I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Rencana Kerja Sama


__ADS_3

“Seperti yang aku katakan sebelumnya bahwa aku dan John adalah kembar identik, jadi banyak orang yang sulit untuk membedakan kami. Dan Jenni tidak mengetahui kebenaran itu. Alasannya karena aku dan John sejak kecil selalu berpisah dan suka berpinda tempat, aku jadi John atau John jadi aku. Namun aku yang sering menggantikan posisi John di lingkungannya saat kecil namun setelah umurku 17tahun, aku jarang bertemu dengannya.”


“Dia pergi ke universitas sedangkan aku fokus pada pelatihan sebagai tentara khusus. Dia menjadi kuliah di universitas yang sama dengan Vanessa. Saat dirinya lulus dia menjadi seorang dosen di sana dan mengajar di kelas Vannesa. Dan saat itulah Jenni menyukainnya.”


“Jenni adalah sahabat Vannesa dari semester 1 perkuliahan, dan dia mengetahui bahwa Vannesa dan John saling mencintai. Namun dia mengkhianati sahabatnnya sendiri karena buta akan cinta. Dia pernah menjebak John atau Vannesa namun rencanannya selalu gagal.”


“John mengetahui semua hal itu dan memberitahu Vannesa akan kebenarnya sehingga mereka memutuskan persahabatan itu dan pergi menghilang dari Jenni. Saat John dan Vannesa sudah menikah mereka bertemu kembali dengan Jenni, karena takut hal-hal dulu terulang mereka selalu berjaga-jaga karena Vannesa sedang hamil tua.”


“Setelah pertemuan itu tidak lama kemudian Vannesa mengalami pendaharahan terus menerus dan perempuan itu berusaha mendekati John kembali namun John menolakknya dan pergi menghilang lagi. Namun setelah pelarian itu, sebulan kemudian rumah mereka mengalami musibah kebakaran di kediamannya dan untung saja saat itu aku dapat menyelamatkan Kenzo dan Bella namun tidak bisa menyelematkan John dan Vannesa.” Ucap Jack yang berekspresi sedih.


“Maaf sudah mengingatkan mu pada kejadian itu,” ucap Caca.


“Daddy! Orangtua kami pasti bahagia di sana melihat kami di rawat dengan baik olehmu.” Ucap Bella.


“Terimkasih. Aku berfikir bahwa Jenni tidak


mengetahui kejadian itu namun dia sudah menebak bahwa Vannesa tidak akan


bertahan hidup.”  Ucap Jack.


“Jadi menurutmu, Jenni berfikir bahwa kau adalah John? Lalu dia berfikir bahwa dia mengetahui pernikahanku dan dirimu kemudian bertindak seperti itu kepadaku?” ucap Caca.


“Kemungkinan besar seperti itu.” Jawab Jack.


“Pantas saja dia mengatakan hal seperti itu.” Jawab Caca pada Jack.


“Bisakah kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi malam itu?” tanya Jack.


“Saat aku ke toilet ada 2 orang lelaki yang


berseragam seperti pelayan mansion kita lalu membiusku. Dan saat aku sadar aku


sudah di ikat di dalam rumah itu. Dan Jenni ada di hadapanku sebagai dalang


semuannya.”


“Dia bertanya kepadaku mengapa aku bisa menikahi mu. Dia juga berkata bahwa aku tidak pantas berada di dekatmu dan mengancamku untuk meninggalkan mu karena jika tidak aku akan mengalami hal yang sama seperti wanita itu. Dan ku fikir wanita yang di maksudnya adalah Vannesa.” Jawab Caca.


“Berani sekali dia mengancammu! Dasar wanita brengsek! Apa lagi yang dia katakana pada mu?” Ucap Jack.


“Aku menjawabnya tidak akan meninggalkan mu karena kau adalah suamiku. Dan saat itulah dia mengatakan akan merebutmu dari kudan membuatku di lecehkan oleh orang suruhannya.” Jawab Caca.


“Dasar wanita licik. Aku akan membalaskan semua perlakuannya padamu. Tapi bisakah kau bekerja sama dengan ku untuk menyusun rencana?” tanya Jack.


“Maksudnya?” tanya Caca.


“Aku akan berusaha menjebaknya masuk ke dalam perangkapku. Saat ini dia mengira bahwa aku adalah John maka dari itu kita harus menangkapnya dari kelemahan itu.” Jawab Jack.


“Lalu apa rencanannya?” tanya Caca.

__ADS_1


“Tidak ada, kita ikuti saja rencana dia. Kita hanya bermain peran. Dan aku juga tidak akan membuatmu berada dalam bahaya.” Ucap


Jack.


“Tapi berjanjilah padaku untuk tidak membunuh.” Ucap Caca.


“Aku tidak bisa berjanji sayang, semua itu naluri seorang raja yang harus membunuh.” Jawab Jack.


“Kau!” jawab Caca.


“Tenang saja, aku tidak akan sembarangan untuk membunuh orang tanpa alasan yang pasti.” Jawab Jack.


“Baiklah, tapi bisakah kau mengajariku menggunakan pisau dan pistol.” Ucap Caca.


“Kau serius mau mempelajarinnya?” tanya Jack.


“Karena tidak selamannya kau berada di sampingku Jack. Aku juga harus memiliki kemampuan perlindungan diri untuk keselamatanku.” Jawab Caca.


“Belajar saja denganku Bunda, karena daddy selalu sibuk.” Jawab Kenzo.


“Benarkah? Kenzo bisa?” tanya Caca.


“Tentu,” jawab Kenzo.


“Baiklah mulai besok kita sudah bisa belajar?” tanya Caca.


“Tentu Bunda,” jawab Kenzo.


“Oh ya saat ini aku sudah memerintahkan Jimmy untuk menarik semua investasi kita ke dalam perusahaan wanita itu. Kita tunggu saja reaksinnya setelah dia mengetahui bahwa insvetor terbesar di perusahaannya itu adalah kita.” Jawab Jack tersenyum.


“Sebenarnya sekaya apa si kamu Jack?” tanya Caca.


“Cukup untuk biaya seumur hidup kita. Sudahlah jangan bahas itu yang terpenting aku sudah menjelaskan siapa wanita itu padamu jadi kau tidak perlu cemburu lagi.” Goda Jack.


“Tunggu! Apa katamu? Cemburu?” tanya Caca.


“Hehehe,” jawab Jack sambil tertawa.


“Kata siapa aku cemburu tapi kau harus ingat


perjanjian kita saat memutuskan menikah.” Jawab Caca.


“Iya iya, kau benci dengan pengkhianatan apalagi berhubungan dengan wanita lain.” Jawab Jack.


“Smart!” jawab Caca.


“Tentu dong mylotus,” ucap Jack sambil mencium kening Caca.


“Apa-apaan si dilihat oleh anak-anak.” Jawab Caca.

__ADS_1


“Kenapa sekarang setiap tingkah lakunnya sudah tidak membuatku canggung bahkan nyaman.” Ucap Caca dalam hatinnya.


“Tidak apa-apa kan anak-anak? Sini daddy akan mencium kalian juga.” Ucap Jack sambil mencium Bella.


“Jangan cium aku,” ucap Kenzo saat di cium Jack.


“Seperti biasa kak Kenzo tidak suka di cium oleh daddy. Hahaha.” Ucap Bella sambil tertawa.


“Karena aku bukan anak kecil lagi yang selalu di cium.” Ucap Kenzo.


“Tapi kalau bunda yang mencium, Kenzo tidak marah kan?” tanya Caca menggoda.


“Tentu saja tidak.” Jawab Kenzo.


“Dasar ini anak. Jangan mengambil ciuman istriku.” Jawab Jack memeluk Caca saat Caca mencium Kenzo.


“Ini bundaku  juga,” jawab Kenzo.


“Hahahha, kalian berdua jangan bertengkar seperti anak kecil.” Ucap Caca tertawa.


“Daddy yang memulai.” Jawab Kenzo.


“Kau yang serakah.” Jawab Jack.


“Hahahahha,” Caca dan Bella tertawa.


“Jack kemarilah!” ucap Caca.


“Ada apa?” tanya Jack .


Caca mengelus kepala Jack mencari bekas luka di masa kecil.


“Inikah bekas luka itu?” tanya Caca.


Jack mengaggukkan kepalannya, kemudian Caca mencium luka itu.


“Maaf saat itu aku hanya bisa mengikatnya


menggunakan gaunku.” Ucap Caca.


Mereka saling pandang memandang, Jack sangat terharu atas tindakkan Caca sehingga ada perasaan rindu yang terobati.


“Seperti yang kau katakan, Jack atau Jacob adalah orang yang sama. Kalian adalah orang yang menolongku waktu itu, terimakasih telah mencariku selama ini dan maaf membuat kalian menderita selama ini.” Ucap Caca sambil menangis.


“Jangan pernah menjatuhkan air matamu lagi di hadapanku walaupun untuk hal bahagia.” Ucap Jack sambil menghapus air mata Caca menggunakan jari tangannya.


“Kita mulai lagi dari sekarang. Seharusnya aku yang berterimakasih karena Allah telah mempertemukan kita kembali dan kau mau


mencoba menerimaku.” Jawab Jack.

__ADS_1


“Oke,” ucap Caca sambil tersenyum.


__ADS_2