I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Richard


__ADS_3

Richard Leasee adalah salah satu anggota militer pasukkan khusus pembunuh yang di latih oleh Jack. Dia adalah satu satunya murid Jack yang berprestasi dan menonjol di saat itu, dan dia dapat mengalahkan seniornya. Richard Leasee adalah pangeran di suatu negara yang masih menggunakan sistem kerajaan.


Tapi identitasnya tidak pernah di ketahui oleh orang lain sampai pada akhirnya berhadapan dengan the five king wanted legendaris. Sebutan bagi kelompok Jack atau anggota Sandreas. Richard Leasee yang biasa di panggil dengan sebutan Richard ini masih berusia 24 tahun dan seorang yang sombong.


Dia berani sombong karena kepintaran dan kekuasaannya, namun sayang kehidupannya tidak jauh berbeda dengan Jack. Selalu di keliling oleh penjahat berdarah dingin yang menginginkan nyawanya. Hal ini lebih parah daripada Jack karena identitasnya sebagai pangeran yang di rahasiakan Ayahnya dan juga sistem kerajaannya yang sedikit rumit.


Richard bergabung di dunia militer ketika usiannya masih remaja yaitu 15 tahun. Dan saat usiannya masih 20tahun dirinya bertemu dengan the five king wanted legendaris yang mengubah dirinya menjadi orang yang lebih berkemanusian. Walaupun Jack dan yang lainnya adalah seorang mafia namun mereka hanya membunuh seorang yang benar-benar brengsek.


Richard sering terluka karena pelatihan Jack yang sangat kejam, oleh karena itu dirinya sering di obati oleh Max. Richard lebih dekat dengan Max yang sering memberikannya obat dan bertahan dari setiap pelatihan yang di beri Jack.


****Rumah Sakit**J****


Staff administrasi yang berjaga sebagai masuk keluarnya data pasien beserta biaya pengobatan sedang sibuk melayani para keluarga pasien yang mau membayar dan melengkapi data pasien. Suster rumah sakit yang masing-masing berkeliling untuk mengecek inplus dan kondisi pasien di pagi hari. Dan staff pengantar makanan yang mengantar sarapan pagi untuk pasien.


Masing-masing mengerjakan tanggung jawab dan tugasnnya sebagai pekerja di rumah sakit, begitu pula dengan para dokter. Ada yang memeriksa pasien, ada yang sedang berada dalam ruang operasi dan adapula yang sedang melakukan hal lainnya.


Sebuah ruangan pasien yang di jaga oleh beberapa pengawal yang silih berganti satu sama lain untuk berdiri di depan pintu pasien hingga pagi hari. Dan satu orang yang berada di dalam ruangan pasien untuk menunggu pasien sadar.


Air inplus terus menetes setetes demi setetes terdengar di dalam ruangan pasien itu. ruangan yang yang begitu tenang dan damai dengan cat ruangan putih dan perpaduan kain, selimut, tempat tidur dan sofa berwarna hijau lumut. Satu lemari kecil yang berada di dekat kamar pasien dengan dekorasi satu pot bunga segar yang menjadi perpaduan indah pada ruangan pasien ini.


Kondisi suhu ruangan yang sesuai menggunakan pengaturan AC dan pencahayaan yang sepadan dengan jendela kaca yang dibuka gorden penutupnya. Ruangan itu adalah ruangan pasien atas nama Richard Leasee, seorang pasien yang di bawa oleh beberapa pengawalnya dan membuat keheboan di dalam rumah sakit J itu.


Kazumi yang telah sampai di rumah sakit J memulai aktivitas tugas dan tanggung jawabnya dengan mendatangi pasien baru yang sudah di operasinnya yaitu Richard. Kazumi melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Richard.


“Pagi dok,” ucap para pengawal yang sedikit ramah kepadanya.


Kazumi hanya tersenyum membalas salam mereka kemudian masuk kedalam. Kazumi mengecek semua peralatan yang terpasang pada tubuh Richard dan menuliskan laporannya di buku pasien.


“Bagaimana keadaanya dok? Kapan bos bisa sadar?” tanya yang menjaga Richard di dalam ruangan.


“Kondisinya sudah stabil dan mulai membaik kemungkinan hari ini dia pasti akan sadar.” Jawab Kazumi.


Kazumi selesai memeriksa keadaan Richard kemudian pergi untuk memeriksa pasien lainnya. Tidak lama Kazumi pergi dari ruangan Richard, tangan Richard bergerak dan membuka matanya.


“Bos, bos kau sudah sadar?” tanya pengawal yang menjaganya kemudian pergi memanggil dokter lain yang berjaga saat itu.

__ADS_1


Dokter memeriksanya dan setelah itu Richard sudah seperti biasanya karena luka kali ini bukan yang pertama kalinnya baginya.


“Bagaimana dengan pembunuh itu?” tanya Richard.


“Tidak ada lagi yang tersisa bos, setelah bos mengalahkan mereka bos terluka parah.” Jawabnya.


“Kau sudah memastikan bahwa tidak ada musuh yang mengetahui tentang kondisi ku saat ini?” tanya Richard.


“Tidak ada bos sampai saat ini kami 24jam menjagamu bergantian.” Jawabnya.


“Baguslah, o iya ketika kalian membawaku ke rumah sakit ini aku melihat Max. Di mana dia sekarang?” tanya Richard yang saat itu samar-samar sadar.


“Tuan Max bekerja di rumah sakit ini.” Jawabnya.


“Benarkah? Sedang apa dia ke sini?” tanya Richard.


“Saya tidak mengetahuinya bos, bos sebaiknya kita pindah rumah sakit untuk menjaga keselamatanmu.” Ucapnya.


“Kau pergilah memanggil Max. Aku ingin bertemu dengannya.” Perintah Richard.


Pengawal itu pergi ke ruangan Max untuk memintanya bertemu dengan Richard.


“Tuan Max, bos Richard ingin bertemu denganmu.” Ucapnya setelah di perbolehkan masuk.


“Ada apa lagi bocah itu. Baiklah aku akan ke sana, sekarang kau pergi terlebih dulu.” Jawab Max.


Beberapa menit setelah itu Max masuk ke dalam ruangan Richard.


“Bagaimana keadaanmu? Masih saja seperti dulu dengan cepat pulih setelah terluka parah.” Jawab Max.


“Hahaha, kau masih juga sama seperti dulu tetap berkata sadis. Bukankah kau paling menyukai mengobati lukaku.” Jawab Richard.


“Sudah lupakan basa basi. Apa yang terjadi denganmu hingga tertembak 3 kali?” tanya


Max.

__ADS_1


“Seperti biasa, saudara tiriku menginginkan kematianku.” Jawab Richard.


“Dan kau masih saja kalah dari mereka?” tanya Max.


“Aku benar-benar tidak mengetahui mereka sampai-sampai membayar orang saat aku berlibur di sini.” Jawab Richard.


“Senior aku membutuhkan bantuan mu.” Ucap Richard.


“Bantuanku? Apa yang bisa aku bantu?” tanya Max.


“Ambilkan aku sebuah kertas dan pulpen.” Ucap Richard kepada pengawalnya.


Pengawal Richard memberikan apa yang di minta olehnya kemudian Richard mulai menggambar sebuah simbo dan menunjukkannya kepada Max.


“Saat aku berada di pantai dengan speedboat mereka menyerangku menggunakan kapal kecil. Aku berhasil melawan mereka namun terkena tembakan itu. Dan saat aku melawannya aku menemukan tato yang sama.” Ucap Richard.


“Maksudmu tato dengan symbol ini?” tanya Max.


“Iya. Tato itu ada di leher, tangan atau dada mereka bahkan di kaki mereka. Aku melihatnya. Sepertinya saudara tiriku menyewa mafia sini untuk membunuhku. Jadi aku meminta pertolonganmu untuk mencari geng mereka.” Jawab Richard.


“Sungguh kebetulan yang menakjubkan.” Jawab Max.


“Maksudnya?” tanya Richard.


“Lebih baik sekarang kau keluar dari rumah sakit ini bersama dengan pengawalmu. Di ujung jalan…. aka nada seseorang yang menjemput kalian. Kau akan aku pindahkan ke rumah sakit Akashi. Setelah itu aku akan menjelaskan semuannya padamu.” Ucap Max.


“Maksudnya?” tanya Richard yang masih bingung.


“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya lebih dalam. Sekarang ke amanan mu yang paling utama.” Jawab Max.


“Kau bawa Richard sesuai dengan yang aku katakana sekarang. Setelah aku keluar dari sini, cepat kalian urus semuannya dan keluar dari sini.” Jawab Max.


“Baik tuan,” jawab pengawalnya.


Max keluar dari ruangan Richard kemudian Richard dan pengawalnya bergegas untuk melaksanakan perintah Max.

__ADS_1


__ADS_2