
Mereka yang sudah selesai menikmati hidangan makan siang di meja makan bergegas meninggalkan meja menuju ruang tamu utama. Kenzo dan Bella yang pergi ke lantai atas untuk mengambil hasil lukisan mereka. Sesuai dengan perjanjian tadi bahwa Caca akan menilainya.
“Bunda sudah bisa menilai lukisan kami?” tanya Kenzo.
“Iya bunda, karena bunda tadi ketiduran kami tidak tega membangunkanya.” Jawab Bella yang menyambungkan perkataann Kenzo.
“Oh tentu sayang, ambilah! Kita akan duduk di ruang tamu dengan uncle Jimmy dan tante Siska.” Jawab Caca.
“Minta bantuan paman Son dan bibi Selly untuk membawanya.” Jawab Jack.
“Siap Bunda, Daddy!” sahut mereka berdua di atas kursi kemudian turun dan berjalan menuju lift.
Caca, Jack, Jimmy dan Siska berjalan menuju ruang tamu untuk berdiskusi ringan.
“Mylotus boleh aku mendekat?” tanya Jack.
“Kemarilah.” Jawab Caca.
Jack berjalan di samping Caca menuju ruang tamu, mereka berdua duduk di sofa yang sama sedangkan Siska dan Jimmy duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka.
“Bagaimana dengan persiapan untuk besok?” tanya Caca.
“Semuanya sudah beres, undangan semua sudah di sebar.” Jawab Jimmy.
“Siapa saja yang sudah kau undang?” tanya Jack.
“Tidak terlalu banyak. Hanya beberapa kolega, saudara terdekat dan teman terdekat aku atau Siska.” Jawab Jimmy.
“Berarti semuanya sudah mengetahui kabar pernikahan kalian berdua?” tanya Caca.
“Begitulah kira-kira Ca.” Jawab Siska.
“Baguslah. Jadi bagaimana perasaan kalian saat ini?” tanya Caca tertawa.
“Hahahha, entahlah Caca terlalu bingung untuk mendeskripsikannya.” Jawab Siska.
“Deg-degkan itu sudah pasti. Grogi juga sedikit, tapi belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Jadi bismillah aja.” Jawab Jimmy.
“Hahaha, itu adalah hal yang biasa. Tetap meminta ridho Allah dan ingat tujuan kalian menikah.” Jawab Caca dengan simple.
__ADS_1
“Pasti.” Jawab Siska dan Jimmy.
“Bagaimana dengan adaan dan kandunganmu?” tanya Siska.
“Begitulah.” Jawab Caca melirik ke arah Jack.
“Jack di jauhi oleh Caca karena bawaan dari bayinya.” Bisik Jimmy ke telinga Siska.
“Hahaha, benarkah? Jadi bos besar kita sedang tersiksa?” tanya Siska keceplosan.
Jack melirik dengan wajah masamnya.
“Aku sedang berusaha untuk tidak di perlakukan seperti itu.” Jawab Jack.
“Selamat berjuang. Jadi kapan kalian akan memeriksanya?” tanya Jimmy.
“Kemungkinan ini masih jalan satu bulan atau dua bulan. Nanti saja, aku masih belum mau melakukan pemeriksaan.” Jawab Caca.
“Kenapa?” tanya Siska.
“Bisa di bilang takut ke rumah sakit apalagi dengan jarum suntik itu.” Jawab Caca tertawa.
“Jadi itukah alasannya mengapa aku mengajakmu memeriksannya, kau selalu menolak?” tanya Jack yang di anggukkan Caca.
“Hahahhaa, selain darah ternyata kau tidak berani dengan jarum suntik yang kecil itu?” tanya Jimmy.
“Mungkin karena tidak terbiasa dan pernah di influs saat waktu kecil. Yah, kejadian saat denganmu itu Jack.” Jawab Caca.
“Maafkan aku mylotus.” Jawab Jack.
“Tidak apa-apa itu bukan salahmu. Mungkin aku saja yang salah terlalu ampang trauma.” Jawab Caca.
Mungkin menurut semua orang itu adalah hal yang biasa. Tapi bagi Caca itu adalah pengalaman yang mempengaruhi psikologi mentalnya dengan apa yang disaksikan olehnya. Pembunuhan dan harus di rawat beberapa hari setelah pingsan di rumah sakit. Di introgasi terus menerus baik dari pihak keluarga maupun kepolisian tentang kejadian itu. Caca harus berpura-pura tidak mengingatnya agar semuanya beres. Dan tanpa di sadari dia benar-benar melupakan hal itu hingga akhirnya bertemu dengan sosok Jacob mengingatkan semua kejadian tersebut.
Kenzo dan Bella datang dengan Selly dan Son yang membawa hasil lukisan mereka. Mereka meminta Caca untuk memberikan nilai dari hasil lukisan yang mereka buat. Caca memberikan penilainnya lebih tinggi ke Bella karena lukisannya memiliki penamilan yang lebih bagus menurutnya walaupun sebenarnya lukisan Kenzo tidak jauh berbeda bagusnya dari Bella.
“Tidak seru jika hanya bunda yang menilainnya. Bagaimana jika daddy, uncle Jimmy dan tante Siska juga memberikan penilainnya agar bisa melihat siapa yang lebih bagus dalam melukisnya.” Jawab Caca.
Kenzo dan Bella menyetujui usulan yang diberikan oleh Caca. Jack, Jimmy dan Siska juga memberikan penilainya kepada kedua anak-anak itu. Dan pemenangnya adalah Bella. Hanya berbeda tipis saja angka yang diberikan oleh para dewan juri yang sudah di tentukan. Kenzo tidak marah dan kecewa, mereka malah tertawa bahagia dan bercanda gurau di ruang tamu itu prihal tentang lukisannya.
__ADS_1
Bagas dan Deni tiba di mansion dan melihat di ruang tamu begitu ramai suara sehingga mereka ikut bergabung dan segera masuk ke dalam mansion.
“Sepertinya seru sekali.” Jawab Deni.
“Kalian dari mana saja?” tanya Jimmy.
“Biasalah.” Jawab Deni.
“Ada apa ini ramai-ramai?” tanya Bagas.
Jimmy dan Siska menjelaskan tentang kabar pernikahan mereka sehingga membuat Deni memiliki alasan untuk memberi kabar kepada Meriska.
“Apakah kalian sudah mengundang Meriska?” tanya Deni.
“Tenang saja. Kami sengaja tidak memberitahunya agar kau yang bisa mengatakannya.” Jawab Siska.
“Begitulah. Awalnya Siska ingin menghubungi Meriska namun aku melarangnya.” Jawab Jimmy yang tersenyum licik.
“Ah, terimakasih abang. Hahaha, kau tau saja bagaimana sifat pemaluku ini walaupun aku yang paling ramah di antara kalian.” Jawab Deni meraih ponsel dan ingin langsung memberi kabar kepada Meriska namun di cegah oleh Caca.
“Kau mau kemana? Menelpon Meriska sekarang?” tanya Caca.
“Iya.” Jawab Deni.
“Saranku adalah sekarang kau bergegas pergi langsung menjemputnya.” Jawab Caca tertawa.
“Benarkah seperti itu kakak ipar.” Jawab Deni yang mendekati Caca berdiskusi.
Sementara Bagas yang disuruh duduk dengan Jimmy dan Siska. Mereka mengobrol untuk memberikan kabar pernikahan Jimmy dan Siska kepada bunda Aisyah dan Ayah Joko.
“Jadi abang belum memberi kabar kepada bunda dan ayah?” tanya Bagas.
“Belum.” Jawab Jimmy.
“Kami mempercepat acaranya menjadi besok malam.” Jawab Siska.
“Kita videocall sekarang saja dengan bunda dan ayah.” Jawab Bagas kemudian mengambil ponselnya yang berada di saku celana kanan.
Siska dan Jimmy menyetujui saran yang diberikan oleh Bagas. Bagas menekan tombol video untuk melakukan videocall kepada Joko dan Aisyah. Mereka bertiga duduk di sofa untuk menelpon Aisyah dan Joko. Sedangkan Jack sedang menjauhkan Deni yang berdekatan dengan Caca karena hal tentang Meriska. Deni memang paling manja dengan Caca sejak awal kenal sampai sekarang. Kenzo dan Bella lebih memilih mengembalikan lukisannya ke ruangan khusus lukisan yang pernah mereka buat dengan bantuan Son dan Selly.
__ADS_1
Suasana di dalam ruang tamu itu menjadi sebuah perkumpulan yang memiliki kelompok masing-masing karena adanya berita kabar pernikahan Jimmy dan Siska yang akan di percepat seminggu dari jadwal awal yang sudah di tentukan. Mereka semua sangat bersemangat dan berantusias dalam menyambut hal ini.