I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
OTW kerumah orangtua Caca


__ADS_3

Jack yang menunggu Jimmy bersiap-siap untuk melihat kantor cabang, duduk di sofa kamar hotel sambil membaca majalah. Beberapa saat kemudian Jimmy selesai dan merekapun berangkat ke kantor cabang.


Saat sampai di kantor cabang dengan kondisi yang masih kosong tanpa apapun Jack dan Jimmy mengumpulkan sekitar sepuluh orang bawahannya yang saat itu ada di kantor mereka. Jack dan Jimmy memberikan beberapa data yang harus di urus oleh mereka.


Bahan-bahan perabotan maupun hal-hal yang di perlukan untuk perusahan sudah di berikan pada Jack dan Jimmy. Karyawan yang ada saat itu mengkira Jimmy adalah bosnya, karena Jack hanya berdiam diri di samping Jimmy.


Jack sudah memberikan masukkannya tentang perusahaan ini pada Jimmy saat pertama kali masuk ke dalam perusahaan. Jimmy hanya memberitahukan kepada karyawan untuk melaksanakannya. Setiap yang berhubungan dengan perusahaan pasti akan di kendalikan oleh Jimmy.


Jack memang selalu bersembunyi di balik layar. Hanya orang-orang berkuasa yang tau tentang dirinya. Bahkan media tidak bisa meliput dirinya kecuali karena ijin darinya. Hanya majalah kelas atas yang memliki informasi dirinya namun hanya informasi biasa sebagai seorang pengusaha


terkaya.


Jimmy dan Jack mengontrol seluruh perkembangan perusahan yang akan di buka secara resmi besok. Sudah empat hari setelah kedatangan Jack di Indonesia selalu mengurusi bisnis. Acara pembukaan gedung perusahaan cabang yang di hadiri pemotongan pita oleh Jimmy saat ini selesai.


Acara pembukaan gedung baru perusahan Cabang ini hanya di hadiri oleh Jimmy seorang tanpa kehadiran Jack sebagai bos besar sebenarnya. Jack sedang di hotel tidak ikut menghadirinya. Jack sedang menyusun rencana untuk mendatangi rumah keluarga Caca.


Jimmy pun menghadiri acara pembukaan itu dari sore hari hingga malam hari. Saat malam hari Jimmy membawa semua karyawan barunya untuk merayakan pembukaan ini di sebuah restoran.


Saat sedang di restoran bersama karyawab-karyawan perusahaan Jimmy di telepon oleh Jack untuk segera balik ke hotel. Jimmy langsung berpamitan pada semuanya lalu meninggalkan restoran tersebut menuju hotel. Jimmy pun pulang larut malam setelah acara pembukaan itu, lalu ia masuk ke dalam kamar Jack karena di panggilnya.


“Ada apa?” tanya Jimmy.


“Bagaimana cara ku untuk menyakinkan keluarga Caca besok? Aku butuh saran darimu?” tanya Jack.


“Haha, soal itu.” Jawab Jimmy dengan tertawa.


“Kau jangan hanya tertawa, berikan aku saran mu?” ucap Jack dengan kesal.


“Selow bro, kau kan sudah di ajarin oleh guru mu bagaimana meminang seorang yang beragama islam. Jadi kau hanya tinggal memberitahukan niat baik mu pada keluarganya dengan memberikan seluruh informasi tentang mu untuk menjadi pertimbangan keluarganya Caca?” ucap Jimmy.


“Iya aku tau, tapi masalahnya bagaimana dengan informasi tentang diriku sebagai seorang ketua mafia?” tanya Jack.

__ADS_1


“Soal itu menurutku jangan kau katakan terlebih dahulu. Setelah kau menikah dengannya kau harus memberitahukan Caca secara pelan-pelan. Pasti dia akan menerimanya.” Jawab Jimmy.


“Kau yakin?” tanya Jack.


“Aku yakin. Lagi pula kau bukan ketua mafia yang terlalu jahat menurut ku. Kita juga melakukan semua itu untuk menghukum orang-orang yang bisa membeli hukum seenaknya saja. Jadi kau tenanglah.”


“Tapi aku takut kehilangan Caca ketika dia tau siapa aku sebenarnya.” Ucap Jack.


“Percayalah kau mampu untuk mendapatkan dirinya dan mempertahankan dirinya bersama denganmu selamanya.” Jawab Jimmy.


“Yang lebih kau pusingkan bukan menyakinkan keluarga Caca atau mendapatkan Caca namun musuh-musuh mu yang akan mengetahui keberadaan Caca. Caca akan menjadi kelemahan mu di mata para musuh-musuh mu.” Ucap Jimmy


lagi


“Kau benar Jim, yang harus aku fikirkan adalah bagaimana cara ku untuk melindungi Caca dan keluarganya dari musuh-musuh ku.” Jawab Jack.


“Baiklah kita harus bersiap-siap untuk berangkat ke pulau sebelah di mana keberadaan calon mertua mu tinggal dan tempat tinggal calon istri mu.” Ucap Jimmy.


Jimmy pun keluar dari kamar Jack kemudian masuk kekamarnya dan bersiap-siap untuk pergi.


Mereka pun sudah keluar dari hotel membawa kopernya dan pergi menggunakan mobil yang sudah di siapkan oleh anak buahnya. Sekitar tiga jam yang di butuhkan untuk sampai ke tempat tinggal Caca menggunakan helikopter. Oleh karena itu Jimmy dan Jack menggunakan helikopter setelah di antar oleh anak buahnya menggunakan mobil dari hotel ke bandara.


Setelah sampai di pulau itu, Jack dan Jimmy menggunakan kendaraan mobil menuju hotel yang dekat dengan kota di pulau itu untuk beristirahat. Mereka beristirahat sampai siang hari setelah melakukan perjalanan malam ke pulau itu.


Pelayan hoten datang membawakan makan siang Jack dan Jimmy di kamar mereka masing-masing. Mereka yang tertidurpun terbangun atas pencetan bel yang terdengar dari luar. Setelah membuka pintu kamar hotel masing-masing, pelayan itu datang membawa makan siang yang di letakkan di meja kamar hotel mereka.


Jack dan Jimmy yang sudah terbangun dari tidur, mereka bergegas untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah mandi dan menggunakan pakaian merekapun memakan makanan yang sudah di antar oleh pihak hotel ke kamar mereka.


Jimmy yang sudah selesai makan siang pergi menuju kamar Jack.


“Jam berapa kita akan pergi kerumah Caca?” tanya Jimmy yang sudah berada di dalam kamar Jack.

__ADS_1


“Apakah kau sudah menyuruh mereka untuk menyiapkan hal-hal yang sudah aku perintahkan?” tanya Jack soal barang-barang hantaran untuk melamar Caca.


“Sudah, nanti akan aku hubungi kembali mereka tentang itu.” Jawab Jimmy.


“Tiket yang sudah aku perintahkan sudah?” tanya Jack pada Jimmy tentang lima tiket perjalanan dua bulan yang akan datang.


“Soal itu kita tidak bisa sesuai dengan target. Jadi tiket itu di ganti dengan hal lain yang sebenarnya hampir sama seperti yang kau mau.” Jawab Jimmy.


“Baiklah tidak apa-apa, lalu d mana tiket itu?” tanya Jack.


“Ini,” jawab Jimmy yang mengeluarkan tiket dari kantong jasnya.


“Bagus. Kau hubunginlah mereka untuk mempersiapkan semuanya. Dua jam lagi kita akan pergi ke rumah Caca untuk meminangnya.” Perintah Jack pada Jimmy.


“Oke,” jawab Jimmy.


Jimmy pun keluar dari kamar hotel untuk mengecek semua rencana pinangan Jack di rumah Caca. Jimmy memeriksa semua keperluan untuk di bawa ke rumah Caca dengan para bahawannya.


Bawahan Jimmy sudah membeli beberapa brownis, buah, pakaian, dan kendaraan yang akan digunakan oleh mereka untuk mengatar Jimmy dan Jack kerumah orangtua Caca.


“Sudah siap semua hal yang di perlukan?” tanya Jimmy pada bawahannya.


“Sudah tuan,”


“Baiklah satu jam lagi kita akan berangkat, kalian silahkan datang nanti kehotel untuk menjemput kami.” Ucap Jimmy.


***Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah


membaca.

__ADS_1


Happy Reading guys***


__ADS_2