
Sepuluh mobil hitam mewah terus melaju menelusuri jalan raya. Lampu merah demi lampu merah memberhentikan mereka dalam perjalanan. Memakan banyak waktu hingga keluar dari jalan raya menuju tempat perkampungan persisir pantai. Mereka membutuhkan waktu delapan jam perjalanan darat untuk sampai di kampung halaman Caca.
Dekorasi mewah dengan perpaduan warna kuning keemasan dan corak merah darah sebagai kemewahannya. Bunga-bunga dan dedaunan palsu menjadi salah satu hiasan dalam dekorasi itu. Tenda besar yang sudah berdiri di bebeapa rumah itu menjadi tempat penyambutan tamu.
Pentas pernikahan yang di design sesuai adat banjar sudah berdiri di ujung tenda tersebut. Sepuluh sofa mewah terletak di pentas itu. Lampu hias, bunga palsu yang di susun di atas pentas dan Bungan asli di susun di bawah pentas. Ada satu buah air pancur hias yang di jadikan hiasan di depan pentas dengan di kelilingi bunga mawar yang sedang bermekaran.
Benar-benar dekorasi mewah yang di pajangkan. Dan hal itu membuat para masyarakat desa benar-benar sangat terkesan dengan pesta kali ini. Semua orang bertanya-tanya tentang siapakah calon mempelai lelaki sebenarnya? Dan sekaya apa sebenarnya menantu dari seorang guru ini.
Semua orang sudah menjadi heboh dan kepo. Namun mereka simpan semuanya dalam hati dan menunggu kedatangan mereka hari ini. Mereka sudah membantu mempersiapkan semua bahan makanan untuk esok dan juga dekarasi hari ini.
Keluarga dari pihak Aisyah juga sudah berdatangan. Namun pihak Joko benar-benar belum ada yang datang karena keluarga dari pihak Joko hanyalah paman Budi dan anaknya saja. Saudara sepupu Caca sudah menunggu kedatangannya.
Aisyah memiliki 2 sudara dan dirinya adalah anak pertama. Adik Aisyah yang pertama adalah lelaki dengan memiliki 1 orang anak wanita yang sudah menikah. Adik Aisyah yang kedua memiliki dua orang anak laki-laki usia 15 tahun dan anak perempuan usia sepuluh tahun.
Mereka sudah berkumpul di rumah Caca, mereka juga sudah menghiasi kamar pengantinnya. Kamar pengantin yang akan di huni oleh Caca dan Jack. Aisyah dan Joko juga sudah membuat lulur khas banjar dan juga hena yang di buat dari daun alami.
Sepuluh mobil hitam mewah itu sampai di arena pesta. Mereka sudah sampai di tempat yang di tuju. Satu persatu mobil itu berhenti di depan rumah warga karena tidak mungkin untuk masuk kedalam arena pesta.
Semua orang yang berada di dalam rumah, keluar untuk melihat ada apa dengan mobil-mobil mewah ini. Sementara keluarga Caca sudah menunggu mereka di depan arena pesta. Joko dan Aisyah berjalan menuju ke mobil yang berhenti.
Bagas yang pertama kali keluar, di susul oleh Riki yang keluar dan membuka pintu mobil untuk Caca dan Jack. Di ikuti dengan mobil yang di belakang, Jimmy dan Deni keluar dari mobil. Di ikuti dengan mobil selanjutnya, anggota Jack keluar dengan membawa koper dan beberapa bekal untuk mereka. Baik anggota yang akan menjadi designer baju, makeup dan photogarfer selama acara.
Masyarakat histeris dengan melihat tampang Jack dan lainnya.
“Wah tampan sekali?”
“Yang mana suami Caca?”
“Apakah itu suami Caca?”
“Dia benar-benar tampan sekali?”
“Yang keluar dari mobil kedua juga tidak kalah tampan seperti yang bersama Caca.” Menunjukkan Jimmy dan Deni yang baru saja keluar dari mobil.
“Sebanyak ini mobil mewah itu?”
“Siapa sebenarnya dia?”
“Sekaya apa mereka si?”
__ADS_1
“Sombong sekali membuat keributan untuk pamer, padahal hanya pesta pernikahan.”
“Wah siapa mereka sebenarnya?”
“Pria-pria tampan semuanya.”
“Bule, wah bule. Bule dari mana itu.”
“Beruntung sekali mendapatkan pria tampan seperti itu?”
“Apakah dia satu keyakinan?”
“Apa benar dia itu suaminya? Atau Caca hanya simpanan orang kaya. Kan banyak itu bule-bule yang suka dengan wanita pribumi.”
“Tapi siapa dua anak itu?”
“Apakah itu anak haram dari mereka berdua?”
“Tapi tidak mungkin. Caca juga baru dua tahun ini di luar negeri. Atau bisa saja mereka sudah melakukan itu sejak iya di Jakarta.”
“Wah aku ingin berphoto.”
Semua orang bertanya-tanya dan menjawab pertanyaannya sendiri dengan komentar positif maupun negatif. Semua itu di dengar oleh keluarga Caca dan lainnya. Para gadis desa itu semua histeris melihat ketampanan mereka dan ingin mengambil photo bersama. Mereka semua membawa ponselnya dan mendekat ke arah Jack, Jimmy, Deni, Riki dan bodyguard lainnya.
Namun semua bodyguard yang di bawa Jack menjadi penghalang mereka. Semua orang takut dengan tampang mereka. Semua itu memang sudah di atur oleh Caca kepada Deni. Caca mengetahui hal ini pasti akan terjadi. Caca memberikan senyuman kepada Deni dan Deni mengerti maksud senyuman Caca itu.
“Pantas saja kakak ipar memerintahkanku untuk membawa beberapa bawahan dengan wajah yang seram. Ternyata untuk menghalangi hal ini.” Ucap Deni dalam hati.
“Asalamualaikum bunda.” Caca yang berjalan untuk memeluk Aisyah.
Jack juga memeluk ayah mertua, dan yang lainnya juga ikutan. Kenzo dan Bella terus meminta Aisyah dan Joko menggendong mereka.
“Sudah-sudah. Sekarang kita masuk dulu. Kalian juga pasti lelahkan dalam perjalanan.” Ucap Aisyah.
“Baik bun,” jawab Caca.
“Nenek, Bella ingin di gendong.” Ucap Bella.
“Oke baiklah.” Jawab Aisyah yang menggendong Bella.
__ADS_1
“Manja sekali. Tidak malu di lihat banyak orang.” Ucap Kenzo.
“Tenang saja, cucu kakek dengan kakek.” Ucap Joko yang langsung menggendong Kenzo masuk kedalam rumah.
“Mylotus?” bisik Jack saat berjalan.
“Ada apa?” tanya Caca.
“Apakah tidak apa-apa seperti ini?” tanya Jack.
“Suruh siapa membuat kehebohan dengan membawa banyak sekali mobil.” Ucap Caca kesal.
“Tapi…”
“Iya aku paham, justru itu aku memerintah Deni untuk membawa pengawal dengan wajah yang paling seram.” Jawab Caca tertawa.
“Ha? Kenapa aku tidak mengetahui ini?” tanya Jack.
“Karena aku mengetahui bahwa kau pasti akan pamer kekayaan dan membuat heboh ketika ke sini. Jadi aku sudah mempersiapkannya.” Jawab Caca.
“Aku tidak menyangka bahwa istriku secerdas ini.” Jawab Jack dalam hati kemudian melihat Deni ke belakang.
Deni yang merasa dirinya di lihat oleh Jack tersenyum.
“Maaf Kakak-kakak dan adik-adik, harap tenang dan jangan membuat malu kampung kita dengan heboh. Jika kalian melakukan hal kehebohan lagi orang-orang ini benar-benar akan memukul kalian.” Ucap Bagas.
Para pengawal memasang wajah seram dengan garda terdepan.
“Kami hanya ingin berphoto dengan mereka.” Ucap mereka.
“Aku paham. Setelah resepsi besok. Kalian bisa berphoto. Oke?” ucap Bagas.
“Benarkah?” tanya mereka.
“Iya.” Jawab Bagas.
“Terimakasih Bagas.” Ucap mereka.
Mereka semua pergi meninggalkan tempat menuju rumah masing-masing. Kehebohan kedatangan Jack dan lainnya telah terjadi hari ini dan berakhir dengan kejutan yang tidak di duga. Akhirnya Bagas dan bodyguard lainnya bisa bernapas dengan lega.
__ADS_1