I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Jacob


__ADS_3

***Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca***.


“Seperti yang kau ketahui saat ini, ia tetap akan menjadikan mu istrinya. Dia menerima tentang trauma mu. Dia siap menerima semua kosekuensi apa yang akan ia hadapi ketika dia menikah dengan mu.” Jawab Jimmy.


“Mengapa dia menerima semua itu?” tanya Caca spontan.


“Karena dia memang benar-benar mencintaimu Ca.”


“Mengapa harus aku yang tidak sempurna ini Jim?” tanya Caca sambil memegang kepalanya dnegan kedua tangannya.


“Dia tak punya alasan untuk mencintaimu Ca, dia hanya memiliki perasaan nyaman dan ingin selamanya bersamamu.” Jawab Jimmy.


“Ca, sebagai abangmu ku mohon berikan kesempatan Jack untuk mencintaimu.” Ucap Jimmy.


“Abang?” tanya Caca.


“Iya. Saat aku datang kerumah keluargamu aku mendapatkan sebuah kehangatan keluarga yang harmonis. Semalama ini aku kehilangan perasaan seperti itu, sehingga aku sangat iri kepada Jack yang bisa mendapatkan restu keluargamu. Dan Bunda, Ayah dan Bagas mengakui diriku sebagai bagian dari keluargamu.” Jelas Jimmy.


“Dan percayalah aku akan menjagamu layaknya seorang abang kadung selama kau berada jauh dari keluargamu. Karena itu janjiku pada keluargamu termasuk janjiku untuk melindungi mu dari Jack.” Ucap Jimmy lagi.


“Tapi ..” ucap Caca yang di potong Jimmy.


“Percayalah bahwa Jack itu tidak mungkin akan menyakitimu. Dia benar-benar menyukai Ca, dan jika itu terjadi maka aku orang pertama yang akan memukulnya.” Ucap Jimmy.


“Aku hanya takut untuk menjalin sebuah hubungan Jim,” ucap Caca.


“Aku tanya sekali lagi padamu dengan pertanyaan yang berbeda. Apakah kau tidak memiliki perasaan pada Jack walaupun hanya sedikit?” tanya Jimmy.


“Entahlah. Aku selama aku mengenalnya saat ini aku memiliki perasaan yang tidak asing tapi aku tidak mengetahui apa itu. Dan yang ku ketahui hanyalah kenyamanan ketika di dekatnya.” Jawab Caca.


“Perasaan yang tidak asing?” tanya Jimmy.


“Iya perasaan yang mungkin pernah aku rasakan dulu. Seperti aku pernah mengenalnya di suatu tempat tapi entah dimana.” Jawab Caca.


“Mungkin itu adalah perasaan kau juga menyukainya.” Jawab Jimmy.


“Tapi kau juga sudah paham mengapa aku mau menolaknya dan tidak bisa menjawab pertanyaan Kenzo dan Bella. Pasti mereka sangat kecewa terhadapku.” Ucap Caca yang bersedih.


“Mereka masih anak-anak yang tidak paham hal-hal orang dewasa. Namun yang harus kau pahami adalah cobalah untuk menerima Jack. Karena dia sudah menerima semua tentangmu dan anggap saja dia adalah jawaban dari doa mu untuk menghilangkan trauma yang ada.” Ucap Jimmy.


“Jadi menurut abang, aku harus mencoba menerimanya?” tanya Caca.


“Hahahaha coba panggil lagi dengan sebutan itu?” ucap Jimmy yang senang mendengar Caca memanggilnya dengan sebutan abang.

__ADS_1


“Abang Jimmy,” panggil Caca.


“Terimakasih. Cobalah untuk mencintainya juga Ca.” Ucap Jimmy.


“Akanku fikirkan kembali.” Ucap Caca.


“Baiklah, aku akan meninggalkan mu sendiri untuk berfikir. Aku akan coba menenangkan Jack.” Pamit Jimmy pergi meninggalkan Caca.


Caca yang hanya tinggal sendiri di pesta itu merasa menginginkan sebuah ketenangan untuk berfikir. Seluruh orang yang hadir menikmati pesta itu namun orang yang membuat pesta dan orang yang seharusnya ada di pesta tidak ada di sana.


Caca meninggalkan pesta tersebut dan berjalan pergi dengan berjalan melamun memikirkan hal itu. Tanpa sadar Caca tiba di taman belakang mansion. Caca duduk di ayunan tersebut sambil memikirkan apakah menerima Jack atau tidak.


Lalu dua ular tersebut datang menemani Caca begitupula dengan tiger yang ikut menemani Caca.


Sementara di kamar Jack. Jack memukul kaca hias yang ada di kamarnya sehingga tangannya berdarah kemudian ia duduk di sebuah meja yang memang ada di kamarnya.


“Kenapa?” ucap Jack yang melayangkan genggaman tangan kanannya memukul kaca hias.


Bruk.....


Max yang mendengar suara keras itu segera berlari menuju kamar Jack. Sementara yang lain yang juga baru saja keluar dari pintu lift itu mengikuti Max yang berlari.


“Kau gila menyakiti dirimu lagi?” ucap Max yang melihat keadaan Jack.


Jack hanya diam saja.


“Oke, sebentar.” Jawab Deni sambil berlari mengambil kotak P3K di kamar Max.


“Kau tidak perlu sampai menyakiti dirimu seperti ini Jack,” ucap Billy.


Jack tetap diam dengan tatapan kosong dan membiarkan tangan yang terluka di atas meja.


“Ayolah Jack, untuk mengejar wanita kau juga harus sabar.” Ucap Billy lagi.


Jack tetap diam. Deni datang membawa P3K.


“Ini,” ucap Deni yang menyerahkan kotak P3K kepada Max.


Max mulai membuka kotak P3K untuk mengambil obat antiseptik dan sebagainya untuk mengobati luka Jack. Dengan perlahan Max mengobati Jack. Sedangkan Jack tetap diam saat di obati.


Deni, Billy dan Max heran dengan keadaan Jack. Kenapa tatapan Jack saat ini berbeda dengan biasanya. Bahkan aura yang sedang di timbulkan pada diri Jack tidak seperti biasanya.


“Daddy kenapa?” tanya Bella yang melihat keadaan Jack.


Jack tidak menjawab pertanyaan Bella, Jack hanya melirikkan matanya kepada Bella. Billy yang merasakan sesuatu yang aneh kemudian menggendong Bella dan mengajak Kenzo untuk keluar dari kamar.

__ADS_1


“Kenapa uncle Billy menggendong Bella?” tanya Bella.


“Nanti uncle jelaskan sekarang ayo kita keluar dulu.” Jawab Billy.


“Tapi?” tanya Bella lagi.


“Ayo uncle,” jawab Kenzo yang mengetahui ada hal tidak beres.


Mereka keluar dari kamar Jack menuju kamar Bella.


“Kalian istrahatlah. Jack tidak apa-apa, pasti kalian juga lelahkan?” ucap Billy.


“Baiklah. Uncle kembalilah ke kamar daddy, biar Kenzo yang akan menjelaskan pada Bella.” Ucap Kenzo.


“Oke, aku serahkan padamu.” Ucap Billy yang kemudian pergi meninggalkan Kenzo dan Bella.


“Ada apa sebenarnya kak Ken?” tanya Bella.


“Daddy harus menenangkan dirinya, jadi lebih baik biarkan orang dewasa yang melakukannya. Sekarang ganti bajumu dan tidurlah.” Ucap Kenzo.


“Baiklah. Aku mengerti,” jawab Bella.


Kenzo yang meninggalkan kamar Bella dan masuk kedalam kamarnya sendiri untuk istirahat juga.


“Sepertinya itu bukan daddy, aku yakin dia seperti yang di ucapkan oleh daddy.” Ucap Kenzo pada dirinya sambil membuka pakaian untuk berganti piama.


Billy yang kembali ke kamar Jack membisikkan kepada Max yang hampir selesai membalut luka Jack.


“Saat ini dia bukanlah Jack,” bisik Billy pada Max.


Max yang masih santai menyelesaikan balutannya. Kemudian Jimmy masuk kedalam kamar Jack juga.


“Ada apa?” bisik Deni yang tidak paham.


“Dia bukanlah Jack,” bisik Billy.


Deni melirik kearah Jack untuk memperhatikan ekspresi Jack.


“Kenapa kau sampai seperti ini?” tanya Jimmy melihat keadaan Jack.


Jack tetap diam sambil melirik pada Jimmy yang baru saja bertanya padanya.


“Kemampuanmu untuk mengobati semakin cepat Max,” ucap Jack yang membuka mulutnya untuk berbicara sambil berdiri dari kursi meja.


Jack berjalan dari meja tersebut menuju pintu kamar. Entah mau kemana Jack meninggalkan kamarnya sendiri.

__ADS_1


“Jacob kembali?” ucap Billy.


__ADS_2