I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Keberangkatan Jack


__ADS_3

Setelah mendengar pernyataan Jack Caca tidak bisa tidur memikirnya. Untuk menenangkan fikirannya Caca sholat istiqorah meminta petujuk  pada Allah tentang pilihan apa yang harus ia pilih. Setelah selesai sholat akhirnya Caca merasa sedikit tenang lalu ia pun tertidur.


Dikamar sebelah, yaitu kamar Jack juga tidak bisa tidur setelah mengungkapan niat baiknya. Jack sangat takut kemungkinan akan di tolak. Namun Jack tetap optimis dan selalu berdoa untuk mendapatkan kabar baik sesuai dengan niat baiknya. Jack melakukan hal sama seperti Caca, kemudian tertidur.


Matahari yang mulai terbit menyinari cahayannya di setiap sudut mansion. Caca yang sudah terbangun dari waktu subuh sudah membantu para pelayan untuk menyiapkan sarapan. Selly tidak memperbolehkan Caca untuk membantunya membuat Caca tidak enak hati. Oleh karena itu Caca hanya meminta membantu untuk menyusun makanan di meja makan saja, dan hal itu di setujui oeleh Selly.


Semua makanan yang di masak oleh bi Selly dan pelayan telah siap di hidangkan di meja makan yang di susun oleh Caca. Mereka yang akan memulai aktifitasnya pun keluar dari lift dan berjalan menuju meja makan. Di awali oleh Jack, Kenzo dan Bella yang pertama sampai di meja makan, kemudian Max, Deni dan Jimmy.


Mereka pun berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi. Dari awal kedatangan hingga akhir sarapan tidak ada yang bersuara sama sekali. Semua menyantap sarapan paginya tanpa suara. Keheningan yang dari tadi sudah di mulai di pecahkan ketika Kenzo mulai berbicara.


“Bunda dan Daddy jadi kan mengantar kami ke sekolah?” tanya Kenzo pada Jack dan Caca untuk menepati janji mereka ketika semalam.


“Daddy akan antar kalian sebelum pergi berangkat ke negera lain.” Jawab Jack.


“Bunda?” tanya Bella yang memegang tangan Caca.


Cacapun tersadar dari lamunannya kemudia menjawab pertanyaan Kenzo dan Bella.


“Apa sayang?” tanya Caca yang tadi tidak mendengarkan dengan baik.


“Bunda jadi kan mengantarkan kami kesekolah?” tanya Bella.


“Tentu sayang,” jawab Caca.


Deni, Jimmy dan Max merasakan suasana kutub utara semenjak tadi sampai namun mereka hanya  memilih diam dan menikmati sarapan pagi saja.


“Jim, siapkan keberangkatanku. Aku mengantarkan mereka dulu kesekolah setelah itu aku akan kembali.” Perintah Jack pada Jimmy.


“Siap,” jawab Jimmy.


“Jadi aku tidak perlu untuk mengantarkan mereka?” tanya Deni.


“Kau makan saja dulu sarapan mu, setelah itu kau bisa menyusul kami.” Jawab Jack.


“Yes, Daddy dan Bunda akan mengantar kami kesekolah.” Ucap Bella dengan sangat gembira.


“Ayo berangkat!” ucap Jack mengajak Caca,Bella dan Kenzo untuk pergi menuju ke mobil.


“Ayo!” jawab Bella.


Mereka pun pergi meninggalkan meja makan menuju Mobil untuk ke sekolah. Sedangkan mereka bertiga sedang tatap-tatapan melihat kejadian pagi ini.

__ADS_1


“Sedikit-sedikit sedang berada di taman bunga, kadang di kutub utara dan bahkan di larva gunung meletus.” Ucap Deni pada Jimmy dan Max.


“Makan ini,” ucap Jimmy yang sedang makan pisang lalu memasukkan pisang tersebut kedalam mulut Deni.


“Kau gilak Jim,” ucap Deni yang kemudian memuntahkan pisang tersebut ke piring.


“Hahahha, pagi-pagi sudah meggosip urusan orang.” Ucap Max dengan santai sambil makan.


“Tu loe dengarin Den,” ucap Jimmy.


“Kan memang benar, hubungan yang aneh.” Jawab Deni.


“Iya juga si,” ucap Jimmy yang kemudian di berikan anggukan pada Max.


“Ha kalian saja setuju dengan apa yang aku katakan,” jawab Deni.


“Sudahlah biarkan Jack menikmati proses percintaannya kita hanya perlu mendukung dirinya saja. Dan Sekarang kau bersiaplah untuk menyusul mereka.” Jawab Jimmy.


“Aku duluan, karena pukul delapan akan ada jadwal operasiku.” Ucap Max yang kemudian meninggalkan meja makan menuju keluar untuk pergi ke rumah sakit.


“Baiklah, aku juga.” Ucap Jimmy yang juga ikut pergi dari meja makan menuju bandara mansion Jack untuk mempersiapkan helikopter Jack.


“Jadi gue di tingga? Dasar gak asyik.” Ucap Deni yang masih makan.


Di dalam mobil Caca dan Jack hanya berdiam diri. Melihat  kediaman Caca dan Jack, Kenzo dan Bella membuat rencana untuk membuat mereka berbicara.


“Daddy berapa lama akan pergi?” tanya Bella.


“Seminggu sayang,” jawab Jack.


“Lalu Bunda Caca juga akan seminggu menemani kami selama Daddy tidak ada?” tanya Bella.


“Tentu sayang,” jawab Caca.


Caca yang berpaling kebelakang menjawab pertanyaan Bella kemudian ingin membalikkan pandangannya kedepan malah saling tatap menatap dengan Jack.


“Are you oke?” tanya Jack yang melihat Caca seperti kurang tidur.


“Gue kurang tidur semua gara-gara kalimat loe.” Ucap Caca dalam hati.


“Fine,” jawab Caca singkat.

__ADS_1


“Baguslah, aku berharap kau akan menjaga anak-anak ku dengan baik.” Ucap Jack.


“Mereka sudah seperti keponakanku sendiri,” balas Caca.


“Mulai sekarang anggap mereka seperti anak kita berdua.” Balas Jack sambil memberhentikan mobilnya.


Caca yang mau membalas kalimat Jack namun tidak jadi karena mereka sudah sampai di sekolah.


“Kita sampai, Daddy dan Bunda akan mengantar kami sampai depan kelas kan?” tanya Bella pada Jack dan Caca.


“Tentu,” jawab Jack.


“Oke sayang,” jawab Caca.


Mereka turun dari mobile dengan Jack yang membuka pintu mobilnya. Kemudian bersama-sama berjalan menuju ruang kelas Bella dan Kenzo. Semua orang tua dan murid melihat keharmonisan yang di pancarkan mereka ketika menuju ruang kelas.


Ada mata yang tajam memandang mereka dari kejauhan lalu mendekat. Dia adalah wali kelas Kenzo dan Bella yang bernama Emma. Emma merupakan anak dari pemilik sekolah ini. Emma sudah menyukai Jack semenjak bertemu dengannya.


Caca mengetahui bahwa selama ini Jack maupun anak-anaknya tidak pernah memperlihatkan seorang wanita. Emma bertanya-tanya siapakah wanita yang saat ini bersama mereka.


“Siapa wanita itu?” tanya Emma dalam hati melihat Jack, Caca dan anak-anak berjalan ke ruang kelas.


Emma pun menghampiri mereka yang sampai di ruang kelas.


“Selamat pagi tuan Jack, Kenzo dan Bella.” sapa Emma pada Jack dengan centil meletakkan rambutnya ke belakang telingan dan membusungkan dadanya untuk memperlihat payudaranya.


“Pagi bu,” sapa Kenzo dan Bella.


Jack tidak menjawab sapaan Emma membuat Emma semakin panas.


“Sayang, daddy tidak bisa berlama-lama karena daddy harus segera berangkat. Jadi anak yang baik bersama Bunda selama daddy pergi ya?” ucap Jack pada Kenzo dan Bella.


“Siap,” ucap Kenzo dan Bella.


Jack mencium Kenzo dan Caca setelah itu berdiri lagi untuk berpamitan pada Caca tanpa memperdulikan kehadiran Emma.


“Baiklah, aku pergi ya.” Ucap Jack yang kemudian memberikan ciuman di kening Caca.


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah

__ADS_1


membaca.


Happy Reading guys


__ADS_2