I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Penjelasan Siska


__ADS_3

Caca langsung melepaskan tangan Jack yang menahan dirinya untuk pergi dan dengan emosi ia meninggalkan Jack.


“Bisakah nona duduk kembali untuk makan siang bersama kami. Setidaknya makan siang ini


sebagai permohonan maaf saya kepada nona karena tidak berprilaku tidak sopan” seru Jack yang sedang menahan tangan kiri Caca untuk pergi dengan tangan kanannya


“Maaf tuan lepaskan tangan anda?” refleks Caca ketika sadar tanganya di tahan oleh Jack


“Tidak, duduk” ucap Jack


“Tolong lepaskan tangan anda tuan Jack!” Caca berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Jack yang erat itu


“Duduk” ucap dingin Jack


“Lepaskan. Brakk” bentak Caca dengan 1 tamparan melayang di wajah Jack.


“Au” tangan Jack melepaskan Caca karena tamparan itu


“Maaf tuan, tidak semua wanita bisa kau sentuh” Caca pun meninggalkan Jack tanpa menjawab


tawaran Jack untuk makan bersama.


Jack terkejut dengan sikap Caca sambil tersenyum sadis. Baru kali ini dia di tampar seorang


wanita. Dan ia tersenyum karena tingkah laku Caca yang menamparnya kemudian masih berkata maaf setelah menampar.


“Baru kali ini aku bertemu dengan wanita yang menarik” ucap Jack sambil tersenyum sadis


Caca pun meninggalkan Jack, kemudian bergumam sendiri di jalan setelah menampar Jack.


“Menyebalkan, dasar pria berpistol brengsek!!!!. Kenapa bisa kebetulan seperti ini. Menolong sang Ayah dan Anaknya. Tamparan itu ganjaran setelah menyentuh tangan ku. Ah!!!!! Brengsek!!!” gumam Caca ketika keluar dari restoran Italia itu.


Jack yang heran dengan kemarahan Caca karena dia menggap dirinya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Bukan hanya heran namun juga merasa tertarik dengan sikap Caca terhadapnya. Sementara Jimmy yang heran dengan tingkah laku Jack yang bisa mengatakan kata maaf pada seseorang. Bahkan kepada semua rekannya Jack tidak


pernah mengatakan perkataan maaf. Dan juga tidak terjadi apa-apa ketika menyentuh tangan Caca, padahal Jack memiliki penyakit OCD terhadap perempuan. Jimmy juga heran dengan senyum sadis yang di munculkan oleh Jack. Dia tahu betul apa yang sedang di fikirkan oleh bos nya itu. Bahwa Bos ya itu benar-benar sedang tertarik dengan apa yang dilakukan Caca.


“Jim apa aku melakukan kesalahan sampai-sampai wanita itu pergi?” tanya Jack pada Jimmy dengan muka yang polos.


“Sepertinya tidak Jack, tapi kau tidak menyadari sesuatu kah?” tanya Jimmy pada Jack dengan nada penasaranya

__ADS_1


“Maksudmu?” tanya Jack kembali pada Jimmy


“Kau tidak apa-apa kan Jack. Apa perlu aku ambilkan tisu basa di dalam mobil ?” ucap Jimmy yang sedang mengkhawatirkan keadaan Jack. Ia takut penyakit OCD Jack kambuh, pasti akan membuatnya kenak imbasnya yaitu kemarahan Jack .


 “Maksud mu apa Jim?” ucap Jack yang masih belum sadar dia tadi menyentuh tangan Caca


“Penyakit OCD mu lah, kau tadi  menyetuh tangan dia” Jelas Jimmy


“Apa?” Jack baru sadar dan ia pun bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya kenapa penyakit kebersihannya tidak kambuh. Kenapa dia bisa menyentuh Caca dengan mudahnya.


“Kenapa kau sekarang baru terkejut?” ucap Jimmy dengan entengnya tidak habis fikir dengan


Jack yang biasanya paling cepat connect.


“Ha! Aku semakin penasaran dengannya Jim? Mengapa OCD ku tidak kambuh. Dan aku baik-baik


saja.


 OCD merupakan penyakit kebersihan pada sesuatu hal. Dan Jack memiliki penyakit OCD berat terhadap seorang wanita. Banyak wanita yang mendekati Jack baik dari segala aspek kecantikan, kekayaan, kepopularitasan namun tidak ada satu yang mampu membuat hati Jack tertarik semua itu karena sifatnya yang dingin dan juga penyakit


OCD terhadap wanita. Tapi penyakit OCD ini tidak berlaku terhadap anak kesayangannya.


“Bos, anda di panggil oleh tuan Jimmy” ucap pelayan itu


“Baiklah” jawab Siska


Pelayan itu pun pergi setelah menyampaikan pesan Jimmy.


“Tadi  menyuruhku untuk pergi sekarang menyuruhku datang. Huh!” gumam Siska


*****


Beberapa saat kemudian Siska pun sudah duduk bersama mereka. Sambil menyantap makanan yang


mereka makan Jimmy pun menjelaskan apa yang terjadi tadi dan Siska menanggapinnya apa yang ia ketahui untuk menjelaskan situasi yang mereka berdua lakukan itu. Sementara Jack hanya terlihat melamun sambil memainkan sendok makan tanpa memakan makanan yang ada di piringnya.


“Ada apa kau panggil aku Jim?” tanya Siska


“Temani aku makan, makanlah bersama kami daripada aku makan dengan seorang patung” sela Jimmy yang

__ADS_1


melirik Jack namun Jack tetap pada lamunannya.


“Apa yang terjadi padanya? Bukan kah kalian mau mengucapkan terimakasih pada Caca?” tanya


Siska heran.


“...................” Jimmy pun menjelaskan apa yang terjadi tadi.


“wkwkkwkw, wajarlah Caca marah, kalian sudah melakukan hal yang fatal” jawab Siska sambil tertawa dengan mulut yang masih mengunyah makanan.


“Maksud mu?” seru Jack yang tiba-tiba sadar dari lamunannya.


“Caca itu beragama islam yang taat sama aturan. Dia juga baik, ceria dan bertanggung jawab. Dia sering menolong karyawan sini tanpa menerima imbalan, memang begitulah sifatnya selama aku mengenalnya tiga bulan ini. Dan yang harus kalian garis bawahi adalah dia adalah seorang muslim sama sepertiku”


“Muslim?” seru Jimmy


“Yah, dia berasal dari negara yang sama dengan ku dan memiliki keyakinan yang sama dengan ku. Namun dia lebih baik dari diriku. Kalian lihat balutan kain yang menutupi rambutnya sedangkan aku tidak. Itu adalah salah satu aturan dalam islam yang harus di taati sebagai seorang wanita muslim . Dan kau Jack menyentuhnya dengan


menahan tangan dia? Itu adalah hal yang salah. Karena dalam keyakinan kami menyentuh yang bukan mahram adalah dosa..............” Siska pun menjelaskan panjang lebar pada Jack dan Jimmy


Jack dan Jimmy yang tidak menganut agama apapun hanya terdiam mendengar semua penjelasan Siska


dan sesekali menganggukan kepalanya.


 “Pantas saja dia terlihat marah sekali” seru Jack


“Wkwkwkkw, iya aku baru ingat sekarang Sis, sama seperti pertama kali kita bertemu namun kau yang sekarang sudah berbeda.” Seru Jimmy


“Sudah jangan bahas masa lalu Jim” seru Siska yang malu dengan keadaannya sekarang.


“Lalu bagaimana aku harus meminta maaf padanya atas apa yang aku lakukan?” ucap Jack yang


membuat Jimmy dan Siska terkejut heran.


Jangan lupa dukung penulis dengan memberikan Bintang 5, Like, Koment dan Vote.


 Jika Ada kesamaan tempat, nama dan kejadian hal tersebut Tanpa sengaja Author. Dan


maaf kalau ada typo.

__ADS_1


Salam Literasi dan Salam Pembaca dari W.  Jangan~~~~lupa senyum hari ini


__ADS_2