I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kabar Baik


__ADS_3

Setelah selesai bercerita kepada keluarga Caca, Caca kemudian membaringkan dirinya di atas kasur.


“Semoga ini adalah keputusan yang benar.” Ucap Caca.


Caca yang menguatkan pemikirannya pada keputusan yang sudah di ambil pada malam ini. Beberapa waktu kemudian Caca tertidur dengan pemikiranya.


***Mansion***


Jack yang sudah sampai di mansion dengan membawa mawar berjalan masuk dengan senyuman bahagianya. Son dan Selly yang melihat tuannya seperti itu sedikit heran.


“Sudah berapa tahun kita tidak melihat senyumannya yang polos itu,” ucap Selly pada Son.


“Ya, terakhir kali ketika umurnya 5tahun.” Jawab Son.


“Kira-kira apa yang sedang terjadi pada tuan?” tanya Selly.


“Mungkin sesuatu yang akan merubah seluruh kehidupannya.” Jawab Son.


Bella, Kenzo dan Deni yang sedang bermain di ruang tamu lantai satu itu melihat kehadiran Jack yang sedang membawa satu tangkai bunga mawar dan senyum-senyum sendiri.


“Daddy kenapa?” tanya Bella.


“Ada apa dengan senyuman mu itu?” tanya Deni yang heran.


“Aku ada kabar baik untuk kalian semua,” ucap Jack sambil tersenyum.


“Apa itu?” tanya Deni.


“Kenzo, Bella kemarilah.” Ucap Jack.


Kemudian Kenzo dan Bella datang menghampiri Jack dan duduk di sebelahnya.


“Kalian akan segera memiliki Bunda,” ucap Jack sambil memeluk kedua anak kembarnya itu.


“Asyik,” ucap Bella.


“Jadi Bunda Caca menerima pertunangan Daddy?” tanya Kenzo.


“Tentu, Daddy!” Ucap Jack yang menyombongkan dirinya.


“Baguslah dengan begitu keinginan kami akhirnya tercapai.” Ucap Kenzo.


“Akhirnya Bella memiliki Bunda sungguhan dan selamanya. Dan lagi itu adalah Bunda Caca.” Ucap Bella yang sangat senang mendengar kabar ini.


“Daddy ingatlah siapa kau sebenarnya. Sekarang kau sudah memiliki kelamahan lain selain kami berdua.” Ucap Kenzo.


“Aku mengerti. Tapi kalian bukanlah kelemahan ku melainkan kekuatan untuk ku. Dan aku akan memberitahukan semua ini padanya suatu saat nanti.” Jawab Jack.


“Baiklah, mulai sekarang perketat semua gerak-gerik Bunda Caca karena musuhmu itu terlalu banyak dan kita tidak pernah mengetahui itu.” Ucap Kenzo.


“Iya benar kata Kenzo. Ingat keselamatan Caca sekarang sudah menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya.” Ucap Deni.


“Aku mengerti. Deni coba hubungi Jimmy untuk segera kembali dari bar, ada yang harus aku diskusikan pada dirinya.” Ucap Jack.

__ADS_1


“Baiklah.” Jawab Deni.


“Itu mah kabar baik buat mu bukan buat kami,” ucap Jimmy yang tiba-tiba hadir di ruang tamu.


“…” Jack yang melirik tajam Jimmy dengan kedua matanya.


“Hahhahaha, biasa saja. Itu adalah kabar baik buat kami semua. Akhirnya kau bisa menghilangkan penyakit OCD mu itu.” Jawab Jimmy.


“Hahahhaa, kali ini aku setuju.” Ucap Max yang tiba-tiba hadir juga di ruang tamu.


“Tapi ingat untuk tidak menyakiti adikku,” ucap Jimmy yang menganggap Caca sudah menjadi adiknya sendiri.


“Dia adalah oksigen untuk ku, jadi kau tenang saja.” Ucap Jack pada mereka.


“Baguslah.” Ucap Jimmy.


“Besok bersiaplah untuk bertemu dengan Caca. Dia ingin bertemu dengan ku dan kau untuk membicarakan segala persiapannya.” Ucap Jack.


“Baiklah,” jawab Jimmy.


Semuanya terlihat bahagia dengan melihat kebahagian Jack yang terpancar dari senyumannya. Mereka merasa setelah sekian lama ini Jack akhirnya tersenyum dengan tulus. Melihat kondisi  Jack yang biasanya berekspresi dingin dan datar saja.


“Baiklah aku akan istirahat dulu di kamar.” Ucap Jack pada mereka semua.


“Oke,” ucap Jimmy dan anggukkan kepala Deni, Kenzo dan Bella.


Jack meninggalkan mereka semua di ruang tamu lalu berjalan memasuki lift menuju kamarnya. Setelah tiba di dalam kamar Jack langsung mengambil sebuah buku harian untuk menuliskan apa yang terjadi hari ini.


Setelah ia menceritakan apa yang terjadi hari ini dalam tulisan lembaran buku harian itu, Jack lalu meletakkan satu kelopak bunga mawar di lembaran buku tersebut kemudian menutupnya. Hanya satu kelopak saja yang ia cabut dari tangkai bunga mawar tersebut dan selebihnya tangkai itu masih di genggaman Jack.


“Aku sudah tidak sabar untuk menjadikan mu milikku seutuhnya,” ucap Jack.


Setelah itu Jack meletakkan buku hariannya kedalam laci dekat tempat tidurnya. Dengan banyak hayalan Jack tanpa sadar menekan tombol panggilan ke nomor Caca.


“Asslamualaikum,” ucap Caca dari telepon itu yang terbangun dari tidur.


“Waalaikumusalam,” jawab Jack yang belum sadar siapa yang di telponnya.


“Ada apa Jack?” tanya Caca.


“Astagfirullah, maaf Ca.” ucap Jack yang baru sadar dia sedang menelpon Caca.


“Kenapa?” jawab Caca yang heran.


“Tanpa sadar aku menelpon mu,” ucap Jack.


“Oh,” jawab Caca.


“Ya sudah selamat malam, asamualaikum.” Ucap Jack dengan gagap lalu mematikan teleponnya.


“Waalaikumusalam. Dasar orang aneh,” ucap Caca yang melihat panggilannya sudah di matikan.


“Bodoh! Kenapa aku bisa menelponnya?” ucap Jack.

__ADS_1


Jack merasa dirinya sudah di penuhi pemikiran Caca hingga dia tanpa sadar saja menelpon Caca. Untuk menghilangkan itu ia kemudian mengambil wudhu kemudian membaringkan dirinya lalu tertidur.


“Menggangu orang tidur saja,” ucap Caca yang meletakkan handpone kemudian tidur.


Mereka berdua yang sudah memutuskan untuk menjalin hubungan serius ini sedang mengalami masa-masa berbunga-bunga karena bahagia terkhususkan Jack namun bukan Caca.


Sementara di ruang tamu masih Deni, Jimmy dan Max masih saja berbincang-bincang.


“Sepertinya ada sesuatu yang harus aku bicarakan pada kalian,” ucap Jimmy.


“Baiklah,” ucap Max dan Deni yang mengerti maksud Jimmy.


“Kenzo! Bella! Kalian istirahatlah ke kamar.” Ucap Deni.


“Baiklah Uncle Deni,” jawab Bella.


“Selly!” panggil Deni.


Selly yang berada di luar dengan Son kemudian masuk untuk menemui seseorang yang memanggilnya.


“Iya tuan Deni,” ucap Selly.


“Antarkan mereka ke kamarnya,” ucap Deni.


“Baiklah,” jawab Selly.


Kenzo dan Bella yang pergi di antarkan oleh Selly ke kamarnya.


“Bi, Bella sepertinya ingin minum coklat hangat malam ini.” Ucap Bella yang memasuki lift.


“Tentu non,” sahut Selly.


“Makasih Bi,” ucap Selly.


“Sama-sama non, kalau tuan muda Kenzo?” tanya Selly.


“Buatkan kopi dengan gula aren saja seperti


biasanya.” Ucap Kenzo.


“Tapi,” ucap Selly.


“Tenang saja Bi, aku akan tidur sebelum jam 1.” Ucap Kenzo.


“Baiklah,” jawab Selly.


Selly mengetahui jika Kenzo yang sudah meminta dirinya membuatkan kopi gula berarti dirinya sedang ingin melakukan sesuatu di ruang komputernya.


Selly kemudian langsung ke dapur setelah keluar dari lift untuk membuatkan minuman yang di minta Kenzo dan Bella. Sedangkan Bella dan Kenzo langsung masuk ke kamarnya masing-masing.


Selly memberikan secangkir kopi gula aren kepada Kenzo. Dan kemudian memberikan cokelat hangat pada Bella sambil menceritakan dongeng pada Bella.


Kenzo yang berada dalam ruang komputernya sedang mengerjakan sesuatu. Kenzo yang mendengarkan rapat Daddy dan semua Uncle di dalam ruang kerja Jack pada saat itu. Jadi Kenzo juga sedang mencari sebuah informasi tentang symbol kalajengking tersebut.

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.


Tempat, waktu dan kejadian hanyalah sebuah karya fiksi author.


__ADS_2