I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kembali Ke Kampus


__ADS_3

Nama : David Maxio


Umur :  24tahun


Tinggi:  175cm


Sifat : Baik namun psikopat


Status : Ketua Mafioso di Canada, Teman kampus Caca yang


menyukainnya


Mentari pagi memberikan cahaya indahnya kebumi


Untuk defenisi indah dari berbagai aspek


Tergantung car pandang orang yang melihatnya


Dan bagaimana dia mengagumi ciptaan tuhan


Hari ini Caca kembali ke kampus untuk menyelesaikan studinya. Dengan sangat senang dan penuh semangat Caca bangun pagi menyiapkan segala keperluan Jack untuk berangkat kerja. Namun dirinya tidak memasak sesuai dengan janjinya kepada Jack. Biasanya Jack yang terlebih dulu bangun namun hari ini Caca yang terbangun terlebih dulu.


Saat Caca masih menggunakan handuk dan mengambil pakaian apa yang harus digunakannya sekalian dengan pakain kantor Jack, Jack terbangun.


“Kau sudah bangun?” tanya Jack yang masih mengosok-gosokkan matanya menggunakan jari tangannya.


“Aku terlalu bersemangat untuk kembali ke kampus dan menyelesaikan studiku.” Jawab Caca yang membuka handuk di kepalannya.


“Kemarilah, biar aku yang mengeringkan rambutmu.” Ucap Jack kemudian meranjak dari tidurnya.


Jack mengeringkan rambut Caca lalu dirinya pergi untuk mandi. Sedangkan Caca pergi ke kamar Kenzo dan Bella saat Jack sedang mandi. Pertama-tama Caca masuk kedalam kamar Kenzo dan membangunkannya.


“Kenzo sayang, bangunlah.” Panggil Caca membangunkan Kenzo dengan menyentuh pipi Kenzo.


“Hmmm, iya bunda. Ini masih jam berapa?” tanya Kenzo.


“Sebentar lagi subuh, pergilah bersih-bersih diri setelah itu ke ruang sholat kita sholat bersama.” Jawab Caca.


“Iya bun,” jawab Kenzo sambil bangkit dari tidurnya.


Setelah Caca membangunkan Kenzo, Caca menuju kamar Bella untuk membangunkannya.


“Bella sayang, bangunlah.” Panggil Caca membangunkan Bella.


“Bella,..” panggil Caca lagi menyentuh pipi Bella.


“Iya bunda.” Jawab Bella.

__ADS_1


“Bangun sayang, siap-siap untuk sholat.” Ucap Caca.


“Baiklah bun,” jawabnnya.


“Bunda dan daddy tunggu di ruang sholat ya.” Jawab Caca.


“Iya bun.” Jawab Bella.


Setelah itu Caca kembali ke kamarnya dan memastikan Jack sudah selesai mandi dan pergi bersama ke ruang sholat. Sudah menjadi kebiasaan mereka sekeluarga setiap pagi sholat subuh berjamaah. Mereka melaksanakan sholat berjamaah di ruang khusus sholat yang sudah di buat oleh Jack untuk keluarganya.


Caca dan Jack sudah menungu Bella dan Kenzo datang. Setelah beberapa menit mereka datang tepat pada waktu sholat subuh. Mereka menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah. Setelah selesai mereka bersama-sama belajar mengaji. Dan setelah selesai mereka kembali bersiap-siap untuk turun sarapan dan pergi ke aktivitas masing-masing.


“Bunda jadi mau kembali ke kampus?” tanya Bella yang sudah selesai sarapan.


“Iya sayang. Tapi bunda akan mengantarkan kalian terlebih dahulu dengan daddy.” Jawab Caca.


“O begitu.” Jawab Kenzo.


“Kalian sudah siap semua?” tanya Jack.


“Sudah daddy,” jawab Bella.


Kenzo dan Caca mengaggukkan kepala.


“Den, kau ikutin dari belakang saja dengan Riki. Biar aku yang mengemudi ke sekolah mereka.” Ucap Jack kepada Deni.


“Oke.” Jawab Deni.


“Iya,” jawab Jack.


Jack, Caca dan anak-anak masuk kedalam mobil dengan Jack yang mengemudi. Riki dan Deni di mobil yang lain mengikuti mobil Jack dari belakang. Jimmy naik mobil sendiri menuju kantor duluan.


Setelah sampai di sekolah Jack dan Caca mengantarkan Bella dan Kenzo masuk ke dalam kelas. Kemudian mereka pergi dengan Riki yang mengemudi menuju kampus Caca. Caca tidak ingin Jack mengantarkannya sampai masuk ke dalam, jadi Caca menyuruh Jack mengantarkannya sampai di depan gerbang saja. Dan Jack menyetujui itu.


“Jika sudah selesai maka segera kabarin Riki, biar dia menjemputmu. Sementara ada beberapa orang yang sudah aku perintahkan untuk menjagamu.” Ucap Jack.


“Iya, hati-hati di jalan. Jika sudah sampai di kantor chat aku.” Ucap Caca.


“Iya mylotus. Segera selesaikan urusan kampusmu agar kau tidak perlu ke kampus lagi.” Ucap Jack sambil mencium bibir Caca saat Caca ingin bersalaman.


“Iya iya, sudahlah pergi sana.” Ucap Caca yang malu kemudian berlari keluar dari mobil.


“Semakin hari semakin deg-degkan, apakah ini yang di katakan pacaran setelah menikah.” Ucap Caca dalam hatinya.


Jack hanya tersenyum tipis melihat tingkah malu Caca. Menurutnya saat Caca marah atau malu-malu itu adalah hal yang sangat imut.


Saat Caca keluar dari mobil Jack ada seseorang yang sedang  mengambil gambarnya. Dan ada seorang lelaki yang naik mobil memasuki kampus melihat Caca keluar dari mobil.

__ADS_1


“Kenapa Caca keluar dari mobil mewah itu? Apa hubungannya dengan Caca?” tanya lelaki itu yang melihat.


“Caca!” panggil David pada Caca.


“Hey David.” Jawab Caca.


“Masuklah,” ucap Davis.


“Tidak perlu, aku langsung ke kantor Profesor.” Jawab Caca.


“Kau mau bertemu dengannya juga?” tanya David.


“Iya,” ucap Caca.


“Baiklah tunggu aku, aku juga mau bertemu dengannya.” Ucap David.


David memakirkan mobilnya dekat dengan gerbang namun Caca tidak menunggunya. Caca langsung menuju ruang professor untuk segera bimbingan. Caca juga mengetahui pasti akan ribet urusannya jika Jack mengetahui dia dekat dengan seorang lelaki, ia sudah berjanji untuk menjauhi David karena Jack tidak menyukainnya.


“Wika Chalista ini disertasimu, saya sudah membacanya dan beberapa hal yang harus direvisi sudah saya tandai. Jadi kamu tinggal mengikutinnya. Usahakan dalam dua hari selesai karena seminggu lagi akan ada sidang disertasi jadi kau bisa ikut dengan yang lainnya.” Ucap professor.


“Baik, pak.” Jawab Caca.


“Kau tetap memanggilku seperti itu walaupun aku sudah mengatakan cinta padamu.” Ucap professor.


Caca hanya tersenyum.


“Ternyata kau istri dari Jack Sandreas, orang nomor satu yang sulit di lihat oleh orang lain dan sangat misterius. Aku mengakui kalah dan akan berhenti mengejarmu.(lihat episode 112: professor yang menyatakan cintanya kepada Caca di depan kelas Caca)” Ucapnya.


“Jika tidak ada yang dikatakan lagi aku undur diri.” Ucap Caca.


Merasa di tinggal David menunggu Caca di depan ruang professor. Sedangkan Caca masih berada di dalam untuk konsultasi bimbingan penelitiannya. Selama setelah jam Caca di dalam akhirnnya dirinya keluar.


“Kenapa meninggalkanku begitu saja?” tanya David.


“Kau mau bertemu dengan professor juga kan? Silahkan gantian, aku sudah siap.” Jawab Caca yang ingin menghindar.


Saat Caca ingin pergi, tangannya di tarik oleh David untuk memberhentikkannya. Namun Caca langsung melepaskannya dan marah.


“David berhenti menyentuhku. Kau tau aku tidak suka di sentuh.” Ucap Caca dengan nada tinggi.


“Maaf-maaf, aku bisa konsultasi lain waktu tapi kenapa kau seperti mau menghindariku?” tanya David.


“Aku tidak menghindarimu tapi aku buru-buru mau keperpustakaan untuk memperbaiki disertasiku.” Jawab Caca.


“Kau yakin dengan itu? apakah aku memiliki kesalahan terhadapmu?” tanya David.


“Tidak ada David, aku harus segera ke perpustakaan.” Ucap Caca meninggalkan David begitu saja.

__ADS_1


“Baiklah aku temani.” Ucap David yang mengejar Caca.


“Terserah.” Jawab Caca tidak peduli kemudian berjalan menuju perpustakaan.


__ADS_2