I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Terkejut


__ADS_3

Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.


“Kenapa kau tak mengenali diriku my lotus,” ucap Jacob dari balik pintu.


Caca yang lelah dengan apa yang sedang terjadi hari ini membuat dirinya tertidur begitu saja dengan cepat.


Jacob yang terus berdiri di depan pintu seperti seorang pengawal yang berjaga di tengah malam. Jacob menunggu suara yang ada di dalam tidak bersuara lagi, ia menunggu Caca tertidur lalu masuk kedalam kamar lagi.


Saat Caca sudah tertidur dengan nyeyak, Jacob masuk ke dalam kamar melihat Caca yang berbaring di atas tempat tidur. Jacob memandanginya dengan sangat lama di depan pintu kamar. Kemudian ia berjalan mendekati Caca.


Jacob membuka pakaiannya hingga hanya menggunakan celana boxer saja. Lalu Jacob naik ketempat tidur. Jacob menarik selimut ke tubuh mereka dan berbaring di mana Caca berbaring tidur.


Jacob membaringkan dirinya menghadap ke arah Caca, kemudian ia mengelus rambut kepala Caca dengan tangan kanannya.


“Jangan pergi lagi dari sisiku, aku bahagia kau sudah baik-baik saja.” Ucap Jacob.


Caca yang merasakan sentuhan Jacob membalikkan badannya kemudian memeluk badan six-pack Jacob seperti bantal guling. Caca yang merasa nyaman dengan memeluk Jacob tanpa sadar. Sedangkan Jacob sangat senang saat Caca memeluk dirinya.


“Kau masih saja seperti dulu, selalu nyaman saat tertidur saat memeluk badanku.” Ucap Jacob.


Jacob juga membalas pelukkan Caca dengan memeluk kembali di dalam selimut itu.


“Aku juga sangat nyaman saat kau berada di sisiku my lotus,” Ucap Jacob yang kemudian mencium bibir Caca lagi yang sedang tertidur.


Jacob yang terus memandangi diri Caca hingga ia tidak mau mengedipkan matanya sedetikpun. Namun lama kelamaan Jacob pun merasa lelah dan mengantuk.


“Aku berharap ketika aku terbangun besok pagi akan tetap melihat mu Ca.” Ucap Jacob yang mencium bibir Caca dan wajahnya kemudian memejamkan matanya dan tertidur.


“Aku berharap kau akan tetap bersama dengan...ku,” ucap Jacob lalu tertidur.


Mereka yang sudah tertidur sangat pulas di villa pohon hutan. Sedangkan Jimmy, Max, Billy dan Deni sedang berada di ruang utama tamu mansion ( lantai 1).


Deni dan Jimmy yang sedang turun dari lift menuju keluar mansion. Billy dan Max yang masuk ke mansion. Mereka bertemu kemudian berkumpul di ruang tamu.


“Kalian tidak usah panik mencari keberadaan Caca,” ucap Billy.


“Maksudnya? Dan kenapa kalian kembali?” tanya Jimmy.


“Caca bersama Jack,” jawab Max.


“Bukankah tadi kita melihat dia itu bukan Jack melainkan Jacob?” tanya Jimmy.


“Astaga,” ucap Billy.


“Aku dan Billy lupa kalau tadi Jacob bukan Jack. Kami tadi melihat Jacob memeluk Caca dan menciumi Caca jadi kami kembali tidak ingin menggangu mereka.” Jawab Max.


“Kalian gila, jadi dimana mereka sekarang?”ucap Jimmy.


“Tunggu dulu, apakah kalian tidak merasa aneh?” tanya Deni.

__ADS_1


Mereka berempat saling pandang memandang lalu...


“Bentar, maksud mu kenapa Jacob bisa memeluk dan mencium Caca?” ucap Billy.


“Iya, bukan kah kau dan Max yang lebih mengenal Jack.” Ucap Jimmy.


“Aku juga baru sadar, bukan kah Jack maupun Jacob memiliki penyakit OCD terhadap wanita?” tanya Billy.


“Iya aku juga baru ingat,” jawab Max.


“Aku juga berfikir seperti itu,” ucap Deni.


“Aku juga,” ucap Jimmy.


“Lalu kenapa Jacob bisa memeluk dan mencium Caca?” tanya Jimmy.


“....” mereka semua menggelengkan kepala.


“Jadi kita harus bagaimana?” tanya Jimmy dengan panik.


“Aku juga tidak tahu,” ucap Deni.


“Satu-satunya cara buat Jacob tertidur.” Jawab Billy.


“Aku juga baru sadar akan hal itu? Bukankah Jack akan kembali jika Jacob sudah tertidur atau sudah puas membunuh.” Ucap Max.


“Iya, kau benar.” Ucap mereka bertiga dengan serentak.


“Apa?” ucap mereka bertiga dengan kompak.


“Max loe punya obat biuskan? Dan Deni siapkan pistol yang kau rancang untuk menembakkan obat bius.” Ucap Billy.


“Maksud kau kita akan mentidurkan Jacob secara paksa dengan obat bius?” tanya Deni.


“Tentu,” jawab Billy.


“Aku setuju,” ucap Jimmy.


“Berlian, tunggu aku akan mengambil obat biusnya.” Ucap Max.


“Aku juga akan ambil pistolnya,” jawab Deni.


Max yang berjalan menuju kamarnya untuk mengambil obat bius. Deni yang juga menuju kamarnya untuk mengambil pistol yang di maksud. Sementara Jimmy dan Billy duduk di ruang tamu menunggu mereka berdua.


“Tapi apa yang gue lihat tadi, Jacob seperti sangat menyayangi Caca. Ekspresi seorang lelaki yang rindu dengan kekasihnya.” Ucap Billy pada Jimmy.


“Benarkah?” ucap Jimmy.


“Iya. Aku sudah kenal lama dengan kepribadian dia dari kecil. Namun aku baru mengetahui bahwa dia memiliki dua kepribadian ganda.” Jawab Billy.


“Iya aku juga mengetahui bahwa kau, Jack dan Max di besarkan di tempat yang sama. Tapi bukannya Jacob itu sisi hitam dari seorang Jack. Seharusnya dia memiliki sifat suka bermain dengan wanita yaitu kebalikkan dari sifat asli Jack.” Ucap Jimmy.

__ADS_1


“Tidak kau salah Jim, seperti yang aku katakan tadi dengan Max. Baik Jack maupun Jacob memiliki penyakit OCD. Bahkan penyakit itu sebenarnya berasa dari Jacob. Jadi tidak mungkin Jacob bisa memeluk dan mencium Caca seperti apa yang aku lihat tadi.” Jelas Billy.


“Benarkah?” tanya Jimmy.


“Iya,” jawab Billy.


Max dan Deni pun datang kembali membawa obat bius dan pistol.


“Ayo!” ucap Deni yang sudah tidak sabar.


“Tunggu dulu,” ucap Max.


“Apa lagi?” tanya Deni.


“Kita berempat yang akan ke sana?” tanya Max.


“Tentu,” ucap mereka bertiga.


“Jangan sampai kita di ketahui Jack. Billy yang akan menembakkannya.” Ucap Max.


“Harus,” ucap Jimmy.


“Karena dia yang paling oke soal menebak jitu di bandingkan dengan gue,” ucap Deni.


“No, kali ini ku serahkan padamu.” Ucap Billy.


“Dasar kalian berdua, selalu saja seperti itu.” Ucap Jimmy.


“Sudahlah ayo jangan buang-buang waktu sebelum Jacob akan melukai Caca.” Ucap Max.


“Iya, ayo cepat. Jangan sampai adik baru ku kenapa-kenapa.” Ucap Jimmy.


“Ayo!” ucap mereka bersama sambil berjalan menuju hutan.


Mereka berempat berjalan bersama menuju taman belakang. Masuk ke pintu hutan dan menaiki lift untuk ke atas taman hutan.


“Kenapa mereka sudah tidak ada?” ucap Max.


“Apa mereka sudah tidak di sini?” tanya Jimmy.


Walaupun mereka adalah sahabat yang di anggap oleh Jack sebagai saudaranya namun mereka berempat tidak ada yang pernah di izinkan oleh Jack untuk masuk ke taman hutan ini.


Jack menyembunyikan villa pohon yang ada di dalam hutan ini. Jack melakukan semua ini karena untuk  menyembunyikan semua tentang Jacob. Karena jika Jacob mengetahui bahwa tempatnya diusik oleh orang lain dia tindak akan menyukainya.


“Bukankah kita semua mengetahui bahwa Jack pernah berkata bahwa di dalam taman hutan ini ada sebuah villa khusus untuk Jacob dan dirinya menenangkan fikiran?” ucap Deni.


“Benar,” ucap mereka bertiga.


“Walaupun kita semua tidak diizinkan kemari. Ayo kita ke sana!” ucap Deni.


Mereka semua pergi menuju villa lalu masuk dengan gampang kedalam karena pintunya sudah rusak akibat dobrakkan Jacob. Lalu mereka terkejut saat membuka pintu kamar. Mereka melihat sebuah pemandangan yang tidak di percaya oleh mereka berempat.

__ADS_1


__ADS_2