I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Lukisan Keranjang Buah


__ADS_3

Kenzo dan Bella sedang melukis sebuah keranjang buah yang berada diatas meja ruang tamu atas. Keranjang buah yang terdapat beberapa buah didalamnya dengan kondisi warna yang bervariasi. Merah dari buah apel, kuning dari buah pisang, ungu dari buah anggur, merah dari buah strawberry, hijau dari buah melon. Warna-warni yang dipancarkan didalam keranjang buah menjadi daya tarik untuk di lukiskan.


Kenzo dan Bella dengan keterampilannya melukisnya di siang hari. Saat itu, mereka ingin menghibur Caca yang sedang lemas dan merasa bosan berbaring diatas kasur saja. Mereka berdua berinisiatip untuk menunjukkan keahliannya dalam melukis sebuah benda yang sudah jarang mereka lakukan.


“Jadi ini yang kalian katakan untuk menghiburku?” tanya Caca yang duduk di sofa ruang tamu dan melihat papan lukis yang masih dalam keadaan kosong.


“Tentu saja bunda. Bunda duduk saja disini dan lihat keahlian kami berdua.” Ucap Bella yang menuntun Caca untuk duduk.


“Bunda akan menjadi juri untuk kami berdua.” Ucap Kenzo yang tersenyum meletakkan keranjang buah diatas meja.


“Wah, apa-apaan ini anak-anak bunda?” tanya Caca tersenyum.


“Tentu saja menghibur bunda. Bunda harus melihat kami berdua dengan pesona seorang seniman melukis.” Ucap Bella tertawa.


“Hahaha benarkah? Bagaimana jika menggambar bunda saja?”tanya Caca.


“Tidak bisa bunda. Kami masih ditahap awal melukis beberapa benda.” Jawab Bella.


“Iya bunda. Setelah kami siap belajar untuk mencoba menggambar makhluk hidup, kami akan segera memberitahu.” Jawab Kenzo.


“Baiklah. Jadi bunda hanya duduk di sini saja?” tanya Caca.


“Tentu saja. Bunda duduk disini dengan tenang sambil melahap salat buah ini.” Jawab Kenzo yang memberikan semangkok salad buah.


“Dan bunda minum juz buah ini untuk kandungan bunda.” Jawab Bella membawa segelas jus buah.

__ADS_1


“Wah, anak-anak bunda begitu baik. Bagaimana bunda membalasnya?” goda Caca.


“Tentu saja dengan bunda merawat dan menjaga calon adik kami.” Jawab Kenzo dan Bella.


“Hahahaha. Siap sayang.” Jawab Caca tertawa.


Mereka memulai melukisnya dengan mengambil beberapa cat warna yang akan di pakai dalam pembuatan lukisan keranjang buah. Mengambil kuas sebagai alat bantu melukisnya. Kenzo dan Bella benar-benar serius dalam melakukan hal ini. wajah serius mereka melihat objek lukisan.


Tangan yang memegang kuas dengan lembut dan perlahan mengambil cat warna yang akan di coretkan dipapan lukisan. Coretan demi coreta terus mewarnai kertas kosong. Waktu demi waktu secara perlahan sudah membentuk beberapa gambar dengan warna yang sesuai dengan objek. Caca hanya menikmati pemandangan Kenzo dan Bella dalam melukis.


Melihat kedua anaknya itu menggunakan kuas dengan ahli, memadukan warna dengan sangat baik dan membentuk pola sesuai dengan objek. Benar-benar tidak bisa di bayangkan bahwa anak seusia ini sudah serba bisa. Caca berfikir, sebenarnya apa yang sudah dilalui kedua anak ini selama ini. Caca terus menginginkan semua masalalu yang sudah dilewati oleh keduanya selama ini.


Niat itu akan di pendam oleh Caca, Caca akan mempertanyakan semuanya langsung kepada Jack dan beberapa orang yang memang mengetahuinya. Namun, Caca tidak ingin bertanya kepada Kenzo dan Bella terlebih dahulu. Caca hanya ingin mengetahui bagaimana mereka tumbuh hingga sekarang.


“Sepertinya gen keahlian yang mereka miliki ini dari Jacob. Aku sudah pernah melihat bagaimana lukisan yang sudah dibuat oleh Jacob di Villa hutan belakang.” Ucap Caca dalam hatinya.


Gelas yang berisi jus di seruput oleh Caca secara perlahan-lahan dengan pandangan yang terfokus pada kedua anaknya yang ada didepan matanya sedang melukis. Meregangkan kakinya dan badannya diatas sofa setelah menikmati jusnya. Karena terlalu lelah duduk di sofa, Caca berbaring di


sofa agar membuatnya nyaman.


Karena terlalu lama menikmati Kenzo dan Bella yang sedang melukis Caca tertidur diatas sofa. Caca yang tertidur diatas sofa itu di sadari oleh Kenzo yang sudah selesai dengan lukisannya.


“Bunda!” panggilnya.


“Kenapa?” tanya Bella yang terkejut kemudian membalikan badannya melihat Caca.

__ADS_1


“Stttttt!” ucap Kenzo dengan meletakkan jari tangan telunjuknnya di mulut.


“Upzz, sorry terlalu keras.” Jawab Bella dengan suara berbisik-bisik.


“Aku akan mengambilkan selimut untuk bunda. Kau siapkan saja lukisannya. Sebentar lagi lukisanmu juga akan selesai.” Jawab Kenzo yang turun dari kursinya kemudian berjalan menuju kamr.


Kenzo meninggalkan ruang tamu menuju kamar untuk mengambil selimut. Selimut pink milik Caca di bawa oleh Kenzo dengan cukup repot. Selimut itu lebih besar dibandingkan tangan Kenzo dalam pelukkan sehingga Kenzo membawanya hingga menutupi wajahnya.


Kenzo membentangkan selimut yang dibawa olehnya keatas badan Caca. Dengan lembut Kenzo menutupi badan Caca dengan selimut lalu berjalan menutup gorden jendela kaca. Cahaya siang hari yang akan menyilaukan dan menganggu tidur Caca. Bella yang melihatnya hanya tersenyum setelah


menyelesaikan lukisannya.


“Setelah itu kita bereskan semua ini.” Ucap Bella yang turun dari kursinya.


“Baiklah. Kau bereskan punyamu sendiri, begitupula dengaku.” Jawab Kenzo.


“Oke. Dengan begitu ketika bunda terbangun semuannya sudah bersih dan beres.” Jawab Bella.


“Iya. Agar bunda tidak marah kepada kita.” Jawab Kenzo.


“Hahaha iya.” Jawab Bella.


Selama mereka mengenal Caca, Kenzo dan Bella di biasakan untuk mandiri menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri. Seperti saat bermain harus membereskan mainan sendiri tanpa harus memerintah pelayan. Semua itu dilakukan oleh Caca agar mereka mengerti akan tanggung jawab sendiri tanpa harus meminta bantuan orang lain.


Bella dan Kenzo yang mengerti dan paham atas apa yang dikatakan oleh Caca selalu mengikuti dan melaksanakannya dengan baik. Mereka berdua memang menjadi anak yang sangat berbakti dan sopan. Mereka mengikuti semua yang dikatakan oleh Caca. Tanpa di peringatkan lagi, mereka sudah bisa terbiasa dengan apa yang dikatakan mereka.

__ADS_1


Kenzo dan Bella mencuci kuas yang sudah mereka gunakan. Meletakkan beberapa alat yang dan cat yang digunakan mereka saat melukis dan membiarkan papan lukisan penyanggah itu tetap terletak agar catnya kering. Setelah selesai menyingkirkan beberapa alat yang sudah tidak perlu digunakan, Bella dan Kenzo mengambil jus yang ada didalam kulkas.


Mereka berdua menikmati jus jeruk kemasan botol itu dimeja makan. Setelah selesai mereka kembali keruang tamu untuk melihat keadaan Caca apakah sudah terbangun atau belum. Dan saat sampai ternyata Caca belum terbangun jadi mereka hanya duduk disofa sambil membaca majalah. Kenzo membaca majalah mobil sedangkan Bella membaca majalah busana.


__ADS_2