
Sebulan kedatangan Max kembali ke Jepang untuk membawa Kazumi bersama dengannya. Max meminta restu sang nenek untuk menikahi cucunya. Dan Nenek sangat setuju dengan permintaan Max. Max langsung melamar Kazumi dan Kazumi menerimanya. Tapi tidak di sangka-sangka, Max mengetahui sebuah kebenaran tentang penyakit kanker sum-sum tulang belakang sang Nenek yang tidak di ketahui oleh Kazumi.
Nenek merahasiakan semua ini dan tidak ingin melakukan probatan. Karena waktu membuktikan penyakit ini semakin parah, nenek tidak sadarkan diri dan masuk ke dalam rumah sakit. Waktunya tidak banyak lagi, karena nenek sudah kritis. Nenek meminta Max untuk menikahi Kazumi sekarang juga di dalam rumah sakit di hadapannya.
Tidak di sangka itu adalah permintaan terakhir sang nenek untuk melihat cucunya bahagia. Max dan Kazumi mengikuti semua permintaan Nenek untuk melakukan pernikahan di depan matanya. Setelah selesai mengatakan janji suci mereka berdua, sang nenek menghembuskan napas terakhirnya.
Kazumi benar-benar terpukul dengan semua ini yang terjadi, kehilangan menjadi pukulan yang berat bagi dirinya. Tidak ada lagi keluarga yang ada dibumi ini dalam kehidupan Kazumi. Sebulan penuh Kazumi berada di dalam kamar tanpa berdaya. Max menemani Kazumi terus menerus dengan sabar dan tekun merawatnya. Karena kelembuatan dan juga perhatian yang penuh dari Max, akhirnya Kazumi sadar dengan semua ini.
Kazumi memberikan senyumnya kembali kepada Max. Dia mencoba iklas dan melanjutkan kehidupannya. Kazumi juga menerima dan membaca surat wasiat yang diberikan oleh Neneknya. Akhirnya Kazumi menyerahkan dirinya untuk meneruskan kehidupannya dengan Max. Dia menyetujui untuk ikut bersama dengan Max ke Kanada.
Di tempat lain, saat ini Billy sedang mempersiapkan sebuah acara makan malam romatis untuk mengatakan cintanya kepada Lauren. Billy menyewa sebuah tempat restoran bintang lima dengan suasana romantis. Sebuah restoran yang berada di lantai 25 dengan gaya klasik. Meja yang berada di balkon luar dengan pemandangan sudut kota yang begitu indah.
Di meja itulah Billy memesannya. Terlihat hidangan dua buah steak daging sapi, dua gelas kosong dan satu buah anggur merah tahun 1798. Pot bunga berisi lima tangkai mawar merah dan alat makan lain makannya seperti sendok, garpu dan pisau sudah tertata rapi di sana. Billy juga sudah memerintahkan grup music untuk memberikan lagu kepadanya saat menikmati makanan.
Dan mempersiapkan sebuah kembang api yang akan dinyalakan setelah pernyataan cintanya. Langit malam akan dihiasi sebuah kembang api berwarna warni sebagai rasa bahagia dirinya atas cinta yang dimilikinya. Tidak lupa, Billy sudah memilih sebuah cincin yang akan dipasangkan ke jari manis Lauren saat menyatakan cintanya.
Semua rencana yang sudah di rencanakan oleh Billy berjalan dengan lancar. Lauren yang mendapatkan perlakuan itu benar-benar sangat terharu bahagia. Dia tidka pernah berfikir bahwa apa yang dilihatnya ini adalah kenyataan. Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan perlakuan romantis dari Billy. Dengan sangat bahagia, dia menerima lamaran Billy dan akhirnya mereka menikah di sana esok harinya di catatan hukum. Lauren juga menyetujui untuk tinggal di mansion Jack untuk sementara waktu. Billy menjanjikan untuk mengurus pembangunan rumah mereka di Italia.
Billy dan Max sudah membuat janji akan tiba bersama di Kanada pada tanggal dan jam yang sama di bandara. Mereka berdua sudah menyelesaikan rencana untuk menyimpan kekasihnya di mansion. Semua ini dilakukan untuk menyembunyikan diri dari para musuh. Persembunyian yang paling aman adalah persembunyian yang sangat rentan terhadap bahaya.
Mereka tiba di bandara pada pukul 10 pagi. Max dan Kazumi yang terlebih dahulu keluar dari bandara dan menunggu di mobil. Di susul oleh Billy dan Lauren yang masuk kedalam mobil. Deni menjemput mereka berdua di
bandara.
“Kalian datang tepat pada waktu yang pas.” Jawab Deni yang berada di dalam mobil.
“Kau yang menjemput kami? Bukan Riki?” tanya Max.
“Tentu saja aku menjemput kakak iparku, bukan karena kalian.” Jawab Deni.
“Apa yang kalian ributkan?” tanya Billy yang baru masuk kedalam mobil.
“Selamat datang kakak ipar Lauren.” Jawab Deni yang menggoda.
__ADS_1
“Terimakasih Deni.” Jawab Lauren.
“Lalu, dimana kekasihmu Meriska?” tanya Kazumi.
“Kakak ipar, bisakah kalian membantuku?” tanya Deni yang memberikan muka melas.
“Hahaha, jadi inikah alasanmu menjemput kami secara pribadi?” tanya Lauren.
“Hehehe.” Jawab Deni dengan tawa kecil dan anggukkan kepalanya.
“Sudah hentikan obrolannya, nyalankan mesinya. Dan segera kembali ke mansion.” Jawab Billy.
“Tenang saja, kita akan membantumu. Bukan begitu Kazumi?” tanya Lauren.
“Tentu saja.” Jawab Kazumi.
“Baiklah. Terimakasih Kakak ipar Kazumi dan Lauren. Billy dan Max benar-benar payah.” Jawab Deni yang menyelakan mobilnya.
Mereka bergegas kembali ke mansion. Saat tiba disana, penghuni yang berada di mansion sedang duduk di ruang tamu utama.
“Caca!” panggil Lauren yang bergegas mendekati Caca.
“Kakak Caca!”panggil Kazumi yang juga mendekati Caca.
“Aku sudah sulit untuk berdiri dan memeluk kalian.” Jawab Caca yang menunjukkan perutnya.
“Hahahah, perut ini sudah membesar.” Jawab Lauren.
“Tentu saja.” Jawab Caca tertawa.
“Aku akan menjadi bidanmu selama 24 jam.” Jawab Kazumi.
“Terimakasih.” Jawab Caca.
__ADS_1
“Jadi dimana yang lain?” tanya Max.
“Jack dan Jimmy sedang di kantor. Siska sedang di kamarnya. Sepertinya dia sedang mengalami hal yang sama sepertiku dulu.” Jawab Caca.
“Hamil?” tanya Billy.
“Aku menebaknya begitu. Hari ini tiba-tiba saja dia tidak jadi berangkat ke restoran karena mengalami mual-mual yang hebat. Aku sudah mengatakannya untuk ke dokter tapi dia tidak mau dan memilih untuk istirahat dan mengaggapnya masuk angina.” Jawab Caca.
“Kalau begitu aku akan memeriksanya.” Jawab Max.
“Tidak-tidak. Lebih baik Kazumi yang memeriksanya, Jimmy tidak akan mengizinkan laki-laki lain untuk melihat wanitanya. Bukankah kalian berempat semua memiliki sifat yang cemburan.” Jawab Caca.
Lauren dan Kazumi tertawa mendengar pernyataan Caca.
“Baiklah, walaupun aku adalah dokter ahli bedah. Namun, soal kehamilan aku juga memiliki keahlian dibidang itu.” Jawab Kazumi.
“Oh ya, aku mengucapkan belasungkawa tentang nenekmu.” Jawab Caca.
“Terimakasih, aku sudah tidak apa-apa.” Jawab Caca.
“Jadi, kenapa aku tidak diberitahu?” tanya Lauren.
“Maaf,” jawab Kazumi kemudian di peluk oleh Lauren.
“Yang sabar, kami ada disini sekarang untukmu.” Jawab Lauren.
“Sudah jangan bersedih kembali. Kita harus mengukir waktu yang lebih baik lagi disini sekarang. Billy, Max ajak mereka untuk pergi kekamar kalian, setelah itu baru periksa Siska. Kalian juga pasti sangat lelah atas perjalanan.” Jawab Caca.
“Sepertinya tidak perlu, kita langsung melihat Siska dulu. Setelah itu baru kita istirahat.” Jawab Kazumi kepada Max.
“Baik sayang.” Jawab Max yang tersenyum.
“Aku juga ikut denganmu,” ucap Lauren.
__ADS_1
“Ayo!” jawab Kazumi.
Mereka bergegas untuk pergi menaiki lift ke kamar Siska. Kamar Jimmy yang sudah menjadi kamar Siska juga. Begitu pula dengan kamar Billy menjadi kamar Lauren dan kamar Max menjadi kamar Kazumi.