I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kebenaran Keluarga Deni


__ADS_3

Ponsel Jack yang berada di saku depan jas berbunyi dan ia meraih untuk memegangnya dan mengangkat telepon dari Max.


“Kami sudah mengikat mereka berdua di markas. Segera datang!” jawab Max.


“Setengah jam lagi aku akan kesana.” Jawab Jack dengan singkat.


Jack membersihkan dirinya dan keluar hanya menggunakan handuk piama saja yang berwarna putih. Tidak mengunakan piama yang sudah di sediakan oleh Caca. Dan bagusnya Caca saat itu sudah tertidur pulas sehingga Jack bergegas menggunakan pakain kaos hitam dan celana hitam untuk pergi ke markas.


Jack menggunakan sepeda motor menuju markas agar lebih cepat untuk ditempuh. Hanya membutuhkan waktu duapuluh menit kurang lebih, Jack sudah tiba di markas. Markas yang berada di tengah hutan dan dijaga oleh orang-orang kepercayaannya. Mereka memberi hormat kepada Jack saat melihatnya. Jack hanya diam saja dan masuk ke dalam markas untuk bertemu dengan Max dan Billy.


“Di mana mereka?” tanya Jack saat tiba di dalam ruangan di mana ada Max dan Billy.


“Mereka di ruangan blod.” Jawab Max.


“Tunggu jangan masuk dulu, mereka masih belum sadarkan diri.” Jawab Billy.


“Tinggal siram dengan air atau lakukan untuk membuat mereka sadar.” Jawab Jack.


“Sebelum itu apakah kau tidak akan menjelaskan lebih jelas lagi masalah mereka berdua.” Jawab Billy.


“Duduklah.” Jawab Jack.


Mereka bertiga duduk di meja kecil yang berada di depan sebuah ruangan yang mereka sebut sebagai ruangan blod atau ruangan darah.


“Seperti yang sudah aku jelaskan secara singkat tadi bahwa Tara menyukai Jimmy da Tari menyukai dirimu.” Jawab Jack.


“Mengapa kau tidak menceritakan semua ini kepadaku sebelumnya karena mereka tidak penting. Namun, kau lihat sekarang hampir saja mereka akan mengacaukan pernikahan Jimmy.” Jawab Billy.

__ADS_1


“Awalnya aku hanya menganggap mereka hanyalah seorang debu. Tidak berarti bahkan jika hanya singgah. Tapi ternyata setelah aku menelusurin saat tadi, teryata mereka adalah dua wanita iblis sesuai dengan julukkannya.” Jawab Jack.


“Apa itu?” tanya Billy.


“Mereka mendapatkan kekuasaan dan juga nama karena mereka membunuh orangtua asuh mereka sendiri saat orangtua asuh mereka mendapatkan seorang anak laki-laki. Mereka takut akan bersaing dengan anak kandung alias sebagai pewaris tunggal grup D.” Jawab Jack.


“Jadi maksudmu mereka membantai keluarga asuh mereka sendiri?” tanya Max.


“Iya. Begitulah rahasia sebenarnya saat aku mengetahui keberannya. Tapi aku tidak menyangka mereka berani datang dengan sendirinya untuk terlibat dengan keluarga kita. Aku tidak menyangka bahwa mereka adalah takdir. Membawa kehancuran dan kematian mereka berdua.” Jawab Jack.


“Aku masih belum mengerti.” Jawab Billy.


“Berhenti memotong pembicaraanku. Dengarkan dulu dengan baik-baik.” Jawab Jack.


“Iya.” Jawab Mereka berdua.


“Aku mendapati sebuah keganjalan dengan mereka berdua karena berusaha untuk mendekati aku sebagai Jimmy atau aku sebagai kau. Seperti yang kalian tahu bahwa aku menyamar dengan menggunakan topeng di setiap pertemuan besar dengan identitas dari kalian berdua. Dan mereka bertemu denganku beberapa kali. Aku awalnya mengira mereka adalah orang yang sama, ternyata berbeda.”


“Semakin aku mencari informasi mereka, semakin aku mengetahui banyak hal dari mereka. Dan yang aku maksud dengan takdir dan mengantarkan nyawa adalah karena merekalah yang membuat kedua orangtua salah satu rekan kita meninggal. Sudah sepantasnya aku ingin menghancurkannya pada trik liciknya sendiri. Aku hanya memberikan sedikit kode untuk mereka lebih tertarik.” Jawab Jack berhenti karena di tanya oleh Billy.


“Siapa rekan yang kau maksud?” tanya Billy.


“Deni, keluarga yang dibunuh mereka adalah keluarga Deni. Deni adalah korban dari kejahatan mereka berdua. Mereka bedua sudah membunuh Ibunya Deni dan Deni di rumah sakit saat mereka berusia tujuh tahun. Dan membunuh ayah Deni saat mereka berusia 15 tahun.” Jawab Jack.


“Apa? Apa yang kau katakan ini adalah kebenaran Jack?” Tanya Max.


“Kau sedang tidak bercanda?” tanya Billy.

__ADS_1


“Tentu saja tidak, semua itu adalah informasi yang aku dapatkan. Mereka di asuh oleh keluarga Deni saat usia lima tahun sebagai anak jalanan yang berada di kota Paris. Mereka sudah hidup seperti sistem rimba, siapa yang paling kuat dialah yang menang. Untuk membuktikan semua itu makanya aku ingin menangkap mereka pada saat aku kecelakaan hampir dibunuh waktu itu.”


Jawab Jack.


“Maksudmu adalah pertemuan pertamamu dengan Caca yang tidak kau ingat ada beberapa pembunuh itu?” tanya mereka.


“Salah satunya selain alasan telepon dari penghianat. Sebenarnya saat itu ada dua mobil yang sedang mengincarku. Salah satunya adalah pengawal mereka berdua yang berhasil aku lumpuhkan kedalam jurang dan pembunuh dari penghianat kita.” Jawab Jack.


“Dan kau belum memberitahu kami tentang hal penting ini bahkan dengan Deni sekalipun?” tanya Billy.


“Sudah aku katakana, aku juga tidak percaya sebelum aku memastikannya dari mulut mereka berdua.” Jawab Jack.


“Jadi saat kau mengikuti mereka saat dari telepon penghianat itu kau juga dikejar oleh mereka karena dikira adalah musuh?” tanya Max.


“Iya. Jadi sekarang kalian sudah puas dengan jawaban Dan penjelasanku?” tanya Jack.


“Baiklah. Ayo kita buktikan dengan mereka berdua.” Jawab Max yang juga penasaran dengan pernyataan yang sudah dibuat oleh Jack ini adalah kebenaran atau hanya sebuah hal yang tidak benar.


***FlashBack***


Deni di angkat menjadi keluarga Sandreas saar dirinya berusia lima tahun di rumah sakit. Rumah sakit yang berada di kota Paris dimana James menemukannya atas perintah dari salah satu anggotanya yang meninggal saat sedang melaksanakan tugas.


Laki-laki yang mengasuh Deni saat bayi mengatakan kebenaran kepada James tentang siapa sebenarnya anak ingin dia selamatkan itu. Dia mengatakan bahwa ibu Deni adalah adik kandungnya. Saat itu dirinya yang berprofesi sebagai dokter magang disalah satu rumah sakit yang ada dikota Paris. Saat itu dirinya bertepatan berjaga pada shiif malam ketika adiknya sendiri dibawa oleh ambulance ke rumah sakit tersebut dengan keterangan jatuh dari tangga.


Ibu Deni menceritakan dengan sangat jelas tentang kejadian dirinya bisa jatuh dari tangga karena di dorong oleh kedua putri asuhnya dari belakang. Saat itu suaminya masih bekerja di luar kota dengan urusan bisnis. Sambil menangis ibu Deni menceritakan keseluruhannya kepada adiknya dengan singkat.


Dia meminta kepada adiknya untuk menyelamatkan anaknya saja dan menjaganya dengan baik tanpa harus menyerahkan kepada suaminya sendiri. Dia meminta bantuan untuk tidak menyerahkan bayinya jika dirinya tidak bisa terselamatkan.

__ADS_1


Itulah yang dikatakan oleh anggota James sebagai pesan terakhir dan permohonan terakhir ketika kematiannya. James membawa Deni bersama dengan lainnya untuk dilatih sebagai anaknya sendiri. Sama seperti Max, Billy dan Jimmy.


__ADS_2