
Sepasang kekasih ini masing-masing sedang membelakangi diri dan menuliskan keinginannya.
“Saranghae Jack Sandreas. Selamanya.” Dalam tulisan Caca di kertas tersebut kemudian ia gulung sekecil mungkin.
“Selamanya mylotus Wika Chalista.” Dalam tulisan Jack di kertas tersebut kemudian ia gulung sekecil mungkin.
Mereka berdua melakukan hal yang sama bahkan isinya juga hampir sama. Kemudian mengembalikan pena kepada penjual secara bersamaan.
“Kalian memang pasangan yang sangat kompak.” Ucap penjual.
Mereka berdua tertawa dan Caca mengucapkan terimakasih. Caca menarik tangan Jack terus dan berjalan menuju tempat untuk menggembokkan gembok cinta mereka.
“Kenapa harus membuat tempat ini penuh dengan gembok. Daya tarik tersendiri untuk pembisnis.” Ucap Jack.
“Hahaha. Sudahlah sekarang kita masukkan kuncinya ke situ agar tidak ada yang bisa membuka gembok cinta kita.” Ucap Caca yang berlari dan Jack mengikuti dari belakang.
Caca menarik tangan Jack yang memegang kertas miliknya dan bersama-sama memasukkan kedua kerta beserta kuncinya.
“Setelah ini ke mana?” tanya Jack yang melihat Caca sepertinya sudah kedinginan.
“Kopi.” Jawab Caca tersenyum.
“Hahah, sini tanganmu.” Ucap Jack yang menaruh tangannya untuk di genggam oleh Caca.
Caca yang memberikan tangannya dan di terima oleh Jack. Jack memasukkan tangan mereka di kantong bajunya kemudian, berjalan. Mereka menikmati kopi hangat sebelum kembali. Karena hari sudha semakin malam, Jack memutuskan untuk kembali ke hotel.
Setelah malam pertama di kota Seoul mereka ke Tower Seoul atau Namsan Tower. Di pagi hari mereka bergegas untuk pindah hotel ke Pulau Jeju. Namun sebelum itu mereka akan singgah terlebih dahulu ke Pulau Nami yang tidak jauh dari kota Seoul.
Pulau Nami atau Namiseom adalag pulau mungkil nan indah berbentuk separuh yang berada di wilayah Chuncheon-si Provinsi Gangwon-do.
Siang hari mereka kembali berwisata menuju Gran Place. Gran Place adalah Istanah kerajaan Korea di bangun di masa Joseo yaitu stana Gyeoungbokgung, Changdeokgung, Changgyeoungung, Deoksugung dan Gyeounghuigung. Ada lima kerjaan di masa Joseo itu.
Jack dan Caca memasuki arena itu untuk menikmati suasana kerajaan dan peninggalan-peninggalan di masa itu. Caca yang merengek untuk menyewa sebuah costum baju untuk di pakai. Dan Jack menerima permintaannya dengan syarat harus berphoto memakai baju itu.
Jack yang alergi dengan kebersihan itu tidak ingin menyewa baju yang sudah pernah di pakai orang lain walaupun baju itu sudah bersih. Jack membeli baju yang baru, baik untuk dia maupun untuk Caca. Itu adalah hal yang kecil untuk seorang Jack Sandreas.
Setelah berganti pakaian mereka langsung mengadakan pemotretan yang saat itu di sana ada sewa photographer. Photo itu akan langsung jadi di tempat dengan menunggu pencetakkan sekitar sepuluh menit setelah pemilihan photo yang akan di print.
“Cantik. Aku suka,” ucap Caca yang melihat hasil photonya yang sudah langsung di beri bingkai oleh sang photogarfer.
__ADS_1
Setelah selesai, mereka kembali ke tempat parkir dan makan siang.
“Tuan kita akan ke mana lagi?” tanya supir setelah mengantarkan mereka makan siang.
“Kita langsung ke pulau Jeju saja.” Jawab Jack yang sudah merasa akan tiba di sana di sore hari.
“Baik tuan. Oh ya sesuai dengan janji saya, nanti malam Akan nada festival musim semi yang tidak jauh dari hotel. Saya akan menyemput kalian dan mengantarkannya.” Jawab sang supir.
“Oke.” Jawab Jack.
Membutuhkan beberapa jam untuk tiba ke sana. Saat mereka harus melewati hamparan bunga yang terbentang luas di lahan itu, Caca membuka kaca mobil dan melakukan hal seperti sebelumnya. Mengeluarkan kepala dan tangan kirinya di luar jendela. Tidak lupa membuka ponsel dan mempotretnya.
“Besok kita akan ke sini.” Ucap Jack yang tersenyum.
“Benarkah?” tanya Caca.
“Tentu saja. Sebenarnya ini adalah tempat honeymoon paling romantic yang ada di Korea Selatan.” Jawab Jack.
“Jadi kita saat ini sudah masuk di kawasan pulau Jeju?” tanya Caca.
“Iya mylotus.” Jawab Jack.
“Hahahaha, iya mylotus.” Jawab Jack yang tertawa tipis melihat ekspresi yang di gambarkan di wajah Caca.
“Sebentar lagi kita akan sampai tuan, nyoya.” Jawab Supir
Membutuhkan waktu sepuluh menit mereka akhirnya tiba di sebuah villa kecil yang terdapat di sana. Villa itu merupakan sebuah fasilitas yang di berikan oleh hotel yang biasa di pesan untuk orang-orang sedang
honeymoon.
Caca dan Jack keluar dari mobil.
“Jadi in tempat tinggal kita?” tanya Caca.
“Iya tuan, nyoya. Kami sudah menyiapkan semua keperluan kalian hingga besok. Dan yang akan tinggal hanya kalian berdua tanpa siapapun. Dan jika membutuhkan hal lainnya, kalian bisa menghubungi kami.” Jawab Supir yang sedang menurunkan koper mereka.
“Tapi tempat ini aman?” tanya Jack.
“Tentu saja tuan, semua menggunakan teknologi cangih. Dan ini password pintu villanya kalian bisa menggantikannya sendiri dan setelah selesai akan menggantikannya kembali dengan password yang sama.” Jawab sang supir.
__ADS_1
“Baiklah termakasih.” Jawab Caca.
“Saya akan menjemput kalian pukul delapan. Jikan tidak ada lagi yang di tanyakkan saya permisi.” Jawab sang supir yang pergi meninggalkan
mereka.
Caca dan Jack langsung masuk ke dalam villa. Kopernya di bawakan oleh Jack dan langsung meletakkan kedalam kamar mereka. Caca yang langsung membuka kain gorden jendela kaca yang berada di ruang tamu untuk
melihat pemandangan hamparan bunga di depan villa mereka.
“Ah benar-benar seperti mimpi.” Ucap Caca yang telah membuka gorden.
“Apa yang sedang kau lihat mylotus?” tanya Jack yang tiba-tiba datang dan memeluk Caca dari belakang.
“Lihatlah hubby, pemandangan ini benar-benar indah di mata memandang.” Jawab Caca.
“Jadi kau sangat menyukainya?” tanya Jack.
“Tentu. Seperti sedang tinggal di sebuah tempat terpencil dengan pemandangan halaman yang indah. Hamparan bunga yang tumbuh mekar di seluruh halaman rumah.” Jawab Caca.
“Jadi kau menginginkan tempat yang seperti itu?” tanya Jack yang menyandarkan kepalanya di bahu Caca dalam pelukkannya.
“Jika itu adalah sebuah pilihan aku ingin. Ingin hidup di sebuah tempat yang indah, jauh dari kebisingan apapun. Hanya ada suara kicauan burung, jangkrik dan suara binatang alam yang masih bersih.” Jawab Caca.
“Benarkah?” tanya Jack sekali lagi.
“Tentu.” Jawab Caca.
“Bukankan selama ini aku sudah membawamu ke tempat seperti itu?” tanya Jack.
“Maksudnya?” tanya Caca.
“Seperti saat aku mengajakmu ke villa hutan, villa ayah dan ibu.” Jawab Jack.
“Hmmm, benar juga.” Jawab Caca yang mengelus tangan Jack.
“Aku akan mencarikan tempat tinggal kita seperti yang kau inginkan.” Jawab Jack.
“Hahahha. Aku hanya bercanda jangan di bawa serius. Dengan tempat tinggal yang sekarang saja sudah sangat bersyukur.” Jawab Caca.
“Baiklah.” Jawab Jack.
__ADS_1
“Aku ingin sekali berhenti dari dunia gelap. Semoga bisa, karena itu janjiku saat aku sudah mendengarkan cinta dari mu.” Jawab Jack dalam hatinya.
Mereka masih berpelukkan dan melihat pemandangan di luar jendela dari jendela kaca.