I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Membalas Kevin Part 2


__ADS_3

“Benar! Saat ini dia membutuhkan kalian untuk menguji kesetiaan kalian.” Ucap Max.


“Kami siap membantu.”


“Karenanya kami bisa bertahan hidup dari dunia yang kejam ini.”


“Kami siap mempertaruhkan nyawa.”


“Dia adalah dewa kami.”


“Kami akan melakukan apapun padanya.”


“Walaupun kami tidak mengetahui siapa dia, tapi kami yakin dia adalah orang yang baik.”


“Walaupun dia di kenal dengan sadis tapi kami yakin dia baik.”


“Kami akan membantunya.”


“Iya benar kami akan membantunya.”


Semua orang bersorak dengan argumennya masing-masing. Keadaan dalam ruangan semakin memanas karena semangat. Lagi-lagi Max mengangkat tangannya untuk memberikan kode mereka diam.


“Aku mengetahui bagaimana perasaan kalian, jika kalian siap untuk membantu kami? Kami akan sangat berterimakasih kepada kalian.” Ucap Max.


“Apa yang akan kami lakukan tuan?” tanya seseorang.


“Mudah, kita harus menghancurkan geng Black Blue.” Jawab Max.


Semua orang kembali berbincang mendengar geng tersebut. Geng tersebuh salah satu dari lima geng yang di takuti di negara ini. Kenapa geng seperti itu menyinggung geng nomor satu di dunia? Lagi-lagi mereka bertanya kebenaran yang terjadi.


“Nyoya besar dari tuan telah di ganggu oleh Kevin. Penerus Black Blue.” Jawab Max.


“Pantas saja.”

__ADS_1


“Jadi itu alasannya.”


“Wajar saja bos besar marah.”


“Ayo kita musnahkan.”


“Kami siap mengkalahkan mereka.”


“Benar kita harus menghancurkan mereka.”


“Hancurkan Black Blue hingga ke akar.”


Mereka terus berteriak sangat semangat. Di aula yang besar itu hanya ada 90 orang saja beserta Max dan CEO perusahaan cabang Sandreas yang sekaligus sebagai ketua Mafioso di negara itu sebagai orang kepercayaan Jack.


“Baiklah, aku sengaja mengumpulkan kalian dari berbagai distrik untuk membantu kami sesuai dengan kemampuan kalian.” Jawab Max.


Mereka saling menatapa mencerna pernyataan yang dikatakan oleh Max. Max melanjutkan pernyataannya.


“Aku ingin orang-orang yang lebih unggul dalam berkelahi di barisan pertama, untuk kemampuan medis barisan kedua, untuk kemampuan It di baris ketiga, dan untuk kemampuan senjata di baris ke empat.” Ucap Max.


“Aku ingin kalian membagikan diri lagi menjadi dua bagian pada setiap baris kemudian mengambil posisi di masing-masing sebelah kanan dan kiriku.


Mereka terus mengikuti perintah Max.


“Untuk kelompok kanan akan di pimpin olehku sendiri dan untuk kelompok kiri akan di pimpin oleh Billy Sandreas salah satu the five legendaris wanted.” Jawab Max.


“Kita akan bertemu lagi 3 jam di sini, sekarang kalian persiapkan peralatan dan perlindungan diri.” Ucap Max sekali lagi.


Sebenarnya seserius apa yang sudah terjadi sehingga dua orang dari lima orang itu turun tangan? Semua orang yang bubar dari aula itu menuju ruang persenjataan yang tersembunyi di bawah tanah perusahaan Sandreas tersebut. Mereka masih tidak habis fikir tentang aksi pembalasan ini. Membalas Kevin dengan sangat kejam. Itulah pemikiran mereka.


“Pantas saja mendapatkan julukan dan di takuti selama ini, karena hal ini.” Ucap seseorang Mafioso.


“Iya kau benar, sebenarnya seserius apa kejadian itu?”

__ADS_1


Sambil menunggu kedatangan Billy, Max dan anggota Mafioso itu mempersiapkan segala hal yang di perlukan untuk pertempuran di malam hari tersebut. Sedangkan Jack dan Jimmy yang berada di mansion sudah memulai membalas Kevin dengan menurunkan saham perusahaan Ayah Kevin.


Jimmy yang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk berwarna putih. Kemudian menarik kursi kerjannya dan duduk di depan meja kerja dengan dihadapkan I unit laptop. Sebuah laptop yang ia hidupkan kemdian mencampakkan handuk yang ada di tangannya.


Jimmy mulai mengketik keyboard, mengklik mouse kemudian menekan tombol enter. Jimmy sedang membuat rencana pencabutan investasi perusahaan Sandreas dengan perusahaan property milik ayah Kevin tersebut. Dengan mudahnya dalam beberapa menit perusahaan tersebut akan mengalami ambang ke hancuran.


“Finish! Akhirnya aku bisa istirahat. Kita lihat beberapa menit lagi akan ada berita kehancuran perusahaan ini.” Jawab Jimmy dengan menyanggakan kedua tangannya di dagunya sambil tersenyum licik.


Jimmy berpindah dari meja belajarnya menuju kasur. Karena sudah satu harian dia tidak tidur mengurus perusahaan. Jack memerintah Jimmy untuk segera menyelesaikan semua urusan di luar kota agar tidak terlalu lama meninggalkan Caca. Seharusnya di luar kota membutuhkan waktu satu minggu namun hanya dua hari semuanya clear.


“Wah, memang kasur sendiri paling nikmat.” Ucap Jimmy ketika membaringkan dirinya di atas kasur dengan memeluk bantal guling.


Tidak membutuhkan waktu lama, Jimmy menerima sebuah notifikasi di ponselnya. Jimmy mengambil ponselnya yang sedang berada di atas lemari kecil dekat lampu tidurnya. Jimmy melihat notifikasi itu dengan tersenyum sinis penuh kemenangan.


“Rasakan akibatnya Kevin, bahkan ayahmu juga mendapatkan masalah karenamu.” Ucap Jimmy dalam hatinya sendiri.


“Akhirnya selesai juga tugasku, tinggal menunggu kabar dari mereka. Lebih baik aku istirahat karena aku benar-benar mengantuk.” Ucap Jimmy kemudian meletakkan ponselnya dan kembali berbaring di atas tempat tidur lalu memejamkan matanya.


Jack yang sudah selesai membersihkan dirinya berjalan menuju kasurnya di mana Caca sedang tertidur pulas. Jack juga menerima notifikasi di ponselnya sehingga dirinya melihatnya. Saat melihatnya dirinya kembali tersenyum dengan sinis.


“Kerja bagus Jim,” ucap Jack saat melihat ponselnya dengan tersenyum.


Jack meletakkan kembali ponselnya di samping lampu tidur yang berada di dekat tempat tidurnya. Jack kembali mendekatkan diri ke posisi Caca tertidur. Jack mengarahkan badannya kea rah Caca. Membelai rambut kepala Caca dengan tangan kanannya.


“Aku sudah melakukan dengan baik untuk mu, ku harap tidak akan ada orang lain lagi yang akan menyakitimu dan membuatmu menangis.” Jawab Jack sambil membelai rambut kepala Caca.


“Malam nanti akan aku habisi kau Kevin.” Ucap Jack dalam hatinya kemudian memeluk badan Caca dan ikut tertidur di sampingnya.


Beberapa menit setelah pembalasan penurunan saham perusahaan Ayah Kevin menjadi berita utama di siaran TV. Di kabarkan bahwa perusaah tersebut mengalami penurunan saham hingga 80% dan yang tersisa harga jual perusahaan adalah 20%. Hal ini sudah di ketahui oleh Ayah Kevin sehingga dirinya segera kembali untuk mentanganin hal ini.


Saat itu ayah Kevin sedang berada di luar kota, dan kembali segera untuk mencari informasi apa yang sebenarnya terjadi. Dan hal ini juga sudah di dengar oleh David yang sedang menonton televisi di rumahnya bersama dengan sang Ibu.


Sedangkan Kevin masih belum mengetahui hal ini, dia masih berada di ruangannya dengan mengobati luka-luka memar hasil perkalihannya dengan saudara tirinya itu. Setelah perkaliahannya dengan David, ia mengobatin sendiri dan beristirahat di sofa dalam ruangannya dengan mengkunci ruangannya takut ada mahasiswa atau dosen lain yang akan masuk ke dalam ruanganya.

__ADS_1


Kevin tidak memikir bahwa pembalasan Jack akan secepat dari dugaan yang dia fikirkan.


__ADS_2