
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.
Tempat, waktu dan kejadian hanyalah sebuah karya fiksi author.
“Tut…” suara dering yang tersambung.
“Ada apa abang?” tanya Bagas langsung.
“Kami ingin berdiskusi tentang penentuan tanggal pernikahan Caca dengan Jack.” Jawab Jimmy.
“Bisakah panggilkan Ayah mertua dan Ibu mertua,” ucap Jacob.
“Kenapa begitu formal Abang ipar. Biasnya kau memanggil Ayah dan Bunda juga.” Ucap Bagas.
Jacob tidak menjawab atau memberikan penjelasan dari pernyataan yang diberikan oleh Bagas. Kemudian Bagas langsung mencari keberadaan sang Ibu dan Ayahnya.
Bagas menelusuri pintu dapur untuk mencari keberadaan sang Ibunda yang sedang duduk di meja makan. Bunda Aisyah sedang mengupasi bawang merah sambil duduk di meja makan.
“Bunda!” panggil Bagas.
“Iya,” jawab bunda Aisyah.
“Ini,” ucap Bagas yang memberikan handponenya pada bunda Aisyah.
“Asalamualaikum Bunda,” salam Caca lewat videocall tersebut.
“Waalaikumusalam,” jawab Aisyah.
“Aku akan panggilkan Ayah,” ucap Bagas.
Bagas yang meninggalkan bunda Aisyah menuju pencarian memanggil Ayahnya. Aisyah kemudian mengehentikan kegiatannya Dan meletakkan handpone tersebut di meja lalu ia mencuci tangannya.
“Sebentar, Bunda akan mencuci tangan dulu.” Ucap Aisyah.
“Oke Bun,” jawab Caca.
Setelah bunda Aisyah mengeringkan tangannya menggunakan kain dan mengambil handopone yang di meja untuk menyambungkan perbincangannya dengan Caca. Joko datang bersama Bagas dari pintu menuju meja makan.
“Ada apa?” tanya Joko yang baru saja duduk di dekat Aisyah.
“Mereka ingin mendiskusikan penentuan tanggal pernikahan Kak ipar dan Kak.” Jawab Bagas.
“Ayah, Bunda!” panggi Jimmy.
“Iya,” sahut Aisyah dan Joko dengan kompak.
“Apa yang di katakan Bagas benar. Kami ingin
mendiskusikan tanggal yang baik untuk pernikahan Caca dan Jack. Jadi bagaimana
dengan pendapat Ayah dan Bunda?” tanya Jimmy langsung to the point.
“Semakin cepat semakin bagus,” jawab Joko.
__ADS_1
“Bunda juga setuju jika semakin cepat semakin bagus.” Jawab bunda Aisyah.
“Aku juga sependapat dengan Ayah dan Bunda,” jawab Jacob.
“Kenapa kalian bertiga sangat kompak?” tanya Caca yang heran dengan pemikaran mereka.
“Caca, kamu itu adalah putri kami satu-satunya. Dan kau juga tinggal jauh dari kami, jadi jika ada seseorang yang akan menjaga mu di sana itu akan jauh lebih baik.” Jawab Joko.
“Iya Ca, jika kau sudah menikah dengan Jack itu akan membuat kami tidak perlu khawatir setiap saat. Sekuat apapun wanita bisa hidup seorang diri namun dia membutuhkan seorang laki-laki untuk melindunginya.” Jawab bunda Aisyah.
“Tenang saja bun, aku akan selalu menjaga Caca.” Jawab Jacob.
“Cie di malu-malu,” jawab Bagas yang melihat
ekspresi Caca dengan wajah yang memerah.
“Apaan sih, baiklah jika memang itu yang terbaik.” Jawab Caca.
“Jadi kita besok menikah?” tanya Jacob.
“Tentu saja tidak bisa seperti itu Jack, kita harus mempersiapkan segalanya terlebih dahulu.” Jawab Jimmy.
“Kenapa tidak bisa?” tanya Jacob yang tidak sabar untuk menikahi Caca.
“Jack! Bukankah kita sudah membahas hal ini tadi sebelum datang kemari?” tanya Jimmy.
“Baiklah, aku serahkan semuanya padamu.” Jawab Jacob.
“Begini Bunda, Ayah dan Bagas. Sesuai dengan permintaan Jack bahwa mereka akan menikah di Arab Saudi jadi kalian juga harus ikut kesana.” Ucap Jimmy.
“Kalian tenang saja, semuanya akan aku urus. Kalian hanya tinggal membawa diri saja.” Ucap Jimmy.
“Tapi kami berharap Jack dan Caca akan menikah di sini.” Jawab Joko.
“Tapi Ayah, aku sudah berjanji akan mengucapkan janji suci itu di masjid di mana aku pertama kali menjadi seorang muslim.” Ucap Jack.
Saat diskusi itu di mulai Jack sudah berusaha untuk bisa mengambil ahli tubuhnya. Dan akhirnya ia berhasil.
“Baiklah jika memang seperti itu, namun setelah kalian menikah di sana. Kalian harus mengadakan pesta juga di kampung halaman Caca sesuai adat istiadat kami.” Jawab bunda Caca.
“Itu tidak masalah Bun,” jawab Jack.
“Bunda sebenarnya maksud dari Jack bukan hanya untuk mengucapkan janji suci saja di sana. Namun juga akan bersama-sama Umroh setelah pernikahan mereka.” Jawab Jimmy.
“Iya Bunda, Ayah! Aku ingin sekali mengajak kalian sekeluarga untuk Umroh bersama, setidaknya aku ingin memberikan kebahagianku sedikit untuk kalian dan ucapan terimakasih telah mengizinkan aku menikahi putri kalian.” Jawab Jack.
Caca yang memandangi Jack karena tersentuh mendengar pernyataan Jack. Caca juga berfikir bahwa pilihannya saat ini tidak salah. Jack bukan hanya mencintainya namun juga mencintai keluarganya.
“Terimakasih telah mencintai keluargaku juga,” ucap Caca dalam hatinya.
“Kenapa kau bisa berfikir seperti itu?” tanya Joko.
“Karena kalian adalah keluarga sejak pertama kali aku datang kerumah dan selamanya.” Jawab Jack.
__ADS_1
“Apakah ini tidak berlebihan Jack?” tanya bunda Aisyah yang khawatir akan pemikiran orang-orang kampung jika mengetahui ini.
Bunda Aisyah sangat khwatir jika tetangganya akan bergosip macam-macam tentang anaknya yang mendapatkan seorang keturunan asing bukan pribumi ini. Wajar saja jika seorang ibu penuh dengan rasa kekhawatiran yang berlebihan.
“Aku juga berfikir ini terlalu berlebihan Jack.”
Jawab Caca.
“Tidak, semua ini aku lakukan untukmu Caca. Kau harus menjadi wanita yang paling bahagia dan paling beruntung di dunia ini.” Jawab Jack.
“Terima saja Ca, jangan khawatir tentang biaya dan hal-hal lainnya karena semuanya akan di danai oleh Jack.” Jawab Jimmy.
“Justru itu aku tidak setuju Jim,” jawab Caca.
Bunda Aisyah, Ayah Joko dan Bagas hanya diam memperhatikan layar handpone yang melihat di sana sedang berargumen berbeda pendapat.
“Apa yang harus kau khawatirkan, apakau kau lupa yang kau katakana tadi malam padaku?” tanya Jack.
Caca diam untuk mengingatnya namun Jack langsung menjawab sebelum Caca mengingatnya.
“Milikku adalah milikmu. Berarti hartaku adalah hartamu baik itu kekayaan maupun keluarga.” Jawab Jack dengan mudahnya.
“Benar juga aku sudah mengatakan itu padanya kemarin malam.” Jawab Caca dalam hati.
“Kau juga harus ingat aku akan memberikan seluruh hartaku jika aku selingkuh.” Jawab Jack.
Semua orang yang mendengarkan hal tersebut sangat kaget. Namun mereka tidak ingin mempertanyakaannya.
“Sudahlah jangan berdebat. Keputusan ini sudah bulat jadi jangan di ganggu gugat lagi.” Jawab Jimmy.
Jimmy berkata seperti itu agar Jack tidak akan emosi lebih lanjut dan akan menyakiti Caca. Akan sangat tidak baik jika Jack memperlihatkan sisi kejamnya di hadapan keluarga Caca.
“Baiklah jika itu yang kau mau,” jawab Caca yang pasrah.
“Baiklah Bunda, Ayah kita akan melaksanakan
pernikahan Jack dan Caca seminggu lagi. Setelah itu kita akan pulang ke Indonesia untuk mempersiapkan pernikahan mereka di kampung halaman Caca.” Jawab Jimmy.
“Aku sangat setuju dengan kesimpulan itu,” jawab Jack
“Ayah dan sekeluarga tenang saja. Semua hal yang di perlukan akan aku siapkan. Ayah dan sekeluarga hanya tingga mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan saja.” Ucap Jimmy.
“Baiklah,” jawab Joko.
“Apakah kau setuju denga keputusan ini?” tanya Jack.
“Kau sudah memutuskannya dengan keluargaku jadi ya sudah. Lagian aku tidak akan dapat membantahnya.” Ucap Caca yang sebal.
“Bagas! Aku memerlukan bantuanmu untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang akan di adakan di rumahmu. Jadi nanti aka nada seseorang yang datang padamu untuk membantu mempersiapkan semua hal yang di perlukan. Jadi katakana saja seluruhnya apa yang di perlukan.” Ucap Jimmy.
“Oke,” jawab Bagas.
“Baiklah Bunda, Ayah diskusi kita sampai di sini saja. Semoga ini adalah yang terbaik buat kita semua.” Jawab Jimmy.
__ADS_1
“Bunda,Ayah dan Bagas terimakasih dan jaga kesehatan kalian.” Jawab Caca.
Jack hanya tersenyum pada Aisyah dan Joko lewat videocall itu saat mematikan panggilan tersebut.