
Tiger berjalan menghampiri Jack yang masih berjalan menuju ketempat Caca. Saat Tiger sampai kepada tuannya, Tiger langsung mengeluskan dirinya kepada Jack.
“Kau juga menyukainya? Begitu juga dengan ku.” Ucap Jack sambil memberikan belaian tangannya di kepala Tiger.
Jack pun mengahmpiri Caca yang duduk di ayunan besi itu di ikuti oleh Tiger. Caca yang hanya melihat Jack dengan muka cemberut. Jack duduk di tempat ayunan sebelah Caca sambil membuka pembicaraan.
“Bolehkah aku meminta sesuatu?” tanya Jack.
“Apa? Bukan kan kau sudah memiliki semuanya?” jawab Caca.
“Terimalah permohonan maaf ku lagi, maaf telah membentak mu dan menyakiti hati mu bahkan darah ku mengenai wajah mu.” Ucap Jack.
“.....”
“Padahal aku tau kau phobia dengan darah. Maaf, lagi-lagi aku membuat kesalahan pada mu?” ucap Jack lagi.
“....Huhuh,” tangisan Caca yang bernada rendah.
“Kenapa kau menangis,” ucap Jack yang melihat air mata Caca.
“Berhentilah menangis,” ucap Jack yang menghapus air mata Caca kemudian memeluknya.
“Mengapa kau harus membentak ku padahal a...ku hanya ingin pulang kerumah kost ku,huhuhu.” Ucap Caca yang tanpa sadar menerima pelukan Jack.
Caca yang didik dari keluarga yang berketurunan suku Banjar dan Jawa ini tidak pernah mendapat perlakukan kasar dari orangtuanya bahkan hanya sebuah suara tinggi yang membentak dirinya. Ayahnya berasal dari suku Banjar yang di kenal dengan kemandirian dan juga ketegasannya. Dan Ibunya yang berasal dari suku Jawa yang terkenal dengan kelembutan dan kasih sayangnya. Jadi wajar saja jika Caca menangis.
Jack merasa bahagia karena pelukkannya tidak di tolak oleh Caca, namun dia juga merasa sedih karena membuat orang yang di cintainya menangis. Tanpa di sadari mereka sudah berpelukan selama lima menit.
“Berjanjilah padaku jangan pernah mengeluarkan airmata mu bahkan karena diriku. Aku tidak sanggup melihatnya. Dan jika aku melakukan kesalahan silahkan kau pukul aku, tapi jangan diamkan aku bahkan mengeluarkan air mata.” Ucap Jack.
“Ha, astagfirullah! maaf!” ucap Caca yang tersadar bahwa dirinya sedang berpelukkan dengan Jack lalu melepaskannya.
“ Oke,”
Mereka berdiam-diam tanpa ada suara apapun setelah itu hingga Jack lagi-lagi membuka pembicaraan.
“Apakah aku sudah di maafkan?” ucap Jack sambil memandang kesebalah kanannya di mana Caca berada.
“....” Caca mengaggukkan kepalanya menandakan dirinya sudah memaafkan Jack.
“Terimakasih,”
“Lain kali jangan membentakku lagi,” ucap Caca.
__ADS_1
“Aku berjanji tidak akan membentak mu.”Ucap Jack sambil memberikan sentuhan dikepala Caca menggunakan tangannya.
“Baiklah,” ucap Caca yang kemudian meraih tangan Jack dari kepalanya lalu meletakkan ke paha Jack.
“Ca, bisakah kau tinggal di sini selama seminggu untuk menjaga Kenzo dan Bella karena aku akan pergi selama itu untuk urusan bisnis.” Ucap Jack yang meminta Caca tinggal di mansion.
“Tapi...”
“Soal kerjaan mu aku kan mengurusnya dan soal kuliah mu bukan kah kau sudah tidak ada matakuliah lagi? Jadi bisakah untuk tetap tinggal di sini demi anak-anak.” Ucap Jack lagi memohon.
“Baiklah untuk kali ini,” ucap Caca.
“Benarkah?”
“Iya,”
“Ca, setelah kepulangan ku nanti ada yang ini aku bicarakan. Bolehkan aku mengajak mu untuk dinner?” ucap Jack.
“Kalau aku menolak kau juga akan memaksaku kan? Jadi lakukanlah sesuka mu.” Ucap Caca.
“Terimakasih. Kau tau Ca tentang tiga hewan yang sedang bersama mu saat ini? Mereka sama seperti ku,” ucap Jack.
“Maksudnya?” ucap Caca yang tidak mengerti dengan kalimat Jack.
“Kau pandai dalam hal menggombal wanita, tidak sesuai dengan yang ku dengar bahwa kau tidak pernah mencintai seorang wanita pun.” Ucap Caca.
“Hahahha, aku berkata jujur. Dan orang-orang berkata pada mu itu adalah perkataan yang benar. Macan ini ku beri nama Tiger, dia sudah menjadi hewan kesayangan ku dari dia bayi hingga usianya delapan tahun ini. Dan ular itu bernama sesuai dengan warnanya, White dan Black. Mereka ular berbisa dengan kematian 1 jam setelah tergigit olehnya. Mereka berdua sudah aku rawat selama sepuluh tahun ini dan ku berikan kepada Kenzo dan Bella sebagai hadiah kelahiran mereka berdua.” Ucap Jack.
“Jadi kucing besar ini bernama Tiger dan ular-ular ini White dan Black?”
“Iya. Dan mereka hanya menuruti perintah ku. Tidak ada satupun orang yang di mansion ini yang bisa mendekati perkarangan taman ini kecuali aku, Kenzo dan Bella.”
“Tapi aku bisa?” ucap Caca.
“Itulah yang ingin aku pertanyaakan, bagaimana cara mu bisa membuat mereka mengakui keberadaan mu menjadi teman bukan musuh?” ucap Jack.
“.....” Caca pun menceritakan kejadian awalnya.
“Hahahah, berarti sama dengan aku. Karena kau menolong kami maka kami menyukai diri mu?” ucap Jack sambil tertawa.
“Hmmm,”
“Bagaimana kau tidak takut dengan ular?” tanya Jack.
__ADS_1
“Soal itu, dari kecil aku sudah sering bermain dengan ular. Ular yang memiliki bisa maupun ular yang tidak memiliki bisa. Bahkan dulu kata orangtua ku ketika aku baru dilahirkan sehari, aku selalu di temani seekor ular kobra yang datang ke kamarku.” Ucap Caca.
“Kau serius?” Jack yang kaget dengan pernyataan Caca.
“Iya, entah kekuatan apa yang dimiliki oleh diriku semua hewan yang berbisa bisa tunduk pada ku. Jadi ular sudah menjadi mainanku ketika kecil.” Jawab Caca.
“Jadi kau seperti bisa berkomunikasi dengan ular?” tanya Jack.
“Mungkin seperti itu, tapi keanehan ini hanya ayah, ibu dan adikku saja yang mengetahuinya.” Jawab Caca.
“Baru kali ini aku mendengar itu?” ucap Jack.
“Hahahhaha, mungkin aku dewi ular dari zaman dahulu.” Jawab Caca.
“Hahahaha,” mereka berdua tertawa bersama.
“Ca, bagaimana jika kita dan anak-anak ke mall untuk membeli beberapa pakaian mu untuk kau gunakan selama tinggal seminggu di sini. Anggap saja sebagai ucapan maaf dan terimakasih ku untuk mu, yah mungkin kau bakalan menolaknnya tapi aku mohon terimalah.” Ucap Jack.
“Hmmmm, baiklah tapi dengan syarat aku yang menentukan di mana belinya.” Ucap Caca.
“Oke, jadi bisakah kita pergi sekarang?” ucap Jack pada Caca.
“...”Caca tersenyum lalu memberikan anggukan kepala.
“Ayo!” ucap Jack yang mempersilahkan Caca berjalan terlebih dahulu.
“Silahkan duluan Jack, begitulah kepercayaanku.” Ucap Caca.
“Baiklah,”
“Kau bersiap-siaplah terlebih dahulu, aku akan menunggu mu di ruang tamu.” Ucap Jack pada Caca ketika sampai di depan pintu mansion.
“Oke,”
Caca pun di antar oleh Selly ke kamarnya untuk bersiap-siap. Lalu Jack menemui Kenzo dan Bella untuk memberikan kabar baik ini yang saat ini mereka berada di lantai dua sedang latihan menembak bersama Max dan Deni.
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
membaca.
Happy Reading guys
__ADS_1