I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Undangan untuk Paman Budi


__ADS_3

Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.


Tempat waktu dan kejadian hanyalah sebuah karya fiksi author.


Nama : Almarhum. James Alexia


Umur :  35 tahun meninggal


Tinggi: 188cm


Sifat : Ramah dan penyabar


Status : Ayah kandung Jack


Meninggal : Akibat tugas Negara dan mayat tidak di temukan di laut.


Nama : Almarhumah. Amanda Ronal


Umur :  23tahun meninggal


Tinggi: 170cm


Sifat : penyayang dan polos


Status : ibu kandung Jack Meninggal :Saat melahirkan Jack


Jacob dan Jimmy bergegas pergi ke mansion dan tidak pergi ke perusahaan. Butuh beberapa menit untuk sampai ke mansion Jack, setelah sampai mereka langsung membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan Jack dan Caca.


Jimmy memerintahkan Son dan Selly untuk bergabung di ruang tamu untuk mendiskusikan persiapan. Jimmy menugaskan Selly untuk mengurus mulai dari makeup dan dekorasi. Sedangkan Son di perintahkan untuk mempersiapakan semua keperluan untuk keberangkatan mereka.


“Ada apa tuan memanggil kami?” tanya Son.


“Paman Son tolong siapkan semua keperluan keberangkatan Jack dan Caca untuk minggu depan ke Negara …..” Jimmy menjelaskan situasinya.


“Baiklah, serahkan saja padaku.” Jawab Son.


“Dan Bi Selly tolong persiapkan semua keperluan gaun pengantin, makeup dan dekorasi di sana nanti. Konsultasikan semua hal pada Caca.” Ucap Jimmy.


“Baik tuan Jimmy.” Jawab bibi Selly.


“Aku mau dalam tiga hari semuanya sudah di siapkan dengan baik.” Ucap Jimmy.


“Iya,” jawab Selly.


“O ya besok jadwal mereka untuk mencoba baju pengantin. Hubungi desainer terkenal keluarga Sandreas dan Bibi besok harus sudah di sana sebelum Caca dan Jack sampai.” Ucap Jimmy.


“Baiklah, ada lagi tuan?” tanya Bi Selly.


“Tidak, hanya itu saja.” Ucap Jimmy.


“Silahkan kembali ke tugas kalian masing-masing.” Ucap Jacob.


“Baiklah tuan,” jawab Son dan Selly bersamaan.


Son dan Selly pergi meninggalkan ruang tamu tersebut.


“Syukurlah jika memang tuan besar sudah menemukan cinta sejatinya.” Ucap Selly.


“Aku juga berharap kekosongan hati di dalam hidupnya akan mulai terisi kembali.” Jawab Son.


“Jadi kau sudah lama mengikuti keluarga ini sebelum bertemu denganku kan?” tanya Selly.


“Iya, sejak dua tahun sebelum tuan James menikah dengan nyoya Amanda aku sudah mengikuti beliau sebagai supir sekaligus bodyguard nyoya Amanda.” Jawab Son.


“Bagaimana dengan sifat kedua orangtua Jack itu?” tanya Selly yang penasaran.


Selama ini Selly tidak pernah berani mempertanyakan bagaimana Jack dan suaminya berkaitan. Karena Selly hanya mengetahui James. Saat itu Selly menjadi pembantu di rumahnya.

__ADS_1


“Seperti yang kau ketahui bahwa tuan James adalah seseorang yang baik dan ramah. Namun karena tugasnya dia tidak memiliki banyak waktu untuk menghabiskannya dengan keluarganya. Dan kalau tidak salah kau baru beberapa kali saja bertemu dengannya?” tanya Son.


“Iya, hanya beberapa kali saja.” Jawab Selly.


“Sedangkan nyoya Amanda merupakan wanita yang polos dan baik hatinya. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Namun mungkin takdir yang membuat mereka tidak memiliki cerita yang bahagia.” Ucap Son.


“Lalu bagaimana bisa Jack seperti itu?” tanya Selly.


“Sudahlah jangan di bahas lagi. Intinya kita sudah di akui oleh mereka bagian dari mereka. Tidak baik menceritakan masa lalu seseorang. Sekarang kita harus mendoakan yang terbaik saja buat tuan besar.” Ucap Son.


“Baiklah,” jawab Selly.


Mereka memberhentikan pembicaraannya dan kembali melakukan tugas mereka di mansion itu. Sedangkan Jimmy dan Jacob masih di dalam ruang tamu.


“Jack aku akan mengurus kantor terlebih dahulu. Nanti malam aku akan berangkat untuk mempersiapkan acaramu di Negara tersebut kemudian menjemput keluarga Caca.” Ucap Jimmy.


“Baiklah, lakukan apa yang harus di lakukan.” Jawab Jacob dengan dingin.


“Oke kita akan bertemu seminggu lagi setelah ini. Lakukan yang terbaik untuk persiapan mu,” ucap Jimmy.


“Iya,” jawab Jacob.


Jimmy langsung pergi meninggalkan Jacob tanpa menyadari bahwa ada aneh pada diri Jack. Tidak berapa lama Jimmy pergi, Deni dan anak-anak pulang.


“Kenapa kalian baru pulang?” tanya Jacob.


“Kami makan siang di luar.” Jawab Deni.


“Daddy tadi Bella meminta Uncle Deni untuk membelikan es cream.” Jawab Bella.


“Baiklah, sekarang pergi bersihakan diri kalian lalu tidur. Nanti sore kita akan kerumah Bunda Caca.” Jawab Jacob.


“Daddy beneran?” tanya Bella.


“Iya, bukankah kalian merindukannya?” tanya Jacob.


“Tentu,” jawab Bella yang senang.


“Aku, kalian hanya sebagai alasan saja.” Jawab Jacob dengan santai.


“Sudahku duga, jangan melewati batas saat kau yang mengabil ahli tubuh itu.” Ucap Kenzo yang berbisik pada Jacob kemudian meninggalkannya.


“Kenapa anak itu bisa mengetahuinya,” jawab Jacob dalam hati.


Kemudian Kenzo dan Bella pergi meninggalkan Jacob dan Deni di ruang tamu.


“Persiapkan segala keamanan acara pernikahanku nanti, jangan sampai ada kesalahan.” Ucap Jacob pada Deni.


Jacob kemudian kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Setelah beberapa jam mereka istirahat, merekapun bersiap-siap ke rumah Caca.


“Asalamualaikum,” ucap Jacob dan kedua anaknya itu di depan pintu rumah Caca.


“Waalaikumusalam,” jawab Caca kemudian membuka pintu rumahnya.


“Bunda,” ucap Bella lari memeluk Caca.


“Sayang,” jawab Caca.


“Bella rindu,” ucap Bella yang mengeratkan pelukkannya.


“Bunda juga, Kenzo tidak ingin memeluk Bunda juga?” tanya Caca.


“Tidak,” jawab Kenzo yang memalingkan wajahnya.


Caca melepaskan pelukkan Bella kemudian berjalan kearah Kenzo kemudian memeluk dan menciumnya.


“Tapi bunda merindukan Kenzo,” jawab Caca.

__ADS_1


“Bunda,” jawab Kenzo kemudian memeluknya juga.


“Kau benar-benar wanita idaman dan pilihanku tidak akan pernah salah.” Jawab Jacob dalam hatinya.


“Duduklah dulu, Jack kita akan pergi ke warung ramen kemarin yah. Ayah dan Ibu menyuruhku untuk memberikan undangan pada paman Budi.” Ucap Caca.


“Sekalian saja kita makan ramen lagi yah Bun,” ucap Bella.


“Tentu sayang, sekarang saja kita pergi apakah tidak apa-apa agar tidak kemalaman.” Ucap Caca.


“Ayo!” jawab Jacob.


Tak beberapa kemudian mereka sampai ke warung ramen tersebut. Jacob mengetahui tempat ini dari ingatan Jack saat pertama kali mencium Caca.


“Assalamualikum Paman,” ucap Caca.


“Waalaikumusalam, wah kalian datang lagi.” Ucap Budi.


“Tentu paman, o ya paman bisa berbicara sebentar setelah kami menyantap ramen paman.” Ucap Caca.


“Hahaha, baiklah. Kalian mau pesan apa?” tanya Budi.


“Seperti kemarin saja paman,” jawab Caca.


“Baiklah.” Jawab Budi.


Setelah itu Budi langsung menyiapkan pesanan ramen Caca dan membawanya ke meja mereka.


“Silahkan dinikmati, paman tinggal sebentar.” Ucap Budi.


“Oke paman.” Jawab Caca.


Mereka menikmati ramennya.


"Ramen ini rasanya sama seperti ramen Yang pernah ku coba saat di Tokyo,” jawab Jacob dalam hatinya.


“Bagaimana rasanya?” tanya Budi yang datang kembali di meja mereka saat mereka selesai makan.


“Enak seperti biasanya,” jawab Caca.


“Sangat enak kakek,” jawab Bella sambil tersenyum.


“Ramen ini seperti ramen yang ada di ujung kota Tokyo 15tahun yang lalu,” ucap Jacob.


“Kau pernah memakannya saat aku masih tinggal di Jepang?” tanya Budi yang heran.


“Mungkin,” jawab Jacob.


“Paman kedatanganku kali ini untuk mengundang paman untuk datang ke acara pernikahanku yang akan di selenggarakan seminggu lagi di Arab Saudi.” Potong Caca dalam pembicaraan Budi dan Jacob.


“Apa? Kau menikah dengan siapa?” tanya Budi.


“Tentu denganku,” jawab Jacob.


“Kau yakin Ca?” tanya Budi.


“Insyallah yakin paman,” jawab Caca.


“Tenang saja dia akan selalu aku lindungi dan tidak ku ijinkan menangis.” Jawab Jacob.


“Kau sudah memberitahu hal ini pada Dia(sepupu Caca anaknya Budi)?” tanya Budi.


“Belum paman, karena semua ini mendadak jadi aku mohon paman yang akan memberitahukannya.” Jawab Caca.


“Baiklah jika memang itu adalah pilihanmu. Paman akan pergi dengannya, kabarin saja di mana lokasinya.” Ucap Budi.


“Tentu paman,” jawab Caca.

__ADS_1


Kemudian Jacob mengeluarkan sebuah kertas untuk di berikan kepada Budi. Kertas itu adalah sebuah undangan yang sangat mewah tentang lokasi pernikahan mereka. Semua itu sudah di persiapkan oleh Selly sebelum dia pergi ke rumah Caca.


Setelah beberapa lama mereka berbicara, waktu sudah menunjukan tengah malam. Caca berpamitan untuk pulang pada Budi.


__ADS_2