
“Lalu kenapa kalian bisa khawatir ketika kalian mengetahui bahwa prilaku Jacob lembut pada kakakku?” tanya Bagas lagi.
“Kami hanya khawatir tentang apa yang akan di lakukan Jacob setelah ini. Dilihat dari kondisi saat dia membunuh musuh itu dan menyuruh kita untuk membakar rumah itu. Kita mengetahui bahwa dalang di balik semua ini belum kita ketahui.” Ucap Max.
“Aku sudah menerima sebuah photo yang di kirimkan oleh Bagas. Kemungkinan dialah orang yang ada di balik semua kejadian ini.” Jawab Billy.
“Yah ketika kalian masuk kedalam rumah itu aku melihat beberapa pengawal membawa seorang wanita, aku kira itu Kak Caca jadi aku mengikutinnya ternyata bukan. Dan aku sempat memphotonya lalu aku kirim ke abang Billy.” Jawab Bagas.
“Aku sudah memberikan tugas pelacakan tentang semua informasi wanita itu kepada anak buahku dan aku langsung menjemput kalian karena aku khawatir.” Jawab Billy.
“Jadi belum ada kabar tentang siapa wanita itu?” tanya Max.
“Belum,” jawab Billy.
“Jadi bagaimana dengan Caca sekarang? Mengapa dia di culik?” tanya Aisyah yang terus mengkhawatirkan keadaan Caca.
“Ceritakan lebih detail apa yang terjadi ketika kalian tiba di sana?” tanya Andrew.
“Saat kami tiba di sana salah seorang terbunuh karena bisa ular di dalam mobil yang membawa Caca. Dan saat tiba rumah yang kami duga adalah persembunyian musuh membawa Caca, kami melihat mereka sedang berusaha mencegah ular berbisa masuk kedalam rumah itu. Ular itu adalah ular-ular suruhan White, binatang peliharaan Jack. Saat itu kami membuat rencana untuk masuk kesana.” Jawab Jimmy.
“Setelah rencana kami siap, kami langsung menjalankannya. Max melindungi kami untuk masuk sementara aku membereskan yang di luar keseluruhannya dan Jack masuk kedalam. Dan ketika Max selesai menembak beberapa dia menyusul Jack. Dan aku kemudian menyusul mereka dan melihat keadaan Jack yang sedang berebut ahli tubuh dengan Jacob.” Jawab Jimmy lagi.
“Saat aku tiba Jack sudah menyelesaikan urusan di dalam dan meninggalkan 1 orang musuh untuk di introgasi, ternyata Caca di tahan di ruang bawah tanah. Aku memerintah Jack untuk segera ke ruangan itu karena Caca sedang bersama seseorang yang akan melecehkannya.” Jawab Max.
“Saat Caca ingin di lecehkan oleh musuh Jack sudah datang untuk menyelamatkannya. Namun luka yang ada pada Caca saat ini kemungkinan di lakukan oleh wanita yang di temui oleh Bagas.” Jawab Max.
“Apa? Di lecehkan seperti apa?” tanya Joko.
“Aku maupun Jimmy kurang mengetahui apa yang terjadi, saat kami sudah di ruang bawah tanah Jack sudah membunuh musuh itu dan melihat kondisi Caca yang tidak sadarkan diri.” Jawab Max.
“Dek, aku khawatir traumannya kembali lagi bahkan akan semakin parah.” Ucap Joko pada Aisyah.
“Trauma apa?” tanya Katie yang penasaran.
__ADS_1
“Dulu Caca juga pernah diculik oleh beberapa orang yang tidak di kenal. Saat ayah dan pamannya menemukan dirinya, keadaan pakaian Caca yang robek. Dan beberapa luka lebab di wajahnya seperti bekas tamparan dan bekas jari yang ada dilehernya seperti di cekik oleh seseorang.” Jawab Aisyah.
“Kami melihat Caca yang tidak sadarkan diri di dalam sebuah kamar. Semua vila itu di kelilingi dengan banyak mayat pria berbadan besar yang sangat mengerikan. Mungkin luka sebuah pisau dan tembakan.” Ucap Joko.
“Jadi itulah alasannya kalian berkata seperti itu dan itu adalah trauma yang di maksud dengan Caca.” Ucap Katie.
“Sepertinya hal itu terulang lagi.” Jawab Max tiba-tiba setelah mendengar perkataan Aisyah dan Joko.
“Maksudmu Max?” tanya mereka serentak.
“Saat aku mengobati luka di betis kaki Caca yang terkena benda tajam. Namun luka itu tidak terlalu dalam. Dan beberapa luka memar yang ada di wajahnya seperti bekas tamparan, dan juga bekas jari tangan di lehernya.” Jawab Max.
“Astagfirullah, benarkah yang kau katakan itu?” tanya Aisyah.
“Benar, aku tidak bohong.” Jawab Max.
“Mas kita harus melihat kondisinya karena bagaimana pun keadaanya aku harus melihatnya sendiri. Aku tidak peduli dengan sifat Jacob atau apapun itu. Caca adalah anakku dan aku harus melihatnnya.” Jawab Aisyah.
“Tapi…” ucap Max.
“Aku tidak peduli,” jawab Aisyah.
“Baiklah ayo kita ke atas!” jawab Joko.
“Dia membutuhkan kita,” jawab Aisyah.
“Ayo Bun, aku juga ikut. Dan kalian tidak berhak untuk menghentikan kami.” Ucap Bagas yang tegas.
“Paman aku ikut karena dia adalah bundaku,” jawab Kenzo.
“Aku juga dan jika daddy berbuat yang tidak-tidak dengan kita mungkin aku dan kak Kenzo bisa menghentikannya” ucap Bella.
“Huh, baiklah ayo kita sama-sama ke atas untuk melihat keadaannya. Kita akan mencobanya dulu karena kalau tidak semua ini akan semakin rumit.” Ucap Andrew.
__ADS_1
“Iya, karena kita semuanya sudah mengkhawatirkan keadaannya apalagi dengan cerita masa lalunya.” Jawab Katie.
“Ya sudah kita semua ke sana.” Jawab Billy.
“Baiklah, ayo kita kesana bersama.” Jawab Max.
“Mungkin jika kita kesana semua dia tidak akan melakukan hal apapun.” Jawab Jimmy.
“Semoga,” jawab Deni.
“Ya sudah ayo segera ke sana!” ucap Kenzo.
Mereka semua masih mengkhawatirkan keadaan Caca dan akan tetap khawatir sebelum melihat keadaannya sekarang. Kekhawatiran ini semakin menjadi-jadi setelah mereka mendengarkan keterangan dari Max.
Keterangan tentang luka yang dialami Caca saat ini sama seperti luka yang terjadi waktu kecil. Orangtua Caca khawatir tentang keadaannya yang akan mengakibatka psikologi dan mentalnya terpengaruh pada trauma masa lalunya.
Orangtua Caca tidak bisa lagi untuk di hentikan oleh Max dan Billy untuk bertemu dengan Caca. Larangan yang di katakana Max dan Billy sebenarnya untuk melindungi mereka jika suatu hal akan terjadi jika mengganggu
Jacob. Mereka berdua lebih mengenal Jacob daripada orang lain karena sering bersamanya selama lima belas tahun mengenalnya.
Mereka semua menaiki lift untuk ke latai atas mansion di mana keberadaan Jacob dan Caca berada. Billy dan Max juga ikut serta dalam tindakkan ini karena takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.Sementara Jacob yang masih memeluk Caca.
“Lepaskan pelukkannya,” ucap Caca secara tiba-tiba.
“Ada apa?” tanya Jacob.
“Kau! Kenapa kau membunuh dia seperti itu?” tanya Caca yang ketakutan sambil mendorong Jacob.
Caca merasa takut pada Jacob yang membunuh pria itu dengan sadis di depan matanya. Dia melihat sosok seperti monster yang sedang membabi buta dalam membunuh. Seperti psikopat yang tidak bisa di hentikan karena jiwa membunuhnya.
“Siapa?” tanya Jacob.
“Orang yang ada di ruang bawah tanah.” Jawab Caca sambil memeluk selimut dan menutupi dirinya.
__ADS_1
“Mylotus tenanglah, dia pantas mendapatkannya karena menyakiti mu. Ku mohon jangan takut padaku aku tidak akan melakukan hal seperti itu kepadamu.” Ucap Jacob.