I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kemunculan Richard di Pesta


__ADS_3

Jangan lupa like dulu sebelum Baca Dan komentar setelah baca🤭🤭❤️❤️❤️❤️


Seseorang itu memberikan jarum suntik dan juga dua buah botol yang sudah di siapkan olehnya. Dia menyiapkan semuanya dan Deni tinggal mensuntikkan kepada Tara dan Tari.


“Apa yang kau suntikkan kepada kami?” tanya Tara.


“Apa yang kau lakukan kepada Kakakku.” Jawab Tari yang melihat Deni menyunsuktikkan Tara lebih dulu.


Deni tidak ingin menjawab apapun dan melanjutkan  aksinya untuk mensuntik mereka berdua. Setelah selesai Deni baru menjawab semua pertanyaan mereka dan meninggalkan ruang itu.


“Nikmatilah apa yang sudah aku berikan kepada kalian, kalian akan menebus semua waktu yang telah kalian renggut dari hidupku. Sakit yang akan kalian alami tidak seberapa dengan dosa kalian selama ini.” ucap Deni di


pintu ruangan kemudian di tutup.


Tara dan Tari sudah mulai kesakitan, reaksi dingin dan panas mulai dirasakan. Rasa tubuh yang seperti sedang di kutub utara dan juga seperti di bakar. Perlahan-lahan waktu membunuh mereka dari efek dosis obat narkoba yang di berikan oleh Deni.


Deni menenangkan dirinya di ruangan yang berada di markas dengan melihat dokumen itu. Air mata yang tidak bisa di bendung olehnya, Deni menangis tanpa di lihat oleh siapapun di dalam ruangan yang sunyi itu. Malam hari yang begitu dingin atas hembusan angin masuk kedalam ruangan Deni berada. Angin itu masuk dari jendela ruangan yang terbuka.


Terlihat bulan yang begitu indah menjadi saksi Deni meneteskan airmatanya dari sekian lamanya. Angin menyentuh kulit Deni seperti suhu dingin yang sedang mengingatkan Deni tentang hatinya. Hati yang beku penuh dengan keceriaan yang selama ini di perlihatkan banyak orang ternyata sudah menutupi kesedihan yang begitu dalam pada Deni.


Kesunyian dan juga kerinduan yang tidak pernah diketahui olehnya telah terjawab. Ternyata itu berasal dari ketidak adilan yang harus di temui olehnya agar diketahui oleh dirinya. Deni membiarkan dirinya bersedih malam itu hingga tertidur hingga pagi.


Pagi hari di Tiongkok begitu cerah, Billy kembali ke rumah Katie setelah mengantarkan Lauren di negaranya. Saat ini dirinya tiba di rumah dari perjalanan itu. Max dan Richard sedang berdiskusi di ruangan kerja. Mereka sudah merencanakan untuk muncul di pesta pertunangan Henry malam ini. Mereka sudah siap dalam persiapannya.


“Baguslah kau sudah tiba.” Ucap Max yang langsung berkata setelah Billy masuk ke dalam ruang kerja.


“Ada apa?” tanya Billy yang duduk di sofa ruang kerja.

__ADS_1


“Malam ini kita akan beraksi untuk datang ke pesta pertungan Henry.” Ucap Max.


“Apa?” tanya Billy langsung bersemangat.


“Iya. Richard mengetahui jadwal pertunangan mereka berdua setelah mengikuti Jenni beberapa hari yang lalu.” Jawab Max.


“Iya, saat ini calon kakak ipar tiri ku itu sedang berada di kerajaanku.” Jawab Richard.


“Kalian sudah menyiapkan semuanya?” tanya Billy kemudian mereka berdua menganggukkan kepalanya.


“Baiklah. Aku istirahat dulu. Saat sudah waktunya berangkat kita akan pergi.” Jawab Billy memukul soffa dan bangkit.


“Istirahatlah.” Jawab Richard.


Billy pergi meninggalkan ruang kerja dan beristirahat. Sedangkan Richard dan anak buahnya sudah menyiapkan semuanya atas kemunculannya malam ini. Max juga sudah membantu Richard soal media massa.


Raja Liasse masih memikirkan tentang kematian Richard yang tidak bisa di temukan mayatnya. Dia sebenarnya masih saja dalam keadaan sedih namun tetap tegar agar dilihat rakyat baik-baik saja. Dia menikmati teh yang sudah di buat oleh pelayannya. Sang pelayan mempersiapkan seluruh  pakaian yang akan digunakannya pada acara ini.


“Kenapa aku tidak menemukanmu dimanapun Richard? Bahkan orang-orangku tidak mendapatkanmu.” Jawab Raja Liasse dalam hatinya.


“Kenapa semua informasi yang aku dapatkan itu tidak memuaskanku. Aku masih berfikir kau masih hidup. Semua ini salahku, kau tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu sejak lahir. Dan sudah menghianati ibumu, karena itulah dia meninggal setelah melahirkanmu.” Ucap Raja Liasse penuh dengan penyesalan.


Sedangkan Henry di dalam kamarnya sedang berimajinasi tentang dirinya yang akan segera menjadi Raja Liasse ke delapan setelah Triaga. Dia dengan pelayan setianya itu sedang berbincang tentang hal tersebut.


“Pangeran semuanya sudah aku persiapkan.” Ucap pelayan setianya.


“Baguslah.” Jawab Henry.

__ADS_1


“Tuan akan segera di nobatkan menjadi seorang raja dan juga akan bertunangan dengan nona Jenni.” Jawab sang pelayan.


“Kau benar, ini hari adalah hari yang aku tunggu-tunggu. Selain mendapatkan Jenni aku juga akan segera mendapatkan tahta ini. Setelah aku mendapatkannya aku akan bisa melakukan apapun.” Jawab Henry.


“Tuan benar, tuan tidak sia-sia bisa membuat nona Jenni jatuh cinta. Sehingga membantu tuan untuk mendapatkan tahtah ini. Jika saja nyoya masih hidup, dia akan sangat senang dengan pencapaian tuan.” Jawab Pelayan.


“Iya, ini semua karena ide mu. Kau melihat burung emas yang bisa aku pelihara di kandangku. Membantu aku mendapatkan simpati dan juga kejayaan.” Ucap Henry.


“Tidak tuan, semua ini saya lakukan untuk kesetian saya.” Ucap Pelayan.


“Aku mengerti. Ketika aku mendapatkan tahtaku, kau akan selalu menjadi tangan kananku. Dan seluruh keluargamu akan menjadi orang-orang terdekatku. Kau tenang saja.” Jawab Henry.


“Terimakasih tuan, saya akan mengingat semua kebaikan tuan. Sekarang silahkan tuan mempersiapkan diri untuk acara. Karena sejam lagi acara akan di mulai.” Jawab pelayan.


“Baiklah. Kau bisa meninggalkan pakaian itu disana. Aku akan segera memakainya.” Jawab Henry.


“Baik tuan.” Jawab pelayan yang meninggalkan kamar Henry.


Ruang istana sudah banyak hiasan yang mewah dan makanan yang banyak untuk acara ini. Semuanya sudah di perisapkan dengan baik. Tamu yang di undang sudah mulai berdatangan memasuki aula istana. Sedangkan di dalam mobil hitam mewah team Richard dan lainnya sudah menyiapkan semuanya.


Mereka sudah dalam perjalanan menuju negara Z untuk muncul di pesta pertunangan Henry. Raja Liasse memasuki istana dan duduk di singgasana menunggu acara akan segera di mulai. Semua orang yang menjadi tamu sedang memberi hormat sebagai sapaan kepadanya.


Henry memasuki aula istana dengan gagahnya dan di saksikan oleh banyak orang. Semua orang sedang memperhatikan Henry berjalan mendekati Raja Leasse. Kemudian tamu kehormatan yang menjadi bintang utama malam ini juga datang dengan membawa sang Ayah bersama dengan dirinya. Siapa lagi jika bukan Jenni dan juga Akira yang mendampingi putrinya di acara pertunangannya.


Henry berdiri di samping Triaga yang sedang duduk menanti Jenni dan Akira menghampiri mereka. Dengan penuh senyum bahagia yang terlihat dengan jelas dari bintang utama malam hari ini pada pestanya. Setelah itu, pertunangan mereka di umumkan oleh Raja Liasse. Namun, saat Raja Liasse mengumumkan hal itu dan melanjutkan pengumuman lainnya, Richard bersama anak buahnya tiba-tiba muncul.


“Salam kepada Raja Liasse!” panggil Richard yang  tiba di depan pintu.

__ADS_1


__ADS_2