I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Max membawa Kazumi


__ADS_3

Waktu begitu cepat berjalan sehingga tidak terasa Max dan Kazumi sudah bekerjasama sebagai dokter di rumah sakit J bersama-sama. Sering berkolaborasi dalam ruang operasi membuat Max semakin mengenal sosok Kazumi tanpa di sadari.


Kazumi yang memiliki sifat yang cukup cerdas dan bekerja keras membuat Max semakin tertarik dengannya. Tanpa di sadari, Max juga memiliki rasa penasaran terus menerus terhadap dirinya. Max dan rekan satu tim lainnya juga sudah sering makan malam bersama hanya sekedar merayakan sebuah keberhasilan menyelamatkan pasien.


Hal itu yang membuat Max dan Kazumi semakin dekat tanpa di sadari mereka maisng-masing. Max selalu bersikap dingin terhadap orang lain menjadi karakter khasnya tersendiri. Max juga sering menggendong Kazumi setelah mereka minum-minum. Itu juga membuat Max sering bertemu dengan sang nenek.


Dan perasaan mengkagumi ini lebih besar di rasakan oleh Kazumi sendiri. Kazumi diam-diam menyimpan perasaan cinta terhadap Max. Dilihat dari beberapa minggu ini mereka semakin dekat. Namun Kazumi selalu menahan rasa itu agar tidak di ketahui oleh Max.


Dua hari sebelum keberangkatan.


Hujan terus turun tanpa henti semalaman ini. Waktu yang sudah menunjukkan tengah malam. Max yang sudah selesai dengan pekerjaannya keluar dari ruangan setelah berganti pakaian. Max berjalan keluar dari rumah sakit menuju halte bus terdekat. Karena cuaca yang hujan, Max memutuskan untuk menaiki bus saja daripada stasiun kereta api bawah tanah.


Max membuka payung putih transparannya untuk melindunginya dari hujan yang deras menuju halte bus. Berjalan secara perlahan dan tiba-tiba memberhentikan langkah kaki sejauh 4 meter jarak dari halte bus. Max memperhatikan seorang wanita yang sedang duduk di bangku halte bus.


Wanita itu adalah Kazumi. Kazumi memakai baju tipis dan rok di atas dengkul membuat dirinya kedinginan di bangku halte bus itu. Kazumi memeluk dirinya sendiri dan sesekali menggosok kedua tangannya untuk menghangatkan dirinya.


“Gadis bodoh!” ucap Max saat memeperhatikan Kazumi.


Max melangkahkan kakinya kembali mendekati tujuan awalnya. Menutup payungnya dan membuka jaket yang di gunakannya dan duduk di samping Kazumi. Jaket berwarna hitam itu di lemparkan oleh Max ke tubuh Kazumi. Hal itu membuat Kazumi kaget karena tanpa di sadarinya ada seseorang yang duduk di sampingnya. Kazumi melihat Max hingga cukup lama.


“Aku memang sudah tampan sejak lahir. Jadi jangan melihatnya seperti orang tampan baru pertama kali.” Ucap Max.


“Narsis sekali.” Jawab Kazumi kemudian memalingkan wajahnya.


“Pakai itu, lain kali jangan memakai rok mini dan baju tipis di saat musim hujan.” Ucap Max.


Kazumi langsung memperhatikan tubuhnya lalu memakasi jaket yang di pakai Max.


“Jadi dari tadi dia melihat ini. Ah malu sekali.” Jawab Kazumi yang tidak mengetahui bahwa baju tipisnya basah karena hujan dan memperlihatkan pakaian dalamnya.


“Terimakasih.” Jawab Kazumi.


“Sama-sama.” Jawab Max.


Mereka masih saling diam-diam hingga bus datang dan mereka menaikinya. Hanya tinggal dua bangku kosong yang sejajar saat itu sehingga Max dan Kazumi duduk di tempat yang sama.


“Tidak ada tempat lagi.” Jawab Max  saat ingin duduk di kursi kosong di samping


Kazumi.


“Duduklah.” Jawab Kazumi yang ikut cuek.


Kazumi melihat kemeja yang digunakan Max basah karena hujan, membuatnya merasa tidak nyaman.


“Pakaianmu basah.” Ucap Kazumi yang ingin membuka jaketnya.

__ADS_1


“Pakai saja. Aku tidak apa-apa.” Jawab Max.


“Tapi..” ucap Kazumi belum sampai selesai sudah di potong oleh Max.


“Sudahlah, tidak kau lihat tubuhmu itu kedinginan dan lebih membutuhkan.” Jawab Max.


“Hmmm. Baiklah.” Jawab Kazumi.


Setelah perbincangan itu mereka masih saling diam dan menikmati perjalanan tanpa percakapan apapun. Kazumi yang mulai mengantuk membuat kepalanya hampir saja terkena kaca bus. Max mengarahkan kepala Kazumi ke bahunya. Hingga sampai di alamat pemberhentian bus tempat tinggal mereka masih dalam posisi seperti itu.


“Bangunlah. Kita sebentar lagi sampai.” Jawab Max yang membangunkan Kazumi.


“Apakah aku sejak tadi begini?” tanya Kazumi.


“Iya sampai-sampai air liurmu jatuh di bajuku.” Jawab Max.


“Maaf.” Ucap Kazumi yang membersihkan mulutnya yang tidak ada air liur sebenarnya.


Bus berhenti, Max keluar dengan membuka payungnya. Kazumi yang begitu malu sejak tadi ikut keluar pelan-pelan agar Max duluan berjalan tapi ternyata Max menunggunya.


“Apalagi yang akan kau tunggu, cepat turun.” Ucap Max yang memberikan payungnya ke arah Kazumi.


“Terimkasih.” Jawab Kazumi.


“Aku capek mendengarkan mu sejak tadi mengatakan terimakasih.” Jawab Max.


“Kenapa kau berhenti?” tanya Max.


“Jadi bagaimana cara aku berterimakasih kepadamu?” tanya Kazumi.


“Kosongkan jadwal cuti mu bulan depan dan ikut bersama denganku.” Ucap Max yang mengarahkan badannya ke depan wajah Kazumi.


“Ke mana?” tanya Kazumi.


“Indonesia.” Jawab Max.


“Karena?” tanya Kazumi.


“Pesta.” Jawab Max.


“Jadi kau menyuruhku untuk menjadi fatner mu?” tanya Kazumi.


“Mungkin seperti itu.” Jawab Max.


“Tapi..”

__ADS_1


“Tidak ada tapi-tapian. Aku tidak menerima penolakkan. Kau cukup membawa dirimu saja. Selebihnya serahkan kepadaku.” Jawab Max.


Keberangkatan ke Indonesia.


Max membawa Kazumi ke pesta resepsi Jack dan Caca. Max mengirimkan sebuah gaun beserta sepatu untuk pakai oleh Kazumi. Kazumi menggunakan pemberian Max tersebut. Sebuah gaun berwarna gold dengan design mewah dan elegan. Gaun elimited edition dari salah satu merek pakaian terkenal


di negara itu.


“Ini gaun seharga gajiku sebulan?” tanya Kazumi yang mengetahui harga gaun tersebut.


“Dan sepatu ini juga?”


“Sebenarnya dia sekaya apa memberikanku barang-barang mahal ini?”


Kazumi membaca pesan singkat dari Max.


“Gunakan apa yang aku beri tanpa berkomentar apapun. Satu jam lagi aku akan menjemputmu.” Isi pesan Max.


“Ini cowok selalu maksa. Baiklah untuk rasa terimakasihku atas semua kebaikannya selama ini.” Jawab Kazumi kemudian bersiap-siap.


Max menjemput Kazumi di restoran dan meminta izin kepada sang nenek untuk membawa Kazumi ke Indonesia. Max melihat Kazumi yang menggunakan pakaian pilihannya sangat puas.


“Tidak salah aku memilihkan gaun itu untuknya.” Ucap Max dalam hatinya.


“Cantik sekali sayang.” Ucap Nenek melihat Kazumi.


“Terimakasih nek.” Jawab Kazumi yang tersipu malu karena di puji sang nenek di hadapan Max.


“Kau sudah siap?” tanya Max.


“Sudah.” Jawab Kazumi.


“Baiklah kita bisa berangkat sekarang.” Jawab Max.


“Oke.” Jawab Kazumi.


“Nenek aku pinjam Kazumi selama dua hari. Aku janji akan menjaganya.” Ucap Max.


“Hati-hatilah dan jangan berbuat yang tidak baik.” Jawab nenek Kazumi.


“Nenek tenang saja.” Jawab Max.


“Hubungin nenek setelah kalian sampai di sana.” Jawab sang Nenek.


“Iya nenek.” Jawab Kazumi.

__ADS_1


Setelah itu mereka langsung ke bandara. Mereka berangkat meninggalkan restoran menggunakan taksi menuju bandara.


__ADS_2