I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kedatangan Jack di Indonesia


__ADS_3

Caca yang terkejut dengan tingkah Jack membuat dirinya mematung. Jack begitu cepat menciumnya kemudian pergi berjalan meninggalkan mereka. Jack sengaja melakukan itu untuk menjauhi Emma. Jack hanya takut membuat Caca cemburu dan menggagalkan rencananya untuk mendapatkan Caca.


“Dah Daddy,” ucap Bella dengan keras sambil melambaikan tangan dari jauh.


“Bunda tunggu di kursi tunggu depan kelas saja, lima menit lagi jam masuk sekolah akan di mulai.” Ucap Kenzo.


“Oke sayang, belajar yang baik ya!” jawab Caca yang memberikan ciuman di kening mereka masing-masing.


Kenzo dan Bella pun masuk ke dalam kelas sementara Caca dan Emma masih di depan pintu kelas.


“Kau ibu mereka?” tanya Emma dengan nada sinis.


“...” Caca hanya tersenyum dan meninggalkan Emma untuk duduk di kursi tunggu di depan kelas.


“Dasar sombong, aku akan mencari taunya nanti.” jawab Emma.


Pembelajaran pun di mulai. Deni yang telah datang kemudian menemani Caca.


“Kau ingat untuk menjaga anak-anak ku dan calon istri ku dengan baik.” Perintah Jack.


“Siap laksanakan bos besar,” goda Deni.


“Awas jika kau melakukan kesalahan ketika aku tidak di sini,” ancam Jack.


“Tenang aja aku akan menjaga mereka, sekarang pergilah biar aku ke sana menemani Caca.” Ucap Deni.


“Kau kesana hanya mengatakan bahwa kau akan menunggu di mobil. Jangan terlalu dekat-dekat dengan calon istri ku.” Ucap Jack.


“Hahahaha, selow bro. Aku tidak mungkin mengambilnya dari mu kecuali dia yang mau pada ku.” Jawab Deni.


“Kau!!!” ucap Jack yang mau melayangkan tinjunya.


“Hahaha, iya-iya aku akan menjaga calon istri mu dan tidak akan dekat-dekat dengannya. Kau puas.” Jawab Deni.


Jack pun pergi meninggalkan sekolah Kenzo dan Bella. Deni menuju ruang kelas Kenzo dan Bella untuk memberitahu Caca bahwa ia menunggu di mobil.


“Hy,” ucap Deni.


“Hy, mengapa kau di sini?” tanya Caca.


“Ini sudah menjadi tugasku setiap hari. Tapi hari ini kau yang akan melakukannya. Ingat jangan kemana-mana dan tetaplah disini menunggu mereka. Aku akan menunggu kalian di mobil. Jika terjadi sesuatu atau membutuhkan ku silahkan telepon saja ke nomor ku.” Ucap Deni sambil memberikan handpone pada Caca untuk mengetikan nomor telepon Caca.

__ADS_1


Caca pun memberikan nomor teleponnya kemudian di telepon oleh Deni.


“Itu nomorku, silahkan di simpan.” Ucap Deni.


“Oke,” jawab Caca.


“Ya sudah aku menunggu di mobil,” ucap Deni.


“Iya,” jawab Caca.


Deni pun meninggalkan Caca di sana menuju mobil. Pengawal yang lain sudah berjaga-jaga di luar sekolah.


Jack sampai di mansion langsung menuju bandara dan masuk ke dalam helikopter yang akan mengantarkannya ke bandara Soekarno yaitu di Indonesia.


“Jim bagaimana dengan semua persiapan?” tanya Jack pada Jimmy.


“Beres, kita akan sampai di sana siang hari, makan siang di hotel kemudian pukul 14.00Wib kita akan berjumpa dengan beberapa orang yang akan bekerjasama dengan kita.


“Baiklah. Aku istirahat dulu, karena tadi malam kurang tidur.” Ucap Jack.


“Silahkan,” jawab Jimmy.


Jack pun beristirahat di ruanganya begitu juga dengan Jimmy. Beberapa jam mereka istirahat, helikopter mereka pun mendarat di bandara. Mereka telah sampai di Indonesia. Saat keluar dari helikopter Jack dan Jimmy sudah di sambut dengan anggotannya.


“Kau sudah mempersiapkan semuannya?” ucap Jimmy.


“Sudah tuan,” jawabnya.


Setelah turun dari helikopter, Jack dan Jimmy pun menuju hotel untuk mempersiapkan berkas rapat hari ini.


Kedatangan Jack di Indonesia bukan hanya untuk mengurusi sebuah bisnis namun juga untuk masalah percintaannya.


Pertemuan fatner kerja pun berlansung di salah satu restoran bintang lima yang sudah di pesan oleh bawahan Jack. Sekitar ada sepuluh perusahan yang akan bekerjsama dengan perushaan Sandreas. Perusahaan yang bekerjasama ini adalah perusahan-perusahaan yang ada di seluruh bagian di Indonesia.


Setelah kerjasama ini di sepakati oleh Jack dan CEO perusahaan lainnya, Jack sudah bisa fokus ke masalah percintaannya.


Jimmy dari awal sudah datang ke negara ini untuk melihat-lihat target pasar yang berkembang sepuluh tahun kedepan di negara ini. Jimmy juga sudah melihat sepuluh perusahan yang bekerjasama dengan perusahaan Sandreas. Jimmy juga sudah menelusuri informasi-informasi tentang perusahaan.


Informasi tentang perusahaan maupun pemilik perusahan semuanya di ketahui oleh Jimmy dengan detail. Maka informasi yang berasal dari internal perusahaan maupun eksternal perusahan semuanya sudah Jimmy ketahui. Oleh karena itu Jack menyetujui kerjasama ini.


Jack juga sudah membangun sebuah perusahaan kecil sebagai cabang perusahan Sandreas yang akan mengontrol kerjasama ini. Dan perusahaan cabang ini di buat atas nama Bagas Baskara, adik kandung Caca. Jack berniat untuk memberikan perusahaan ini yang akan di kelolah oleh calon adik iparnya.

__ADS_1


Jack sudah melihat potensi yang dimiliki oleh Bagas karena dia memiliki kemampuan untuk mengolah perusahan Sandreas. Perusahaan cabang yang di buat atas nama Bagas bukan semata-mata sebagai pemberian yang Cuma-Cuma karena ingin mendapatkan Caca. Namun karena Jack memberikan kesempatan kepada Bagas atas kemampuan yang dia miliki.


“Jack acara kita hari ini sudah selesa. Kira-kira kita harus pergi kemana setelah ini untuk merayakan kelancaran kerjasama kita?” tanya Jimmy pada Jack.


“Kau pergilah, aku hanya ingin di hotel saja.” Jawab Jack.


“Ah elu gak seru, ayolah.” Ajak Jimmy.


“Aku malas Jim,” tolak Jack.


“Oklah, tapi ada hal yang ingin aku tanyakan padamu?” tanya Jimmy.


“Apa itu?” tanya Jack.


“Mengapa kau mau membangun perusahaan cabang di negera ini sebagai pengontrol kerjasama kita dengan perushaan- perusahaan ini?” tanya Jimmy yang membutuhkan jawaban dari Jack.


Jimmy sudah memiliki kemungkinan jawaban yang akan di jawab Jack atas pertanyaannya. Karena Jimmy sudah menelusurin informasi untuk memenuhi penasarannya.


“Kau juga pasti sudah membaca informasi tentang adiknya Caca.” Ucap Jack.


“Iya,” jawab Jimmy.


“Dia memiliki potensi itu, sayang jika di sia-siakan. Aku hanya memberikan dia jala untuk lebih mengembangkan potensi yang di miliki. Selebihnya tergantung kemampuan, semangat dan kemauannya untuk berkembang.” Jawab Jack.


“Sifat mu dari dulu tidak pernah berubah, tetap saja memiliki mata yang tajam terhadap kemampuan seseorang.” Ucap Jimmy.


“Mungkin,” jawab Jack yang tidak mengerti dengan apa yang selama ini ia lakukan.


“Ya sudahlah, kau istirahat. Besok kita harus melihat kantor cabang kita.” Ucap Jimmy.


“Oke,” jawab Jack.


Jimmy pun pergi ke club malam di daerah tersebut lalu pulang dengan keadaan mabuk. Setelah pagi Jack tau bahwa Jimmy pasti akan pergi ke club malam, makanya ia membawa kunci cadangan yang di mintanya oleh resepsionis untk membuka kamar Jimmy.


Jack pun membangunkan Jimmy untuk bersiap-siap pergi ke kantor cabang.


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah


membaca.

__ADS_1


Happy Reading guys


__ADS_2