
Setelah panggilan itu berakhir mereka berkumpul kembali di ruang tamu. Kenzo dan Bella yang sedang bermain dengan mainannya. Sedangkan Jack yang membaringkan badannya dalam pangkuan Caca.
“Apa yang kau lakukan Jack?” tanya Caca yang melihat kepala Jack sudah ada di pangkuanya.
“Sebentar saja aku istirahat di sini.” Jawab Jack.
“Baiklah.” Jawab Caca yang sebenarnya sangat risih dengan Jack yang tidur di pahanya. Namun ia tetap menerimanya.
“Melihat mereka bermain dengan bahagia membuatku menyukai pemandangan ini Jack.” Jawab Caca yang mulai berbicara setelah beberapa menit.
“Aku juga senang jika kau akan segera hamil. Aku bisa memiliki anak yang sesungguhnya dari mu dan aku.” Jawab Jack yang membuka matanya melihat Caca.
“Is kamu ini.” Jawab Caca malu-malu.
“Sudah dua minggu setelah kejadian itu apakah kau tidak telat datang bulan mylotus?” tanya Jack sambil memegang perut Caca.
Caca berfikir mengingat tanggal terakhir dirinya mens.
“Sepertinya sudah telah dua hari.” Jawab Caca.
“Benarkah?” tanya Jack kemudian berdiri dari tidurnya.
“Tentu, memangnya kenapa?’ tanya Caca kepada Jack.
“Apa mungkin kau saat ini hamil?” tanya Jack.
“Hahahhaa, ini masih dua hari belum tentu aku hamil lagian kita masih sekali melakukannya.” Jawab Caca yang keceplosan.
“Jadi kita harus melakukanya lagi? Aku mau sekali, kalau bisa setiap hari.” Jawab Jack.
“Dasar mesum!” Jawab Caca kemudian meninggalkan Jack di sofa berlari ke arah Kenzo dan Bella.
Jack berlari menyusul Caca yang ingin bermain dengan anak-anaknya. Jack juga mengikuti Caca sambil memberikan kode terus menerus. Sementara Caca selalu mengabaikannya. Mereka sekeluarga bercanda guraw di dalam ruang tamu utama itu dengan sangat bahagia.
Saat Jack dan Caca ada berdua di dalam kamar, Jack berusaha untuk mengajak Caca berkencan berdua saja tanpa ada Kenzo dan Bella. Keadaan Caca yang baru saja selesai mandi dan handuk kecil berwarna putih masih lengket di atas kepala yang menutupi rambut kepala Caca.
Caca duduk di depan kaca rias sambil mengoleskan pelembab di wajahnya kemudian menggunakan handbody lotion ke seluruh tubuhnya. Dan saat itu Jack tiba-tiba datang menghampiri Caca kemudian memeluk Caca dari belakang.
“Mylotus!” panggil Jack yang merangkul pelukkan dari belakang badan Caca.
“Jack!” kaget Caca.
Jack melepaskan pelukkannya kemudian membuka balutan handuk yang menutupi rambut Caca. Kemudian mengambil alat pengering rambut untuk membantu mengeringkan rambut Caca.
“Aku akan mengambil pengering rambut dulu.” Ucap Jack berlari menuju lemari barang.
__ADS_1
“Mylotus! Dimana di simpan, kenapa tidak ada di tempat biasa?” tanya Jack yang mencari alat pengering rambut yang tidak ada di laci biasanya.
“Sudah aku pindahkan di lemari sebelahnya di laci nomor 4 dari bawah.” Jawab Caca.
Jack membuka laci lemari yang di maksud oleh Caca, lalu mengambil alat pengering rambut. Jack berjalan menuju kaca rias di mana Caca sedang duduk di depannya. Menyambungkan listrik alat pengering rambut itu kemudian menekan tombol power. Angin panas yang di keluarkan oleh alat itu kemudian di arahkan ke rambut Caca yang masih basa.
Jack dengan lembut menyentuh rambut Caca kemudian mengarah ke alat pengering itu. sambil membantu Caca mengeringkan rambutnya. Jack mengajak Caca untuk pergi bersama dengannya seperti kencan.
“Mylotus!” panggil Jack.
“Saya.” Jawab Caca.
“Bagaimana kalau kita kencan sore ini?” Tanya Jack kepada Caca.
“Malas ah,” jawab Caca.
“Kenapa?” tanya Jack.
“Lagi gak mood,” jawab Caca.
“Kalau dinner berdua?” tanya Jack.
“Aku kenyang Jack.” Jawab Caca.
“Aku gak mood.” Jawab Caca.
“Semuanya tidak mau. Bagimana jika aku ajak jalan-jalan naik sepeda motor keliling kota?” tanya Jack kepada Caca.
“Gak mood Jack.” Jawab Caca.
“Hmmm, kau menyukai sunset?” tanya Jack.
“Hmmmmm,” ucap Caca yang masih berfikir.
“Ayolah mylotus, kali ini mau ya. Dua jam saja kita pergi. Ini kan masih pukul empat sore. Pukul enam kita kembali ke mansion.” Jawab Jack.
“Baiklah.” Jawab Caca.
“Alhamdulilah akhirnya mau.” Jawab Jack yang gembira.
“Hahahha, kau seperti anak kecil.” Jawab Caca.
“Habisnya sejak tadi aku mengajak kencan, makan dan ini itu tidak kunjung mau juga.” Jawab Jack.
“Ya sudah bersiaplah sebelum moodku berubah lagi.” Jawab Caca.
__ADS_1
“Benarkah?” tanya Jack.
“Iya, bersiaplah.” Jawab Caca.
“Aku akan mengajakmu ke suatu tempat nanti di mana kita bisa menikmati sunset .” Jawab Jack yang mencium kepala Caca sambil menatap kaca rias di mana terlihat mereka berdua di pantulan cermin itu.
“Iya.” Jawab Caca kemudian melepaskan pelukkan Jack dan memerintahnya untuk berganti pakaian.
Jack dan Caca bersiap-siap akan pergi ke suatu tempat yang tinggi untuk melihat tenggelamnya matahari kemudian akan memancarkan cahaya jingga yang di sebut dengan sunset. Jack yang terlebih dahulu ke bagasi sepeda motor untuk mengendarainya dan berhenti menunggu Caca di depan mansion. Sementara Caca masih menggunakan jilbab.
Saat Caca sudah siap menggunakan jilbab, ia segera turun untuk menjumpai Jack. Dan saat dirinya keluar dari depan pintu Jack sudah berdiri di depan sepeda motor dengan style jaket kulit berwarna hitam dan celana hitam, sepatu kulit hitam, jam tangan hitam. Semua dengan style hitam. Dan charisma yang di pancarkan oleh Jack melebihi biasanya.
Caca mematung melihat suaminya itu sungguh cool dan tampan sekali menurutnya. Sehingga Jack menyadarkan Caca yang tiba-tiba menjadi patung itu di bawah tangga kecil dari teras mansion untuk turun ke lapangan itu.
“Mylotus!” panggil Jack.
“Sayang, hey maylotus.” Ucap Jack sekali lagi dengan membuka kaca mata hitamnya dan melambaikan tangannya.
“Ayo berangkat.” Ucap Caca yang kemudian sadar dengan mematungnya dirinya meliat charisma yang di pancarkan suaminnya ini benar-benar membuatnya meleleh.
“Ayo!” jawab Jack yang mengambil helm.
“Kita mengendarai ini?” tanya Caca kepada Jack yang heran, karena selama ini mereka selalu menggunakan mobil-mobil mewah milik Jack yang sudah menjadi koleksinya di bagasi mobil.
“Tentu,” jawab Jack yang kemudian memakaikan helm hitam itu di kepala Caca.
“Tidak seperti biasanya.” Jawab Caca.
“Sudah aku katakan aku ingin berdua saja denganmu mylotus.” Jawab Jack.
“Baiklah my king.” Ucap Caca yang menganggap Jack itu seperti seorang raja.
“Naiklah,” jawab Jack.
Caca menaiki sepeda motor itu, dan untung saja saat itu Caca menggunakan celana putih oblong dan cardigan panjang dengan liris putih hitam dan jilbab hitam.
“Peganganlah.” Jawab Jack yang meraih kedua tangan Caca kemudian melingkarkannya ke pinggang dirinya.
“Pegangan dengan erat, kita akan segera melaju.” Ucap Jack kepada Caca.
“Iya,” jawab Caca.
Jack memutar kunci sepeda motor kemudian menekan tombol gas dan memasukkan gigi dan menarik close kemudian melajukan sepeda motor.
Mereka berdua pergi menggunakan sepeda motor berwarna hitam full sesuai dengan style baju yang mereka gunakan.
__ADS_1