
Jack dan Caca keluar dari kamar kemudian, berjalan menuju pelaminan untuk menyalami beberapa tamu yang telah datang. Joko, Aisyah, Bagas, Jimmy dan Deni juga ikut untuk naik ke atas pelaminan sebagai keluarga dari kedua belah pihak.
Sebuah pelaminan yang megah dengan unsur budaya berwarna emas dan merah beserta beberapa aksesoris lainnya seperti yang sudah di jelaskan di episode yang lalu. Mereka mengadakan acara pemotretan terlebih dulu untuk keluarga.
Sang photograffer yang sudah di bawa oleh Jack menjalankan tugasnya dengan baik. Di mulai dengan pemotretan Caca dan Jack. Caca, Jack, Kenzo dan Bella. Dan seterusnya sampai semua orang bergilirian sudah selesai. Setelah selesai semua keluarga Caca atau Jack yang hadir saat itu di lanjutkan dengan tamu-tamu yang hadir.
Saat suasana sudah semakin tenang dan para tamu sedang menikmati makanan, sebuah microfon di hidupkan. Jack yang memberikan klarifikasi hal tersebut yang di terjemahkan oleh Bagas.
“Selamat menikamti hidangan yang telah kami sediakan. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan.”
Semua orang menjadi serius untuk mendengarkan.
“Perkenalkan aku adalah Jack Sandreas. Hanya seorang pengusaha muda di bagian property di negara Kanada dan ini adalah anak-anak almarhum abangku. Ini Kenzo dan ini adalah Bella ( Jack menunjukkan Kenzo dan Bella). Salam semuanya.”
“Perihal masalah bagaimana aku bisa bertemu dengan istriku mungkin adalah sebuah takdir atau memang sudah jodoh.”
“Istriku adalah wanita yang sangat berani dan baik. Saat itu Caca menyelamatkan Kenzo dari sebuah insiden. Dan saat aku bertemu dengannya ingin berterimakasih, aku sudah mencintainya. Seperti sebuah pertemuan yang benar-benar di atur oleh tuhan.”
“Dan ternyata Caca adalah wanita yang pernah aku temui saat aku sedang berlibur di Jepang.”
“Jadi kalian bisa menghentikan gossip kalian tentang istriku. Dan kalian juga sudah bisa memahami situasinnya?”
“Jika kalian belum mengerti maka akan aku tegaskan.”
“Pertama, Caca adalah perempuan baik-baik. Bukan dia yang mengejar aku tapi akulah yang mengejar cintanya.”
“Kedua, Kenzo dan Bella bukanlah anak aku dan Caca bahkan bukan anak kandungku. Tapi Kenzo dan Bella adalah anakku dan Caca.”
“Ketiga, jangan pernah lagi terdengan dari telingaku bahwa kalian akan mengatakan bahwa Caca adalah seorang pelakor. Karena aku bukanlah seorang lelaki yang memiliki wanita yang banyak. Dan Caca adalah wanita pertama dan terakhir dalam hidupku.” Ucap Jack yang memandang Caca.
Caca yang terkejut dengan klarifikasi Jack yang di terjemahkan oleh Bagas di depan semua orang. Caca benar-benar terharu dengan pengakuan Jack di depan masyarakat. Dia tidak merasa malu bahkan dia benar-benar membela Caca.
Namun seorang wanita tidak di ketahui identitasnya itu menjadi salah satu tamu yang datang berkata “ bisa saja itu hanyalah translet bohongan.”
Seseorang wanita itu mengatakan hal yang tidak masuk akal padahal dirinya mengerti bahasa yang di ucapkan oleh Jack. Dan semua orang termakan propokasinya. Saat semakin banyak suara terdengar tiba-tiba seorang wanita cantik seperti bule namun berwajah pribumi bersuara merebut microfon
Bagas.
“Kalian semua yang berada di sini harus percaya apa yang di katakana oleh mereka dan jangan percaya dengan apa yang di katakan oleh wanita itu. Apakah kau iri karena tidak bisa memiliki seorang pria yang tampan seperti Caca atau karena kau ingin mencari sensi agar bisa di pikat oleh salah seorang lelaki bule yang ada di depan ini.” Ucap Siska.
__ADS_1
“Siska!” panggil Jimmy yang melihat wanita yang di cintainya hadir.
“Kau siapa?” tanya wanita itu.
“Aku? Perkenalkan aku adalah Siska, orang pribumi yang sudah berpindah negara. Itulah mengapa aku bisa berbahasa Indonesia dengan sangat lancar.” Jawab Siska.
Semua orang mulai berfikir dan menyimpulkan hal yang benar. Namun
wanita yang membuat provokasi itu tiba-tiba menghilang dari kerumunan.
“Kenapa kau disini?” tanya Jimmy yang mendatangi Siska.
“Kenapa kau tidak menyukai aku datang?” tanya Siska.
“Bukan seperti itu, maksudku kenapa tidak mengatakan padaku. Mungkin aku bisa menjemputmu.” Jawab Jimmy yang malu-malu.
“Siska!” panggil Caca yang berjalan memeluk Siska.
“Selamat berbahagia kembali Ca.” Jawab Siska yang memeluk Caca.
“Aku tidak salah dengan tadi sepertinya Jimmy berkata jujur bukan untuk meggodaku seperti biasanya.” Jawab Siska dalam hatinya.
“Terimakasih sudah datang dan terimakasih sudah membela.” Jawab Caca.
Jack tersenyum kepada Siska.
“Jimmy ajak Siska makan dan istirahat dulu.” Jawab Caca yang memerintah Jimmy.
“Iya, lebih baik kau masuk dulu ke rumah Caca. Aku akan menemanimu.” Jawab Jimmy.
“Baiklah. Aku juga sedikit pusing.” Jawab Siska.
Siska menyalami Aisyah dan Joko yang sejak tadi tidak ingin ikut campur masalah ini karena mereka yakin bahwa Jack dan Caca memiliki rencananya sendiri.
“Bunda ini adalah bos yang aku ceritakan itu.” Jawab Caca.
“Hallo tante, kemaren aku tidak sempat untuk berkenalan dengan tante karena telat datang.” Jawab Siska yang saat di mansion datang.
“Tidak apa-apa. Istrahatlah dulu di rumah. Jangan lupa makan.” Ucap bunda Aisyah.
__ADS_1
“Baik tante.” Jawab Siska.
Siska dan Jimmy turun dari pelaminan menuju rumah Caca untuk istirahat sebentar. Sementara Caca dan yang lainnya kembali ke pelamina dan duduk untuk menyambut tamu yang akan bersalaman dengan mereka memberikan selamat.
Klarifikasi atas gossip itu sudah selesai sehingga tidak ada lagi terdengar suara-suara negative tentang Caca. Semua orang yang mendengarkan sudah puas dengan jawaban yang di berikan oleh Jack. Semua pertanyaan yang ada di dalam hati mereka semuanya sudah terjawab.
Pesta resepsi pada siang hari hingga sore hari itu berjalan dengan baik setelah klarifikasi tersebut. Semuanya menjadi lebih tenang dan memancarkan kebahagiannya dengan semestinya.
“Sudahkah mempersiapkan untuk nanti malam?” tanya Caca kepada Deni.
“Tentu. Aku dan Bagas sudah menyiapkannya.” Jawab Deni.
“Sudah sampai di mana ibu Katie dan Ayah Andrew?” tanya Caca.
“Mungkin satu jam lagi mereka akan sampai.” Jawab Deni.
“Baiklah. Kalau Max dan Billy?” tanya Caca.
“Mereka sepertinya akan telat.” Jawab Deni.
“Hm baiklah.” Jawab Caca.
“Sudahlah kamu tenang saja. Mereka pasti akan datang.” Jawab Jack.
“Bukan seperti itu hubby. Mereka orang-orang penting dalam hidupmu? Tentu saja aku mencari mereka.” Jawab Caca.
“Tapi aku cemburu kau mengkhawatirkan mereka.” Jawab Jack.
“Hahaha. Kau seperti anak kecil saja. Bukankah wajar jika seorang kakak ipar mengkhawatirkan adik-adik iparnya?” tanya Caca.
“Iya iya, kau menang. Tapi jangan di fikirkan kali. Pemikiranmu hanya untukku seorang.” Jawab Jack.
“Dasar lelaki serakah.” Jawab Caca.
“Berhenti bertengkar mesrah di sini.” Ucap Deni yang membisikkan mereka.
Caca dan Jack tertawa atas peringatan yang di berikan oleh Deni.
“Stop.” Ucap Caca.
__ADS_1
“Baiklah-baiklah.” Jawab Jack.
Semua itu mereka lakukan untuk menghibur diri yang telah lelah berdiri di atas sana dan menyalami banyaknya tamu yang datang. Padahal tamu yang di undang hanya masyarakat desa dan beberapa sanak saudara Caca yang hanya sedikit itu dan teman-teman Aisyah dan juga Joko.