
Jack melakukan perjalanan di udara selama tujuh Jam sehingga terhitung menemukan Caca memakan waktu sepuluh Jam. Saat ini Jack tiba di gedung cabang perusahaan Sandreas. Jack langsung memerintah Riki untuk mempersiapkan mobil dan pergi ke rumah Bagas.
“Riki segera siapkan mobil.” Ucap Jack saat di atas helicopter dan segera turun keluar.
“Selamat datang tuan.” Ucap mereka semua yang sudah menantikan kedatangan Jack dan Riki.
“Dimana kunci mobil untuk kami kendarai?” tanya Riki.
“Ini tuan.” Jawab seseorang itu.
Riki langsung mengambilnya dan mengikuti orang itu untuk menunjukan tempatnya.
“Tuan ini benar-benar memiliki aura yang menekan, aku saja takut untuk menatapnya. Lebih seram dibandingkan dengan tuan Jimmy. Siapakah sebenarnya tuan ini?” tanya seseorang Mafioso yang juga pegawai dalam
perusahaan.
“Jangan terlalu ingin tahu. Itu tidak baik. Bisa saja menjadi ancaman kepada kariri dan keselamatanmu.” Jawab Seseorang.
Mereka membicarakan keberadaan Jack yang benar-benar membuat atmosfer gedung menjadi tegang dan menyeramkan. Jack dan Riki langsung masuk kedalam mobil dan melaju ke rumah Bagas, dimana Caca bersembunyi di dalam rumah
itu.
Hanya membutuhkan 15 menit saja dari gedung perusahaan menuju rumah tersebut menggunakan mobil. Jack langsung turun dari mobil dan berjalan menuju rumah Bagas. Jack menekan tombol bel untuk masuk kedalam rumah itu. Bagas yang belum tertidur pada malam hari pukul 02.00 WITA. Bagas bergegas untuk keluar dari kamar dan membuka pintunya.
“Siapa?” tanya Bagas dan terkejut.
“Tenanglah.” Jawab Jack yang menutup mulut Bagas agar tidak bersuara dan juga tidak akan menutup pintunya.
“Jangan bersuara dan juga jangan melawan. Abang akan menjelaskan semuanya.” Jawab Jack dan Bagas menganggukan kepalanya.
“Aku akan menjelaskannya, tapi izinkan abang untuk melihat keadaannya dulu.” Jawab Jack.
__ADS_1
Bagas awalnya bimbang namun akhirnya memberikan izinnya untuk Jack melihat Caca yang berada di dalam kamar. Jack langsung masuk kedalam kamar Caca yang di antarkan oleh Bagas.
“Baguslah jika kau baik-baik saja. Aku benar-benar khawatir tentang keadaanmu mylotus.” Jawab Jack yang melihat Caca tanpa mendekatinya.
Jack benar-benar ingin sekali berlari memeluk dan mencium Caca. Namun Jack memberikan privasi kepada Caca untuk tidak mengganggu dirinya yang sudah lelah dengan masalah ini. Jack membiarkan Caca untuk beristirahat dengan tenang dalam tidurnya. Jack keluar dari kamar setelah memandanginya. Jack menjelaskan semuanya kepada Bagas di luar.
“Lebih baik abang mengakulah padanya siapa abang sebenarnya.” Ucap Bagas.
“Kau sudah mengetahui aku siapa?” tanya Jack.
“Sudah, semua itu dari abang Brian. Ketika abang Billy dan lainnya menyuruhku untuk menyatukan kalian.” Jawab Bagas.
“Oh.” Jawab Jack.
“Abang tenang saja. Dia akan menerima siapa abang di masa lalu, tapi yang sulit dia percayai adalah penghianatan yang sudah abang lakukan. Dengan teganya abang bermain dengan wanita itu dan wanita itulah yang membuat kakak terlibat penculikan. Dia pasti sangat terpukul dengan hal itu.”
Jawab Bagas.
“Maksudmu dia akan menerima bahwa aku adalah seorang mafia? Dan dia tidak menerima karena berfikir bahwa yang dilihatnya di dalam video itu adalah aku?” tanya Jack.
“Dia mengetahui Brian juga?” tanya Jack.
“Iya, abang Brian yang mengatakan hal itu sendiri kepada Kakak. Jadi lakukanlah hal yang sama.” Jawab Bagas.
“Akan aku fikirkan. Tapi yang harus kau pahami adalah tentang laki-laki yang berada di dalam video itu.” Jawab Jack.
“Maksudnya?” tanya Bagas.
“Seperti yang sudah aku katakan kepadamu bahwa aku memiliki kembaran yaitu ayah dari Kenzo dan Bella.” Jawab Jack.
“Maksudnya adalah abang Jhon?” tanya Bagas.
__ADS_1
“Iya. Kau lihat ini videonya. Dan lihat dengan jelas tentang tubuhnya, di sana tidak ada bekas luka apapun. Dan kau lihat dadaku di sebelah kiri. Ini adalah luka sejak kecil bahwa jantung Jacob berada menempel di dada kiriku. Ada luka operasi yang cukup lama walaupun sekarang sudah kecil namun tetap saja terlihat.” Jawab Jack yang membuka bajunya dan memberikan ponsel Caca kepada Bagas.
“Iya kau benar, jadi tebakkanku benar bahwa semua ini adalah kesalah pahaman saja?” tanya Bagas.
“Iya. Laki-laki itu bernama Henry, dia sengaja membuat keluarga kami terpisah karena tunangannya atau wanita yang pernah menculik Caca itu pernah mencintai John. Dan saat itu pernah sekali John di jebak olehnya di dalam hotel, semua itu di lakukan Jenni untuk membuat istri Jhon mempercayai perselingkuhan mereka. Dan karena hal itu jugalah yang membuat Kenzo dan Bella kehilangan ibunya.” Jawab Jack.
“Aku tidak ingin apa yang dilakukan oleh Jenni berhasil kembali. Aku sangat khwatir tentang keadaan Caca dan juga anakku. Aku takut kehilangan diantara mereka berdua. Dan aku juga tidak akan pernah mengampuni semuanya yang sudah menyakiti keluargaku.” Jawab Jack.
“Jadi maksud abang ipar bahwa Henry melakukan ini karena sangat mencintai Jenni? Dia tidak ingin membuat Jenny ingin memilikimu lagi? Dia sengaja untuk membunuh Caca dan juga bayimu dan membuatmu lemah?” tanya Bagas.
“Iya. Mereka tidak pernah mengetahui bahwa Jack dan John adalah orang yang berbeda. Selama ini mereka hanya berfikir hanya ada John.” Jawab Jack.
“Baiklah. Aku mengerti, aku akan membantumu menjelaskan semua ini kepada Kakak. Lebih baik sekarang mandi dan tidur saja di samping kakak Caca. Abang bisa memakai pakaianku.” Jawab Bagas.
Mereka selesai membicarakan semua ini, Jack juga mandi dan beristirhat di samping Caca dengan memandangi Caca dalam tidurnya. Tidak ada berkedip sama sekali karena takut saat dirinya memejamkan mata Caca akan pergi lagi dari hadapannya. Sedangkan Riki tidur di mobil saja hingga pagi.
“Apakah aku sedang bermimpi bahwa Jack sedang memandangiku tidur?” tanya Caca yang membuka matanya melihat Jack ada di hadapannya kemudian dia menutup kembali matanya.
Caca membuka matanya lagi untuk memastika apakah ini hanyalah sebuah mimpi atau kenyataan.
“Selamat pagi mylotus. Jangan pergi lagi dari hadapanku mylotus.” Ucap Jack sambil mengeluskan kepala Caca dengan tangannya.
Caca langsung melemparkan tangan Jack yang mengelusnya dan bangkit dari tidurnya untuk menjauh dari tempat tidur.
“Kenapa kau ada disini?” tanya Caca.
“Tentu saja Jack akan selalu ada di dekat Caca. Bukannya aku sudah berjanji padamu untuk menjagamu dan anak kita selama 24 jam?” tanya Jack.
“Dimana aku? Apa aku masih di Indonesia?” tanya Caca.
Suara ketukkan pintu memecahkan pertanyaan Caca, suara Bagas terdengar dari balik pintu.
__ADS_1
“Kakak dan abang ipar bangunlah. Kita sarapan.” Ucap Bagas.
“Tentu saja kau masih di rumah adikmu mylotus. Pergi cuci muka dan aku akan menunggumu di meja makan.” Jawab Jack yang mengelus kepala Caca dan pergi meninggalkan kamar.