I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kecemburuan Jack pada Brian


__ADS_3

Aisyah yang di bantu oleh chef itu menyiapkan semua makanan yang sudah matang ke wadah yang akan di bawa ke Villa. Selesai menyiapkan itu chef itu pergi menuju villa untuk membawa sarapan kepada semua penghuni yang ada di sana. Chef itu di temani oleh Riki sang supir Jack menuju villa.


Riki yang saat itu hanya tidur di mobil untuk menjaga ke amanan orang-orang yang ada di dalam villa. Sampai di villa, Riki membantu membawa sarapan yang akan di bawa masuk dan di letakkan di meja makan. Selesai mengkerjakan hal itu, Riki membangunkan Katie dan Andrew terlebih dahulu.


“Nyoya sarapan sudah siap.” Ucap Riki setelah Katie membuka pintu kamarnya.


“Terimakasih Riki, biarkan saya saja yang membangunkan mereka. Kau istirahatlah kembali.” Jawab Katie.


“Terimakasih Nyoya.” Jawab Riki.


Riki pergi naik ke lantai 3 di kamar ke lima. Dia beristirahat di sana bersama dengan chef laki-laki yang sudah membantu mereka itu. Kamar itu sudah di berikan untuk khusus orang-orang yang ikut dengan Jack membersihkan mereka.


Katie berjalan menuju kamar anak-anaknya untuk membangunkan mereka. Pertama berjalan menuju kamar Billy dan Max kemudian ke kamar Jimmy dan Deni. Setelah mereka semua sudah terbangun, Katie berjalan kembali menelusuri anak tangga yang lumayan banyak menuju kamar para wanita. Ternyata mereka bertiga baru saja terbangun.


“Baru saja aku ingin mengketuk pintu kalian.” Jawab Katie yang saat itu Siska membuka pintu kamar.


“Ibu!” panggil Katie dan yang lainnya terkejut di mana Katie ada di depan kamar mereka.


“Turunlah ke bawah kita sarapan bersama.” Jawab Katie.


“Baik bu.” Jawab mereka bertiga dengan kompak.


“Beginikah rasanya mendapatkan menantu perempuan.” Ucap Katie yang pergi meninggalkan mereka di belakangnya.


“Membuatku sangat gugup.” Jawab Siska yang memegang dadanya dengan tangan kanannya.


“Aku juga.” Jawab Meriska.


Kazumi hanya mengaggukkan kepala dan melakukan hal yang sama seperti yang lainnya karena mereka bertiga memang sangat kaget. Saat itu, mereka bertiga berinisiatif untuk memasakkan sarapan untuk semuanya. Ternyata sarapannya sudah siap.


Rencana mereka bertiga gagal, merekatetap berjalan menuju dapur untuk menikmati sarapan bersama. Saat itu hanya cuman Katie dan Andrew yang sudah ada di meja makan, sedangkan yang lainnya masih membersihkan diri.


“Sarapan saja duluan, mereka pasti menggosok gigi dulu.” Jawab Andrew.


“Iya sarapan saja duluan.” Jawab Katie.

__ADS_1


Mereka bertiga benar-benar canggung di hadapan Katie dan Andrew.


“Kenapa hanya memandangnya saja? Makanlah jangan sungkan-sungkan di depan kami.” Ucap Andrew.


“Iya, anggap saja kami ini orangtua kalian. Lagian sebentar lagi kalian akan menjadi bagian dari keluarga ini.” Ucap Katie yang sedang mengambilkan makanan di piring Andrew.


Siska, Meriska dan Kazumi saling menatap satu sama lain.


“Wah jangan malu-malu seperti itu. Apalagi Siska, lebih cepat lebih bagus kalian menentukan tanggal pernikahan. Bukan begitu sayang?” Jawab Katie.


“Tentu saja, mereka semua sudah besar dan bisa menentukan pilihannya sendiri.” Jawab Andrew yang tersenyum melihat mereka bertiga.


“Kami berdua tidak akan ikut campur soal kehidupan anak-anak asuh kami. Karena mereka sudah dewasa dan sudah bisa menentukan kebahagiannya sendiri.” Jawab Katie.


“Terimakasih bu.” Jawab Siska yang pertama mengeluarkan ucapannya.


“Tapi saya hanya temannya saja bu.” Jawab Kazumi.


“Terimakasih bu, semoga saja saya beneran akan menjadi menantu kalian.” Jawab Meriska yang  to the poin.


“Wah, ini yang aku suka. Wanita yang penuh dengan ernergi.” Jawab Andrew yang memuji Meriska.


Mereka sarapan dengan cepat dan pergi bersama untuk menikmati matahari pagi di tepi pantai. Siska, Meriska dan Kazumi meninggalkan meja makan dan setelahnya, Deni dan lainnya baru tiba di meja makan untuk sarapan.


Caca dan Brian yang berlari hingga tepi pantai menikmati matahari terbit. Mereka berdua bermain di tepi pantai dengan ombak air laut. Suara tawa menghiasi pagi hari itu. Mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang bermain air laut di tepi ombak.


Tangan Jack meraba-raba atas kasur untuk mencari keberadaan istrinya namun tidak di dapat. Matanya terbuka dan mencari di manakah sang istri, berjalan menuju kamar mandi namun juga tidak menemukannya. Jack keluar setelah membasuh wajahnya dan menggosok giginya.


“Bunda!” panggil Jack.


“Ada apa nak?” tanya Aisyah.


“Di manakah istriku?” tanya Jack.


“Oh Caca, pergilah ke tepi pantai. Dia sedang bermain di sana.” Jawab Aisyah.

__ADS_1


“Terimakasih bunda.” Jawab Jack pergi berjalan keluar rumah menuju tepi pantai.


“Dia menikmati pantai di pagi hari namun tidak membangunkanku. Lihat saja nanti.” Ucap Jack dalam perjalanannya.


Beberapa menit berjalan menuju tepi pantai Jack melihat sosok istrinya dari kejauhan dengan berlari-lari di air ombak. Yang di lihat Jack bukan hanya sosok istrinya saja namun ada sosok yang tidak asing bersama dengan sang istri di sana sedang tertawa bersama.


“Siapa laki-laki itu?” tanya Jack yang penasaran semakin mendekat menuju tepi pantai.


“Brian? Sedang apa dia bersama dengan Caca?” ucap Jack yang mengenali sosok Brian.


Jack berjalan lebih cepat untuk mendekati mereka dan tiba-tiba berhenti saat apa yang dilihatnya membuatnya terdiam.


Brian yang memegang bintang laut yang sudah mati di tangannya dan ingin di rebut oleh Caca. Brian meminta Caca untuk memberikan ciuman pipi kepadanya baru di berikan bintang laut itu kepadanya.


“Aku ingin itu.”


“Ayolah abang.” Ucap Caca yang melompat-lompat meraih tangan Brian yang tinggi itu.


“Coba saja dapatkan dengan caramu.” Jawab Brian.


“Ah, kakiku lelah sekali. Aku ngambek.” Ucap Caca yang dongkok karena lelah berdiri melompat-lompat.


“Baiklah. Dengan satu syarat maka akan aku berikan.” Jawab Brian.


“Apa?” tanya Caca.


“Cium pipiku sekali maka bintang laut ini untuk mu.” Jawab Brian yang menunjukkan bintang laut dan mengarahkan tangan kanannya ke arah pipi kanannya.


Caca yang tidak perlu menjawab pertanyaan lansung mencium pipi Brian dan menerima bintang lautnya.


“Terimakasih abang.” Jawab Caca yang langsung merebut bintang laut yang ada di tangan kiri Brian.


Brian tersenyum melihat tindakkan kekanakan Caca dan hal itulah yang di saksikan oleh Jack saat mendekati mereka. Jack melihat bagaimana istrinya itu dengan mudah mencium Brian. Sosok yang dia kenal sebagai mafia di Jepang. Salah satu kolega yang bekerjasama dengan perusahaannya.


Kedua tangan Jack mengepal dengan penuh emosi dalam memberhentikan langkah kakinya. Jack berfikir tentang apa yang di lihatnya ini apakah nyata atau tidak. Brian kembali mengelus kepala Caca dan memeluknya,. mereka melihat ke arah ujung laut. Caca yang tersenyum dan menyandarkan kepalanya di badan Brian sambil memegang bintang laut di tangannya.

__ADS_1


Jack benar-benar cemburu kepada Brian, dan melanjutkan langkah kakinya untuk memisahkan mereka berdua dan mempertanyakan apa maksud semua ini.


“Apa-apaan mereka?” ucap Jack yang mulai melangkahkan kakinya kembali.


__ADS_2