I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kabar Pernikahan Jimmy dan Siska Part 1


__ADS_3

Berkas-berkas berupa kertas yang berada di setiap warna map yang berbeda sudah tersusun rapi di atas meja Jack. Dengan sangat cepat Jack menyelesaikan pekerjaannya dalam menandatangani setelah menyelesaikannya. Jack berusaha untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke mansion. Jimmy yang mengetahui hal itu masuk ke dalam kantor Jack.


“Kau tidak keluar untuk makan siang?” tanya Jimmy.


“Tidak.” Jawab Jack dengan singkat dan masih fokus terhadap beberapa kertas.


“Tidak memanggil delivery juga?” tanya Jimmy yang biasannya ada restoran milik mereka yang akan mengantarkan makanan Jack.


“Itu.” Jawab Jack melirik sekilas ke arah makanan yang berada di atas meja sofa depan meja kerjannya.


“Jadi kau tidak berniat untuk menikmatinya?” tanya Jimmy yang membuat Jack lebih emosi.


“Pergilah jika kau menggangguku Jim.” Jawab Jack.


“Hahahha. Ayolah tugas kita tidak terlalu berat. Sekarang berhentilah dan pulanglah jika memang ingin bertemu dengannya.” Jawab Jimmy.


“Hanya tinggal satu berkas ini akan selesai seluruhnya.” Jawab Jack.


“Jadi aku juga boleh untuk pergi setelah pekerjaanku sudah selesai?” tanya Jimmy yang semakin membuat Jack emosi.


“Kau tinggal pergi saja jika kau mau. Bukannya seperti itu biasannya.” Jawab Jack.


“Hahahhaa. Oke, aku duluan pergi menjemput calon istriku.” Jawab Jimmy penuh dengan kemenangan setelah menggoda Jack.


“Baiklah aku ikut.” Jawab Jack yang meletakkan satu map yang sudah dia periska tadi ke atas tumpukan yang sudah selesai dia tanda tangani.


“Kau mau ikut akau menjemput Siska?” tanya Jimmy.


“Tentu saja tidak. Jika kau pergi menemui calon istrimu maka aku akan pergi menemui istri dan calon anakku.” Jawab Jack.


“Hahhaha, oke ayo pergi.” Jawab Jimmy.


Mereka berdua keluar dari kantor pada siang hari. Mereka yang sudah menyelesaikan tugasnya bergegas keluar untuk bertemu dengan orang yang dicintai masing-masing. Jack pergi dengan mobil yang dibawa oleh Riki sedangkan Jimmy pergi menaiki mobil dengan sendiri.

__ADS_1


Mereka berpisah di parkiran dan menuju ke tempat tujuan masing-masing. Jack pergi untuk ke suatu toko parfume langganannya untuk mencari wewangian baru untuk dirinya.


“Riki pergi ke toko parfume langganan kita.” Ucap Jack.


“Baik tuan.” Jawab Riki.


Beberapa saat dalam perjalanan mereka tiba di toko parfume. Banyak varian wangi yang di tawarkan oleh mereka, namun karena Jack adalah pelangan VVIP maka dia masuk ke ruangan khusus dan langsung di layanin oleh pemiliki toko. Pemilik tokoh itu juga merupakan bawahan Jack dan seorang lelaki yang sudah beristri.


Jack meneceritakan maksud dan tujuannya datang membeli varian yang cocok untu seorang wanita hamil. Seperti sebuah aroma terapi yang bagus untuk kondisinya. Dia memberikan usulan tentang aroma buah persik yang di campur dengan aroma teh hijau jepang. Jack mencium aromannya dan menyukainnya.


Hal itu juga atas bantuan pemikiran Jack, dan saat di campurkan ternyata wanginya cocok. Penjual parfume itu sudah tidak heran jika Jack itu serba bisa.Dia membuatkannya dengan waktu sepuluh menit saja. Parfume yang terbuat dari sari langsung tanpa alcohol. Dia memberikan beberapa botol kepada Jack setelah membuatnya.


Jack tidak terlalu banyak berbicara hanya menyampaikan maksudnya saja. Dia segera pergi dari toko setelah semuannya selesai. Jack bergegas untuk pergi ke toko bunga untuk membelikan beberapa tangkai mawar untuk di letakkan sebagai hiasan di kamar Caca. Setelah itu malaju ke mansion.


Caca yang berada di atas sofa dengan keadaan tertidur. Kenzo dan Bella juga tertidur di bawah sofa karena menunggu Caca terbangun. Jack yang melihat semua hal itu tersenyum dan mencoba untuk membangunkan mereka karena sudah waktunya zuhur. Jack membangunkan mereka setelah ia masuk ke kamar untuk meletakkan bunga dan memberikan aroma parfume itu di dalam kamar.


“Mylotus, bangulah.” Ucap Jack setelah mengelus pipi Caca.


“Mereka sudah begini sejak tadi?” tanya Caca kepada Jack.


“Aku tidak mengetahuinnya, saat aku sampai kalian bertiga sudah tertidur disini.” Jawab Jack.


“Kasian mereka, tadi ingin menghiburku dengan melukis, tapi aku tertidur disini. Oh ya, selimut ini?” tanya Caca.


“Bukan aku. Anak-anak yang membawakan untukmu pastinya.” Jawab Jack.


“Oh. Jangan di bangunkan mereka, pindahkan saja hubby ke kamar mereka.” Ucap Caca.


“Tidak apa-apa sudah waktunya sholat zuhur. Jadi kita akan berjamaah dengan mereka. Bangunkanlah, aku akan mengganti pakaian terlebih dulu.” Jawab Jack yang berdiri dan masuk ke kamar langsung.


“Kenapa tidak mual? Dan aroma darinya sudah berbeda? Sekarang lebih segar dan lembut?” tanya Caca dalam hati.


Caca membangunkan Kenzo dan Bella, mereka juga berjamaah sholat zuhur di ruang sholat. Setelah semuannya selesai mereka di panggil oleh Selly untu pergi ke ruang dapur makan siang. Semua orang sudah berada di meja makan, termasuk Jimmy dan Siska yang sudah duduk di meja makan.

__ADS_1


“Kalian sudah ada disini sejak kapan?” tanya Caca yang kaget melihat keberadaan Siska.


“Baru saja.” Jawab Siska.


“Cie yang calon keluarga baru ini.” Jawab Caca tertawa menggoda Siska di saat dia berdiri dan kursinya di tarikkan oleh Jack untuk Caca duduk.


Caca tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Jack.


“Kami ingin mengundang kalian secara resmi untuk acara kami besok malam.” Jawab Jimmy.


“Astagfirullah, aku hampir lupa.” Jawab Caca.


“Tugas kami mengingatkan kembali. Tapi sebenarnya ini di percepat karena nenek dan kakek tidak bisa berlama-lama disini.” Jawab Siska.


“Lebih cepat lebih bagus. Kami pasti akan datang, bagaimana dengan ayah dan ibu, kalian sudah memberi kabar kepada mereka?” tanya Caca.


“Sudah aku katakana pada Max karena mungkin ini dia sudah tiba disana.” Jawab Jimmy.


“Baguslah.” Jawab Jack.


“Sudah, nanti saja kita bicarakan soal itu. Sekarang kita fokus untuk makan siang dulu.” Jawab Caca mempersilahkan mereka semua untuk menikmati hidangan makan siang. Mereka mengikuti saran yang diberikan kepada Caca. Saat ini hanya ada Kenzo, Bella, Caca, Jack, Jimmy dan Siska. Bagas dan Deni sedang berada di luar, mereka berdua sedang berjalan-jalan menikmati tempat-tempat di kota Kanada.


“Dimana Deni dan Bagas?” tanya Jack kepada Selly.


“Mereka sedang keluar sejak pukul sepuluh tadi setelah mengatarkan Kenzo dan Bella.” Jawab Selly.


“Oh,” jawab Jack.


“Son bisa aku meminta bantuanmu untuk membersihkan ruang kerjaku.” Jawab Jack yang biasanya menyuruh Son membersihkannya saat memang membutuhkan bantuan.


“Baik tuan.” Jawab Son.


Selly dan Son kembali ke tugas mereka yang meninggalkan ruang makan. Mereka semua menikmati hidangan dengan lahap karena Jack dan Jimmy juga belum makan siang. Mereka dengan cepat-cepat membereskan beberapa berkas di kantor. Semua itu dilakukan untuk segera menemui wanita yang dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2