I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Ulang tahun Jack Sandreas


__ADS_3

Suasana menjadi tenang dan menegangkan dengan sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Kenzo kepada Caca. Caca yang terkejut dengan pertanyaan yang di tanyakan Kenzo membuatnya bingung harus menjawab apa. Bagaimana seorang anak kecil bisa mengetahui hal ini.


“Bunda katakan dengan jujur megapa kau menutupi berita bahagia ini dari kami semua.” Jawab Kenzo yang memaksa Caca berkata jujur dengan posisi berdiri dan melipat kedua tanganya.


“Kemarilah duduk di samping bunda.” Jawab Caca kepada Kenzo.


Kenzo menuruti kemauan Caca. Caca mengelus kepala Kenzo dan mulai menjelaskannya.


“Kenzo, bunda melakukan semua ini untuk memberikan kejutan kepada daddy.” Jawab Caca dengan jujur.


“Jika memang untuk memberikan kejutan mengapa harus menutupi?” tanya Kenzo berfikir dan melihat wajah Caca.


Caca tersenyum untuk mengingatkan bahwa besok adalah hari ulang tahun Jack.


“Ingat besok tanggal berapa?” tanya Caca yang memberikan teka-teki.


“Jadi karena hal itu.” Jawab Kenzo.


Caca menganggukkan kepala dan tersenyum kembali.


“Jadi bunda sudah membuat rencana kejutan untuk daddy?” tanya Kenzo.


“Iya sayang. Karena kau sudah mengetahuinya. Bagaimana jika kau juga termasuk membantu bunda melakukan sesuatu?” tanya Caca.


“Katakan bunda. Aku akan melakukan apapun.” Jawab Kenzo.


“Membeli kado untuk daddy.” Jawab Caca.


“Kado?” tanya Kenzo.


“Iya. Pergilah bersama dengan Bella, paman Deni dan paman Bagas untuk mencari kado untuk daddy. Dan pergilah mencari perlengkapan perayaan ulang tahun daddy.” Jawab Caca.


“Kenapa bunda tidak ikut?” tanya Kenzo.


“Bunda masih lemah.” Jawab Caca.


“Baiklah, bunda di rumah saja. Istrahat dan jaga baik-naik adikku di dalam perut itu.” Jawab Kenzo yang sangat senang.


“Hahahha, baiklah sayang. Terimakasih atas bantuannya.” Jawab Caca.

__ADS_1


“Oke bunda aku sekarang akan pergi mengajak mereka.” Jawab Kenzo meninggalkan kamar Caca dan berlari bahagia.


“Itu anak kenapa pintar sekali. Bisa-bisanya mengetahui aku yang sedang menutupi kehamilan ini.” Jawab Caca.


Selly masuk kedalam kamar Caca untuk memastikannya. Mereka saling menjelaskan apa yang terjadi dan Caca tidak menyalahkan Selly akan hal itu. Caca meminta Selly untuk segera melaksanakan rencananya nanti malam.


“Saya sudah memberitahu tuan Jimmy tadi malam. Tapi terkadang tua Jimmy itu pelupa, jadi bisa untuk mengingatkannya kembali.” Jawab Selly.


“Biar aku saja bi.” Jawab Caca.


“Baiklah, saya akan mengurus hal lainnya untuk nanti malam.” Jawab Selly.


Selly yang meninggalkan kamar Caca dan Caca mengambil ponselnya untuk mengingatkan Jimmy akan rencananya.


“Abang Jimmy jangan lupa tentang rencana kita. Sudah di jelaskan oleh bibi Selly?” tanya Caca lewat telepon.


“Oke tenang saja. Untung di ingatkan, aku hampir lupa.” Jawab Jimmy.


“Terimakasih.” Caca menutup teleponnya.


Jimmy segera mempersiapkan beberapa dokumen yang harus di kerjakan oleh Jack dengan segera. Semua hal itu untuk membuat dirinya lembur malam ini. Jimmy yang mempersipakan hal itu tertawa karena bisa mengerjain Jack sesuai dengan rencana istri Jack sendiri.


“Baiklah.” Jawab Jack dengan santai.


“Biasanya kau tidak suka. Dan ingin cepat-cepat kembali melihat istri tercintamu.” Jawab Jimmy yang menggoda Jack.


“Entahlah Jimmy. Sudah tiga hari ini sikap Caca berubah, seperti ingin menjauhiku.” Jawab Jack.


“Tapi aku lihat dia seperti biasanya.” Jawab Jimmy yang melihatnya tidak ada terjadi apa-apa.


“Maksudnya?” tanya Jimmy yang ingin mengetahui.


“Begitulah, aku tidak tidur satu ranjang denganya. Dia tidur di sofa.” Jawab Jack yang masih sibuk melihat berkasnya.


“Sudah kau tanyakan?” tanya Jimmy.


“Sudah. Aku sudah bertanya apakah aku memiliki kesalahan? Tapi dia menjawab tidak. Dan aku kira dia sedang PMS tapi juga tidak. Dan aku merasa dia sedang menyembunyikan sesuatu pada diriku.” Jawab Jack.


“Hmmm,..” jawab Jimmy yang tidak bisa berkomentar apapunlagi.

__ADS_1


“Jadi tidak masalah jika aku lembur. Agar dia bisa tidur di kasur daripada di sofa. Aku tidak tega melihat hal itu.” Jawab Jack.


“Baiklah. Aku akan menemanimu hingga selesai. Baiklah aku melakukan tugas ku dulu.” Jawab Jimmy meninggalkan Jack.


Jimmy mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Caca bahwa tugasnya sudah di laksanakan.


Kenzo yang berlari menemui Bagas, Deni dan Bella untuk mengajak mereka mencari kado untuk Jack. Mereka bersiap-siap untuk pergi ke mall mencari kado yang pas untuk di berikan oleh Jack. Masih dalam perjalanan menuju mall saja mereka sudah bingun harus mencari membeli kado apa.


Mereka berempat berunding untuk mencari kado yang pas untuk di berikan, hingga sampai di tempat mereka tidak bisa menemukannya. Sehingga mereka berkeliling di mall itu dan mencari sesuai dengan pemikiran dna hati mereka saat di lihat.


Mereka membutuhkan waktu yang lama dalam mencari hadiannya sehingga pulang di saat malam. Membantu Caca dan Selly untuk menghias meja makan untuk merayakan ulang tahun Jack hingga hampir pukul sepuluh malam. Selesai mempersiapkannya, mereka bersiap-siap mengganti baju dan menunggu kedatang yang ulang tahun.


“Sudah selesai?” tanya Jimmy yang masuk ke dalam ruangan Jack.


“Sebentar lagi. Tinggal dua dokumen lagi yang belum aku periksa.” Jawab Jack yang fokus pada pekerjaannya.


“Baiklah aku akan menunggumu. Setelah itu kita pulang saja, Caca tadi menelponku katanya kau tidak memberi kabar padanya untuk tidur di kantor. Dan dia sangat khawatir.” Jawab Jimmy yang duduk di sofa ruangan Jack.


“Oh ya, aku lupa. Sebentar, aku selesaikan dulu document ini. Setelah itu, kita segera kembali ke mansion.” Jawab Jack yang merasa bersalah tidak memberikan kabar kepada Caca.


Selesai memeriksa dokumentnya, Jack dan Jimmy berangkat kembali ke mansion yang di supir oleh Riki. Saat tiba di mansion sejak awal masuk gerbang hingga di depan mansion semua lampu mati.


“Ada apa ini Jim?” tanya Jack yang heran.


Selama ini tidak pernah ada kejadian listri padam di mansion miliknya. Bahkan tidak ada satu orangpun yang berkeliaran hanya beberapa orang yang memang bertugas untuk menjaga mansion. Jack mempertanyakan hal itu tapi mereka semua mengatakan bahwa listrik mati baru saja sepuluh menit yang lalu dan masih dalam pemeriksaan.


Jack dan Jimmy langsung masuk ke dalam mansion dengan bantuan senter ponsel. Dan tiba-tiba sebuah lampu lilin datang bersamaan dengan lagu selamat ulang tahun yang di nyayikan. Caca yang memegang bolu kecil itu dengan angka 28tahun untuk Jack dan bertuliskan “selamat ulang tahun hubby”.


Yang lainnya membawa satu buah lilin dan juga meniupkan terompet dan bernyayi kepada Jack. Mereka tidak mengadakan tiup lilin karena sudah mengerti bahwa tidak di perbolehkan bagi kepercayaan mereka. Mereka lebih memilih Jack untuk memberikan harapanya sebelum memotong kue bolunya.


Lampu di hidupkan semuanya seperti kembali ke semula. Jack sangat terkesan melihat semua orang yang memberikan kejutan kepada dirinya. Terutama kepada sang istri yang tersenyum dan mencium pipinya untuk mengucapkan selamat ulang tahun.


“Selamat ulang tahun hubby.” Ucap Caca.


“Selamat ulang tahun daddy.”


“Selamat ulang tahun abang ipar.”


“Selamat ulang tahun Jack.”

__ADS_1


__ADS_2