
Jimmy menjelaskan tentang latar belakang keluarga Kevin dan juga siapa sebenarnya Kevin selain menjadi professor di kampus Caca kepada Jack. Jack mendengarakan semua penjelasan Jimmy sehingga merespon untuk merencanakan pembalasan dendam kepada Kevin.
“Jadi maksudmu dia adalah penerus Black Blue milih ayahnya? Lalu kita ada bekerja sama dengan perusahaan ayahnya dan juga perusahaan teknologinya?” tanya Jack kepada Jimmy.
“Iya, seperti itulah.” Jawab Jimmy yang sudah menjelaskan semua informasi yang sudah dia kumpulkan itu.
“Hmmm,” Jack memegang dagunya dengan tangan kanan sambil berfikir tentang bagaimana rencana untuk memberi pelajaran kepada Kevin.
Dalam sepuluh menit Jack merencanakan dengan sempurna tentang pembalasannya kepada Kevin.
“Aku akan memerintah Billy untuk menghancurkan perusahaan miliknya beserta perkumpulannya di Jepan. Dia akan di bantu oleh Max karena Max sedang berada di sana. Sedangkan kau akan mengurus penurunan saham keluarganya hingga bisa kita beli dengan harga yang murah. Soal Kevin sendiri biar aku yang akan menyelesaikannya.” Jawab Jack.
“Jadi kau berencana menghancurkan dirinya hingga akarnya?” tanya Jimmy.
“Tentu, suruh siapa dia mengganggu orang yang paling penting dalam hidupku.” Jawab Jack dengan ekspresi yang sinis.
“Baiklah, aku akan memerintah Billy dan Max melaksanakannya besok. Sedangkan hari ini akan kita tekan perusahaan Ayah Kevin.” Jawab Jimmy.
“Baiklah, aku akan membersihkan diri terlebih dahulu. Aku sudah gerah.” Jawab Jack yang kemudian melangkah kembali ke kamar untuk mandi.
“Oke,” jawab Jimmy.
Jack yang pergi meninggalkan ruang tamu utama menuju kamarnya untuk mandi. Sementara Jimmy berusaha menjelaskan keadaan kepada Max dan Billy. Pertama-tama dia akan menelpon Billy untuk memerintahnya ke Jepang.
“Billy!” panggil Jimmy lewat telepon.
“Ada apa?” tanya Billy yang masih berada di hotel pantai itu sedang dalam keadaan baru terbangun.
“Ada sesuatu yang harus kau bereskan di Jepang. Ini perintah Jack.” Jawab Jimmy.
“Ha? Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Billy yang penasaran hingga bangkit dari tidurnya.
“Caca di hampir di lecehkan oleh Kevin, penerus gang Black Blue.” Jawab Jimmy.
“Apa? Brengsek! Berani sekali dia ingin melecekan kakak ipar. Tunggu!” Jawab Billy.
“Sekarang berangkatlah ke Jepang.” Jawab Jimmy.
“Kevin yang pernah bersaing dengan ku di bidang IT program itu?” tanya Billy.
__ADS_1
“Iya,” jawab Jimmy
“Baiklah, aku akan segera menuju tempat.” Jawab Billy
“Ingat untuk menghancurkan mereka tanpa sisa.” Jawab Jimmy.
“Soal itu jangan di perjelas lagi. Pasti akan aku lakukan. Sudah lama juga tidak menjadi hacker untuk menghancurkan sebuah perusahaan.” Jawab Billy.
“Oke aku tutup.” Ucap Jimmy yang mematikan panggilannya.
“Iya,” jawab Billy.
Billy bersiap-siap akan pergi ke Jepang dengan menggunakan helikopter adalah hal paling cepat untuk sampai ke sana dan akan mendarat di perusahaan Cabang Sandreas di Jepang. Sedangkan Jimmy menelpon Max untuk memberitahukannya.
“Iya ada apa Jim?” tanya Max yang masih memeriksa pasien di sebuah ruangan.
Perawat dan Kazumi melihat Max yang langsung menerima telepon walaupun sedang memeriksa pasien atau di saat jam kerja. Padahal biasanya dirinya selalu professional. Hal itu membuat Kazumi sangat penasaran siapakah yang sedang menelponnya.
“Aku serahkan pasien ini kepadmu, aku permisi dulu.” Ucap Max kepada Kazumi kemudian pergi keluar ruangan.
“Kau masih memeriksa pasien?” tanya Jimmy.
“Aku sudah berada di luar ruangan. Ada apa kau menelpon?
“Kevin yang pernah bersaing dengan Billy soal IT?” tanya Max yang masih mengingat kejadian lalu di saat mereka masih umur 20an.
“Iya kau benar. Kalian di tugaskan untuk menghancurkan perusahaan IT Kevin kemudian menghancurkan geng mereka segera mungkin.” Jawab Jimmy.
“Maksudnya aku dan Billy?” tebak Max kepada Jimmy.
“Yap, kau benar. Billy sedang berada dalam perjalanan untuk ke sana.” Jawab Jimmy.
“Baiklah aku akan segera mempersiapkan Mafioso kita yang ada di sini.” Jawab Max.
“Oke, kabari aku info selanjutnya. Aku tunggu kabar baik dari kalian.” Jawab Jimmy menutup telpon .
“Oke,” jawab Max.
Max menempatkan ponselnya di jas dokternya kemudian meminta cuti selama dua hari kepada pihak rumah sakit dengan alasan urusan keluarga. Max menuju ruangan Hans untuk melaporkannya. Kemudian dia di setujui dengan catatan dia akan mengganti hari cuti ini dengan hari weekend dirinya.
__ADS_1
Kazumi ingin sekali bertanya tentang apa yang terjadi, mengapa Max sangat terburu-buru setelah menerima panggilan telepon itu. Namun Kazumi tidak memiliki keberanian dan kepentingan mengajukan pertanyaan itu. Kazumi menyimpannya di dalam hatinya dan kembali fokus dengan tanggung jawabnya.
Max berjalan menuju stasiun kereta api bawah tanah untuk pergi ke perusahaan cabang Sandreas. Saat dirinya tiba, ia bertemu dengan CEO yang memegang wewenang di perusahaan cabang tersebut. Max meminta bantuannya untuk mengumpulkan semua pasukkan Mafioso yang berada di Jepang untuk melaksanakan perintah Jack.
Max yang menunggu kedatangan Billy di perusahaan cabang Sandres dengan cara mengumpulkan semua anggota Mafioso untuk mempersiapkan diri menyerang tempat geng Black Dragon di sebuah mansion miliki Kevin di tengah hutan dan perusahaannya.
Semua orang berbisik karena sedang di kumpulkan di suatu aula besar di perusahaan Sandreas tersebut. Ruangan itu terdengar suara yang berisik dan sangat tidak kondusif. Mereka semua bertanya-tanya apa yang sedang terjadi mengapa mereka di kumpulkan di tempat ini secara serentak.
“Ada apa ini?”
“Kau juga di panggil di sini?”
“Kau dari distrik Utara?”
“Kau dari distrik Selatan?”
“Kau dari distrik Barat?”
Semua orang terus berbicara hingga akhirnya suasana menjadi diam saat Max berdiri di panggung aula tersebut. Semua orang terdiam dan keadaan menjadi sunyi.
“Kalian pasti mengetahui the five king wanted legendaris adalah tuan kalian?” tanya Max.
“Iya,” jawab mereka semua.
“Apakah kalian pernah bertemu dengannya selama ini?” tanya Max.
“Tidak,” jawab mereka serentah.
“Perkenalkan aku adalah salah satu dari mereka, Max Sandreas.” Ucap Max dengan lantang terdengar bergema di ruangan tersebut.
“Apa?”
“Jadi dia adalah tuan Max.”
“Apa yang sebenarnya terjadi?”
“Mengapa tuan Max sampai ke sini?”
Seluruh pertanyaan terus terlontarkan tanpa henti mendengar perkataan Max. Max mengangkat tangannya untuk membuat mereka semua diam dan kembali mendengarkan dirinya.
__ADS_1
“Selama ini kalian telah bergabung pada Dragon Black dan selalu setia. Namun kalian tidak pernah bertemu dengan kami para the five king wanted legendaris. Dan kalian pasti tau siapa tuan besar dari kelimanya?” tanya Max.
“Dragon King Sandreas, pria misterius yang sampai saat ini hanya beberapa orang yang mengetahui wajah aslinya.” Jawab mereka serantak dan yang di maksud mereka semua adalah Jack. Kebanyak orang mengenal sosok Jack dengan sebutan itu.