
“Baiklah aku akan mengatakannya. Aku hanya ingin*****jadi aku membuka jilbabnya. Tapi aku di hajar olehnya. Aku tidak menyangka bahwa gadis itu bisa bela diri dan memiliki kekuatan yang cukup.” Jawab Kevin.
“Brengsek! Kenapa kau melakukan itu?” tanya David.
“Aku frustasi. Yah aku katakan satu hal padamu untuk saat ini aku benar-benar frustasi, Caca sudah tidak bisa lagi aku miliki.” Ucap Kevin.
“Maksudmu apa?” tanya David.
“Sudah aku katakana di awal, aku mencintainya.” Jawab Kevin.
“Apa kau bilang?” tanya David lagi dengan membentak.
“Bukan hanya kau yang mencintainya aku juga mencintainya tanpa sebab itu terjadi begitu saja. Aku terobsesi dengan cinta itu mungkin kau juga akan melakukan hal yang sama seperti ku jika kau mengetahui bahwa dirinya sudah milik orang lain.” Jawab Kevin.
“Kau benar-benar gila Kevin, apa maksudmu dengan sudah milik orang lain?” tanya David lagi.
“Apakah kau tidak mengetahui bahwa Caca sudah menikah dengan salah satu keluarga Sandreas?” tanya Kevin.
“Apa? Sejak kapan?” David yang terkejut dengan perkataan Kevin.
“Sudah hampir jalan dua bulan ini, saat liburan waktu itu.” jawab Kevin.
“Dari mana kau mengetahui hal itu?” tanya David dengan serius.
“Kau tau aku adalah orang yang bekerja di dunia gelap? Dan aku pasti mengetahui bahwa Caca menikah dengan moster itu. Monster yang di takuti oleh semua orang dan tidak ada satu orangpun yang mengetahui wajah aslinya kecuali orang-orang yang pernah bekerja sama dengannya termasuk aku.” Jawab Kevin.
“Apa maksud mu?” tanya David.
“Awalnya aku mengetahui pernikahan dia dengan salah satu keluarga Sandreas. Tapi aku tidak menyangka bahwa yang menjadi suaminya adalah Jack Sandreas, pria misterius dan di takuti banyak orang. Aku mengetahuinya ketika menghadiri resepsi mereka sebulan yang lalu.” Jawab Kevin.
“Jadi kau?” ucap David yang tidak mengetahui siapa Kevin sebenarnya.
“Kau jangan heran, kau di latih belah diri oleh Ayahku karena apa? Karena dia juga merupakan seseorang dari dunia gelap.” Ucap Kevin.
__ADS_1
“Sial!” Ucap David yang baru saja mengetahuinya.
David menonjok Kevin lagi yang sedang duduk di kursi kerjannya.
“Ini untuk kau yang sudah melecehkan Caca.” Ucap David kepada Kevin.
Kemudian pergi meninggalkan Kevin begitu saja untuk pergi ke tempat Ayahnya dan mempertanyakan hal ini. David benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja dia ketahui bahwa sahabat yang di cintainya itu sudah menikah dan dia benar-benar tidak mengetahui.
Yang membuat David terpukul adalah siapa sosok Kevin dan ayah tirinya yang sebenarnya. Selama ini dia tidak mengetahui apapun tentang hal itu. Dia selalu di latih berbagai ilmu bela diri yang katanya untuk pertahanan diri saja, ternyata untuk maksud tertentu.
David menelpon sekertaris Ayahnya namun ternyata Ayahnya sedang berada di Jepang untuk menyelesaikan tugasnya. Pertanyaan-pertanyaan yang terlintas dalam fikirinya harus di tunda terlebih dahulu. Namun dia tetap memikirkan Caca dan terus menerus menelpon Caca namun tidak di angkat-angkat.
Caca yang sedang berada di dalam mobil Chrarles dan Shinta masih dalam keadaan diam dan menggenggam tangannya dalam pelukkan Shinta.
“Charles! Cepatlah sedikit.” Ucap Shinta.
Charles mengendarai mobil dengan kecepatan hampir penuh karena saat itu jalan ke arah mansion memang sering sunyi. Jalanan itu adalah jalanan hutan belantara. Membutuhkan lima belas menit saja mereka sudah sampai di mansion. Secepat itu mereka sampai di mansion kemudian di sambut oleh Selly.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Selly kepada anaknya.
“Baiklah,” jawab Selly yang menunjukan kamar Caca.
Mereka mengantarkan Caca ke kamarnya untuk beristirahat. Selly segera ke dapur untuk menyeduhkan teh hijau hangat yang biasa Caca minum. Selly mengantarkan teh hangat itu kedalam kamar dan membantu Caca untuk meminumnya.
“Nyoya istirahatlah,” ucap Selly.
“Jack kapan akan kembali bi?” tanya Caca.
“Tuan sedang dalam perjalanan nyoya tidurlah dulu.” Ucap Selly yang menarikkan selimut kepada Caca.
Caca seperti itu karena dia tidak menyangka bahwa Kevin seperti itu. Seorang panutannya di kampus melecehkan dirinya. Bahkan saat dirinya di culik, sang penculik itu belum ada menyentuh Caca namun hanya mengkoyah bajunya saja.
Kemudian Caca tertidur setelah mulai tenang. Selly dan Shinta keluar dari kamar menuju ruang tamu yang berada di lantai atas itu.
__ADS_1
“Apa yang terjadi? Tuan Jack tadi menelpon untuk menunggu kedatangan nyoya Caca.” Tanya Selly.
“Bu. Caca hampir saja telah….” Jawab Shinta yang menceritakan kejadian yang sudah ia ketahui dari Jack.
“Apa? Pantas saja nyoya Caca seperti orang yang ketakutan namun terlihat ada kesedihan dalam kekecewaanya.” Jawab Selly.
Selly menunggu Caca di dalam kamar Jack, sedangkan Shinta dan Charles menunggu kedatangan Jack di ruang tamu utama.
Di saat itu Jack yang sudah berada di dalam helicopter ingin segera kembali dan melihat keadaan istrinya. Jack benar-benar khawatir dan sangat emosi terhadap apa yang sudah di lakukan oleh orang lain kepada istrinya.
“Cepatlah,“ perintah Jack.
“Tenanglah, jangan terlalu emosi.” Ucap Jimmy yang mengingatkan Jack.
“Aku mau kau sekarang kumpulkan semua informasi tentang laki-laki itu. Aku ingin memberikan balasan yang setimpal padanya karena telah menyakiti istriku.” Ucap Jack.
“Aku sedang melakukannya sejak tadi. Makanya kau jangan terlalu tegang.” Jawab Jimmy.
“Lihat saja, aku akan membuatnya benar-benar hancur.” Ucap Jack yang duduk di sofa dan memukulnya dengan kepalan tangan kanan Jack.
“Tenanglah, sepuluh menit lagi kita sampai.” Jawab Jimmy.
“Bagaimana aku bisa tenang mendengar istriku di perlakukan seperti itu.” Ucap Jack.
“Aku mengetahui bagaimana perasaanmu dan lagi Caca sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri. Apa kau lupa dengan itu?” tanya Jimmy.
Jack diam tidak menjawab apa-apa sedangkan Jimmy masih sibuk dengan ipad dalam genggamannya. Jimmy mencari beberapa berkas informasi keluarga David karena seingat dirinya mereka ada kerjasama. Jimmy terus membaca satu persatu file yang tersimpan online di ipad itu.
Di dalam ruang tamu utama Shinta dan Charles sedang mengobrol.
“Apa yang sebenarnya terjadi Charles?” tanya Shinta yang belum mengetahui secara detail.
“Aku tidak mengetahui apa yang sedang terjadi ketika nyoya Caca masuk ke dalam ruangan Kevin. Aku menunggunya di luar dengan persembunyianku. Tapi ketika beberapa menit berlalu ia di dalam, nyoya Caca keluar dengan wajah yang sangat sedih namun terlihat sangat marah. Aku mengikutinnya hingga ke depan toilet. Karena tidak terlihat beres aku melaporkannya kepada tuan Jack.” Jawab Charles menceritakan kronologi yang ia ketahui.
__ADS_1
“Aku juga di telepon oleh tuan Jack untuk bertemu dengan mu. Membantu mu untuk melihat keadaan Caca jadi seminar yang sedang berlangsung itu aku tinggalkan begitu saja.” Jawab Shinta.
“Kemungkinan tuan Jack menelpon nyoya Caca dan nyoya Caca menceritan semuanya kepada tuan. Dan sepertinya tuan Jack sangat marah ketika sedang menelpon bahwa kau akan datang.” Jawab Charles.