
Jack masuk keruangan latihan menembak untuk mengajak Kenzo dan Bella.
“Bella, Kenzo bersiaplah kita akan keluar bersama Bunda Caca!” ucap Jack sambil membuka penutup telinga Kenzo dan Bella yang sedang menembak.
“Kita mau kemana Daddy?” tanya Bella.
“Shopping! Bunda Caca akan tinggal bersama kalian selama seminggu karena Daddy harus ke Indonesia untuk menyelesaikan bisnis baru di sana dan untuk mempercepat Bunda Caca akan menjadi Bunda kalian sepenuhnya.” Jawab Jack.
“Daddy serius?” tanya Kenzo.
“Iya, kapan aku bercanda?” jawab Jack.
“Tidak pernah si, tapi ini beneran?” ucap Kenzo.
“Iya,” jawab Jack.
“Hore,” jawab Bella.
“Yes,” ucap Kenzo sambil kegirangan memegang pistol.
“Terimakasih Daddy,” ucap Bella sambil mencium pipi Jack.
“Tentu sayang. Jadi kalian bekerja samalah dengan Daddy untuk tetap baik-baik saja sampai Daddy kembali.” Ucap Jack.
“Tentu,” ucap Kenzo dan Bella bersamaan.
“Daddy harus membereskan di sana, dan kalian harus buat Caca betah di mansion ini.” Ucap Jack.
“Oke, serahkan saja pada kami Daddy.” Ucap Bella pada Jack.
“Siap laksanakan,” jawab Kenzo.
“Ya sudah sekarang kalian bersiap-siaplah. Daddy tunggu di ruang tamu.” Ucap Jack.
“Oke,” ucap Kenzo dan Bella bersamaan.
Bella dan Kenzo pun pergi meninggalkan tempat latihan. Sementara Max dan Deni menggoda Jack.
“Jadi kau sudah baikkan padanya?” ucap Max.
“Bisa di bilang seperti itu,” jawab Jack pada Max.
“Maksud mu mau pergi ke Indonesia untuk meminta restu kedua orangtua Caca?” ucap Deni.
“Tentu.” Jawab Jack sambil meninggalkan mereka berdua.
Jack pun keluar dari ruang latihan meninggalkan Max dan Deni. Max dan Deni melanjutkan latihan mereka.
Setengah jam kemudian Jack sudah menunggu di ruang tamu. Kenzo dan Bella pun sudah datang ke ruang tamu. Tidak lama kemudian Caca turun menggunakan pakaian dress panjang pink polos sampai lutut dengan celana oblong berwarna cokelat susu dan dengan balutan pasmina cokelat susu yang menutupi rambut Caca.
“Cantik,” ucap Jack sambil melihat Caca yang keluar dari lift berjalan menuju ruang tamu.
“Ayo!” ucap Caca pada Jack.
__ADS_1
“Ayo Bunda,” ucap Kenzo pada Caca sambil memegang tangan Caca.
“Bunda sangat Cantik,” ucap Bella.
“Terimakasih sayang,” ucap Caca.
“Ayo Daddy,” ucap Bella pada Jack.
“Iya,” jawab Jack yang pada Bella.
Jack membukakan pintu belakang mobil untuk Kenzo dan Bella. Kemudian membuka kan pintu depan kepada Caca.Mereka pun pergi menggunakan sport mewah berwarna merah. Jack menyuruh beberapa pengawal untuk mengikuti mereka secara diam-diam tanpa sepengetahuan Caca. Dan Jack sendiri yang menjadi membawa mobil itu.
“Kita akan kemana?” tanya Jack pada Caca.
“Menuju ke kota saja dulu,” jawab Caca.
“Baiklah,”
Sampai di kota, Caca memberitahu jalan selanjunya menuju tujuan kepada Jack. Jack membawa mobil dengan perlahan mengikuti semua instruksi Caca menuju jalan yang di tuju oleh Caca. Ketika Caca mengatakan ke kanan, Jack membelokkan mobilnya ke kanan dan seterusnya. Hingga akhirnya merekapun sampai di tempat tujuan.
“Toko Muslim Abdullah” tulisan yang tertulis di sebuah toko saat mereka sampai.
“Berhenti,” ucap Caca.
“Disini tempatnya?” tanya Jack.
“Iya, ayo!” jawab Caca sambil pergi mengajak Kenzo dan Bella yang berada di belakang mobil.
“Ayo Bun,” jawab mereka berdua.
“Asalamualaikum!” ucap Caca ketika memasuk membuka pintu toko itu yang kemudian di ikuti Kenzo, Bella dan Jack.
“Hy nak Caca,” ucap bu Ayu istri dari pak Abdul pemilik toko.
“Hy bu,” salam Caca kemudian di ikuti Kenzo dan Bella.
“Ini Kenzo, ini Bella dan ini Jack.” Caca yang
memperkenalkan mereka pada bu Ayu.
“Wah ada apa ini? Tidak seperti biasanya kamu kemari bersama orang lain dan ini bukan jadwal mu gajian bulanan kan?” ucap bu Ayu.
Caca biasanya membeli baju sebulan sekali ketika gajian tiba. Toko ini sudah menjadi toko langganan Caca selama berada di Cannada ini. Bukan hanya barang yang bagus namun juga harga yang pas sesuai dengan isi kantong Caca.
Dan Caca sudah mengenal pemilik toko ini karena dahulu pernah bekerja di sini selama dua bulan sebelum kerja di lestoran Jack. Karena waktu yang tidak memungkinkan untuk bekerja disini maka Caca memutuskan untuk berhenti kerja.
“Tidak apa-ap bu Ayu, hanya ingin berbelanja saja dengan mereka. O iya bu, ini sudah waktunya asar. Boleh sholat di sini?” ucap Caca.
“Boleh dong, silahkan!” ucap bu Ayu.
“Kalian lihat-lihat dulu, Bunda mau sholat terlebih dahulu.” Ucap Caca pada mereka.
Cacapun pergi untuk menunaikan ibadah sholat asar. Kenzo dan Bella mengelilingi isi toko bersama bu Ayu. Sedangkan Jack ternyata mengikuti Caca sholat tanpa sepengetahuan Caca. Setelah selesai Caca kembali.
__ADS_1
“Dimana Jack?” tanya Caca pada Kenzo dan Bella yang bersama bu Ayu.
“Aku disini,” jawab Jack yang tiba-tiba muncul dari belakang Caca.
“Dari mana?” tanya Caca.
“Toilet tadi,” jawab Jack dengan singkat.
“Ya sudah, pilihlah baju yang kau mau.” Ucap Jack.
“Baiklah.”
Jack menemani Caca mencari pakaian untuknya. Sementara Kenzo dan Bella bersama dengan bu Ayu memilih ke tempat pakaian anak-anak.
“Biarkan Bunda dan Daddy bersama, kita bersama bu Ayu saja ke pakaian anak-anak.” Ucap Kenzo dengan berbisik pada Bella.
“Ide bagus, ayo kak Ken!” jawab Bella.
“Daddy! Aku dan Bella pergi ke sana ya. Biarkan Nenek Ayu yang menemani kami. Daddy bantulah Bunda mencari pakaiannya!” ucap Kenzo.
“Oke!” jawab Jack sambil memberikan lirikan mata.
Jack dan Caca pergi kearah pakaian muslimah dewasa sedangkan Bella dan Kenzo bersama bu Ayu pergi ke arah pakaian anak-anak. Caca berjalan dari satu tempat ke tempat lain di dalam toko itu untuk mencari baju yang pas sesuai dengan dirinya. Setiap gantungan baju Caca lihat satu persatu. Bukan hanya melihat modelnya bajunya namun juga melihat harga yang di bandrol di setiap pakaian itu.
Beberapa pakaian sudah Caca ambil untuk di coba di dalam ruang ganti. Waktu mencoba-coba pakaian terus sampai satu jam.
“Sudah dapat?” tanya Jack.
“....” Caca menggelengkan kepalanya.
“Pilih lagi?” ucap Jack.
“Sebentar ya aku akan memilihnya lagi,” ucap Caca.
“Oke!”
Jack melihat Caca memilih pakaian yang di pilihnya.
“Kenapa tidak di coba?” Ucap Jack.
“Terlalu mahal,” Jawab Caca sambil menunjukkan bandrol harga dengan berbisik pada Jack.
“Hahaha, kau sungguh lucu.” Ucap Jack sambil tertawa kemudian mengelus kepala Caca.
“Hehehe,” jawab Caca.
“Tunggu disini,” perintah Jack.
Jack pun kemudian mengintari sebuah pakaian wanita, lalu memilih beberapa pakaian yang pas digunakan Caca menurutnya. Jack menyuruh Caca untuk mencobanya.
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
__ADS_1
membaca.
Happy Reading guys