
Caca kembali mengingat apa yang baru saja terjadi pada dirinya dan membuat emosi dalam fikiran dan perasaannya menjadi kacau.
“Dia, dia hampir…” ucap Caca yang mengingat kejadian tersebut sambil menangis Dan membuatnya sungguh ketakutan.
“Tenanglah! Aku disini sudah bersamamu, dan dia sudah aku bunuh.” Jawab Jacob sambil memeluk Caca kembali.
“Kenapa pelukkannya selalu hangat dan membuatku tenang. Namun ada perasaan takut mengingat perilakunya membunuh lelaki itu.” Ucap Caca dalam hati ketika dirinya sedikit tenang dan emosinya kembali normal.
“Jangan menangis lagi, aku disini dan jangan takut padaku. Aku akan selalu menjagamu dan akan selalu disisimu.” Jawab Jacob yang terus memeluk Caca.
“Jangan pernah tinggalkan aku lagi, aku takut. Walaupun aku takut padamu tapi kau jauh lebih baik dari pada laki-laki itu.” Ucap Caca tiba-tiba mengatakan hal seperti itu dalam pelukkan Jacob dengan polosnya jujur apa yang ada di hatinya.
“Tenanglah aku disini dan tidak akan terjadi hal yang sama seperti itu lagi.” Jawab Jacob.
“Tempat itu tempat yang sama, aku takut.” Ucap Caca mengingat ada ingatan yang tiba-tiba ada dalam fikirannya dan pelukkannya pada Jacob semakin kencang.
Emosi Caca kembali kacau ketika ingatan baru itu muncul di fikirannya.
“Tenanglah mylotus. Sekarang aku sudah menemukanmu dan mulai saat ini aku akan menjagamu. Karena itu janjiku sejak dulu.” Ucap Jacob.
“Maaf jika kejadian dulu aku sudah meninggalkanmu padahal kau sungguh ketakutan waktu itu. Dan maaf tidak bisa menemukanmu selama ini padahal aku sudah berusaha selama ini untuk menemukanmu.” Jawab Jacob yang masih memeluk Caca.
“Maksudmu?” tanya Caca melepaskan pelukkannya pada Jacob.
“Aku adalah lelaki yang waktu itu, kau ingat?” tanya Jacob.
“Maksudmu?” tanya Caca yang belum mengerti.
“Berhentilah menangis!” ucap Jacob sambil menghapus air mata Caca menggunakan tangannya.
“Laki-laki waktu itu?” tanya Caca lagi.
“Iya, aku adalah lelaki yang pernah tersekap bersamamu di rumah yang di tengah hutan itu.” Jawab Jacob.
Tiba-tiba Caca teringat dengan seluruh ingatan yang ada dalam fikirannya setelah Jacob mengatakan hal itu. Caca melepaskan pelukkan Jacob kemudian merasakan sakit di area kepalanya dan memegangnya.
“Kau kenapa?” tanya Jacob.
“Au, sakit.” Ucap Caca.
“Dimana yang sakit?” tanya Jacob.
“Maksudmu laki-laki yang pernah bertemu denganku di Jepang. Dan kamu adalah laki-laki yang bersama denganku di vila itu?” tanya Caca.
“Iya, itu adalah aku.” Jawab Jacob.
__ADS_1
“Jadi kau little king?” tanya Caca.
“Iya itulah aku. Maaf jika kau terlalu lama menungguku, dan maaf aku baru menemukanmu saat ini.” Ucap Jacob sambil memeluk Caca kembali.
“Kenapa kau terlalu lama Jack, kenapa kau membuatku seperti ini. Kemana saja kau selama ini,” ucap Caca sambil memukul-mukul dada Jacob.
“Kenapa kau meninggalkan aku dan aku berusaha melupakan semuannya dan selalu berbohong kepada semua orang tentang kejadian itu.” Jawab Caca lagi.
“Pukullah sepuasnya Ca,” jawab Jacob.
“Kenapa kau melupakannya?” tanya Jack.
“Aku takut jika polisi akan mencarimu dan membuatmu mendapatkan masalah. Karena saat itu banyak polisi yang selalu datang mempertanyakan kejadian itu.” Jawab Caca.
“Jadi selama ini kau menutupinnya hingga melupakkannya?” tanya Jacob.
“Maaf telah membuatmu seperti ini mylotus.” Jawab Jacob dalam hatinya.
“Tapi kenapa selama ini kau tidak pernah bilang padaku bahwa kau adalah little king?” tanya Caca.
“Sekarang jangan fikirkan hal itu, sekarang yang terpenting adalah kesehatanmu. Masih ada banyak waktu untuk menjelaskan semua itu.” Jawab Jacob.
“Tapi kenapa kau membunuh orang itu seperti saat itu juga, kenapa kau menjadi moster yang tidak aku sukai. Kenapa kau melakukan hal yang sama lagi.” Ucap Caca.
“Jangan lakukan hal yang seperti itu lagi Jack, aku sungguh tidak ingin kau menjadi seperti itu.” Jawab Caca.
“Sudah aku katakana jangan difikirkan, kesehatanmu sekarang adalah yang terpenting. Jangan fikirkan hal-hal yang terlalu berat. Lebih baik sekarang makanlah sup ini. Biarkan aku yang menyuapinya.” Ucap Jacob.
Dengan sangat lembut Jacob menyuapi Caca makanan sup tersebut. Sedangkan Caca masih menikmati suapa demi suapa yang di berikan oleh Jacob sambil memandangi wajah Jacob dengan intens.
“Kau yang membuatnya sendiri?” tanya Caca yang mulai berbicara setelah hanyut memandangi Jacob dengan fikirannya.
“Tentu. Sudah jangan terlalu banyak bicara. Setelah ini minum teh jahe itu kemudian tidurlah.” Jawab Jacob yang sudah selesai menyuapi Caca dan menawarkan teh jahe.
“Supnya enak dan juga teh jahe ya.” Ucap Caca.
“Sudah pasti.” Jawab Jacob sambil tersenyum dan meletakkan gelas.
“….” Caca juga tersenyum.
“Berbaringlah dan pejamkan matamu,” ucap Jacob.
“Jangan pergi!” ucap Caca.
“Aku tidak akan pernah pergi kemana-mana.” Ucap Jacob memegang tangan Caca kemudian membaringkan tubuhnya juga di tempat tidur.
__ADS_1
Saat Caca mulai ingin terlelap dalam tidur, suara pintu terketuk dan membuat mereka tidak jadi tidur. Jacob membuka pintu kamar.
“Aku akan membukanya, sebentar ya.” Ucap Jacob yang mencium kening wajah Caca.
Caca mengaggukkan kepalanya.
“Dimana anakku?” tanya Aisyah langsung ketika Jacob membuka pintu kamarnya.
Asiyah langsung masuk kedalam kamar tanpa mendengar jawaban Jacob.
“Bunda!” panggil Caca yang beranjak duduk dari tidurnya melihat bundannya datang.
“Sayang kau baik-baik saja?” tanya Aisyah yang langsung memeluk Caca.
“Iya bun, aku baik-baik saja.” Jawab Caca.
“Bunda dan yang lain sudah melihat keadaan Caca baik-baik sajakan? Sudah hilang khawatirnya? Jika sudah maka silahkan tinggalkan Caca untuk beristirahat. Dia butuh istirahat.” Ucap Jacob dengan ketus.
“Jack kenapa kau berkata seperti itu kepada Bunda dan yang lainnya?” tanya Caca.
“Kau butuh istirahat karena apa yang terjadi hari ini sudah membuatmu akan mengulangi trauma yang sama.” Ucap Jacob.
“Tapi..” jawab Caca kemudian di potong oleh Joko.
“Tidak apa-apa nak, apa yang di katakana suami mu adalah kebenaran. Jadi lebih baik kau istirhatlah dan kami akan meninggalkan kalian. Besok pagi baru kita bicarakan lagi.” Ucap Joko yang sudah mengerti ekspresi yang diberikan oleh Jacob.
“Ayah maaf,” ucap Caca.
“Tidak apa-apa, melihatmu baik-baik saja sudah cukup bagi kami. Istirahtlah yang cukup,” ucap Joko.
“Dek, tinggalkan mereka berdua. Caca butuh istirahat yang cukup saat ini. Besok pagi kita akan melihatnya lagi.” Ucap Joko yang mengajak istrinya meninggalkan kamar anaknya.
“Baiklah mas,” jawab Aisyah.
Mereka semua meninggalkan kamar Caca dan sangat heran melihat situasi yang tidak sesuai dengan ekspetasi mereka. Mengapa Caca dan Jacob bisa sedekat itu? Mengapa Caca seperti lebih terbuka dengan Jacob?
“Mengapa kau sekasar itu?” tanya Caca ketika semua orang sudah keluar dari kamar mereka.
“Sudahlah besok saja kita bicarakan. Sekarang tidurlah kembali.” Ucap Jacob.
“Baiklah.” Jawab Caca.
Caca juga sangat heran saat ini dia tidak ingin
membantah apapun perkataan yang Jacob kataka.
__ADS_1