I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Rencana Pembunuhan Hanz


__ADS_3

“Kau serius?” tanya Billy.


“Iya aku berani berjanji hanya itu yang aku ketahui, jadi ku mohon lepaskan kami.” Ucap Hanz.


“Katakan kepadaku dengan lengkap di daerah mana itu?” tanya Billy.


“Di jalan Tukiama gang faku blok A.” Jawab Hanz.


 “Tolong lepaskan tuan muda Hanz jika ingin


melukai maka lukai saja kami.” Ucap ajudannya.


“Diam kalian, gara-gara kalian tidak kuat aku jadi seperti ini.” Ucap Hanz.


“Heeee, kalian termasuk setia kepada bos kalian tapi sayang bos kalian tidak seperti


itu. Lihat dia malah menyalahkan kalian.


Mereka berfikir setelah di hasut oleh Billy dan memutuskan bahwa Hanz tidak sebaik itu sebagai tuan mereka.


“Baiklah jika hanya itu yang kau ketahui, terimakasih.” Ucap Billy kemudian memasukkan sebuah kapsul kemulut Hanz.


Hanz menelan kapsul itu, kemudian Billy bernegosiasi kepada ajudan Hanz untuk menawarkan sesuatu. Billy memilih satu orang ajudannya yang di fikir Billy paling kuat diantara yang lainnya untuk bekerjasama.


“Apa yang kau masukkan kedalam mulutku?” tanya Hanz.


“Tidak apa-apa itu hanya hadiah perpisahan saja. Robert antar dia ke mobilnya dan yang lainnya serahkan padaku.” Ucap Billy.


“Baik bos,” jawab Robert.


Billy mendekati lima orang itu, dan saat itu empat orang lainnya sudah pingsan karena tonjokkan Billy sekali lagi di ruangan itu.


“Kenapa kau tidak ku pukul? Karena aku ingin membuat tawaran padamu?” ucap Billy.


“Apapun itu akan aku lakukan karena saat ini aku mengetahui Hanz bukanlah orang baik.” Jawabnnya.


“Siapa namamu?” tanya Billy.


“Roberto.” Jawabnnya.


“Namamu hampir sama seperti Robert. Baiklah Roberto kemarilah..” jawab Billy.


“Aku ingin kau membunuh semua orang dalam 1 kejadian kecelakaan. Dan kau melaporkan itu kepada orangtua Hanz. Kau tau apa yang harus kau lakukan?” bisik Billy pada Roberto.

__ADS_1


Robert mengaggukkan kepalannya dan mengerti apa yang harus dia lakukan.


“Tenang saja kau pasti akan aku lindungi dan rencana ini murni tidak ada yang mengetahuinnya.” Ucap Billy.


“Baik tuan,” jawab Roberto.


“Ingat jangan macam-macam padaku karena kau selalu aku awasi. Jika kau berhasil melaksanakan misi ini akan ku pastikan kau bagian dari kami.” Ucap Billy.


“Baik tuan, tapi bolehkah aku mengetahui siapakah tuan sebenarnya?” tanya Roberto.


“Kau akan mengetahuinya setelah misi pertamamu selesai.” Jawab Billy.


“Pergilah sekarang juga,” ucap Billy.


Roberto pergi meninggalkan ruang itu dan membawa satu persatu rekan-rekannya. Setelah mereka semua pergi dan hanya tinggal Billy di ruangan itu, Billy melihat ke arah kameran.


“Terimakasih atas ruanganmu dan semoga kau menyukai pertunjukkannya.” Ucap Billy tersenyum di depan kamera.


Setelah mengucapkan itu Billy keluar dari ruangan itu dan meninggalkan tempat itu menuju parkiran mobil di mana Robert dan Roberto sudah menunggu dirinya.


“Aku semakin tertarik padamu,” ucap Lauren menerima perkataan Billy.


“Aku percaya kita akan bertemu lagi,” ucap Lauren di dalam hatinnya.


Mobil pertama itu di masukkan oleh Hanz yang masih sadar namun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena Billy memasukkan kapsul yang berisi narkoba mematikan yang di ciptakan oleh Max untuk membunuh musuhnya dan mengelabui pihak keamanan.


Strategi ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang dinginkan. Karena saat mayat mereka di temukan kemudian di autopsi maka hasilnya akan mengatakan terlalu banyak mengkonsumsi narkoba dan terjadi ketidak sadaraan diri dalam mengemudi dan mengakibatkan kecelakaan terjadi.


Mobil itu bukan hanya ada Hanz saja namun empat orang ajudannya juga di masukkan kedalam mobil tersebut untuk membuang barang bukti. Billy merencanakan semua ini karena tidak ingin meninggalkan jejak apapun.


Mobil itu di jatuhkan kedalam jurang dengan membocorkan tangki minyak agar mudah terbakar. Sementara Roberto berada di mobil Robert dan Billy.


“Ingat untuk menelpon ambulance dan juga mengkabarin orangtuannya.” Ucap Billy.


“Iya tuan,” jawab Roberto.


“Kau tau akan memberi alasan apa kan?” tanya Billy.


“Iya tuan,” jawab Roberto.


“Bagus. Sekarang keluarlah dan lakukan rencana kita.” Ucap Billy.


Kemudian Robert masuk kedalam mobil dan mengemudi meninggalkan Roberto di sana sendiri dan memperhatikan dari atas jalanan tebing itu.

__ADS_1


“Apakah ini tidak mengapa bos?” tanya Robert.


“Tenang saja, aku tidak akan pernah salah menilai orang. Roberto itu memeliki bakat yang bagus namun dia bekerja dengan orang yang salah.” Jawab Billy.


“Apa sebenarnya yang tuan bicarakan padannya?” tanya Robert.


“Jika misi ini dia selesaikan maka dia bagian dari kita.” Ucap Billy.


Tidak lama kemudian ambulance datang menghampiri kejadian dan awak media juga berdatangan untuk meliput berita.


Sejam setelah kejadian itu tayanglah berita utama pada malam itu.


“Breaking New, tuan muda Hanz anak dari menteri keuangan telah terjadi kecelakaan satu jam yang lalu di tebing……..kejadian ini terjadi karena narkotika dan para pengawalnnya berusaha untuk menyelamatkannya namun sayang yang tersisa hanya seorang.” Ucap reporter.


“Tuan muda Hanz saat itu tidak ingin di ikuti oleh kami, oleh karena itu kami menaiki taksi untuk mengikutinnya dari belakang. Dan tiba-tiba mobilnya masuk kedalam jurang. Empat orang rekan saya ingin menyelematkannya namun ternyata mobil itu meledak. Dan saat itu saya mencoba mencari bantuan.” Jawab Roberto.


Billy dan Robert yang sudah berada di dalam rumah dan menyaksikan televisi.


“Sesuai dengan yang kuduga.” Ucap Billy.


“Bagaimana dengan orangtua Hanz?” tanya Robert.


“Mereka akan menyelidiki kematian anaknya namun tidak akan menemukan apapun.” Jawab Billy.


“Benarkah?” tanya Robert.


“Karena saat di autopsi mayat Hanz akan menghasilkan hasil konsumsi alcohol dan narkotika.” Jawab Billy.


“Bos memang paling top.” Ucap Robert.


“O ya aku ingin kau mencari informasi mengenai wanita yang di bar itu. Sesuai dengan rumor bahwa pemilik bar itu tidak akan menunjukkan dirinya selama ini. Dan ternyata seorang wanita. Kita harus memperhatikannya karena jika dia membocorkan kejadian malam itu, itu akan menjadi urusan yang ribet.” Ucap Billy.


“Baik tuan, aku akan segera mencari informasinya dengan cepat.”mjawab Robert.


“Baiklah, kau boleh pergi.” Ucap Billy yang sedang duduk di sofa sambil menonton TV berupa berita Hanz tadi.


Di dalam fikiran Billy masih memikirkan wanita itu.


“Lauren? Nama yang manis.” Ucap Billy dalam hatinya.


“Jika dia macam-macam padaku maka usahannya akan hancur. Tapi sepertinya dia tidak akan berani menyebarkan video rekaman CCTV itu karena aku yakin dia tertarik padaku.” Ucap Billy dalam hatinny dengan sangat percaya diri.


Billy langsung bisa menebak pemikiran Lauren yang baru saja ia temui itu. Namun ada yang berbeda dari wanita lain dari raut wajah tatapan Lauren itu kepada Billy.

__ADS_1


__ADS_2