
Terimakasih atas segala dukungannya jangan lupa tetap setia dengan ceritanya 😉❤️😇
Author mengucapkan Minal AidilWalfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin buat para reading yang sudah setia dan mendukung Author selama ini. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jimmy yang pergi meninggalkan rumah sakit menggunakan helikopter dengan cepat sampai di mansion. Jimmy pun berjalan dari bandara ke depan mansion untuk mengganti pakaiannya. Sementara Riki baru menerima perintah dari Son untuk mengantarkan pakaian Kenzo dan Bella.
“Ini pakaian tuan Ken dan nona Bella, antarkan ke rumah Shinta.” Ucap Son kepada Riki ketika Riki masuk kedalam mansion.
“Baik Pak,” jawab Riki.
Ketika Jimmy sampai di depan mansion, Jimmy bertemu dengan Riki sehingga Riki tidak perlu mengantarkan pakaian Kenzo dan Bella.
“Tuan Jimmy,” panggil Riki ketika melihat Jimmy yang baru mau masuk ke dalam mansion.
“Itu pakaian anak-anak?” tanya Jimmy.
“Iya tuan, bukan kah tuan ada urusan di luar daerah?” tanya Riki.
“Urusan ku sudah selesai. Tunggu di mobil, aku ikut mengantarkan pakaian itu bersamamu. Aku mau bersih-bersih terlebih dahulu.”
“Baik tuan,” jawab Riki.
Riki pun menunggu Jimmy di dalam mobil. Dan Jimmy pun mandi dan berganti pakaian untuk pergi ke rumah Shinta. Setelah selesai mereka pergi bersama ke rumah Shinta.
“Riki, nanti kau pergi saja antarkan pakaian ini kepada Caca. Turunkan aku di rumah Shinta karena aku akan menjaga mereka dari jauh. Kau paham ?” ucap Jimmy.
“Baik tuan,” jawab Riki.
Setelah beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di gang rumah Caca kemudian mereka berjalan untuk sampai di rumah Caca. Jimmy yang langsung masuk ke rumah Shinta, sementara Riki mengetuk rumah Caca untuk mengantar pakaian Kenzo dan Bella.
“Tok...Tok...Tok...” suara ketukan rumah pintu Caca.
Kenzo yang mendengar suara ketukkan itu segera bangun, sedangkan Caca dan Bella yang masih tertidur di atas kasur. Kenzo turun dari tempat tidur menuju pintu untuk membukanya. Namun sebelum membuka pintu Kenzo sudah mengintip dari jendela siapakah yang sedang mengetuk pintu rumah Caca.
“Tok...Tok...Tok...” suara ketukan pintu yang di ketuk oleh Riki.
“....” Suara pintu terbuka.
“Ada apa Rik,” ucap Kenzo yang membuka pintu rumah.
__ADS_1
“Tuan muda ini pakaian anda dan Nona Bella,” ucap Riki.
“Baiklah, apakah pakaian ini bibi Selly yang menyiapkan?”tanya Kenzo.
“Iya tuan,” jawab Riki.
“Oke,” jawab Kenzo.
“Baiklah, saya permisi tuan muda Kenzo?” pamit Riki.
“Oke,” jawab Kenzo.
Riki pun pergi meninggalkan rumah Caca. Sementara Jimmy...
“Tuan Jimmy silahkan masuk, bos Charles sudah menunggu di dalam.” Ucap satpam yang ada di rumah Charles.
“....” Jimmy hanya menganggukkan kepalanya kemudian masuk kedalam rumah Charles.
“Hai tuan Jimmy, selamat datang di rumah baru kami.” Ucap Charles sambil tertawa menunjukkan rumahnya.
“Hahaha, kelihatannya kau dan Shinta bahagian menerima tugas ini?”
“Bahagia dong, seperti sedang berbulan madu. Hahhahah” ucap Shinta yang datang membawa minum teh hijau.
“Duduklah tuan Jimmy,” tawar Charles yang mempersilahkan Jimmy untuk duduk di sofa ruang tamunya.
“Silahkan di minum Kak Jimmy,” ucap Shinta.
Shinta yang dulu sering membantu Ibu dan Ayahnya memasak membuat Jimmy selalu suka dengan masakkan yang di masak oleh keluarga mereka. Dari kecil ketika Jimmy dan Deni pergi berkunjung ke rumah keluarga Sandreas selalu bermain dengan Shinta. Jimmy pun sudah menganggap Shinta sebagai adiknya sendiri karena ia tidak memiliki keluarga. Sejak lahir dia sudah menjadi yatim piatu, Ayah dan Ibu dari Shintalah yang sudah di anggap Jimmy sebagai keluarga keduannya setelah keluarga Sandreas.
“Terimakasih cantik,” jawab Jimmy pada Shinta sambil mengambil cangkir yang berisi teh hijau itu.
“Tenang, masih sama sesuai dengan kesukaan mu Kak Jimmy.” Ucap Shinta ketika melihat Jimmy sudah mencicipi minuman teh hangatnya.
“Hahaha, kau memang terbaik Shinta.”
“Iya dong adik siapa dulu?” ucap Shinta yang kemudian pindah duduk ke samping Jimmy.
“Jadi ceritanya gue yang jadi obat nyamuk nih,” ucap Charles.
__ADS_1
“Tenanglah, aku hanya rindu pada Kak ku.” Ucap Shinta yang sudah memeluk Jimmy kemudian kembali ke tempat duduk awal yaitu di dekat Charles.
“Jadi bagaimana penghancuran rumah sakit itu Tuan Jimmy?” tanya Charles.
“Kau sudah 3 tahun menikah dengan adik ku, tidak bisakah kau jangan memanggil dengan formal?”
“Hahah, maklumi dia Kak Jim?” ucap Shinta.
“Sudah jadi kebiasaan, maaf Tu...eh Jimmy.” Ucap Charles.
“Lihat saja berita sekarang,”
Shinta pun menyalakan TV, ternyata berita tentang penutupan rumah sakit geng Lionsen sudah di konfirmasi. Berita itu menerangkan bahwa rumah sakit ini menjadi tempat jual beli organ dalam manusia secara ilegal dan seluruh dokter ternyata mengkonsumsi narkoba. Reputasi rumah sakit dan orang-orang terkait menjadi tercoreng. Dikarena pemilik rumah sakit sudah meninggal akibat perlawanan melarikan diri maka pihak berwajib menembak dan melawannya. Seluruh dokter yang bekerja tetap di rumah sakit terlibat dengan kasus ini maka rumah sakit di segel selamanya untuk tidak akan beroperasi lagi dan kasus akan terus di periksa sampai tuntas.
“Sungguh rencana yang sempurna, lalu bos besar ada dimana?” tanya Charles.
“Membasmi virus yang akan membuat bumi ini kacau,” jawab Jimmy.
“Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Bos Deni maupun Bos besar semua ikut dalam pembasmian ini?” tanya Charles yang penasaran karena jika semua kaki tangan Jack ikut terlibat apalagi jika Jack juga ikut campur pasti ini adalah masalah yang serius.
“Kalian ceritalah aku akan buatkan makan malam, karena aku tidak ingin ikut campur masalah seperti itu dan lagi aku harus membuat masakkan untuk di antarkan ke rumah Caca.” Ucap Shinta.
Shinta yang meninggalkan mereka berdua pergi menuju ke dapur. Shinta dan Charles sudah berbelanja bahan-bahan masakan saat mereka pindah tadi. Karena Shinta yang selalu suka memasak maka bahan masakan sudah menjadi kewajiban yang harus selalu ada di sekitarnya. Oleh karena itu Shinta sudah memikirkan akan memasak sebuah brownis untuk di antarkan ke rumah Caca sebagai tanda perkenalan. Sedangkan Charles dan Jimmy masih asyik mengobrol, Jimmy yang menjelaskan tentang kejadian hari ini dan sebab akibat terjadinya kejadian hari ini membuat Charles mendapatkan keterangan yang memuaskan atas rasa penasarannya.
Di dalam rumah Caca, Caca terbangun karena merasa keberadaan Kenzo tidak ada di dalam Kasur. Lalu Caca memanggil Kenzo namun tidak mendapatkan jawaban. Caca pun pergi keluar kamar untuk mencari keberadaan Kenzo namun tidak menemukannya. Caca panik dan berfikir Kenzo keluar sendirian dari rumah, sementara Jack sudah memberikan amanah untuk menjaga anak-anaknya dengan baik. Kepanikan Caca yang terus memanggil Kenzo membuat Bella terbangun dari tidurnya.
“Kenzo! Kenzo! Kenzo!” panggil Caca terus menerus.
“Dimana Kenzo? Kenapa tidak menjawab panggilan ku, dan lagi rumah ini kecil tidak mungkin jika tidak mendengar panggilan ku.” Ucap Caca dalam hatinya.
“Bunda, ada apa?” tanya Bella yang berdiri di depan pintu sambil menggosok-gosok kedua matanya menggunakan tangannya.
“Bunda tidak menemukan Kenzo.” Jawab Caca kepada Bella.
Jangan lupa kritik dan sarannya guys 😉🙏🏻
Salam manis dari W😉
Jangan lupa senyum hari ini😊
__ADS_1