mereka itu langsung di kirim ke Mansion dengan jasa barang luang negeri dalam pengiriman.


Malam ini mereka bersiap untuk melakukan perjalanan udara yaitu naik pesawat untuk ke Jepang. Mereka berdua sudah memutuskan untuk ke Jepang bertemu dengan Brian dan Max yang berada di sana. Dan saat mereka tiba di sana ternyata Brian dan Max sudah menunggunya. Dan menetap di rumah paman Kagami.


“Akhirnya kalian sampai.” Ucap Max.


“Pengantin baru baru saja tiba juga.” Ucap Brian yang baru sampai juga di ruang tunggu.


“Wah kenapa kalian berdua menjemput kami?” tanya Caca.

__ADS_1


“Sudah jangan banyak bicara, kalian pasti laparkan. Ayo aku sudah memesakan restoran sushi untuk kalian.” Jawab Brian.


Mereka semua mengikuti Brian dan pergi ke restoran untuk makan di tengah malam.


“Hanya membutuhkan beberapa waktu untuk sampai dan ketika sampai sudah di ajak makan.” Jawab Caca tersenyum setelah selesai makan.


“Bagaimana perjalanan kalian selama honeymoon di Seoul?” tanya Brian.


“Terimakasih.” Jawab Jack yang tersenyum.


“Sama-sama adik ipar. Jika kalian bahagia dengan hadiahku aku senang.” Jawab Brian.


“Jadi itu kado dari Brian?” tanya Max yang baru saja mengetahuinya.


“Iya. Oh ya aku permisih dulu ingin ke toilet.” Jawab Caca.


Caca pergi meninggalkan ketiga laki-laki itu di meja makan. Dan Brian membuka sebuah percakapan yang tidak di sangka oleh Max dan Jack.


“Berikan aku email kalian berdua?” tanya Brian.


“Untuk apa?” tanya Max dan Jack dengan cepat.


“Cepatlah.” Jawab Brian dengan wajah serius kemudian Jack dan Max memberikannya.


“Bagaimana kau bisa mengetahui itu?” tanya Max.


“Aku sudah memasang alat perekam di baju Bagas. Jadi aku bisa mengetahuinya.” Jawab Brian dengan tersenyum.


“Patas saja kau bisa menaklukan Jepang dengan cepat.” Jawab Jack.


“Aku ingin kalian tetap menjaga Caca dan melindunginya. Caca sudah mengetahui siapa aku, aku dia belum mengetahui kalian siapa? Dan lebih baik jangan sampai di ketahui olehnya.”


“Oh ya satu hal lagi, sebenarnya pihak rumah sakit yaitu Hanz dan satu lagi siapa sih itu. Mereka sudah mengetahui siapa kau sebenarnya Max. Berhati-hatilah. Aku menyaran untuk segera membunuh mereka untuk memancing ikan yang besar ke permukaan.” Jawab Brian.


“Jadi kau juga belum mengetahui siapa bos mereka?” tanya Max.


“Aku bleum bisa memastikannya. Ada dua kemungkinan, Pertama berkaitan dengan orang yang ingin aku bunuh. Kedua, dalangnya adalah tunangan wanita itu. Anak tiri dari Raja Louis di Negara C. Kalau aku tidak salah kalian juga mengenal pangeran mahkota yang baru saja di kabarkan meninggal, Richard.” Jawab Brian.


Saat mereka ingin melanjutkannya, Caca datang.


“Apa yang sedang kalian bicarakan? Mengapa sangat serius?” tanya Caca yang tidak mendengar percakapan mereka.


“Tidak apa-apa sayang. Oh ya apakah kau sudah lelah, apakah lebih baik kita mencari penginapan terdekat?” tanya Jack.

__ADS_1


“Kenapa kalian tidak mengambil tiket yang sudah aku pesankan?” tanya Brian.


“Aku berencana ingin pergi ke rumah paman Kagami. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya.” Jawab Jack.


“Bagaimana jika kalian menginap untuk malam ini kerumahku?” tanya Brian.


“Boleh saja.” Jawab Jack dan Max dengan cepat.


“Max juga ikut?” tanya Caca yang heran.


“Boleh, tidak apa-apa. Lagian rumah ku sudah dekat dari restoran ini.” Jawab Brian.


“Baiklah kita berangkat.” Jawab Jack.


Mereka pergi ke rumah Brian untuk bermalam. Namun, niat sebenarnya adalah untuk membahas informasi yang sudah di temukan oleh Brian. Saat tiba di rumah, Caca langsung tertidur karena terlalu lelah. Jack yang berpura-pura tidur memeluk Caca, setelah melihat Caca tertidur ia meninggalkan


kamar.


“Dia sudah tidur?” tanya Brian yang duduk di ruang tamu bersama Max.


“Sudah.” Jawab Jack.


“Jadi apa maksud dari pernyataanmu itu?” tanya Max yang penasaran.


“Kalian tidak perlu tahu. Tapi yang terpenting aku akan selalu menjaga Caca dari kejauhan, dan yang harus kalian hadapi sekarang adalah menyusun rencana untuk membunuh Hanz dan rekannya.” Jawab Brian.


“Bagaimana kau mengetahui hal ini dengan cepat sedangkan kami saja sudah hampir sebulan lebih mencari informasi tentang symbol ini tidak menemukan apapun selain tempat tato itu.” Jawab Max.


“Kau lupa kalau ini adalah daerah kekuasanku?” tanya Max.


“Benar juga. Oh ya satu hal lagi, maaf jika aku berprasangka buruk saat melihatmu.” Jawab Jack.


“Tidak apa-apa. Aku juga melakukan hal yang sama seperti yang kau fikirkan.” Jawab Brian.


“Walaupun kita tidak pernah memiliki dendam tapi tidak bisa di pungkiri jika kita sama-sama bos di suatu wilayah.” Jawab Jack.


“Kau benar. Dan kau mendekati kelemahanku, yaitu Caca. Oleh karena itu, aku membuat sebuah jebakkan untuk mu waktu itu. Dan aku sudah menemukan jawabannya.” Jawab Brian yang menjelaskan tentang prihal kesalahan pahaman yang di sengajanya.


“Oh jadi itu hanyalah settinganmu?” tanya Jack.


“Begitulah. Kita sudah mengetahui kelemahan yang sama saat ini yaitu Caca. Dan kau juga mengetahui mengapa aku bisa sedekat ini dengan Caca?” tanya Brian.


“Iya. Caca sudah menjelaskan semuanya padaku.” Jawab Jack.

__ADS_1


“Kembali ke pembicaraan tadi. Jadi bagaimana rencana kalian?” tanya Brian.


__ADS_2