I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Jack Berhasil Mendekati Caca Lagi


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya readers


Caca yang memberikan pendapat kepada Deni untuk menjemput Meriska segera dari paris. Deni yang mendengar hal itu langsung berlari dan duduk di sofa dekat Caca. Hal itu membuat Jack tidak menyukainya.


“Kakak ipar apa maksudmu?” tanya Deni.


“Tentu saja langsung menjemputnya. Sepertinya tiga hari ini dia sedang libur karena tinggal menunggu acara wisudanya.” Jawab Caca.


“Benarkah?” tanya Deni yang mendekati Caca di posisi duduk.


“Menjaulah Dennnnnn!” ucap Jack yang menarik Deni menjauh dari Caca.


“Is. Apa aku tidak boleh berbicara dengan kakak ipar?” tanya Deni yang merengek kepada Jack.


“Jangan terlalu dekat.” Jawab Jack.


“Kakak ipar, lihatlah bayi dewasamu ini.” Deni merengek kapada Caca.


“Jack, biarkan dia duduk dengan tenang. Kau duduklah disini denganku.” Jawab Caca yang menyuruh Jack duduk di tengah antara dirinya dan Deni.


Jack menuruti perkataan Caca dan melipatkan kedua tangannya di dada sambil melirik Deni.


“Kakak ipar! Jadi menurutmu aku harus menjempunya langsung dan membawanya kemari?” tanya Deni.


“Iya. Pergilah kesana, kalau kau canggung bawa saja itu anak.” Jawab Caca yang menunjuk Bagas yang masih asyik berbicara dengan Jimmy.


“Baiklah. Berikan alamatnya padaku. Aku akan meminta Son untuk memesan tiket penerbangan sekarang juga.” Jawab Deni.


“Oke.” Jawab Caca.


“Bantu aku nanti berbicara dengan Bagas. Aku akan pergi menemui Son dulu.” Ucap Deni.


“Tidak perlu bantuanku. Katakan saja padanya mengajaknya jalan-jalan. Dia tidak akan menolaknya.” Jawab Caca yang mengetahui bahwa adiknya itu sangat suka dengan travel.


“Baiklah.” Jawab Deni yang bersemangat saat jalan menuju ke tempat Son.


Deni pergi meninggalkan sofa itu menuju ke tempat Son. Caca membujuk Jack yang sudah merajuk itu.


“Kau begitu saja sudah merajuk?” tanya Caca menggoda Jack dengan meletakkan kepalanya di bahu Jack.


“Kau tidak mual?” tanya Jack.


“Hmmmm, sepertinya tidak.” Jawab Caca.


“Berarti parfume yang aku gunakan ini berhasil padamu?” tanya Jack.


“Jadi kau ganti parfume? Dan aku juga mencium aroma yang sama di dalam kamar?” tanya Caca.


“Heheh, iya. Aku mengikuti saran dari Ayah.” Jawab Jack.


“Oh. Tapi seperinya little baby yang sudah menerimamu.” Jawab Caca.


“Benarkah?” tanya Jack.


“Tentu saja. Sepertinya dia memiliki kecemburuan yang sama sepertimu tapi selalu menurutin kemauanku.” Jawab Caca tertawa.


“Tentu saja dia anakku.” Jawab Jack yang mengelus perut Caca.

__ADS_1


“Dia masih berbentuk gumpalan saja sudha memiliki kebiasaan yang sama sepertimu. Apalagi nanti saat dia berumur tujuh bulan.” Jawab Caca.


“Tentu saja dia akan mirip denganku.” Jawab Jack.


“Terserahmu saja. Ohnya, kenapa pulang cepat?” tanya Caca.


“Aku tidak ingin jauh-jauh darimu. Aku ingin menjadi seorang suami yang 24jam selalu bersama denganmu dan calon bayi kita.” Jawab Jack.


“Hahaha. Lakukan saja tanggungjawabmu seperti biasanya. Kami selalu menunggumu pulang tanpa harus mengganggu aktifitasmu seperti biasa.” Jawab Caca tertawa kecil melihat Jack.


Mereka mengobrol dengan mesra dan bercanda tawa bersama. Sedangkan orang yang didepan mereka tidak menghiraukan karena fokus dengan obrolan mereka sendiri.


“Bunda, Ayah!” panggil Jimmy kepada Aisyah dan Joko.


“Jimmy!” panggil Aisyah.


“Bunda dan Ayah bisa memesan tiket sekarang untuk ke Kannada mengikuti acara pernikahanku dengan Siska besok malam?” tanya Jimmy.


“Bukanya seminggu lagi?” tanya Joko.


“Di percepat Ayah.” Jawab Jimmy.


“Bunda dan Ayah tidak bisa.” Jawab Joko.


“Hmmm sayang sekali. Jika seperti itu tidak apa-apa. Mohon doa restunya Ayah, Bunda.” Ucap Jimmy.


“Pastinya. Kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak.” Jawab Aisyah kemudian di anggukkan oleh Joko.


“Siska juga meminta doa restu Bunda dan Ayah.” Jawab Siska.


“Iya nak.” Jawab Aisyah.


“Insyallah.” Jawab Joko.


“Apakah tidak akan membuat acara pernikahan di Indonesia?” tanya Aisyah.


“Tidak bunda, kami tidak melakukan acara resepsi di Indoensia. Karena Nenek dan Kakek juga tidak ingin melakukan itu, jadi mereka hanya ikut di acara besok saja.” Jawab Siska.


“Oh begitu. Sukses dan berkah untuk kalian.” Jawab Aisyah dan Joko.


“Makasih bunda, ayah.” Jawab Siska.


“Bunda lihatlah mereka sudah bisa berduaan lagi.” Ucap Bagas yang membalikkan kamera depan menjadi belakang.


“Jack hentikan! Ada bunda dan ayah.” Jawab Caca yang mendorong Jack ketika menggodanya.


“Bunda, Ayah!” panggil Jack melampaikan tangannya.


“Baguslah jika kalian sudah seperti itu.” Jawab Aisyah.


“Apa yang sudah kaulakukan padanya Jack?” tanya Joko.


“Membelikan parfume untuknya Ayah. Baru saja beberapa jam ini, dia sudah tidak mau jauh dariku.” Jawab Jack.


“Hahaha baguslah.” Jawab Joko tertawa.


“Jadi dia menelpon bunda dan ayah?” tanya Caca.

__ADS_1


“Dia mengaduh pada kami tentang dirimu yang menjauhinya.” Jawab Aisyah.


“Dia sama sepertiku saat ibumu hamil dirimu.” Jawab Joko.


“Hahahaha.” Mereka berempat tertawa.


“Jadi bunda tidak bisa hadir besok?” tanya Caca.


“Tidak bisa sayang. Ayah tidak bisa cuti dengan mudahnya.” Jawab Aisyah.


“Iya juga. Tapi aku akan membuat siaran langsung kepada kalian besok malam.” Jawab Caca.


“Itu ide yang bagus. Kami ingin melihat Jimmy dan Siska.” Jawab Joko.


“Bagas akan siap melakukan itu.” Jawab Caca yang menyodorkan tugas itu kepada adiknya.


“Kakak, sejak kapan aku menyetujuinnya?”tanya Bagas.


“Tentu saja sekarang.” Jawab Caca tertawa.


“Kakak kau?” Bagas yang melemparkan tisu kepada Caca namun di halangi oleh Jack.


“Bagas jangan sampai aku membuatmu menjadi bubur.” Jawab Jack.


“Hahahah, ada pelindungku.” Jawab Caca.


“Bunda, Ayah! Lihatlah Kakak selalu membullyku.” Jawab Bagas yang merengek.


“Pembalasan dendam.” Jawab Caca tertawa.


Biasanya jika di rumah Bagas selalu di bela oleh Bunda Aisyah dan Caca di bela oleh Ayah Joko. Namun kali ini, Caca ingin menang tapi tidak seri. Caca juga sudah terbiasa jahil kepada adiknya, begitu pula dengan Bagas yang sering jahil kepada Kakaknya. Itulah kebahagian mereka.


“Baiklah. Sudahi Caca.” Jawab Aisyah.


“Siap ibu.” Jawab Caca.


Jimmy dan Siska yang melihat bagaimana kedekatan Bagas dan Caca membuat mereka cemburu. Keluarga yang ada didepan mereka ini benar-benar sesuatu anugerah yang tidak bisa di dapatkan oleh orang lain. Keluarga yang lengkap dengan kedekatan yang luar biasa.


“Kenapa abang juga tertawa?” tanya Bagas kepada Jimmy.


“Aku hanya tertawa bahagia.” Jawab Jimmy.


“Maksudnya?” tanya Bagas.


“Lihatlah kalian sekeluarga. Ada kakak, adik, ayah dan bunda. Kalian semua begitu dekat dan harmonis.” Jawab Jimmy dengan jujur.


“Iya. Kami sejak dulu menginginkaan sebuah keluarga yang seperti itu.” Jawab Jack.


“Aku juga merasakan hal yang sama dengan Jimmy atau Jack.” Jawab Siska.


“Kenapa kalian berbicara seperti itu? Sekarang kalian adalah bagian dari keluarga kami.” Jawab Caca.


“Benar. Kalian semua adalah bagian dari kami sekarang, jadi semua keinginan kalian sudah terwujud sejak lama.” Jawab Bagas.


“Terimakasih sudah memberikan contoh yang baik untuk Kami untuk membuat keluarga yang seperti kalian. Benarkan sayang?” tanya Jimmy memeluk Siska.


Mereka sama-sama terharus dalam obrolan itu.

__ADS_1


...****************...


Mohon dukungan like di karya Sky Blue Love 💙 yah readers🙏🙏🙏🙏


__ADS_2