
“Professor
di kampus?” tanya Jack yang memelototkan matanya karena cemburu.
“Iya,” jawab Caca yang sudah ingin terlelap.
“Bagaimana dia mengatakan cinta padamu?” tanya Jack.
“Mengumumkan ke semua mahasiswa bahwa dia mencintaiku. Dia mengatakan dalam ruang kelas saat matakuliahnya telah selesai.” Jawab Caca.
“Benarkah? Jadi mengapa kau tidak menerimanya?” tanya Jack.
Caca sudah tertidur saat Jack bertanya kembali. Sementara Jack masih sangat penasaran dengan kejadian itu. Namun Jack tidak ingin membangunkan tidur Caca.
“Ca!” panggil Jack yang kemudian mengayukan tangannya di wajah Caca memastikan Caca sudah tertidur atau belum.
“Dia tertidur dengan sangat cepat padahal aku belum puas dengan jawabannya.” Ucap Jack.
Karena rasa penasarannya, Jack mengambil handponenya untuk mencari informasi tersebut.
“Segera telusuri informasi mengenai professor yang mengungkapkan perasaan pada Caca beberapa bulan lalu. Semua tentangnya harus ku ketahui setelah aku kembali ke mansion.” Ucap Jack dari panggilan itu.
“Baik tuan,”
Setelah menutup telepon tersebut Jack membaringkan kembali tubuhnya di ranjang dan menutup matanya untuk istirahat.
Bagas yang pergi keluar kamar menuju jalan raya yang berjalan kaki tidak sengaja bertemu dengan seseorang pria paruh baya terduduk di pinggir jalan dengan kondisi yang menyedihkan setelah bertabrakakan dengannya.
“Maaf! Paman! Kau kenapa?” tanya Bagas yang membantu pria itu berdiri.
“Tolong, tolong bantu aku.” Ucap pria itu.
“Kenapa perutmu mengeluarkan banyak darah?” tanya Bagas yang melihat luka di perutnya.
“Tolong hubungi nomor ini untuk menjemputkan ku di kafe X. dan sekarang lebih baik kita naik taksi.” Ucap pria itu.
“Baiklah,”
Bagas memanggil taksi dan membantu pria itu masuk kedalam mobil taksi tersebut.
“Bukankah kita harus ke rumah sakit bukan ke kafe X?” tanya Bagas.
“Hubungi saja nomor itu dan katakana seperti yang aku bilang tadi. Au…” ucapnya yang menahan sakit.
“Baiklah.” Jawab Bagas.
__ADS_1
Bagas menghubungi nomor tersebut dan mengatakan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pria tersebut. Dan tak berapa lama kemudian mereka sudah sampai di kafe X dan beberapa mobil sudah menunggu di alamat tersebut. Sementara pria itu sudah tidak sadarkan diri karena sudah kehabisan banyak darah.
“Dimana Bos?” tanya seseorang yang langsung membuka pintu taksi tersebut.
“Bos!” panggil seseorang itu kemudian membantu pria itu pindah ke dalam sebuah Mobil ambulance.
Pria yang di bawa itu langsung di tangani oleh dokter yang sudah ada di dalam ambulance.
“Kalian siapa?” tanya Bagas.
“Kau pria yang menelpon tadi?” tanya seseorang itu.
“Iya,” jawab Bagas dengan rasa penasaran siapa mereka ini.
“Tolong ikut kami,” seseorang itu membukakan pintu mobil untuk Bagas.
“Tapi…”
“Silahkan anda masuk terlebih dahulu, nanti saya akan menjelaskannya.” Ucap seseorang itu.
“Baiklah,” jawab Bagas.
“Aku takut mereka bukanlah orang baik, dan lagi pria itu di masukkan ke ambulance tersebut. Aku harus memastikan dia baik-baik saja.” Ucap Bagas dalam hatinya sebelum masuk ke dalam mobil.
Semua mobil tersebut berjalan mengikuti mobil yang di naiki Bagas, begitu pula dengan mobil Ambulance. Mereka memasuki gerbang yang didalamnya ada sebuah bagunan yang cukup besar di tengah-tengah gurun pasir selama perjalan.
“Bagaimana keadaan Bos?” tanya seseorang itu kepada dokter.
“Tidak terlalu parah hanya 3 tusukan di perut dan itu tidak dalam dan mengenai organ penting lainnya. Tuan hanya kehabisan darah cukup banyak makanya tidak sadarkan diri.”
“Sudah di lakukan donor darah?”
“Sudah, mungkin satu jam lagi tuan akan segera sadar.”
“Baiklah terimakasih.”
Bagas hanya memperhatikan mereka berdua berbincang tanpa mengetahui bahasa mereka. Kemudian seseorang itu berbicara lagi dengan Bagas dengan bahasa inggris.
“Silahkan ikutin saya,” ucap seseorang itu.
Mereka masuk kedalam ruangan pria yang sedang berbaring dan tak sadarkan diri tersebut.
“Perkenalkan nama saya Lucas, dan pria itu adalah bos kami bernama Nagi.” Ucap seseorang itu yang bernama Lucas.
“Saya Bagas,” jawab Bagas.
__ADS_1
“Apa yang sebenarnya terjadi? Karena kami kehilangan tuan Nagi 8 jam yang lalu.” Tanya Lucas.
“Aku tidak mengetahuinya. Aku hanya berjalan-jalan di jalan raya dari hotel yang aku tinggali, namun paman Nagi menabrakku dan memohon pertolonganku…..” Bagas menceritakan kejadiannya dengan detail.
“Ehmm seperti itu, kemungkinan besar bos dapat lari dari musuhnya.” Jawab Lucas.
“Musuh?” tanya Bagas dengan heran.
“Kemungkinan besar seperti itu, karena tidak heran jika bos memiliki banyak musuh dengan status latar belakang dia.” Jawab Lucas.
“Latar belakang?” tanya Bagas lagi.
“Beliau adalah pengusaha terkenal di Jepang di bidang transportasi dan seorang mafia yang terkenal di dunia bawah. Untuk lebih mendalam lagi aku tidak bisa memberi informasinya. Namun aku mengucapkan terimakasih telah menyelamatkan bos kami.” Ucap Lucas.
“Tidak masalah,” ucap Bagas.
“Berarti orang yang telah ku selamatkan adalah seseorang yang sangat berbahaya juga tidak bisa di usik?” ucap Bagas dalam hatinya.
“Jadi apa yang ingin kau minta dari kami sebagai ucapan terimakasih? Apakah kartu ini cukup untuk mu?” tanya Lucas yang mengeluarkan sebuah kartu berwarna gold.
“Maksudmu?” tanya Bagas balik.
“Tenang saja ini isi kartu ini senilai 1Milyar U$. Apakah ini belum cukup?” tanya Lucas yang mengeluarkan kartu gold lagi.
“Bukan itu maksud ku? Apakah kalian para orang kaya selalu melakukan hal seperti ini?” tanya Bagas lagi.
“Maksudnya?” tanya Lucas yang tidak mengerti.
“Tidak semua hal bisa kalian nilai dengan uang! Untuk kartu-kartu ini aku kembalikan pada kalian. Lebih baik panggilkan aku taxi, aku ingin segera kembali ke hotel.” Ucap Bagas dengan emosi.
“Bukan maksed saya seperti itu, maaf jika sudah menyingggung anda tuan Bagas. Aku hanya melakukan hal yang biasa orang lain lakukan,” ucap Lucas yang menjelaskan.
“Baiklah,” ucap Bagas.
“Jadi bisakah anda duduk kembali?” tanya Lucas.
“Tidak! Lebih baik antarkan aku kembali, karena aku sudah terlalu lama keluar dari hotel.” Ucap Bagas dengan tegas.
“Oke, ayo silahkan ikut saya. Biar saya yang akan mengantarkan anda langsung.” Ucap Lucas.
Mereka berdua menuju mobil Lucas dan kemudian pergi menuju hotel. Saat perjalanan Lucas terus memohon maaf atas kelakukannya tadi. Dan lama kelamaan Bagas luluh atas ketulusan Lucas walaupun awalnya sudah merasa emosi atas perlakukan Lucas.
Namun akhirnya Lucas mendapatkan permohonan maaf Bagas dengan baik dan mereka berdua bercerita tentang asal usul Bagas. Dan Lucas memberikan kartu namanya kepada Bagas sebelum berpisah di depan lobi hotel.
“Bagas ini kartu namaku, jika suatu saat kau membutuhkan pertolonganku silahkan hubungi aku.” Ucap Lucas.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan segera menghubungi mu jika kau membutuhkan pertolonganmu.” Ucap Bagas.
Merekapun berpisah.