
Happy Reading guys
Anak buah Jimmy yang sudah ia beri tugas untuk mempersiapkan segala hal tentang persiapan pinangan Jack pun telah melaksanakan tugasnya. Setelah mensiapkan beberapa hal yang di perintahkan Jimmy, mereka bergegas menuju hotel penginapan Jack dan Jimmy berada. Mereka menggunakan tiga mobil Marcedez berwarna hitam menuju hotel.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di hotel. Jack dan Jimmy sudah menunggu mereka. Salah satu anak buahnya datang melaporkan persiapan keberangkatan Jack ke rumah orangtua Caca sudah siap. Kemudian Jimmy dan Jack pun berjalan menuju pintu keluar hotel untuk masuk ke dalam mobil.
Anak buahnya pun membukakan pintu mobil untuk Jack dan Jimmy. Mereka pun berangkat dengan berjalan di jalan raya dengan sejajar. Mobil pertama dan ketiga yang berisi 4 orang pengawal dan berisi barang-barang bawaan lamaran Jack. Mobil kedua berisi 4 orang, diantaranya Jack dan Jimmy di dalamnya. Dan 2 orang lagi adalah supir dan pengawal mereka.
Mereka pergi dari hotel menuju rumah orangtua Caca sekitar pukul 15.00 Wib dan tiba pada pukul 15.30 Wib. Saat kedatangan mereka ke kampung halaman Caca yaitu di rumah orangtua Caca, mereka menjadi pusat perhatian warga desa. Kehadiran mereka yang menggunakan tiga mobil Marcedez membuat para warga bertanya-tanya siapakah yang sedang mengujungi desa mereka.
Mobil mereka pun berhenti di depan halaman rumah orangtua Caca yang luasnya muat untuk parkir mobil mereka. Warga desa pun berfikir mungkin itu adalah tamu orangtua Caca sehingga mereka melanjutkan aktifitasnya walaupun sangat penasaran tentang kehadiran mereka.
Jack, Jimmy dan pengawal yang termasuk anak buah mereka itu pun turun dari mobil. Para anak buah Jack dan Jimmy membawa hadiah yang di perintahkan Jimmy. Hadiah berupa pakaian, brownis, buah dan sebagainnya. Kemudian mereka menuju pintu rumah lalu mengetuknya.
“Tok...Tok...Tok....” suara ketukkan pintu yang dilakukan oleh Jimmy.
Ayah Caca yang berada di belakang rumah membereskan kayu bakar, Ibu Caca yang sedang memasak di dapur dan Bagas yang sedang menonton televisi di ruang tamu. Bagas mendengar suara ketukkan pintu langsung menuju ke arah pintu untuk membukanya.
“Crrrr,” suara pintu terbuka.
“Boleh kami bertamu,” Ucap Jimmy.
“Kalian siapa?” tanya Bagas yang heran dengan kedatangan rombongan di depan rumahnya.
“Kami datang untuk meminang Wika Chalista,boleh kah kami masuk untuk membicarakannya.” Ucap Jimmy pada Bagas.
“Baiklah, silahkan masuk.” Ucap Bagas yang masih sedikit terkejut dengan kehadiran mereka.
Mereka pun masuk kedalam rumah Caca saat Bagas sudah mempersilahkannya. Semua barang-barang di letakkan di meja tamu dan para pengawal keluar dari rumah Caca. Hanya Jimmy, Jack dan satu orang translator yang duduk di kursi tamu. Sedangkan Bagas yang masih penasaran dengan siapakah orang ini, Bagas memanggil Ayah dan Ibunya.
Jimmy dan Jack sedikit bisa bahasa Indonesia formal, namun mereka membawa translator untuk memungkinkan keluarga Caca akan berbahasa suku mereka. Makanya mereka membawa translator untuk berjaga-jaga dalam berkomunikasi.
__ADS_1
“Silahkan duduk, aku akan memanggil Ayah dan Ibu ku.” Ucap Bagas sambil pergi meninggalkan mereka di ruang tamu menuju ke belakang rumah.
“Ok,” jawab Jimmy.
“Siapakah mereka? Yang lain berwajah Indonesia tapi 2 orang asing ini aku yakin bukan berasal dari negera ini. Namun dia bisa berbahasa Indonesia, itu membuat ku lebih penasaran.” Ucap Bagas dalam hati sambil berjalan.
“Bunda, ada tamu itu.” Ucap Bagas.
“Siapa?” tanya Aisyah.
“Aku juga tidak mengetahuinya, tapi mereka datang bertujuan untuk meminang Kak.” Jawab Bagas.
“Apa?” tanya Aisyah dengan terkejut mematikan kompor gasnya.
“Bunda langsung ke sana saja, Bagas akan panggil Ayah dulu ke belakang.” Ucap Bagas.
“Baiklah,” jawab Aisyah.
“Ayah, ada tamu itu.” Ucap Bagas pada sang Ayah.
“Siapa?” tanya Joko.
“Aku juga tidak mengetahuinya, tapi mereka datang bertujuan untuk meminang Kak.” Jawab Bagas.
“Apa?” tanya Joko dengan terkejut.
“Temui segera Ayah, Bagas juga penasaran siapa mereka.” Jawab Bagas.
Mereka berdua pergi ke menuju ruang tamu. Dan Aisyah sudah duduk di ruang tamu menunggu kehadiran suaminya dan anak laki-lakinya. Saat Aisyah melihat mereka, Aisyah sangat terkejut dengan kehadiran mereka. Melihat fisik yang di miliki Jack dan Jimmy dan beberapa orang berbadan kekar di depan pintu rumah mereka.
“Sungguh tampan wajah mereka, seperti orang amerika namun juga seperti india. Dan sungguh menyeramkan mereka yang di depan pintu itu.” Ucap Aisyah dalam hatinya.
__ADS_1
“Ada apa dengan kehadiran kalian datang kerumah ku?” tanya Joko.
“Perkenalkan saya Jack Sandreas, ini Jimmy Sandreas dan ini semua anak buahku. Maaf kalau kedatangan kami menggangu tuan, tapi niat saya dan rombongan datang kemari untuk melamar anak Bapak yaitu Wika Chalista.” Ucap Jack.
“Tunggu, kau Jack Sandreas yang memiliki dua orang anak kembar yang bernama Bella dan Kenzo.” Jawab Aisyah membalas percakapan Jack.
“Iya Bu, bagaimana Ibu bisa mengetahui itu?” tanya Jack.
“Caca adalah anakku, jadi apapun yang terjadi padanya dia selalu cerita pada ku.” Jawab Aisyah.
“Apa alasan kau mau meminang anak ku?” tanya Joko.
“Kalau Bapak tanya saya satu alasan untuk meminang anak bapak saya tidak ada. Tapi kalau bapak bertanya beberapa alasan mengapa saya meminang anak bapak jawabnnya adalah terlalu banyak hal yang akan saya katakan dan itu akan memakan waktu. Tapi percayalah saya benar-benar ingin serius terhadap anak bapak. Izinkan saya untuk menjadi suaminya. Saya butuh restu Bapak dan Ibu sebelum saya mengatakan cinta kepada Wika Chalista. Dan saya juga tidak ada niat untuk bermain-main terhadap anak Bapak. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan dia seperti orangtuanya membahagiakan dia, menjaga dia dan selalu ada di sisinya.” Jawab Jack tegas.
“Tunggu! Jadi Kak Caca tidak mengetahui kau datang ke sini?” tanya Bagas.
“Tidak, aku sudah mencintainya sejak pertama bertemu namun baru beberapa hari yang lalu saya menyadari itu.” Jawab Jack.
“Kau yakin dengan apa yang kau katakan baru saja?” tanya Bagas yang terus penasaran.
“Iya, aku yakin dengan perasaan ku dan keputusan ku untuk menjadikannya istriku satu-satunya.” Jawab Jack dengan tegas.
“Lalu kau datang dari negera mu ke negara ini hanya untuk menjumpai kami?” tanya Joko.
“Ada benarnya dan tidak juga. Saya datang ke negara ini untuk mengurus bisnis saya sebelum saya mengetahui perasaan saya yang sebenarnya. Karena saya baru mengetahui perasaan itu saya memutuskan untuk bertemu keluarga Caca untuk meminta restunya.” Jawab Jack.
***Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
membaca***.
__ADS_1