I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Brian Satria


__ADS_3

Cerita ini hanyalah sebuah fiktif belakang dari penulis. Nama, tempat, waktu dan kejadian hanya hayalan author semata. Semoga pembaca bijak dalam menyikapi.


Siska yang masih bahagia karena pengakuan Jimmy yang memintanya untuk menjadi istrinya hingga membuatnya sulit untuk tertidur begitu pula dengan Jimmy.


“Selamat Sis.” Ucap Meriska.


“Selamat Siska, jangan lupa undang aku ketika hari pernikahan kalian.” Jawab Kazumi.


“Hehehe. Terimakasih, semoga kalian juga akan segera menyusul.” Jawab Siska.


“Kazumi!” panggil Siska untuk mengahlikan pemikirannya yang terlalu bahagia dan sulit untuk tertidur.


“Iya.” Jawab Kazumi.


“Aku akan memberitahumu sesuatu sebelum kau benar-benar menyukai Max terlalu dalam. Dan ini juga berlaku padamu Meriska.” Ucap Siska.


Kazumi dan Meriska yang mendengarkan pernyataan Siska menjadi sangat penasaran apa yang ingin di sampaikan.


“Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan jangan membuat kami penasaran.” Jawab Meriska.


“Sebenarnya ini adalah sebuah rahasia yang amat rahasia. Dan jika hal ini sudah kalian ketahui maka resikonya adalah nyawa kalian.” Ucap Siska yang memastikan apa yang ingin dia sampaikan.


“Apa itu, jangan membuat kami takut.” Jawab Kazumi.


“Begini. Sebelum ke intinya aku akan menceritakan sebuah kisah. Dan kalian dengarkan baik-baik.” Jawab Siska.


Kazumi dan Meriska mengaggukkan kepalanya dalam tidur mereka, di mana posisi Siska yang di tengah.


“Ada lima orang anak kecil bermimpi akan menaklukkan sebuah benua dari dunia gelap. Mereka sama-sama anak yatim piatu yang tidak memiliki kedua orangtua dengan berbagai alasan, mereka hidup tanpa kasih sayang hingga mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka impikan sejak kecil. Dan semua itu di pimpin oleh seseorang yang berdarah dingin tanpa mengerti belas kasih seorang manusia di dunianya.”


“Lalu?” tanya mereka berdua.


“Sebenarnya mereka berlima memiliki hati namun karena terbiasa dengan hal membunuh atau mereka yang di bunuh. Semua itu hanyalah pertahanan diri. Mereka tidak akan pernah menindas yang lemah selagi hal itu tidak merugikan banyak orang. Menurutku mereka sebenarnya pahlawan bertopeng iblis.” Jawab Siska.


“Maksud dari cerita itu?” tanya Kazumi.


“Sebenarnya, kita bertiga mencintai pahlawan bertopeng iblis itu.” Jawab Siska.


“Maksudmu Sis?” tanya Meriska.


“Keluarga Sandreas bukanlah keluarga pembisnis biasa seperti yang kalian lihat. Itulah yang ingin aku katakana kepada kalian. Sebelum kalian benar-benar mencintai mereka, kalian harus mengetahui hal ini terlebih dahulu. Karena aku takut kalian akan menyesalinya.” Ucap Siska.

__ADS_1


“Maksudmu mereka seperti Yakuza?” tanya Kazumi.


“Bisa di bilang seperti itu. Aku hanya bisa memberitahukan kalian sampai di sini saja, karena semakin kalian mengetahui banyak hal maka keselamatan kalian menjadi taruhannya.” Jawab Siska.


“Lalu apa yang membuatmu tetap mencintai Jimmy?” tanya Meriska.


“Karena dia adalah pahlawan dalam hidupku. Bagaimanapun latarbelakang dia aku mencintainya, selagi dia baik terhadapku. Aku yakin dia tidak akan pernah berani membahayakan diriku walaupun aku akan menjadi kelemahan baginya dan membahayakan dirinya terhadap musuh-musuhnya. Aku ingin menjadi kekuatannya bukan sebagai kelemahannya.” Jawab Siska.


“Dan karena itulah aku memilihnya.” Jawab Meriska.


“Mungkin tidak buruk memiliki pasangan yang seperti itu.” Jawab Kazumi.


“Kalian benar-benar tidak takut?” tanya Siska.


“Tentu saja takut. Tapi, setiap hal punya alasannya mengapa di lakukan. Selagi alasan itu bisa aku terima maka aku akan menerimanya.” Jawab Kazumi.


“Takut. Tapi untuk seseorang di selamatkan dari sebuah kematian tragis, aku tidak bisa memilih untuk tidak mencintainya. Karena hati ini sudah terpaku oleh hal itu.” Jawab Meriska.


“Semua tergantung oleh keputusan kalian semua. Tapi aku berharap kalian tidak menyesalinya. Walaupun kita baru pertama kali bertemu, aku berharap kita akan berkumpul kembali di mana kita masing-masing mendapatkan cinta yang kita cintai.” Ucap Siska.


Setelah banyak cerita akhirnya mereka tertidur di atas kasur tempat tidur itu di pukul tengah malam. Sedangkan Max, Deni, Jimmy dan Billy berkumpul di ruang tamu. Andrew dan Katie sudah masuk ke dalam kamar terlebih dahulu.


“Kenapa dengan sepupu Caca?” tanya Jimmy yang ikut penasaran.


“Kalian pernah dengar Yakuza nomor satu di Jepang?” tanya Billy.


“Yakuza Snake Red.” Jawab Max, Jimmy dan Deni bersamaan.


“Iya. Kalian mengetahui betapa misteriusnya mereka yang hampir sama dengan kita?” tanya Billy lagi.


“Iya. Kekuatan mereka hampir sama dengan kita, namun mereka tidak sering terlihat bahkan ketua mereka tidak banyak orang yang mengetahuinya sama seperti Jack.” Jawab Max.


“Brian Satria. Dialah sang ketua dari Snake Red.” Jawab Billy.


“Apa? Bagaimana mungkin?” tanya Max.


“Bagaimana kau mengetahuinya?” tanya Jimmy.


“Apakah kau tidak salah mengenali seseorang Billy?” tanya Deni.


“Tidak. Memang dialah orangnya. Aku sangat ingat benar dengan wajahnya.” Jawab Billy.

__ADS_1


“Bagaimana mungkin? Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau sebuah rencana yang tidak pernah kita ketahui.” Jawab Max yang khawatir tentang keadaan Jack yang mereka tinggal sendirian di dalam rumah Caca.


“Tenanglah. Dia tidak mungkin akan membunuh Jack. Jika itu dia lakukan maka Caca akan menjadi janda. Dan kalian juga pasti memperhatikan bagaimana dia mengaggap Caca?” tanya Billy.


“Iya. Aku juga pernah mendengar cerita tentang Brian itu dari keluarga Caca. Bahwa Brian itu sangat menyayangi Caca sejak dulu bahkan setelah dia kehilangan nyawa ibu dan adik perempuannya.” Jawab Jimmy yang mengetahui bagaimana kisah masa lalu Caca.


“Iya dia tidak mungkin akan menyakiti kakak ipar dan Jack. Pantas saja tadi orang-orangku mengatakan ada beberapa pasukan bayangan yang di curigai namun mereka tidak melakukan hal apapun yang membahayakan.” Jawab Deni.


Mereka menatap Deni dengan membutuhkan banyak penjelasan.


“Aku sudah membuat pengamanan rahasia tanpa di ketahui oleh Jack dan keluarga Caca di sekitar sini. Semuanya untuk keamanan Jack dan keluarga Caca saat berada di sini. Dan kemungkinan aku akan tetap memperkerjakan mereka untuk keamanan keluarga Caca.” Jawab Deni.


“Dan aku tadi mendapatkan sebuah telepon dan kiriman photo ini. Aku memerintahkan mereka untuk terus mengawasi, namun sampai saat ini pasukkan bayangan itu tidak melakukan tidakkan apapun bahkan sebuah penyerangan.” Jawab Deni yang menunjukkan ponselnya kepada mereka bertiga.


“Jadi maksudmu mereka adalah pasukkan bayangan Brian?” tanya Billy.


“Iya.” Jawab Deni.


“Hal yang wajar jika itu terjadi.” Jawab Billy.


“Aku berharap semua ini hanyalah sebuah kebetulan biasa saja.” Jawab Jimmy.


“Aku juga mengharapkan hal yang sama.” Jawab Max.


“Ekspresi yang di tunjukan oleh dia juga merupakan sebuah ekspresi terkejut melihatku.” Jawab Billy.


“Benarkah?” tanya Deni.


“Iya, aku bisa melihat ekspresi mereka berdua sama.” Jawab Max yang bisa membaca ekspresi seseorang.


“Bagaimana ekspresi dia saat mengetahui bahwa Jack adalah suami Caca?” tanya Jimmy.


“Entahlah. Mungkin dia sudah mengetahui, dia juga bisa mencari informasi ini.” Jawab Max.


“Tapi aku sudah menutup semua akses informasinya.” Jawab Jimmy.


“Jangan anggap remeh dia. Mungkin karena mengetahui hal ini dia segera datang ke mari. Karena saat akad dan resepsi di mansion dia tidak hadir karena kita sudah menutup semua akses informasi kecuali orang-orang


penting.” Jawab Billy.


“Mungkin saja dia mengetahui hal ini setelah kita memberikan undangan saat di resepsi mansion.” Ucap Jimmy yang mengatur undangan bagi kolega-kolega Jack  baik dari dunia bisnis maupun gelap.

__ADS_1


__ADS_2