
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.
Tempat, waktu dan kejadian hanyalah sebuah karya fiksi author.
Hari demi hari telah di lewati sesuai dengan rencana pernikahan. Jadwal demi jadwal untuk persiapan pernikahan Caca sudah dilakukan. Semua orang sibuk untuk mempersiapkan segala halnya.
Tibalah hari keberangkatan ke kota S, Caca di jemput di rumahnya oleh Riki. Caca masih belum di perbolehkan untuk bertemu dengan Jack. Sehingga Jack terlebih dahulu berangkat ke kota S dengan paman Son pada malam hari. Jack juga ingin melihat bagaimana Jimmy menyelesaikan tugas yang di berikan olehnya di kota S.
Caca akan berangkat ke kota S pada siang hari bersama dengan Kenzo, Bella, Bi Selly dan Deni sebagai pengawal mereka. Semua di lakukan agar Caca dan Jack tidak bertemu dulu sebelum hari akad. Sudah hampir 3 hari Caca dan Jack tidak saling bertemu.
Mereka sibuk mempersiapkan pernikahannya walaupun sebenarnya sudah di bantu oleh orang-orang kepercayaan Jack. Namun mereka merupakan seseorang yang berperan penting dalam acara ini karena merekalah peran utamanya.
***Indonesia***
Jimmy yang sudah selesai urusannya di kota S dalam persiapan pernikahan Jack dan Caca, ia langsung berangkat ke Indonesia untuk menjemput orangtua Caca yang juga merupakan orangtua baginya saat ini.
Beberapa jam perjalanan yang di lalui oleh Jimmy di udara membuatnya sampai di Negara itu. Kemudian di sambung dengan perjalanan darat untuk tiba di kampung halaman Caca. Jimmy sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua orangtua Caca. Walaupun baru sekali bertemu dengan keluarga Caca namun bagi Jimmy keluarga Caca adalah keluarga yang sangat baik dan sempurna selama ia hidup.
“Abang Jimmy, selamat datang. Ayo masuk!” ucap Bagas.
“Terimakasih, di mana Ayah dan Bunda?” tanya Jimmy.
“Mereka masih di dalam kamar menyiapkan beberapa pakaian. Abang pasti lelah dari perjalanan, jika mau istirahat dulu masuklah di kamarku.” jawab Bagas.
“Tidak perlu, kita akan langsung berangkat setelah kalian selesai.” Ucap Jimmy.
“Tidak, makanlah terlebih dahulu sebelum kita berangkat.” Ucap Bunda Aisyah yang keluar dari kamar menuju ruang tamu itu.
“Bunda,” ucap Jimmy yang kemudian memberikan salam kepada Aisyah.
Joko juga keluar dari kamar setelah Aisyah sehingga setelag memberikan salam kepada Aisyah, Jimmy juga memberikan salam kepada Joko.
“Benar, kita makan dulu. Setelah itu baru kita berangkat.” Ucap Joko.
Mereka semua berjalan menuju meja makan.
__ADS_1
“Sayang buatkan Jimmy teh Jahe agar tubuhnya tidak mudah masuk angin.” Ucap Joko.
“Iya,” jawab Aisyah kemudian membuatkannya.
“Bunda mu sudah mempersiapkan makanan ini untuk mu jadi makanlah dengan baik,” ucap Joko.
“Terimakasih Bunda.” Ucap Jimmy yang tanpa di sadari mengeluarkan air matanya.
“Kenapa kau mudah sekali menjatuhkan air mata?” tanya Bagas.
“Bagas jangan seperti itu kepada orang lebih tua darimu,” ucap Joko.
“Minumlah ini terlebih dahulu, ini tidak panas. Bunda sudah membuatnya hangat agar mudah di minum.” Ucap Aisyah.
“Seperti yang sudah aku katakana bahwa aku adalah anak yatim piatu sejak lahir. Dan menemukan arti keluarga setelah bersama Jack. Namun semua itu kami dapatkan hanya sekedar saja. Namun saat ini aku menemukan arti kekeluarga yang sebenarnya dan yang kurasakan ini adalah kehangatan.” Ucap Jimmy.
“Seberapa keras kehidupan kalian sebenarnya,” ucap Aisyah dalam hatinya.
“Sudahlah jangan bersedih, sudah aku katakan bahwa kami sudah menjadi keluargamu.” Ucap Joko.
“Terimakasih Ayah sudah menerima keberadaanku yang baru saja kalian kenal. Aku baru merasakan bagaimana di khawatirkan dan di perhatikan dengan kasih sayang dan ketulusan yang kalian berikan kepadaku.” Ucap Jimmy yang mengutarakan isi hatinya.
Mereka semua menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh Aisyah. Setelah selesai makan, mereka sedikit bercanda tawa seperti keluarga yang hangat dan harmonis.
“Jimmy kenpaa tidak ada orang yang bersamamu kali ini?” tanya Aisyah.
“Tidak apa-apa aku sengaja menjemput kalian sendirian.” Jawab Jimmy.
“Apakah karena tidak ada Jack?” tanya Joko.
“Bukan seperti itu ayah, bunda. Kemungkinan Caca sedang dalam perjalanan ke kota S dan Jack sudah berada di kota S saat ini. Sebelum aku menjemput kalian aku sudah bertemu Jack di kota S terlebih dahulu.” Jawab Jimmy.
“O seperti itu,” jawab Bagas.
“Jadi kita akan segera berangkat?” tanya Joko.
__ADS_1
“Iya ayah, apakah kalian sudah siap?” tanya Jimmy.
“Sudah,” jawab Aisyah.
Mereka mempersiapkan diri untuk berangkat. Jimmy dari awal sudah memberikan informasi untuk tidak terlalu banyak membawa barang karena semua sudah di siapkan di sana. Oleh karena itu keluarga Caca hanya membawa satu koper saja.
Bagas duduk di depan mobil bersama dengan Jimmy yang mengemudi, sementara Aisyah dan Joko duduk di belakang. Untuk persiapan pesta di kampungnya Caca semua di serahkan oleh Bagas.
“Jadi bagaimana persiapan untuk cara pernikahan di sini?” tanya Jimmy sambil mengemudi.
“Sudah beres, sekitar dua minggu lagi?” tanya Bagas.
“Iya, kalian akan umroh bersama setelah acara akad pernikahan mereka. Setelah itu akan ke mansion Jack untuk melangsungkan resepsi pernikahan mereka. Setelah itu balik ke kampung halaman Caca.” Jawab Jimmy.
“Harus seperti itu?” tanya Aisyah.
“Bunda, Jack itu bukan orang biasa. Ini bukan pernikahan yang meriah hanya resepsi pernikahan untuk keluarga dan kerabat dekat saja.” Ucap Jimmy.
“Tapi kenapa harus ada 3 x acara pernikahan?” tanya Bagas.
“Di kota S hanya akad saja dan pesta kecil-kecilan pada malam harinya. Sedangkan di mansion Jack itu resepsi pernikahan untuk keluarga Jack dan kerabatnya dan di kampung halaman kalian ini untuk adat istiadatnya.” Jawab Jimmy.
“Seribet itu untuk pernikahan Kak ku,” jawab Bagas.
Tidak terasa mereka sudah sampai di bandara. Untuk melanjutkan perjalanan ke kota S mereka harus mengendarai jalur udara menggunakan helicopter pribadi yang di bawa oleh Jimmy.
“Bunda silahkan masuk?” ucap Jimmy.
“Ini pesawat apa helicopter?” tanya Bagas.
“Tentu saja helicopter miliki abang iparmu. Hahahh. Masuklah jangan berdiri saja di situ,” jawab Jimmy.
Mereka memasuki ruangan helicopter dengan perasaan takjub untuk pertama kalinya. Melihat keadaan mereka yang tidak pernah melihat hal ini membuat mereka takjub.
“Bunda dan ayah silahkan masuk di kamar kalian karena akan memakan waktu beberapa jam ke kota S. Istirahatlah, jika memerlukan sesuatu panggil saja pelaya di sini atau langsung kepadaku. Karena aku dan Bagas di sebelah kamar kalian.” Jawab Jimmy.
__ADS_1
“Iya,” jawab Joko.
Mereka masong-masing masuk kedalam kamar yang sudah di sediakan. Joko dan Aisyah langsung beristirahat namun Bagas dan Jimmy sedang berdiskusi. Jimmy dan Bagas mendiskusikan banyak hal, mulai dari perusahan cabang Andreas yang berada di Indonesia hingga acara persiapan pernikahan Caca di Indonesia dengan detail.