I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Alasan Perubahan Sikap Caca


__ADS_3

Jack sudah terlalu bahagia dengan kado terindah yang sudah diterima olehnya. Sejak tadi dia tidak melepaskan pelukkannya kepada Caca dan tersenyum mengelus perut Caca dengan tangan kanannya. Caca sudah tidak tahan dengan aroma tubuh Jack secara tidak sengaja mengeluarkan isi dalam perutnya.


“Kakak ipar!” teriak Deni yang melihat Caca memuntahkan isi perutnya dari mulut di depan mereka.


“Mylotus! Kau kenapa?” tanya Jack yang sedang mengusap bekas muntah di mulut Caca dengan tangannya.


Selly yang menyaksikan hal itu segera menyingkirkan tangan Jack dan menjauhkan Caca dari Jack.


“Apa yang kau lakukan!” bentak Jack yang tidak kaget.


“Tuan, istrimu tidak tahan dengan aroma tubuhmu. Itulah alasannya kenapa dirinya tiba-tiba muntah.” Jawab Selly.


“Apa?” tanya semua orang yang kaget dengan pernyataan yang sudah dikatakan oleh Selly.


Caca menganggukkan kepalanya untuk memberikan pernyataan kebenaran atas apa yang sudah dikatakan oleh Selly. Mereka benar-benar tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi. Apakah orang yang sedang hamil bisa begitu?


“Mengapa seperti itu?” tanya Jimmy pertama berkata.


“Apakah semua orang hamil itu akan melakukan hal seperti ini?” tanya Kenzo.


“Mengapa dengan aroma tubuhku?” tanya Jack.


“Hahahaha,” Bagas yang tertawa dan dilihat semua orang.


“Oh maaf. Ternyata memang benar apa yang di katakan pepatah tentang buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.” Jawab Bagas dan tiba-tiba Caca berfikir dalam ingatannya.


“Kenapa?” tanya Jack.


“Waktu ibu mengandung Kakak, Ibu juga melakukan hal yang sama. Bahkan, Ayah harus tidur berpisah dengan ibu selama dua bulan.” Jawab Bagas.


“Apa?” tanya semua orang lagi yang terkejut.


“Jadi itulah alasannya mengapa kau tidak ingin tidur bersama denganku di ranjang yang sama?” tanya Jack mengingat tentang kejadian beberapa hari yang lalu.


“Iya.” Jawab Caca.


“Little baby ku mohon jangan begitu terhadap daddy.” Ucap Jack dengan wajah masamnya.


Semua orang tertawa melihat ekspresi Jack yang sangat murung.


“Kenapa kalian tertawa?” tanya Jack.


“Kami baru pertama kalinya melihat wajah masam mu itu.”Jawab Jimmy.

__ADS_1


“Selamat menikmati.” Jawab Bagas yang menepuk punggung Jack.


“Baiklah, untuk beberapa waktu akan datang. Bunda tidur saja denganku. Aku akan menggantikan daddy untuk menjagamu.” Jawab Kenzo yang menghampiri Caca dan memeluknya.


“Aku juga akan menjaga bunda. Jadi jika bunda memerlukan sesuatu tinggal katakan saja padaku.” Jawab Bella.


“Jadi aku harus tidur sendirian?” tanya Jack.


Mereka semua menganggukkan kepala dan tertawa. Jack hanya bisa menghela napasnya dengan wajah masamnya harus menerima kenyataan yang terjadi. Akhirnya Jack mengerti tentang alasan perubahan yang di tunjukkan oleh Caca kepadanya dalam beberapa hari ini.


Mereka semua pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat setelah mengetahui kejadian itu. mereka semua juga sudah lelah setelah mempersiapkan semua kejutan untuk Jack. Caca benar-benar pindah kamar dan tidur dengan anak-anak. Jack di tinggal sendiri tidur di kamarnya dan dia harus menerima hal itu tanpa harus menolaknya.


Caca membaringkan dirinya di atas ranjang kamar Bella. Kenzo juga mengikuti Caca untuk tidur bersama dengannya dan Bella.


“Bunda kami berdua siap melayanin bunda 24jam.” Jawab Bella.


“Hahhaa. Siapa tuan dan nyoya.” Jawab Caca bercanda.


“Bunda apakah lelah, apakah seperti ini dapat membantu.” Jawab Bella yang memijat kaki kanan Caca.


Kenzo mengikuti tindakan apa yang sedang dilakukan oleh Bella dengan memijat kaki kiri Caca. Caca tersenyum dan mengelus kedua kepala Kenzo dan Bella.


“Bunda benar-benar beruntung mendapatkan anak yang sangat baik seperti kalian berdua.” Jawab Caca.


“Benar apa yang di katakan oleh Kakak Kenzo.” Jawab Bella menganggukkan kepalanya.


“Ini susu anda.” Ucap Selly yang datang memasuki kamar Bella mengantarkan susu madu untuk Caca sebelum tidur.


“Kemari bibi, biar Bella yang akan memberikannya.” Jawab Bella.


“Jangan lupa pastikan Caca meminumnya.” Jawab Selly.


“Bibi tenang saja.” Jawab Bella yang tersenyum.


“Saya permisi.” Jawab Selly yang tersenyum kembali.


“Terimakasih Bibi.” Jawab Caca.


Selly tersenyum dan pergi meninggalkan kamar. Bella memberikan segelas susu itu kepada Caca. Caca meminumnya secara perlahan dan memberikan gelas kosongnya kepada Bella kembali.


“Terimakasih sudah merawat bunda. Sekarang kita tidur.” Jawab Caca.


“Tentu saja. Mulai detik ini, kami akan merawat bunda. Jadi menurutlah apa yang kami katakan.” Jawab Bella.

__ADS_1


“Hahaha. Siap dokter kecil.” Jawab Caca.


“Iya kami akan menjadi dokter pribadi bunda selama Bunda membutuhkan.” Jawab Kenzo.


“Berbaringlah.” Jawab Caca.


Kenzo dan Bella mengikuti perkataan Caca. Caca kemudian membaringkan tubuhnya dan tidur bersama dengan mereka. Saat mereka semua sudah tertidur, Jack datang memasuki kamar dan melihat keadaan mereka.


Jack mencium kening mereka semua dan menyelimuti mereka dengan selimut dengan benar. Jack mengelus perus Caca sebelum pergi.


“Little baby jangan menyiksa daddy seperti ini. Jangan membenci daddy, daddy ingin selalu melidungimu dan bunda. Daddy mohon jangan memiliki kebiasan seperti itu.” Jawab Jack memohon janin Caca untuk tidak berbuat seperti itu.


Jack benar-benar tersiksa dengan kebiasaan yang di alami Caca saat hamil ini. Seharusnya peran dirinya yang menjadi seorang ayah harus siap siaga. Namun, baru saja memulainya dirinya harus menjauh dengan Caca. Menurutnya itu adalah hal yang tidak adil baginya.


Jack menutup pintu kamar dan meninggalkan kamar Bella. Jack berjalan menuju ruang kerjannya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Max. Jack berniat untuk konsultasi kepada Max. Meminta pendapatnya dan solusi untuk hal seperti ini.


“Sedang apa?” tanya Jack di panggilan itu.


“Ingin pergi makan.” Jawab Max saat itu yang akan pergi untuk makan di restoran dengan Kazumi sebelum berangkat meninggalkan Jepang.


“Caca hamil. Tapi …” Jack belum selesai berbicara sudah di potong.


“Bagus dong.” Jawab Max.


“Aku belum selesai berbicara.” Jawab Jack dengan nada tinggi dan perlahan.


“Apa ada masalah?” tanya Max.


“Iya. Caca tidak bisa dekat denganku. Semua itu adalah bawaan calon anakku. Kata Bagas, dulu bunda Aisyah saat mengandung Caca juga seperti itu terhadap ayah Joko.” Jawab Jack.


“Hahahhaha. Kalau begitu mengapa kau harus menelponku? Aku hanya seorang dokter bedah bukan dokter kandung. Walaupun aku mengetahui prihal tentang kehamilan tapi aku tidak pernah mengalami hal seperti itu. Kau bertanya pada orang yang salah,” jawab Max.


“Jadi aku harus bertanya kepada siapa?” tanya Jack yang masih bingung.


“Hahahah, seorang Jack Sandres bisa galau? Tentu saja bertanya pada orang yang pernah mengalami hal yang sama seperti dirimu saat ini.” Jawab Max.


“Ayah Joko?” tanya Jack yang sudah mengerti apa yang di maksud dari perkataan Max.


“Tentu saja kepada ayah Joko. Sudahlah, telepon langsung dan bertanya kepadanya apa solusinya. Aku tutup.” Jawab Max yang menutup panggilan Jack untuk pertama kalinya dalam hidup sambil tersenyum.


“Benar juga.” Jawab Jack yang tersenyum.


“Pasti dia tidak sadar bahwa aku sudah mematikan panggilan ini untuk pertama kalinya seumur hidupku.” Jawab Max dalam hatinya sambil tertawa penuh kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2