I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kaget Caca


__ADS_3

“Jack sudah kembali?” tanya Billy pada Selly.


“Sudah tuan, sekitar lima belas menit yang lalu.” Jawab Selly.


Jimmy yang memerintakan Riki untuk mengambil gaun di  toko ternama langganan Jack dan mereka. Gaun ini untuk Caca pakai malam ini. Riki pun pergi menuju toko untuk mengambil gaun sesuai dengan perintah Jimmy.


Jimmy juga memerintah Selly untuk mengurus makanan malam ini dan memerintahkan Son dalam mendekorasi keperluan pesta kecil di depan masion. Selly pun bekerjasama dengan koki rumah untuk menyiapkan semuanya dan Son bekerjasama dengan pelayan untuk mendekorasi halaman mansion untuk pesta kecil malam ini.


Setelah semua hal yang harus di persiapkan sudah dilakukan oleh Jimmy, Jimmy pun ke kamarnya untuk beristirahat sejenak dan bersiap-siap untuk pesta malam ini.


Billy yang melihat keadaan begitu ramai saat dia datang membuatnya penasaran dan langsung naik ke kamarnya dan bertanya pada Jimmy. Sementara Jack yang sudah di kamarnya langsung membersihkan diri sebelum menemui Caca dan anak-anaknya.


“Jimmy gue masuk,” ucap Billy yang lansung membuka pintu kamar Jimmy dan masuk.


“Kebiasaan tidak mengkunci kamarnya,” ucap Billy dalam hati.


“Siapa?” tanya Jimmy dalam kamar mandi.


“Gue,” jawab Billy.


“Ada apa?” tanya Billy.


“Kenapa di luar begitu sibuk?” tanya Billy.


“Jack akan menyatakan perasaannya pada Caca.” Jawab Jimmy yang baru keluar dari kamar mandi.


“Pantas saja,” jawab Billy.


“Pergi sana!” usir Jimmy.


“Kenapa kau mengusirku?” tanya Billy.


“Kau pergilah ke kamar mu kemudian kau mandi dan bersiap-siap untuk pesta malam ini. Setelah semua ini selesai kita akan bicarakan masalah itu.” Jawab Jimmy.

__ADS_1


“Baiklah, lagian masih jam 3 sore. Masih lama.” Ucap Billy yang kemudian menuju pintu kamar.


“Istirahatlah kita baru saja pulang,” jawab Jimmy.


“Oke,” jawab Billy yang kemudian menutup pintu Jimmy setelah keluar dari kamarnya.


Jack sudah siap membersihkan diri lalu keluar dari kamarnya untuk melihat keberadaan orang yang ingin di carinya. Jack menuju ke ruang tamunya namun tidak menemukan orang yang ia cari. Lalu dia pergi ke kamar Kenzo dan Bella juga tidak menemukan mereka.


Jack yang melihat pintu kamar Caca terbuka, ia langsung masuk. Ternyata mereka sedang tidur di kamar Caca namun tidak melihat keberadaan Caca. Jack menghampiri kedua anaknya kemudian memberikan ciuman pada kening mereka masing-masing.


Tiba-tiba Caca keluar dari kamar mandi yang masih mengggunakan balutan handuk. Caca yang terkejut dengan kehadiran Jack langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi setelah menjerit.


“Kau!” teriak Caca yang kemudian kembali masuk ke kamar mandi setelah melihat Jack.


“Maaf, aku akan segera keluar. Lain kali jangan lupa kunci pintu kamar.” Teriak Jack kembali.


“Dasar pria mesum. Ini sangat memalukan. Apa dia melihat dengan jelas keadaan ku saat ini?” ucap Caca dalam hati sambil menutup wajahnya dengan tangan.


“Sungguh imut dan menggoda.” Ucap Jack dalam hati sambil mengelus bibirnya sendiri menggunakan tangan.


Jack langsung membayangkan terus menerus Caca yang menggunakan balutan handuk putih yang tidak seperti biasanya semua badan ya tertutup dengan balutan kain. Tapi saat ini Caca dengan setengah telanjang membuat Jack terus membayangkan dirinya.


“Bagaimana mungkin aku bisa menahannya jika nanti sudah menikah.” Ucap Jack dalam hati lagi.


“Tahan Jack, kau harus bisa mengendalikan dirimu. Masih saja melihat dia yang seperti itu apalagi jika nanti kau sudah menikah dengannya pasti akan sering melihat hal seperti itu. Namun sebelum kau memakannya kau harus bisa membuatnya percaya dulu pada mu.” Ucap Jack dalam hatinya dan mengendalikan dirinya.


Jack yang merasa kepanasan, ia pun pergi menuju ke dapur dan membuka kulkas untuk mengambil jus jeruk. Kemudian ia kembali ke ruang tamu dan duduk di sofa. Perasaan Jack yang kacau untuk mengendalikan fikirannya pun perlahan tenang dan dapat ia kendalikan.


Jeritan Caca tadi tidak terlalu keras sehingga tidak membuat Kenzo dan Bella terbangun. Caca pun kemudian keluar dari pintu kamar mandi menuju pintu kamar untuk mengkuncinya. Lalu ia memakai bajunya dan setelah selesai ia mau keluar namun masih malu untuk bertemu dengan Jack.


Dirinya yang gelisa dengan apa yang terjadi barusan. Namun dia harus memastikan apa benar itu Jack bukan kah dia sedang berada di luar negeri. Caca pu  keluar dari kamar mencari keberadaan Jack. Saat ia menuju ke ruang tamu ternyata Caca melihat sosok Jack yang sedang duduk menyandarkan dirinya di sofa sambil memejamkan matanya.


“Jadi benar tadi itu kau?” ucap Caca yang menemukan sosok Jack.

__ADS_1


Jackpun membuka matanya dan meneggakkan posisi duduknya yang tadi menyadari di sofa.


“Tenang saja semua itu akan menjadi milik ku nantinya jadi buat apa malu?” ucap Jack yang enteng.


“Dasar mesum,” ucap Caca sambil melemparkan bantal sofa ke badan Jack.


“Ayolah semua itu juga salah mu, kenapa tidak mengkunci pintu kamar ketika kau sedang mandi.” Ucap Jack yang menyalahkan Caca.


“Tadi aku lupa mengkuncinya karena mentidurkan Kenzo dan Bella.” jawab Caca sambil duduk juga di sofa ruang tamu itu dengan posisi keberadaan berhadapan dengan Jack.


“Jadi menurut mu itu tidak apa-apa. Jika saja tadi pelayan yang datang bukan aku bagaimana? Sudah tau di rumah ini semuanya adalah pelayan laki-laki kecuali bi Selly. Seharusnya kau berterimakasih karena itu aku.” Ucap Jack dengan senyum sinisnya.


“Iya juga si apa yang di bilang olehnya. Jika saja yang masuk adalah pelayan aku akan lebih malu lagi.” Ucap Caca dalam hati.


“Tapi kan sama saja. Kenapa dia masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?” sambung fikiran Caca dalam hatinya.


“Kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk?” tanya Caca pada Jack.


“Bagaimana bisa kau dengar aku mengetuk pintu atau tidak? Sementara kau sedang berada di dalam kamar mandi?” balik tanya Jack pada Caca.


“Iya juga si, tapi tetap saja kau yang salah.” Jawab Caca.


“Sudahlah, aku yang salah aku minta maaf. Dan aku akan melupakan apa yang aku lihat, jadi sekarang bisa kah kau tak marah pada ku? Padahal aku lelah telah melakukan perjalanan jauh.” Ucap Jack dengan muka lelah liciknya itu.


“Huh....Baiklah. Jadi kapan kau sampai di mansion?” tanya Caca.


“Dua jam yang lalu aku sampai.” Jawab Jack.


“Oh,” jawab Caca dengan singkat pada Jack.


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.

__ADS_1


__ADS_2