I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Rencana Jack yang Pertama


__ADS_3

Pukul 04.00 AM Jack sudah bangun. Jack membersihkan dirinya dan bertemu dengan Selly. Jack mengajukan beberapa pertanyaan untuk Selly seputar tentang Caca. Jack yang mengetahui beberapa hari ini bahwa Selly yang merawat keadaan Caca. Jack berencana untuk  mengetahui hal itu sebagai referensi untuk tindakan yang akan dia lakukan untuk Caca.


Selly dengan cermat memberitahukan semua apa yang sudah dia ketahui tentang kebiasaan dan apa saja yang harus dilakukannya selama ini kepada Caca. Selly menjawabnnya dengan sangat detail kepada Jack. Jack mendengarkan semua jawaban yang diberikan oleh Selly dengan cepat. Jack memahami rencana apa yang harus dilakukannya untuk pertama kali.


Jack meminta Selly untuk mengajarkannya membuat bubur dan ramuan yang biasa di minum oleh Caca. Jack juga membuat beberapa makanan untuk hidangan sarapan di pagi hari ini. Mereka pergi ke dapur untuk melaksanakan rencana tersebut.


Mereka melakukan itu di dapur  atas bukan dapur utama. Kecerdasan yang dimiliki Jack membuat dirinya mudah untuk memahami apa yang sudah di ajarkan oleh Selly kepadanya. Membutuhkan sekali saja melihat Selly melakukan semua itu, Jack sudah bisa melakukannya.


Jack memerintah Selly untuk meninggalkannya. Jack mengerjakan ulang apa yang sudah di ajarkan oleh Selly dengan sendiri. Jack juga membuatkan beberapa makanan yang di kuasai olehnya. Penampilan seorang pria tampan berada didapur untuk membuat makanan.


Jack sudah seperti cheff professional, menggunakan celemek dan sangat ahli dalam menggunakan pisau dapur untuk memotong beberapa sayuran yang dibutuhkan. Kerapian dalam memasak, kebersihan dan juga ilmu pletting yang bagus. Semua makanan sudah siap di hidangkan diatas meja makan. Jack menyelesaikan hal itu selama kurang lebih dua jam.


Jack meletakkan semua peralatan yang digunakan olehnya untuk memasak. Berjalan menuju kamar mandi untuk mengabil whudu di kamar Kenzo. Setelah itu, Jack membangunkan mereka semua untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Mereka semua bangun dan melaksanakannya.


“Pergilah merapikan diri. Kita sarapan di dapur atas saja.” Jawab Jack yang sudah selesai sholat.


“Oke Daddy.” Jawab Bella.


Kenzo hanya menganggukkan kepalanya dan bergegas pergi ke kamar. Sedangkan Caca masih melipat sajadah.


“Aku akan menyiapkan pakaianmu.” Jawab Caca.


“Terimakasih mylotus.” Jawab Jack.


Caca berusaha untuk tetap bersikap seperti biasanya namun masih saja mencoba menjauhi Jack agar tidak merasa mual. Kali ini Jack memahami hal itu dan membiarkannya saja. Caca selesai menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan Jack untuk ke kantor. Namun hanya satu pekerjaan yang tidak dilakukan lagi olehnya yaitu memakaikan dasi Jack.


“Biar aku saja.” Ucap Jack meraih dasi yang ada di tangan Caca.


“Beneran tidak apa-apa?” tanya Caca.


“Aku memahami mylotus. Pergilah membersihkan dirimu. Aku akan menunggumu di dapur.” Jawab Jack yang sedang mengkancing kemejanya.


Jack sudah siap dengan semua penampilannya dan menunggu Caca, Kenzo dan Bella ke dapur untuk sarapan. Bagas, Deni dan Jimmy pergi ke atas untuk bertemu dengan Jack dan lainnya.


“Bisa kami gabung disini?” tanya Jimmy.


“Tidak.” Jawab Jack.


“Ayolah Jack!” rengek Jimmy.

__ADS_1


“Duduklah.” Jawab Caca yang baru saja tiba di dapur.


“Caca memang terbaik.” Jawab Jimmy kemudian di ikuti oleh Bagas dan Deni duduk di kursi.


Kenzo dan Bella datang bergabung di meja makan. Jack sudah bermuka masam saja. Jack tidak menyukai rencana dari usahanya di ganggu oleh orang lain.


“Mylotus. Biarkan aku yang gantian menghidangkanmu.” Ucap Jack yang menarik kursi untuk Caca duduk.


Jack menghidangkan semuanya dengan jarang yang tidak terlalu dekat dengan Caca sehingga Caca tidak terlalu mencium aroma tubuh Jack. Caca tersenyum dan merasa tersentuh dengan semua perlakuan kecil Jack yang begitu tulus dan perhatian. Deni, Bagas dan Jimmy merasa bersalah telah mengganggu ketenangan keluarga ini.


“Pantas saja tadi dia tidak memperbolehkan kita duduk.” Bisik Deni kepada Jimmy.


“Aku jadi merasa tidak enak mengganggu mereka.” Jawab Jimmy.


“Apakah kami perlu pergi?” tanya Bagas yang berdiri dan langsung meninggalkan meja.


Mereka semua mengikuti inisiatif Bagas dan meninggalkan Caca dan Jack di meja makan itu.


“Mengapa mereka semua pergi?” tanya Caca.


“Tidak apa-apa. Mungkin makan di dapur utama.” Jawab Jack yang masih menuangkan susu hangat di gelas Caca.


Caca mengikuti apa yang dikatakan oleh Jack dan menikmati sarapan dan susu madu.


“Mylotus?” tanya Jack.


“Parfume apa yang kau sukai?” tanya Jack.


“Sebenarnya aku menyukai parfume yang sering kau gunakan selama ini. Tapi entah mengapa sekarang tidak menyukainnya.” Jawab Caca.


“Bagaimana jika aku ganti parfume?” tanya Jack.


“Ide yang bagus.” Jawab Caca.


“Mylotus, bantu aku berkomunikasi dengan little baby. Aku tidak tahan berjauhan terus denganmu.” Jawab Jack yang merengek mengatakan usaha yang sudah dia lakukan.


“Aku juga tidak ingin semua ini terjadi. Jadi mari kita sama-sama berusaha.” Jawab Caca tersenyum.


“Benarkah?” tanya Jack.

__ADS_1


“Tentu saja.” Jawab Caca.


“Jadi, apakah rencana pertamaku sudah membuat little baby dan dirimu nyaman?” tanya Jack yang bertaya tentang hal ini.


“Sepertinya little baby juga menyukainnya. Begitupula denganku.” Jawab Caca yang menikmati rotinya.


“Benarkah?” tanya Jack.


“Iya, biasanya makanan yang aku telan akan segera keluar. Apalagi ini di pagi hari, tapi sepertinya dia menyukainya.” Jawab Caca


tersenyum.


“Alhamdulilah. Baguslah. Katakan apa saja yang kau inginkan, aku akan berusaha memenuhinya.” Jawab Jack.


Caca tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jack yang sangat senang di dalam hatinya setelah melakukan hal ini. sepertinya rencana berjalan dengan baik. Emosi Caca juga stabil begitupula dengan respondnya.


“Kau juga nikmatilah sarapanmu hubby.” Jawab Caca.


“Iya mylotus.” Jawab Jack yang tersenyum dan baru saja menikmati makanannya.


Mereka menikmati sarapan itu dengan sangat nyaman dan berbicara santai untuk mencari solusi yang di perlukan untuk masalah mereka saat ini.


“Jangan lakukan hal yang berat. Istirahat saja, jika memerlukan apapun katakana kepada Selly. Dan jika terjadi sesuatu segera telepon aku.” Jawab Jack yang ingin pergi kerja.


“Iya, iya dan iya.” Jawab Caca mendengar semua omelan yang banyak pada Jack untuk pertama kalinya.


“Baiklah aku pergi dulu.” Ucap Jack mencium kening Caca.


“Jangan terlalu lama menyiksa daddy dan bunda sayang.” Ucap Jack yang mengelus perut Caca.


“Cepatlah pergi, aku ingin muntah.” Jawab Caca yang merasa mual saat Jack mendekat dengan dirinya.


Jack langsung menjauhkan dirinya dengan melangkah mundur kebelakang beberapa langka.


“Baiklah, aku pergi. Ingat pesan yang aku katakana barusan.” Ucap Jack meninggalkan Caca.


“Iya hubby iya.” Jawab caca tertawa kecil melihat Jack yang sangat mengkhawatirkannya.


Jack masuk kedalam lift untuk menemui Jimmy dan yang lainnya. Caca kembali ke kamar dan membaringkan dirinya di kasur.

__ADS_1


__ADS_2