
Caca yang terbangun setelah sejam menutup mata. Tubuh Caca yang miring ke arah kanan dan tangan yang meraba-raba kasur. Caca tidak menemukan sosok yang biasa dia peluk dalam tidur yaitu Jack. Itulah alasan yang mmebuatnya terbangun. Caca pergi melihat ke kamar mandi namun tidak menemukan Jack. Berjalan lagi ke ruangan pakaian ganti namun tidak menemukan juga.
Caca keluar dari kamar dan mencari ke dalam ruang kerja Jack, namun melihat keadaan mansion yang sunyi karena sudah malam dan tidak mendapatkan sosok Jack di sekitar itu. Dirinya kembali masuk ke kamar dan mencari ponselnya. Karena tidak menemukan Jack di dalam kamar dirinya menelpon Jack. Caca khawatir apa yang terjadi dengan suaminya karena ini sudah malam. tidak seperti biasanya Jack selalu berpamitan dengan dirinya kemanapun ia pergi. Fikiran negative masuk ke diri Caca tentang Jack.
Jack keluar dari dalam ruangan dan menyerahkan dulu kepada Max dan Billy. Jack mengangkat telepon dari Caca.
“Hubby dimana?” tanya Caca dari suara ponsel Jack.
“Ada sedikit urusan mendadak diluar, jangan khawatir. Tidurlah lagi, aku akan segera kembali setelah urusan selesai.” Jawab Jack.
“Kemana? Yang aku tanyakan kemana? Kenapa menjawabnya seperti itu?” tanya Caca penuh dengan kecurigaan.
“Kantor mylotus.” Jawab Jack yang berbohong.
“Aku ingin melakukan VC untuk memastikannya.” Ucap Caca.
“Tidak bisa mylotus. Sudah dulu aku harus mengecek beberapa masalah di kantor.” Jawab Jack memutuskan panggilan telepon Caca.
Jack menyimpan ponselnya kembali ke dalam kantong celana dan kembali masuk kedalam ruangan untuk menyelesaikan semuanya. Sementara Caca benar-benar kesal dengan Jack yang sepertinya berperilaku berbeda dari biasanya.
“Apa yang sedang dia lakukan? Apakah dia sedang bersama dengan wanita lain? Tidak-tidak, tidak mungkin suamiku begitu apalagi seorang Jack.” Jawab Caca.
“Sudahlah aku tidur.” Jawab Caca namun tidak bisa tertidur karena masih kefikiran tentang Jack hingga subuh Caca tidak tertidur menunggu kepulangan Jack.
Banyak hal yang dilakukannya. Mulai dari membaca buku hingga menonton film agar membuatnya lelah dan tertidur. Tapi semua yang dilakukan gagal dan tetap saja masih mengkhawatirkan Jack dan berfikir yang tidak-tidak.
“Kita harus segera menyelesaikannya.” Ucap Jack setelah masuk kembali.
“Siapa kau sebenarnya?” tanya Tara.
__ADS_1
“Iya siapa kau? Kenapa kau menggunakan topeng itu?” Tanya Tari.
“Bukanya kau mengenalku sebagai Jimmy Tara? Dan mengenalku sebagai Billy, Tari?” tanya Jack yang duduk kembali.
“Tapi kenapa Billy yang asli ada di samping mu dan Jimmy yang asli ada di pernikahan itu?” tanya Tara.
“Dia sudah mengakui perbuatannya tentang kematian kedua orangtua asuhnya. Apalagi yang akan kita lakukan?” tanya Max yang berjalan berbisik ke Jack.
“Billy pergi ke dalam ruang kerja untuk membuat pernyataan keseluruhan saham perusahaan D atas namanya, dan buat mereka berdua menandatanganinya.” Jawab Jack kepada Billy dengan membisikkannya.
“Apa yang sedang kalian bertiga rencanakan?” tanya Tara.
“Kenapa kau begitu tega dengan kami Billy?” tanya Tari yang masih ditutupi oleh rasa cintanya dengan Billy.
“Aku? Apa urusan kau denganku, aku beritahu kepada kalian berdua. Bahwa selama ini yang selalu bertemu dengan kalian ada dia, aku dan Jimmy hanyalah sebuah identitas saja.” Jawab Billy yang berdiri dari kursi dan bergegas keluar untuk melaksanakan perintah Jack.
“Max sepertinya yang pantas untuk menghukum mereka adalah dia. Aku akan memberitahu dirinya sendiri. Aku juga tidak bisa berlama-lama karena Caca pasti mengkhawatirkan aku.” Jawab Jack.
“Baguslah aku serahkan kepada kalian.” Jawab Jack yang berdiri dan melangkah menuju pintu keluar.
“Kemana kau akan pergi? Kenapa kau tidak menunjukkan wajah aslimu?” tanya Tara.
“Pergilah Jack jangan pedulikan mereka.” Bisik Max.
Hingga akhir Jack tetap tidak menunjukan wajah aslinya kepada Tara dan Tari. Jack bergegas meninggalkan markas dan kembali ke mansion. Sedangkan Max malah ingin bermain-main dengan Tara dan Tari.
“Entah kenapa aku terlalu suka dengan orang yang memiliki kuku tangan yang cantik seperti in.” ucap Max yang melihat kuku Tara dan Tari panjang-panjang dan menggunakan cat kuku berwarna merah darah.
Tangan mereka yang sedang berada di atas kursi di ikat, Max mengambil penjepit untuk mencabut kuku mereka berdua.
__ADS_1
“Bagaimana jika kita bermain permainan tanya jawab, jika kalian berbohong akan mencabut satu kuku jari tangan kalian. Ehmmm tapi tidak-tidak, aku sudah tidak tahan ingin mencabutnya.” Jawab Max yang mendekati dan mengarahkan menjepit itu ke kuku Tara pada jari tangan kanan tepatnya di
jari telunjuk Tara.
“Au. Kau benar-benar psikopat.” Ucap Tara yang kesakitan.
“Terimakasih atas julukkannya.” Jawab Max dengan senyuman sinisnya.
Max melanjutkan aksinya untuk mencabut kuku jari tangan Tari sebelah kiri tepatnya jari manis.
“Au. Sakit sekali, perih. Kau benar-benar sudah gilak. Laki-laki brengsek.” Ucap Tari sambil meludahi Max namun tidka berhasil.
“Hahahaha, kalian mengkatakan aku brengsek? Lalu kalian apa? Membunuh satu keluarga yang sudah mengasuh kalian dari jalanan?” tanya Max yang duduk di tengah mereka sambil menjambang kedua rambut mereka dengan tangan Max.
“Sakit.” ucap mereka berdua.
Max membungkam kedua mulut Tara dan Tari agar tidak berisik.
“Begini beres.” Jawab Max yang sudah menutup mulut mereka berdua dan kembali duduk di meja menghadap mereka berdua pada posisi di tengah-tengah.
“A.” suara tidak jelas dari kedua mulut mereka yang tertutup dan mencoba terus berontak.
“Tenanglah. Ingin mendengar kebenaran yang ada?” tanya Max dengan membersihkan pisau bedah kecil dan jepitan kecilnya dari darah mereka berdua dengan tisu miliknya.
“Kalian beruntung tidak berhadapan dengan Jack, mungkin saja kalau dia seperti yang dulu kalian bisa saja sudah kehilangan satu persatu anggota tubuh kalian. Di mulai dari semua kuku jari dan jari-jari tangan kalian
yang akan dipotong olehnya. Dan membiarkan kalian berdua mati setelah kehilangan banyak darah. Atau menyiksanya lebih kejam dari itu.” Jawab Max berjalana mengambil kotak obat untuk mengobati luka pipi dan kuku jari mereka berdua.
“Aku mengobati kalian karena kalian harus menerima banyak hukuman dari orang yang pantas. Ohnya kalian tidak mengenal siapa itu Jack? Baiklah aku akan menceritakannya dengan pelan.” Jawab Max yang menghentikan pendarahan pada luka mereka.
__ADS_1
“Jack adalah orang ada di balik topeng itu. Dialah orang yang selama ini kalian sukai tanpa sepengetahuan kalian. Dan kenapa dia tidak menghukum kalian mungkin seperti pepatah yang mengkatakan bahwa cinta bisa mengubah orang. Karena dia sudah menemukan orang yang dicintainyalah dia berubah.” Jawab Max selesai memperban mereka.
Billy masuk ke dalam dan meminta cap jempol mereka berdua untuk sebagai bukti bahwa perusahaan mereka akan diserahkan atas nama Deni. Mereka tidak bisa menolakkanya karena Max dan Billy sudah memaksa mereka berdua.