I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Rencana Jocob menyelamatkan John


__ADS_3

John dan Andrew yang baru saja tiba di bandara langsung menuju lobi untuk mencari taksi. Mereka memang tidak ada membawa pakaian karena bisa membeli saja di tempat ini. Andrew memanggil taksi kemudian masuk bersama dengan John. Andrew memberi perintah kepada supir taksi menuju tempat Jack.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di tempat alamat yang dituju namun mereka harus berjalan lagi untuk menuju ke kuil. Andrew sudah menyewa sebuah sepeda motor menuju kuil tersebut oleh karena itu mereka lanjut mengendarai sepeda motor setelah mengendarai taksi. Sekitar berapa meter mereka sampai di tempat tujuan dan saat itu Jack sedang berlatih samurai di perkarangan depan kuil.


“Kau semakin hebat Jack!” panggil John yang baru saja tiba langsung berlari menuju tempat Jack.


“Orang-orang ini masih saja memanggilku Jack padahal aku Jacob. Tapi tidak apa-apa dengan begini mereka tidak akan pernah mengetahui bahwa sosok Jack sudah lama tertidur pada tubuh ini.” Ucap Jacob dalam hati.


“Kenapa kau kemari?” tanya Jacob.


“Tidak apa-apa, aku dan ayah hanya rindu padamu.” Jawab John dengan polos.


“Oh,”


“Apakah Jack tidak merepotkan mu selama ini?” tanya Andrew pada biksu sebagai pelatih Jacob.


“Tidak ada, dia anak yang cerdas. Tidak sulit bagiku mengajarinya.” Jawab pelatih.


“Kalian pasti lelah, masuklah akan aku buatkan minuman dan makanan untuk kalian.” Ucap pelatih lagi.


Mereka masuk ke dalam kuil yang kecil tersebut dan kemudian menyantap makanan yang sudah di hidangkan sambil berbincang. Jacob dan John pergi keluar untuk berjalan-jalan. John meminta kepada Jacob untuk mengantarnya keliling daerah tempat ini.


“Pada akhirnya kau melanjutkan pekerjaan ayah dan ibu mu?” ucap Andrew.


“Seperti inilah rasa pengabdian itu Andrew. Bagaimana keadaan mu dan bagaimana mungkin James bisa meninggal begitu saja?” tanya pelatih.


“Awalnya aku tidak percaya dia bisa meninggal seperti itu, seperti ada campur tangan rencana jahat orang lain untuk membunuhnya. Namun kami tidak memiliki bukti, bahkan kami tidak menemukan jasad dan kepingan kapal selamnya.” Jawab Andrew.


“Aku turut perihatin tentang itu terutama pada anak-anaknya. Yang bisa ku lakukan untuk membalas budi James hanya melatih anaknya saja.” Jawab pelatih.


“Sudahlah, kita berlima adalah rekan satu tim selama lima tahun pelatihan. James sebagai ketua sudah menjadi kewajibannya selalu melindungi kita di setiap misi.” Jawab Andrew.


“Saat ini yang tersisa hanya aku dan kau saja. Mike meninggal karena kebakaran di rumahnya, James meninggal karena tugas di dasar laut, dan Kou meninggal karena misi kita waktu itu.” Ucap pelatih yang berfikir masa lalu.


“Sudahlah jangan bahas masa lalu lagi, jadi bagaimana dengan perkembangan Jack?” tanya Andrew.

__ADS_1


“Dia anak yang cerdas dan jenius. Aku hanya sekali memberinya pembelajaran, dia langsung mengerti. Walaupun sifatnya yang tidak terlalu banyak berbicara dan selalu menutup diri.” Ucap pelatih.


“Sepertilah dia Kagami. Bahkan sudah tinggal bersama kami dua tahun ini dia tidak pernah berbicara pada kami. Dia lebih banyak berpetualang di hutan dan ikut pelatihan di camp pelatihan kita dulu. Dan untuk pertama kalinya dia berbicara kepada kami saat dia ingin belajar samurai. Makanya aku kirim dia ke sini untuk berlatih dengan mu.” Jawab Andrew.


“Sudahlah mungkin takdir dirinya yang membuat sifatnya seperti itu. Lagian aku dank au sama-sama sulit memiliki anak, dan mereka merupakan perantaraan itu untuk kita.” Jawab Kagami.


“Jadi maksudmu istrimu saat ini sedang hamil?” tanya Andrew.


“Kau benar, baru satu bulan.” Jawab Kagami.


“Mungkin memang benar, dulu setelah delapan tahun penantian kami dengan Katie baru mendapatkan anak perempuan.” Jawab Andrew.


“Mereka adalah anak yang membawa keberuntungan namun nasib buruk selalu datang kepada mereka.” Jawab Kagami.


“Nasib harus kehilangan kedua orangtua di saat usia muda.” Jawab Andrew.


“Sudah sewajarnya mereka kita anggap sebagai anak kita.” Jawab Kagami.


“Kau benar.”


“Kau suka di tinggal disini?” tanya John.


“Lumayan,” jawab Jacob.


“Maaf membuatmu selalu menjadi orang yang selalu melindungiku.” Ucap John secara tiba-tiba.


“Bukan kah sudah menjadi tugas seorang kakak untuk melindungi adiknya?” tanya Jacob.


“Tapi kau sudah terlalu banyak berkorban, kali ini biarkan dirimu mencari kebebasan dan izinkan aku untuk melindungi diriku sendiri. Karena aku akan berusaha menjadi kuat sama sepertimu.” Jawab John.


“Kenapa kau berbicara seperti itu?” tanya Jocob.


“Karena semenjak kau menggantikan ku di rumah dengan nenek sihir itu, aku berusaha untuk mengikuti mu menjadi kuat.” Jawab John.


“Sudahlah jangan bahas itu lagi. Yang berlalu biarlah berlalu, dan sekarang kau semakin mandiri dan bijaksana. Jadi aku akan mendukungmu.” Jawab Jacob.

__ADS_1


“Kau tunggulah di sini aku akan membelikan es cream buat mu di situ.” Ucap John yang melihat ada penjual es cream di jalan itu.


“Baiklah, aku juga mau ke toilet.” Jawab Jacob.


Saat mereka sedang berpisah ternyata ada dua orang lelaki yang sedang memperhatikan John.


“Benarkan itu anak yang harus kita culik?” tanya penculik 1.


“Iya sesuai dengan photo. Ayo tunggu apalagi, langsung kita tangkap selagi masih sunyi.” Jawab penculik 2.


Mereka berhasil menangkap John kemudian di masukkan kedalam mobil, sementara saat mereka ingin menjalan mobil untuk kabur salah satu penculik ingin pergi ke toilet. Dan saat itu Jacob mengetahui bahwa John di masukkan kedalam mobil. Jacob secara diam-diam juga masuk kedalam mobil itu untuk menyelamatkan John.


“Aku ingin ke toilet dulu, kau disini saja jaga anak itu.” Jawab penculik satu.


“Oke, aku akan menelpon bos besar.” Jawabnya.


“Sttttt! Diamlah aku akan melepaskanmu, jadi sekarang tenang.” Ucap Jacob yang sudah masuk kedalam mobil dan memerintahkan John untuk tenang.


“Bos aku sudah menangkapnya, benarkan ini dia bos.” Ucap penculik dua yang video call dengan Jessi.


“Kerja bagus, bawa dia segera ke markas.” Ucap Jessi.


“Baik Bos,” jawabnnya.


Telepon dimatikan kemudian penculik 2 merasa dirinya sedang sudah terlalu lama menunggu penculik satu maka dia berinisiatif untuk menyusul temannya.


“Aku tinggal saja dia, tidak ada orang juga dan lagi dia sudah aku ikat tidak mungkin kabur.” Jawabnya.


Saat penculik itu tidak ada di mobil Jacob dan John mulai beraksi. Mereka menukar baju masing-masing untuk mengelabui musuh.


“Buka baju mu dan berikan padaku, setelah itu kau ikat aku.” Ucap Jacob.


“Tapi kita bisa pergi bersama,” jawab John.


“Jangan, aku mau kau kembali ke kuil dan beritahukan kepada Andrew apa yang sedang terjadi. Kau juga mengetahui bagaimana penyihir itu. Aku mau bertemu dengannya sekali lagi.” Jawab Jacob.

__ADS_1


“Tapi..” ucap John.


__ADS_2