I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Jack Merasa Aneh


__ADS_3

Di ruangan latihan milik keluarga Sandreas itu, terlihat jelas empat orang sedang duduk di sofa hitam. Wajah mereka berempat terlihat bersemangat dengan cucuran keringat terlihat di wajah dan baju yang basah karena keringat. Masing-masing menikmati air mineral dingin yang di ambil dari samping mereka. Kulkas yang sudah tersedia di ruang latihan itu.


Kulkas itu hanya berisi air mineral saja, tanpa ada hal lainnya. Empat orang yang di sebut itu adalah Kenzo, Bella, Bagas dan Deni. Mereka telah selesai berolaraga sejak pukul tiga sore hingga dua jam setelahnya. Di awali dengan latihan menembak hingga latihan bela diri yang mereka lakukan.


“Benar-benar bocah yang jago di usia kalian.” Ucap Bagas.


“Sesuai dengan yang kau ketahui.” Jawab Deni.


“Haha, iya aku paham seorang anak mafia harus bisa melindungi dirinya.” Jawab Bagas.


Kenzo dan Bella yang sibuk dengan menikmati minum air mineral berhenti pada aktifitasnya dan melihat ke arah Bagas.


“Dia sudah mengetahui siapa kita.” Jawab Deni dengan santai.


“Jadi paman Bagas sudah mengetahuinya? Bagaimana dengan Bunda?” tanya Kenzo.


“Tentu saja belum.” Jawab Deni dan Bagas bersamaan.


“Hampir saja.” Jawab Bella mengelus dadanya.


“Memangnya kenapa?” tanya Bagas.


“Kami takut bunda akan meninggalkan kami setelah mengetahui siapa kami.” Jawab Kenzo.


“Tenang saja. Dia tidak akan seperti itu. Mungkin Jack beruntung mendapatkannya.” Jawab Bagas terseenyum


“Kenapa paman bergitu yakin?” tanya Bella.


“Tentu saja. Dia itu jauh lebih kuat di bandingkan dengan kelihatannya.” Jawab Bagas.


“Baguslah jika seperti itu.” Jawab Kenzo.


Setelah terkejut dengan Bagas yang mengetahu tentang dunia hitam itu, mereka kembali tertawa mengingat latihan tadi. Banyak hal yang sudah mereka lakukan selama dua jam berlalu tadi. Mereka mencoba berlomba menjadi dua tim. Kenzo dengan Bagas dan Deni dengan Bella. Tim itu sesuai dengan kemampuan masing-masing.


Tim 1 yaitu Kenzo dan Bagas, sedangkan Tim 2 yaitu Deni dan Bella. Tim 1 mendapatkan score 4 sedangkan Tim 2 mendapatkan score 5. Hanya berbanding 1 saja, tapi tidak di pungkiri bahwa Tim mereka berdua hebat. Tim 1 memiliki Kenzo dan Tim 2 memiliki Deni.


Hari semakin sore, akhirnya mereka kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya. Masing-masing membersihkan dirinya kemudian bersiap untuk makan malam. Mereka berkumpul kembali saat makan malam di meja makan.


Sejak pulang, Jack melihat Caca yang sudah tidak ada di dalam kamar. Caca bersama dengan Selly berada di dapur. Caca memakan beberapa makanan yang ingin dia makan. Dan kemudian memuntahkannya kembali. Tapi semua ini di sembunyikan oleh banyak orang.


“Apakah tidak apa-apa seperti ini?” tanya Selly.


“Tidak apa-apa Bi, aku mengetahui bahwa ini hanya bawaan saja. Besok-besok pasti akan membaik. Saat ini juga sudah tidak sesering kemarin.” Jawab Caca.

__ADS_1


“Jadi nona sudah merasakannya sejak kemarin?” tanya Selly.


“Sebenarnya saat berada di Jepang. Aku kira hanya masuk angin saja. Namun hari ini yang terlalu parah, semua makanan yang aku makan pasti akan keluar.” Jawab Caca.


“Tidak apa-apa yang terpenting ada nafsu untuk makan.” Jawab Selly.


Caca tersenyum mendengar pernyatan Selly kemudian mengelus perutnya.


“Little baby Jack jangan menyiksa bunda seperti ini.” Ucapnya sambil mengelus perutnya dan mencoba berkomunikasi.


“Nona aku akan membuatkan minuman gingseng sesuai buku. Besok pagi baru aku buatkan bubur seperti tadi.” Jawab Selly.


“Terimakasih Bibi.” Jawab Caca.


Mereka berkomunikasi di meja makan. Selly membuatkan semua itu tanpa di bantu oleh orang lain, sedangkan Caca hanya duduk saja di meja makan. Beberapa saat kemudian para pelayan dan koki sudah menyiapkan makan malam dan segera menatanya.


“Pantasan saja saat aku pulang tidak menemukanmu, ternyata ada di sini.” Jawab Jack yang mencium kening Caca saat datang.


“Kau sudah kembali?” tanya Caca.


“Jadi mylotus sejak tadi tidak merasa ini sudah waktunya suamimu pulang?” tanya Jack.


“Heheh maaf kelupaan.” Jawab Caca tersenyum.


“Tadi aku hanya ingin makan sesuatu jadi ke dapur.” Jawab Caca.


“Jadi bagaiman keadaanmu? Kenapa telihat masih pucat?” tanya Jack.


“Tidak apa-apa. Di mana yang lainnya?” tanya Caca mengahlikan pembicaraan.


“Ada apa Kakak?” tanya Bagas yang datang.


Setelah Bagas datang, di susul oleh Deni kemudian Kenzo dan Bella. Mereka ternyata turun bersama menuju meja makan.


“Sudahlah makan malam sini.” Jawab Caca yang tersenyum dan mengambilkan nasi di piring Jack.


Mengambilkan makanan Kenzo dan Bella juga, kemudian duduk kembali tanpa mengambil makanan dan membuat orang di meja makan heran.


“Kau tidak ikut makan?” tanya Jack.


“Bunda tidak ikut makan?” tanya Kenzo.


“Apakah bunda sudah baik-baik saja?” tanya Bella.

__ADS_1


“Hahaha, tidak apa-apa. Tadi aku duluan makan, kalian makanlah. Bunda baik-baik saja seperti yang kalian lihat.” Jawab Caca.


Mereka menikmati makananya dan merasa ada yang aneh dengan Caca. Beberapa menit kemudian Selly datang membawa ramuan yang harus Caca minum.


“Ini.” Selly meletakkan secangkir ramuan herbal itu kepada Caca.


“Terimakasih bibi.” Jawab Caca sambil tersenyum.


Selly meninggalkan meja makan, dan Caca meminumnya.


“Apa yang kau minum itu?” tanya Jack.


“Iya bunda, apa itu. Kenapa wanginya aneh dan juga warnanya itu?” tanya Kenzo.


“Ini hanya gingseng merah dan beberapa tanaman herbal lainnya. Untuk meningkatkan stamina saja, resep dari istri Kagami.” Jawab Caca tersenyum


“Oh obat-obatan itu. Tapi kenapa aku baru pertama kali mencium aroma ini ya?” tanya Jack yang baru mengetahuinya karena selama ini dia sudah banyak mengetahui yang di buat oleh keluarga Kagami itu.


“Mungkin ini khusus wanita.” Jawab Caca tersenyum.


“Baiklah.” Jawab Jack.


Mereka makan malam dengan beberapa diskusi kecil mengenai makanan itu. Setelah itu, mereka semua duduk di ruang tamu seperti biasanya. Jimmy memang sibuk beberapa hari ini untuk persiapan pernikahanya, oleh karena itu jarang pulang dengan Jack ke mansion..


Jack yang selalu manja dengan Caca, yaitu menyandarkan kepalanya di pangkuan Caca di atas soffa ruang tamu itu.


“Jack jangan lakukan itu. Aku capek.” Jawab Caca untuk pertama kalinya menolak.


“Kenapa? Tidak seperti biasanya menolak? Aku juga lelah, dengan begini bisa membuatku bertenaga kembali.” Jawab Jack.


“Tidak apa-apa, aku tidak ingin saja kau tidur di pangkuanku.” Jawab Caca.


“Istriku kenapa anehnya hari ini? Aku benar-benar heran.” Jawab Jack dalam hatinya.


“Aku duluan tidurnya, sepertinya aku masih butuh istirahat.” Jawab Caca yang menguap karena mengantuk.


Mereka semua mengaggukkan kepalanya dan Jack mengikuti Caca ke dalam kamar. Caca membaringkan badannya setelah dari kamar mandi mengambil wudhu sebelum ia tidur. Caca memejamkan matanya, namun Jack ikut berbaring di atas kasur dan memeluk Caca seperti biasanya saat tidur.


“Kenapa aku ingin muntah mencium aroma badan Jack.” Jawab Caca dalam hatinya.


Caca melepaskan tangan Jack, dan pindah ke sofa lalu membaringkan badannya untuk tidur di situ.


“Kau mengapa menjauhiku? Aku salah apa mylotus?” tanya Jack yang sejak tadi selalu di jauhi oleh Caca.

__ADS_1


Caca tidak menjawab apa-apa dan membalikkan badannya dan memejamkan matanya.


__ADS_2