I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Pembasmian Toko Tato


__ADS_3

Max mendengarkan jawaban Kazumi dengan sangat jelas. Kazumi yang bersiap menunggu Max, menunggu Max untuk memastikan perasaanya terhadap dirinya. Max sangat senang namun tidak terlalu di ekspresikan dirinya di hadapan Kazumi. Hanya sebuah senyuman tipis yang terlihat di wajah Kazumi.


“Terimakasih telah bersedia menungguku.” Jawab Max dengan mengelus kepala Kazumi dengan lembut.


“Aku yang harus berterimakasih kepadamu karena telah di memberi kesempatan untukku.” Jawab Kazumi dengan malu-malu.


Max yang mengetahui bagaimana tingkah Kazumi saat ini sedang malu-malu setelah mengatakan perasaannya.


“Tidak terlalu buruk untuk mengatakan lebih dulu tentang perasaanmu.” Jawab Max.


“Tapi..” ucap Kazumi yang terbatah-batah.


“Anggap saja kau tidak mengatakannya lebih dulu. Aku tidak akan pernah mengungkitnya. Tenang saja.” Jawab Max.


“Baiklah.” Kazumi.


“Jangan pernah menangis lagi untuk diriku.” Jawab Max.


“Tapi aku tidak bisa menghentikan hal itu.” Jawab Kazumi.


“Jangan lakukan hal itu lagi. Jika kau sudah mengetahui siapa aku maka jadilah wanita yang tangguh.” Jawab Max menggenggam tangan Kazumi dan mengajaknya berjalan santai menelusuri taman itu.


“Pelan-pelan aku akan memberitahumu siapa diriku sebenarnya. Sambil menunggu aku memastikan perasaanku, aku juga akan memberikan mu berfikir untuk bisa menerimaku. Apakah kau tetap dengan perasanmu itu atau kau akan meninggalkanku? Semua keputusan ada padamu.” Jawab Max dengan serius.


Mereka membicarakan hal itu dengan baik sambil menikmati suasana taman bambu. Mereka menghabiskan waktu di sana beberapa jam, lalu Max mengantarkan Kazumi kembali ke restoran dan berpamitan.


“Aku akan selalu memberikanmu kabar.” Jawab Max sebelum meninggalkan Kazumi di restoran.


Beberapa hari setelah kejadian itu, Max dan yang lainnya segera melaksanakan aksinya. Dirinya segera dan Akashi sudah bersiap-siap untuk pergi ke toko tato yang sudah diberitahu oleh Hanz. Tepat sesuai waktu yang sudah di sampaikan oleh Hanz.

__ADS_1


Akashi yang berada di luar toko untuk berjaga-jaga, sedangkan Max yang sudah besedia untuk menggantikan Hanz. Max sudah menggunakan pakaian yang sesuai dengan penampilan yang biasa di lakukan oleh Hanz. Max menggunakan topeng milik Hanz juga yang di simpan di dalam apartemen Hanz.


Max langsung masuk kedalam toko tato tersebut dengan membawa beberapa perlengkapan yang sudah dia persiapakan. Sebelum masuk kedalam, Max seolah-olah sudah terbiasa datang ke dalam sana. Akting yang di lakukan oleh Max sudah sesuai dengan peran Hanz.


Seseorang datang membawakan sebuah buku hitam yang di berikan oleh pengunjung. Max dengan sigap mengetahui maksud dari hal tersebut langsung mengatakan kode rahasia yang sudah di beritahukan oleh Hanz. Pelayan itu mengantarkan Max ke depan sebuah lemari buku dan memerintahkan Max untuk mengeluarkan kartu ID yang dapat membuka akses ruang rahasia itu.


Ruang dengan meja panjang berwarna emas dengan dekorasi ruangan yang sangat simple tapi klasik karena ada beberapa pola khas jepang. Beberapa orang sudah duduk di kursi tersebut dan Max yang baru saja tiba langsung duduk di tempat duduknya.


Mereka semua menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya. Tidak lama mereka menunggu, datanglah seseorang yang di katakana sebagai pemimpin dari kelompok tersebut. Dia mulai rapatnya dengan mengatakan untuk melaporkan semua bisnis gelap mereka pada masing-masing orang dalam bulan ini.


Max mulai aksinya untuk membasmi mereka dengan cara yang paling tidak di sangka-sangka. Max mengeluaskan sebuah gas beracun yang di ciptakan dirinya itu. Gas yang di keluarkan dari sebuah botol parfume kecil berukuran 50ml itu di buka di bawah meja oleh Max tanpa suara.


Gas beracun itu adalah sebuah senjata biologis yang di ciptakan oleh Max dengan senyawa berbahaya. Senyawa yang akan membunuh seseorang dengan jangka waktu semenit setelah menghirupnya. Max yang menciptakan gas itu tentu saja memiliki penawarnya. Max sudah mensuntikkan penawarnya pada tubuhnya sebelum masuk ke dalam toko.


Max hanya tinggal menunggu waktu satu menit saja untuk hal ini bekerja. Mereka yang tidak curiga sama sekali dengan santai berdiskusi tentang pendapatan yang sudah mereka dapatkan pada bulan ini. dan berapa harga yang harus di bayar oleh mereka dengan penghasilan itu untuk kalajengking


iblis.


“Dia kenapa?” tanya seseorang yang berada di sampingnya kemudian menyusul menjatuhkan dirinya di atas meja.


Max juga berpura-pura menjatuhkan dirinya di atas meja. Bos yang berada di sana berjalan untuk memeriksa apa yang sedang terjadi.


“Mereka sudah tidak bernyawa. Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya dirinya kemudian melihat semua orang sudah terjatuh di atas meja.


Baru beberapa detik dia mempertanyakan hal itu, tiba-tiba dia juga menyusul mereka. Max yang sudah mengerti situasi sudah aman membuat dirinya terbangun dari kepura-puraan.


“Baiklah, karena kalian semua sudah meninggal di sini. Aku ingin mengetahui siapa kalian semua.” Ucap Max.


Max berjalan satu persatu ke kursi yang berada di meja itu untuk membuka topeng mereka. Memphoto mereka dengan kamera ponselnya dan juga memeriksa identitas mereka yang berada di dompet. Membutuhkan waktu setengah jam Max melakukan pemeriksaan itu. Setelah selesai mengambil informasi dari

__ADS_1


mayat-mayat itu, Max menelpon Akashi untuk segera beraksi.


Max keluar dari ruang rahasia itu dan memerintahkan anak buah Akashi untuk memasang bom di ruangan itu. Anak buah Akashi juga sudah bersiap menyirami minyak tanah di sekeliling toko dan bersiap untuk


membakarnya.


Orang-orang yang berada di dalam sudah di lumpuhkan oleh Akashi dengan membius mereka saja  tanpa harus mengeluarkan senjata api. Mereka sudah mengumpulkan mereka di dalam ruangan itu dan segera untuk membakar tempat.


“Apakah kau sudah selesai?” tanya Akashi.


Max menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar. Akashi mengikutinya dan segera keluar dari toko. Setelah mereka menjauh dari tempat itu, api sudah di nyalakan oleh anggota Akashi.


“Sudah membereskannya tanpa bukti?” tanya Akashi kepada anggotanya.


“Sudah tuan, semuanya sudah sesuai dengan rencana. Seolah-olah toko itu rusak karena listrik.” Jawab anggotanya.


“Baguslah, karena itu toko tato. Mereka menggunakan alat membuat tato dengan bantuan listrik dan tiba-tiba bom!” Jawab Akashi tertawa.


Mereka semua masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat setelah melihat semua api melahap toko itu. Semua orang yang berada di dalam itu juga tidak ada yang keluar, mereka di lahap dengan api juga. Sama seperti api yang melahap kayu-kayu itu menjadi arang lalu abu.


“Bagaimana rencana selanjutnya?” tanya Akashi.


“Aku akan mengirimkan semua wajah mereka di emailmu. Cari semua informasinya dan beritahu aku. Aku harus berangkat besok menyusul Richard ke tempat Billy.” Jawab Max.


“Baiklah. Tapi kenapa kau tidak menangkap bos itu saja dan mengintrogasinya?” tanya Akashi yang bermaksud untuk mencari informasi yang lebih kepada bos itu.


“Tidak perlu. Biasanya orang yang setia, tidak akan membuka mulut. Itu akan membuang-buang waktu kita saja.” Jawab Max.


“Jadi beginilah pemikiran kalian.” Jawab Akashi yang sedikit mengerti.

__ADS_1


“Iya. Terimakasih telah membantuku.” Jawab Max.


“Tentu saja.” Jawab Akashi.


__ADS_2