I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Honeymoon Part 7


__ADS_3

Mereka bertiga yang sedang duduk di ruang tamu sedang berfikir keras. Pelayan yang datang membawa kopi untuk ketiga pria itu. Mereka bersama-sama mengambil cangkir kopinya dan meminumnya. Tanpa perkataan dan hanya tatapan kosong dalam pemikiran sebuah rencana.


“Sudah kalian fikirkan?” tanya Brian yang meletakkan secangkir kopinya.


“Ada yang ingin aku katakana keada kalian berdua. Dan sebenarnya Jack juga baru mengetahui bahwa kami menyuruh Bagas untuk meminta bantuanmu.” Jawab Max.


Saat Brian melihat ke arah Jack, ia mengaggukkan kepalanya.


“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Jack.


“Sebenarnya kami menyembunyikan Richard di rumah Akashi.” Jawab Max.


“Apa?” tanya Jack yang terkejut bersama dengan Brian.


“Tapi penyelidikkan yang aku dapatkan, dia meninggal saat dalam perawatan di rumah sakitmu.” Jawab Brian.


“Itu hanya ide iseng ku, untuk melabui musuh.” Jawab Max.


“Bagaimana kau melakukannya?” tanya Brian penasaran.


“Apakah melakukan hal yang sama lagi?” tanya Jack.


“Iya, aku menyuntikkan zat itu ketubuhnya sehingga detak jantungnya berhenti selama lima menit dan jika dalam batas waktu itu tidak di suntikkan kembali zat penawarnya dia akan benar-benar kehilangan nyawa.” Jawab Max.


“Kau gilak, dan dia mau melakukan itu?” tanya Brian.


“Sudah ku duga.” Jawab Jack yang tersenyum tipis.


“Begitulah. Sebenarnya aku mendengar soal pembunuhan itu dari telepon Hanz, dan aku buru-buru datang ke kamarnya. Saat melihat pembunuh itu ingin melakukan aksinya aku tikam dari belakang dan mendapatkannya.” Jawab Max menceritakan kronologi singkatnya.


“Jadi kau mendapatkan informasi apa dari pembunuh itu?” tanya Jack.


“Dia juga tidak mengetahui apa-apa. Dia hanyalah seorang dokter di sebuah klik kecil yang memiliki banyak hutang. Dia melakukan itu karena ingin melunasi hutang-hutangnya di bank.” Jawab Max.


“Jadi kau tidak menemukan apapun?” tanya Brian.


“Begitulah. Makanya aku meminta bantuanmu.” Jawab Max.


Mereka terus berbicara hingga menjelang pagi hari.


“Istirahatlah ini sudah pukul 3 pagi. Apalagi kau Jack, besok harus ke lagi dengan Caca.” Ucap Brian.


Akhirnya pembicaraan mereka berakhir dan beristirahat. Hanya beberapa jam saja Jack tidur kemudian di bangunkan Caca seperti biasanya.


Mereka semua sudah berkumpul di meja makan dan makan bersama. Max, Jack dan Caca berpamitan dengan Brian. Mereka bertiga bergegas pergi menuju rumah Kagami. Saat tiba di sana ternyata Akashi juga pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Tempat yang terpencil dari kota yang di sebut sebagai kuil. Kagami dan istrinya selalu di kuil itu. Dan Akashi merupakan anak asuh mereka dari adik istrinya Kagami. Kedua orangtua Akashi sudah lama meninggal dunia karena sebuah kecelakaan mobil dengan mobil. Semua korba meninggal dunia di saat itu.


“Apakah kau masih ingat dengan jalan ini?” tanya Jack kepada Caca.


“Tidak?” tanya Caca.


“Ini adalah jalan menuju rumah Brian dulu. Di ujung jalan itu, di dalam hutan ada sebuah kuil yang di tinggali oleh paman Kagami dan


istrinya.” Jawab Jack.


“Benarkah? Aku benar-benar sudah lupa.” Jawab Caca.


“Tidak apa-apa. Jalan tadi pertama kali kita bertemu, kalian bertanya tentang arah jalan.” Jack.


“Benarkah?” tanya Caca.


Jack mengaggukkan kepalanya dan beberapa menit mereka tiba di kuil itu.


“Jack, Max!” panggil Akashi yang sedang berlatih di halaman.


“Kau berada di sini?” tanya Max.


“Ini hari weekend, sudah biasa aku akan selalu datang berkunjung.” Jawab Akashi.


“Oh, di mana paman dan bibi?” tanya Jack.


Kagami dan istrinya datang.


“Jack?” panggil istri Kagami yang berlari memeluk Jack dan Max.


“Paman, Bibi. Kenalkan ini istriku.” Jawab Jack.


“Jadi ini menantu kami?” tanya mereka berdua.


Caca memberi salam tangan bukan membungkukkan badannya.


“Itu adalah adatnya.” Ucap Jack.


Mereka mengerti dan mempersilahkan tamunya untuk masuk. Saat mereka masuk di meja teras itu sambil menikmati teh hujau dan bercerita.


“Apakah istrimu sudah berisi?” tanya Istri Kagami.


“Belum, doakan Bibi.” Ucap Jack.


Caca hanya diam saja karena tidak mengerti bahasa Jepang.. Kemudian mereka menjadi mengobrol dengan bahasa inggris agar Caca paham apa yang di bicarakan.

__ADS_1


“Berusaha lagi untuk membuatnya. Kami dulu juga sulit sekali mendapatkan keturunan, namun setelah kedatangan Jack kemari kami mendapatkan putri kami.” Ucap Istri Kagami yang bercerita.


“Doakan yang terbaik bibi, saat ini aku juga sudah telat sehari. Namun belum ada tanda-tanda hamil. Semoga saja kali ini.” Caca yang tersenyum.


“Benarkah itu bagus. Bagaimana jika kalian bermalam saja di sini, tidak usah ke mana-mana karena udara akan segera berganti musim dingin.” Jawab Istri Kagami.


“Iya bibi, kami akan bermalam di sini. Tapi keesokkannya kami harus segera kembali. Kami tidak tega meninggalkan Kenzo dan Bella tanpa ada kami.” Jawab Caca yang ingin mempercepat kepulangannya.


“Baguslah, aku akan membuatkanmu ramuan untuk cepat hamil.” Ucapnya.


Mereka duduk terpisah, laki-laki dengan para lelaki. Caca dan istri Kagami mengobrol di dalam rumah. Caca di berikan beberapa resep dan pengalaman berumah tangga serta segera untuk mendapatkan keturunan tanpa harus


menundanya.


Mereka juga bercerita tentang masa kecil Jack yang selalu berlatih dengan Kagami. Bercerita tentang alasan Kagami dan dirinya menetap di kuil ini. Sampai pada akhirnya Caca di ajarin membuat masakkan Jepang di dapur untuk makan siang mereka.


Mereka menikmati makanan yang di buat oleh Caca dengan instruksi istri Kagami. Makanan itu tidak terlalu buruk dan tidak terlalu lezat. Hanya dalam katagori bisa di makan dan lumayan enak jika di bandingkan dengan masakkan istri Kagami seperti biasannya. Jack sangat bangga dengan kecepatan istrinya mempelajari sesuatu. Mereka benar-benar menikmatinya.


“Jadi ini atas bantuan istri Jack?” tanya Kagami dan istrinya menganggukkan kepalanya.


“Tapi dia belajar dengan cepat dan memahami dengan sangat. cepat. Makanannya juga tidak terlalu buruk untuk orang yang pertama Kali belajar.” Ucap Istrinya Kagami.


“Benarkah Bibi?” tanya Jack dan Max kemudian ikuti oleh Akashi.


Mereka langsung mencicipinya dan memberi penilaian sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Bibi.


Setelah selesai makan, Jack mengajak Caca untuk pergi ke sebuah danau air terjun kecil di dekat tempat itu. Tempat itu adalah kawasan hutan dan pegunungan sesuai dengan episode yang lalu.


“Bagaimana?” tanya Jack yang menunjukkan kepada Caca.


“Indah.” Jawab Caca kemudian berjalan menuju bebatuan yang berair.


“Jadi kita akan mandi di sini?” tanya Jack.


“Aku mau tapi aku tidak pandai berenang.” Ucap Caca yang malu.


“Haha. Benarkah?” tanya Jack.


Caca mengaggukkan kepalanya. Dia ingin sekali memasukkan dirinya di dalam danau kecil wadah air terjun kecil yang jatuh.


“Tenang saja aku akan memegangmu.” Jawab Jack kemudian mengajak Caca untuk menyelam.


Mereka benar-benar menikmati di alam bebas itu sambil bersenda gurau di dalam air. Jack yang mengajarin Caca berenang namun selalu saja gagal. Dan tidak terlalu lama mereka bermain air karena airnya akan


semakin dingin.

__ADS_1


“Ayo kembali, karena kulitmu sudah keriput karena air.” Ucap Jack kepada Caca.


__ADS_2